Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 73


__ADS_3

Ae Ri terus bersenandung sampai di dalam kamarnya. Dia begitu bahagia ketika mendengar kedua orang tuanya datang berkunjung. Karena dia jarang sekali bisa berkumpul dengan orang tuanya terlebih dengan ayahnya yang selalu sibuk dengan perusahaan yang tersebar di mana-mana. Karena obsesi Dawn di masa lalu membuat Ae Ri selalu hidup kesepian tanpa kasih sayang. Ae Ri bahkan tidak tahu dosa apa yang sudah di perbuat oleh kedua orang tuanya. Akankah ke depannya akan menjadi karma untuknya atau tidak dia tidak tahu. Yang dia tahu bahwa kedua orang tuanya begitu mencintainya seperti ia juga mencintai kedua orang tuanya.


"Mommy... Daddy..." teriak Ae Ri ketika masuk kedalam kamar presiden suitnya. Senyumnya semakin mengembang ketika dia mendapati kedua orang tuanya duduk di sofa yang terdapat di kamarnya.


"Anakku sayang..." ucap Dawn sambil merentangkan tangannya untuk memeluk putrinya yang paling dia cintai itu. Ae Ri pun berlari memeluk Dawn.


"Kalau sudah ada Daddy Mommy pasti di lupakan." ucap Bo Reum yang berdiri di samping Dawn. Senyumnya mengembang ketika melihat putrinya yang sudah dua minggu tidak dia temui.


"Mommy.... I miss you Mom.." ucap Ae Ri sambil berpindah tempat berganti memeluk Bo Reum dengan erat dan penuh kasih sayang. "Mommy bukannya lagi ada di Belanda? Terus bukannya Daddy juga lagi ada di Venezuela? Kapan kalian datang kesini?" tanya Ae Ri setelah melepaskan pelukan kepada kedua orang tuanya. Ae Ri duduk di depan meja rias guna untuk membersihkan make up nya.


"Mommy dan Daddy sudah janjian untuk bertemu di sini setelah mendengar bahwa kamu akan ke sini dari Silla. Bagaimana makan malam mu dengan klien itu? Apakah lancar?" tanya Dawn.


"Lancar Dad. Rencananya kita akan melakukan syuting di Korea. Mungkin kita akan ke sana ketika memasuki musim bunga sakura. Karena bintangnya begitu suka dengan bunga sakura. Kita juga menunggu jadwal dari dua perusahaan agar tidak ada yang absen saat melakukan syuting nanti." ucap Ae Ri.


"Bagus. Ini baru anak Daddy." ucap Dawn bangga. "Apakah kliennya tampan?" tanya Dawn.


"Ahh Daddy apa-apaan sih. Karena dia cowok ya berarti dia tampan Dad." ucap Ae Ri yang tersipu malu di tanya seperti itu oleh Dawn.


"Ya siapa tahu kalau kamu tertarik dengan lelaki itu. Karena tidak biasanya kamu makan malam dengan klien sendiri. Biasanya kemanapun kamu selalu pergi dengan Silla." ucap Dawn membuat Ae Ri mati kutu.


"Ahh Daddy, jangan di goda terus anaknya. Biarkan saja kalau dia jatuh cinta sama lelaki toh dia sudah dewasa." bela Bo Reum. "Ohh ya sayang, syuting nanti apa Mommy boleh ikut ke Korea? Mommy rindu dengan Korea. Sudah lama Mommy tidak kesana." ucap Bo Reum kepada Ae Ri.

__ADS_1


"Tentu boleh. Daddy juga ikutlah Dad. Biar nanti kalau syutingnya sudah selesai, kita bisa berjalan-jalan bertiga ber sama-sama. Kita sudah lama tidak piknik bertiga lagi." ucap Ae Ri.


"Kalau Daddy tidak sibuk ya. Rencananya Daddy ingin ke Los Angeles untuk mengurus bisnis Daddy di sana selama sebulan." ucap Dawn.


"Ayolah Dad... sekali saja. Demi anakmu ini. Lagipula kita berangkatnya paling tidak tiga bulan lagi. Gak besok ini kok." rengek Ae Ri untuk membujuk Dawn.


"Baiklah. Akan Daddy usahakan. Tapi bertiga saja." ucap Dawn membuat Ae Ri sedikit senang. Pasalnya ternyata Dawn tahu kalau Ae Ri akan mengajak kakaknya.


Ae Ri bukan anak satu-satunya dari Dawn dan Bo Reum. Masih ada satu lagi anak lelaki mereka yang kini menginjak umur dua puluh enam tahun, selisih tiga tahun dari Ae Ri. Namanya Jacob Leonard. Umur Jacob setara dengan umur Chanyeol sekarang. Dia juga seorang pebisnis muda di negara tempatnya dia tinggal setelah lulus bangku SMA.


Sebenarnya Jacob awalnya tidak memiliki alasan untuk tinggal dan menetap di Los Angeles. Karena dia suka berada di sekeliling keluarganya. Namun ketika dia tahu bahwa Dawn tidak akan pernah berubah untuk terus tidak menyukainya, maka Jacob memilih pergi dari New York dan tinggal sendirian di Los Angeles. Ini semua karena Dawn tidak menyukai anak laki-laki. Oleh karena itu dia benar-benar tega membunuh Calvin dan Dirly, anak kandungnya sendiri dengan Cassie. Namun berbeda dengan Jacob, dia tidak sampai membunuh Jacob karena Bo Reum begitu sayang kepada Jacob.


Karena Bo Reum, dia lebih memilih untuk tidak membunuh Jacob. Dia memilih mengacuhkan Jacob dan tidak memperhatikan Jacob. Mau Jacob melakukan apapun termasuk pergi ari rumah, Dawn sekalipun tidak pernah memperdulikan atau menanyakannya. Bahkan sejak kecil, Jacob belum pernah merasakan bagaimana rasanya di peluk oleh seorang ayah. Saat kecil jika Jacob ingin sekali merasakan di peluk oleh Dawn, dia hanya diam-diam mengambil sebuah kemeja bekas pakai Dawn lalu memakaikannya pada sebuah boneka. Dan Jacob pun memeluk boneka itu. Sambil dia membayangkan hangat nya di peluk oleh Dawn.


"Mom... apa kak Jacob masih berada di Los Angeles? Kapan kak Jacob akan pulang?" tanya Ae Ri kepada Bo Reum. Ia tahu jika dia bertanya kepada Dawn pasti tak akan pernah di jawabnya.


"Ngapain kamu tanya tentang kakakmu? Biarin saja dia di sana sendiri. Toh kalau uangnya sudah habis bakalan pulang juga dia." ucap Dawn dengan sinis menjawab pertanyaan Ae Ri kepada Bo Reum.


"Daddy... jangan seperti itu. Bagaimana pun Jacob anak kita. Kalau dia sampai mendengar kamu berkata begitu, dia pasti akan marah." ucap Bo Reum yang tidak suka kalau Dawn membedakan antara Ae Ri dan Jacob. "Kalau kamu kangen dengan kakakmu, berkunjung lah ke sana. Luangkan waktumu sebentar untuk mengunjungi kakakmu. Kakakmu pasti senang kalau tahu kamu akan berkunjung ke sana." ucap Bo Reum kepada Ae Ri.


"Kenapa sih kakak semenjak ke Los Angeles langsung jarang pulang. Apa kakak tidak kangen denganku?" ucap Ae Ri yang begitu kangen terhadap kakaknya tapi jarang sekali bertemu. Bahkan saat Ae Ri berkunjung ke Los Angeles, Jacob selalu sibuk dengan pekerjaannya tak pernah ada waktu untuknya.

__ADS_1


"Mana mungkin kakakmu tidak rindu denganmu. Dia pasti rindu denganmu. Hanya saja kesibukannya yang membuatnya jarang ada waktu untuk pulang. Dia tidak bisa bertemu denganmu karena sibuk. Lagipula kamu kan tahu kalau kakakmu merintis bisnisnya dari nol. Itu tidak semudah membalikkan tangan sayang. Jadi berdoalah semoga bisnis kakak kamu segera berkembang pesat dan bisa kembali berkumpul dengan kita." ucap Bo Reum.


Sebenarnya Jacob tidak selalu sesibuk itu. Ya mungkin untuk akhir-akhir ini dia sibuk karena ada masalah dalam perusahaan. Tapi dia masih bisa sekedar bersantai di akhir pekan. Itu semua karena Bo Reum tahu bahwa Dawn mengancam Jacob. Kalau sampai Jacob mendekati Ae Ri, Dawn tidak segan-segan akan mengarahkan pistolnya pada kepala Jacob. Oleh karena itu dia tidak pernah pulang kalau bukan waktu ulang tahun Ae Ri dan Dawn memaksanya pulang. Toh juga itu semua karena Ae Ri merengek pada Dawn. Kalau tidak dia tidak akan kembali. Bahkan dalam berhubungan melalui ponsel dengan Ae Ri pun Jacob tak bisa. Benar-benar diasingkan oleh Dawn.


"Sudahlah, tidak usah terus menyuruh kakakmu pulang. Biarkan dia mengurus perusahaannya dahulu. Jangan terus di suruh pulang. kapan dia akan sukses kalau terus di suruh pulang." ucap Dawn dan itu membuat Ae Ri diam.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2