LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
JIWA SINGA EMAS - PENGENDALI ELEMEN TANAH Bag.2


__ADS_3

Yin He mendapatkan apa yang di cari, di lembah itu terdapat banyak sekali Rusa dan kelinci, seekor kelinci besar telah ditangkap oleh Yin He tak lupa dia mengumpulkan banyak Jamur Api dan Gingseng Ajaib.


“Syukurlah, Rusa besar ini berhasil aku tangkap, akan aku masak dan juga buat persedian beberapa hari kedepan, akan aku asapi dagingnya biar bisa bertahan lama’ ucap Yin He  Senang sambil mulai menyiapkan keperluan untuk santap malamnya


Keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Yin He telah bangun untuk mandi didanau di dalam hutan lembah terlarang dibalik air terjun itu.


“ahh..segar sekali air disini, Yin He menceburkan seluruh badanya ke danau untuk membersikan rambut dan badanya.


Setelah bersih bersih, tiba-tiba Naga ZhuangLong memanggilnya melalui telepati, “Yin He saatnya kita berlatih pernafasan untuk menyerap dan juga mengendalikan energi murni” ujar Naga Zhuang Long.


“duduklah dan letaknya tanganmu diatas lutut, ikuti semua petunjuk ku”


“pertama – tama ambil posisi duduk bersila dengan mata tertutup agar dapat berkonsentrasi”.


“ kemudian Letakkan kedua tangan di atas lutut dengan posisi telapak tangan menggenggam rileks atau renggang, jangan lupa atur posisi punggung tegak dan kepala lurus menghadap ke depan”


“ Tarik atau ambil nafas melalui hidung sambil kedua tangan digerakkan melingkar ke samping tubuh, lalu gerakkan ke atas melewati kepala depan, lalu gerakkan turun hingga berada di depan dada dengan membentuk kepalan pada tangan kanan, dan tangan kiri menopang kepalan tangan kanan. Tahan nafas sejenak dan rasakan getaran energi


yang akan masuk kedalam tubuhmu”


“ setelah itu hembuskan nafas melalui mulut sambil mengulurkan kedua tangan ke depan, lalu ke samping tubuh, dan kembali ke posisi semula, dan alirkan energi yang kamu rasakan keseluruh tubuhmu.


Yin He mengulang ngulang beberapa kali seperti yang diarahkan Sang Naga Zhuanglong, tak lama, asap putih mengepul dari kepala Yin He, perasaan tenang dan hangat menyellimuti tubuh Yin He.


“Hebat kamu Yin He, kamu sudah bisa melakukan pernafasan untuk menyerap Hawa Murni, seraplah


sebanyak yang kamu bisa Yin He. Ujar Naga ZhuangLong

__ADS_1


***Hawa Murni***adalah energi kehidupan dari alam\, orang yang menyerap dan mengolah hawa murni akan


mempunyai aura yang berwibawa, dan dapat menekan musuh kita.


Hawa murni juga berfungsi menetralkan energi – energi negatif yang bisa bisa merusak lingkaran cakra, sehingga tidak dapat naik ke tinggkatan lebih tinggi.


Selain Hawa Murni ada beberapa cara untuk bisa meningkatkan lingkara cakra, yaitu menghisap energi hawa siluman, binatang buas atau musuh, cara inilah yang sering di pakai oleh Sekter dari Aliran Hitam


Tiba– tiba tubuh Yin He berputar kencang, kemudian hukkk uhkkhhh weeekkkkk  darah kental keluar dari tubuhnya, Yin He heran dan bertanya kepada Sang Naga ZhuangLong.


“sebenarnyaapa yang terjadi dengan ku, kenapa aku muntah darah, tapi tubuhku serasa semakin ringan dan bugar” ujar Yin He  sambil mengusap sisa darah dimulutnya.


“itu adalah proses menyembuhan dari gingseng ajaib dan di tambah dengan hawa murni yang kau serap, sehingga tubuhnmu bisa meregenerasi sel dengan cepat, danefeknya waktu penyembuhanmu akan cepat pula” jawap ZhuangLong.


“sekarang aku akan mengajarimu beberapa jurus pengendalian elemen tanah” ujar sang Naga ZhuangLong.


Yin He masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang naga ZhuangLong, tapi dia tetap menuruti kata kata naga tersebut.


Dan betapa terkejutnya dia saat tangan masuk kedalam dadanya seakan akan ada ruangan yang luas dalam tubuhnya.


“bayangkan benda yang akan kamu ambil Yin He, ambil bukunya, aku ingin tahu keberuntungan mu Yin He, Jurus apa yang akan kau dapatkan hahahahahahahaha” ujar sang naga sambil tertawa.


Tangan Yin He berhasil memegang sebuah Buku, Yin He terdiam sejenak kemudian tanpa ragu, dia mengeluarkan benda yang didapatkan dalam ruang penyimpanan ditubuhnya. ternyata sebuah buku usang yang sangat tua berwarna hitam pekat, kemudian Yin He mencoba membukanya akan tetapi sekuat apapun dia tidak berhasil membukanya.


"kau tak akan bisa membukanya Yin He, Kitab yang kau pegang adalah kitab pusaka "Auman Singa Emas", kitab itu yang akan memilih tuanya, letakan tanganmu dan alirkan hawa murnimu, biarkan kitab tersebut yang menilainya, apakah kamu layak atau tidak layak" ujar sang naga


Yin Hin meletakan kitap tersebut dalam pangkuanya, dan segera dia mengalirkan hawa murninya kedalam kitab tersebut, beberapa saat setelah itu, kitab tersebut terbuka, dan keluarlah bayangan kayak hologram yang berterbangan di hadapan Yin He.

__ADS_1


Yin He terkagum - kagum melihat bayangan-bayangan seperi hologram tersebut, dan sebuah sinar melesat kedalam kepala Yin He, tubuh Yin He bergetar hebat, rasa sakit yang tak terhingga dikepalanya.


"Yin He, kamu harus kuat, jangan sampai kamu pingsan, karena kalo kamu sampai pingsan, maka memori otakmu tidak mampu menerima semua memori kitab tersebut, sangat sayang" ujar Sang Naga.


Yin He terbelalak, mendengar apa yang di ucapkan sang Naga, "aku harus bertahan, secara perlahan hawa murninya dialirkan ke pusat sakit dikelapanya, sampai beberapa saat akhirnya rasa sakit tersebut hilang sama sekali, seandainya agak lama sedikit saja, Yin He pasti sudah Pingsan.


"bagus Yin He, akhirnya kau berhasil, kitab itu sudah menyatu dengan dirimu, sebentar lagi fisik kitab tersebut akan terbakar" ujar sang naga, dan benar saja, kitab dipanggkuan Yin He terbakar dan menjadi debu.


Yin Sin mencoba memusatkan semua fikiranya, dan mengosongkanya, terlintas di fikiranya semua gerakan gerakan  "Auman Singa Emas", dan Yin Sin segera menirukan gerakan yang dia ingat di fikiranya.


Yin He berlatih jurus tersebut dengan mengikuti gerakan dan juga petunjuk dari sang naga, beberapa kali dia tampak kesulitan karena baru pertama kali menghafal dan melakukan gerakan tersebut secara bersamaan.


Disisi lain, Aliansi Aliran Hitam dan Putih di gemparkan dengan adanya pemberitaan tentang  Sekte Lembah Giok yaitu Tetua Tuoli terluka parah setelah bertarung dengan Tetua Sekte Bambu Hitam Shaosheng,  hal ini menyebabkan aliansi aliran putih menjadi waspada, karena Tetua Touli adalah 1 diantara 3 Kaisar Petarung Aliansi aliran putih, yang di kalahkan oleh Sekte Bambu Hitam.


Sejak kelahiran anak naga, kekaisaran Tan, tidak henti hentinya di landa kekacauan, pihak istana sudah mengerahkan semua jendral untuk mengatasi kerusuhan yang dilaporkan di berbagai wilayah, akan tetapi setiap jendral yang di utus akan kembali dengan hanya badan saja, kepalanya sudah di penggal oleh para pemberontak yang di pimpin oleh  Sekte Bintang Merah, sekte aliran hitam terbesar di daratan kekaisaran Tan.


sementara itu di salah satu Wisma Lembah Giok, parah tetua Aliansi Aliran Putih, Sekte Elang Putih, Sekte Perawan Suci, dan banyak lagi, mereka berkumpul membahas terkait penyerangan ke  Sekte Bambu Hitam ...


tiba  tiba para penjaga diluar wisma lembah Giok, jatuh terbunuh, sesosok lelaki bertubuh gempal menerobos masuk di pertemuan para tetua Aliansi Aliran Putih, aura pembunuh yang sangat pekat terpancar dari sosok lelaki tersebut..


"Itu Shaosheng.." ujar tetua dari Perawan Suci...


"apa kabar perawan tua Feng Ying" sapa Shaosheng menatap dingin terjadap ke Feng Ying,


suasana semakin tegang..semua tetua telah bersiap, jika sewaktu - waktu Shaosheng bertindak


 

__ADS_1


 


__ADS_2