LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Terbukanya Kekuatan Mata Langit Yin He


__ADS_3

Feng Tian (Pangeran Kegelapan) segera meminta empat iblis kuno bergegas menemaninya untuk pergi ke gunung Tibet, karena setelah melakukan pertarungan dengan Ang Shu (Iblis Nirwana), kekuatan dari Feng Tian jauh dibawah Ang Shu, hal ini membuat pukulan berat di hati Feng Tian, karena ambisinya untuk menjadi raja tiga dunia akan menemui rintangan yang sangat besar.


**


Sedangkan Yin He sendiri sudah membagi tugas dengan sembilan naga termasuk Han Bing. Sekarang untuk daearh tibet dan kota Lasha, Yin He sendiri dan Kalden serta Jetsan yang akan menemui kaisar Tibet, hal ini dipilih karena Yin He mendapatkan firasat mengenai gunung tibet, dan juga informasi yang diberikan oleh Jetsan tentang sebuah kitab ilmu hitam yang bisa membangkitkan para iblis yang telah mati atau disegel di sebuah relix, yaitu kitab “Jiwa Hitam’, oleh sebab itu maka Yin He memutuskan untuk dirinya segera menghadap ke Kaisar tibet untuk melaporkan hal tersebut dan membicarakan terkait dengan kedatangan dari pangeran iblis


“Kemungkinan pangeran iblis tidak akan datang bala tentaranya, akan tetapi aku yakin, dia akan ketibet dengan para iblis kuno, oleh sebab itu kita bertiga akan bisa  bahwa , semoga kekuatanya yang sekarang masih belum sepenuhnya pulih, karena kalau sampai dia pulih, maka akan sulit bagi kita untuk menghadapinya.” Ujar Yin He kepada Kalden dan juga Jetsan, Sedangkan Yin He sendiri tidak sadar bahwa ada satu kekuatan lagi yang  melebihi di pengeran kegelapan yaitu Ang Shu, sang iblis nirwana.


Setelah kelompok sudah terbagi,mereka segera melesat sesuai dengan pembagian masing masing, yaitu Jingmi dan Xiao Zhao pergi menghadap kekaisaran Ming, Xiao Yan dan Xiao Zhuang kekaisaran Song, sedangkan Han Bing dan Wei Yanzu pergi menghadap kekaisaran Tang, Wei Hanzu dan Wey Ryuza kembali ke Lembah Giok untuk memperingatkan semua sekte aliran netral dan aliran putih untuk segera menghimpun kekuatannya.


Yin He segera melesat kearah kekaisaran Tibet, akan tetapi karena adanya festival tahunan yaitu doa agung, dimana kaisarlah yang akan langsung memimpin prosesi dari awal hingga akhir, sehingga Yin He dan Kalden serta Jetsan tidak dapat menemui Kaisar walaupun sudah menggunakan nama keluarga penjaga gerbang utara dan penjaga gerbang selatan.


Saat akan meninggalkan istana, tiba tiba, Yin He merasakan sakit yang teramat hebat, rasa sakit yang teramat sangat dirasakan di kelopak kedua matanya, sakit sakit yang dirasanya Yin He sampai ingin mencongkel kedua matanya, melihat hal tersebut Kalden dan Jetsan segera memegangin kedua tangan Yin He agar tidak melakukan hal yang bodoh.


Rasa sakit yang tidak terbendung, akan tetapi Yin He segera menguasai emosinya, dia meminta Kalden dan Jetsan melepasakan kedua tanganya, akan tetapi Yin Ye juga berpesan, jika dia kehilangan kendali mohon untuk melakukan hal yang seoerti tadi, ada rasa ragu dihati Kalden dan Jetsan, apakah mereka mampu menahan kekuatan Yin He yang sangat besar.

__ADS_1


Dan setelah kedua tanganya dilepaskan oleh Kalden dan Jetsan, Yin He segera melakukan meditasi, hal yang paling berat dilakukanya pada meditasi kali ini, yaitu dia harus menahan nyeri yang teramat sangat di bagian kelopak matanya, urat di tepian kedua matanya nampak jelas menonjol kuat, urat urat urat itu berwarna kebiruan, hal ini menandakan akan penekaanan karena  menahan rasa sakit yang teraman sangat, setelah beberapa saat, Yin He merasakan ada perasaan yang menusuk diulu hatinya dan merambat ke kedua bola matanya, hal ini menambah rasa sakit yang kian memuncak yang Yin He rasakan, sehingga tubuh Yin He bergetar dan berkeringat disekujur tubuhnya, dan setelah beberapa saat akhirnya tubuh Yin He pun Pingsan dan kondisi meditasi, Kalden dan Jetsan tidak menyadari bahwa kondisi Yin He dalam keadaan Pingsan, yang mereka tahu Yin He masih tetap duduk dengan sikap meditasi dengan nafas yang sekarang lebih teratur, hal ini menghilangkan kecemasan mengenai keaadan Yin He di hati keduanya.


Setelah beberapa saat Yin He pun tersadar, dia merasakan tubuh dan kedua matanya tidak sakit lagi, akan tetapi saat dia membuka mata, alangkah terkejutnya Yin He dengan apa yang dilihatnya, dia dapat melihat seluruh detail apa yang ada dihadapanya, seperti dia melihat Kalden dan Jetsan, dia tidak hanya bisa merasakan aliran kekuatanya, akan tetapi melihat aliran energinya tersebut. Dengan ragu dia mendekati Jetsan yang tersenyum saat Yin He mendekatinya, kemudian  Yin He meraba bagian belakang tengkuk dari kepala Jetsan, “Apakah kau sering mengalami nyeri yang teramat sangat saat kau menggunakan teknik ilusimu .” Tanya Yin He kepada Jetsan dan hanya dibalas dengan anggukan kepala Jetsan.


“Sejak kapan kau mengalami nyeri ini, apakah ini yang membuatmu sering tidak bisa mengontrol kekuatanmu?” Tanya Yin He sekali lagi. “Saat aku mencapai titik menengah ilusi.”  Jawan Jetsan, yang membuat terkejut adalah dengan cepat memijit beberapa titik akupuntur di belakng tengkuknya, dan langsung membuat Jetsan seperti tersengat petir dari jarum yang sangat kecil dan masuk kedalam kepalanya, seketika itupula kepalanya terasa dingin dan kondisi kepalanya menjadi lebih ringan.


“Kau ada cidera di tengkuk belakang, sepertinya waktu itu kau memaksakan untuk mencapai titik tengah latihanyamu, untung syarafnya tidak terputus, dan aku masih bisa memperbaikinya, Jetsan menangguk berterima kasih kepada Yin He, dan memang benar dia sudah tidak merasakanya ada rasa sakit disekitar tengkuknya, dulu sebelumnya nyeri akan hilang sampai dengan satu minggu atau lebih setiap selesai latihan atau bertarungm dan hal terseeut sangat menganggu sekali. “Maaf tuan, mengapa tuan sekarang tuan tahu yang rasakan, padahal kemarin saat latihan tuan tidak menegetahui keluhan ini.”  Tanya Jetsan.


“Aku rasa mata langitku sudah terbuku, mata langit ini aku peroleh di dimensi dunia asura, saat aku mengambil pedang langit, sang nagalah yang memberikanya kepadaku, dan yang kemarin kita latihan bersama adalah dasar dari mata langit, nantinya jika kalian sudah mempunyai lautan Qi yang cukup aku akan melatih kalian dengan mata langit, nampak Kalden dan Jetsan tersenyum gembira dengan apa yang dikatakan oleh Kalden.


Sedangkan Kalden dan juga Jetsan hanya mencoba untuk menjaga kecepatannya bahkan menambah kecepatanya saat Yin He  melesat levbih cepat, hal ini karena Yin He merasakan kelima energi yang sangat kuatr sekali.


**


Pangeran kegelapan juga tersentak, manakala dia juga merasakan adanya energi yang sangat kuat mengikutinya, “Sial apakah ini kekuatan anak naga tersebut? aku masih belum pernah menemuinya, apakah kekuatanya lebih besar dari sang naga langit tersebut, tapi kenapa dia bisa melihatku? Bukanya aku melewati dimensi lain untuk menyamarkan kehadiranku.” Pangeran Kegelapan terus melesat menuju pegunungan Himalaya, dimana di pegunungan tersebut ada sebuah gua yang didalamnya terdapat sebuah Kitab “Jiwa Hitam”

__ADS_1


“Sepertinya pengeran kegelapan menuju kepegunungan Himalaya, dan hal ini mempertegaskan bahwa tujuan dari Pangeran Kegelapan benar adalah kitab Jiwa Hitam.” Gumam Yin He dalam hatinya.


Tiba tiba Yin He meminta Kalden dan Jetsan berhenti secara tiba tiba, “Kalau dengan cara begini, aku yakin kita tidak akan sampai lebih dulu, karena mereka dan kita juga tidak tahu pasti letak dari Kitab Jiwa Hitam tersebut, aku akan mencoba menggunakan mata langit untuk mengetahui letak goa tersebut.” Ujar Yin He


“Tuan, apakah tuan akan menggunakan teleportasi? Bukanya kita harus tahu titik keberadanya atau paling tidak  ada oradn yang mengirimkan tanda agar agar kita tidak tersesat.” Ujar Kalden, Yin He hanya tersenyum dia  lalu memusatkan perhatianya mencari titik letak lokasi dari kitab Jiwa hitam, beberapa saat Yin He mengarsir tiap sudut puncak Himalaya, dari dari beberapa titik yang memancarkan cahaya, dia menemukan dua titik dengan titik yang paling kuat, untuk titik pertama adalah sebuah titik dengan kekuatan hitam yang sangat pekat, dan titik kedua adalah sebuah titik dengan kekuatan dengan pancaran yang hangat dan menentramkan, Yin He pun tersenyum, dia menjelaskan kepada Jetsan dan Kalden, bahwa ada dua titik yang pancaranya sangat kuat, Yin He juga menjelaskan kedua titik tersebut juga memiliki aura yang berbeda, yaitu aura hitam pekat dan satunya aura yang hangat dan mententramkan. Akhirnya Kalden pun bertanya, kenapa Yin He memilih yang hawanya hangat dan menentramkan, padahal kitab “Jiwa Hitam” jelas jelas kitab dengan aura hitam yang sangat pekat, Yin He pun menjelaskan kepada Kalden dan juga Jetsan, jangan sampai kita terkecoh dengan apa yang terlihat, akan tetapi insting dan logikanya harus tetap dijalankan, karena Kitab “Jiwa Hitam” posisinya adalah disegel dengan kekuatan aliaran putih, sehingga segel seharusnya lebih kuat dan lebih besar kekuatanya, agar apa yang disegel tidak bisa keluar, sedangkan aura hitam yang kuat kemungkinan hanyalah sesuatu untuk mengecoh agar kitab tersebut tidak jatuh ketangan yang salah.


Jetsan dan Kalden mengangguk mengerti, yang dijelaskan oleh Yin He sangat masuk akal, ketiganya tidak membuang waktu,dengan telportasi yang sekarang di kuasai Yin He mereka bisa berpindah tempat dengan sangat cepat, dalam waktu yang sangat cepat, dengan cepat Yin He, Kalden dan Jetsan  sudah berada didepan sebuah gua, hawa disekitar sangat dingin, karena mereka di puncak gunung himalaya dengan salju abadinya.


Yin He mencoba memasuki gua tersebut dan benar saja, diatas sebuah batu terdapat sebuah kotak kayu dengan tutup terbuka, sehingga tampaklah sebuah kitab yang terbuat dari kulit binatang, hanya dengan menatap kitab tersebut, bulu kuduk Kalden dan Jetsan merinding. “Sepertinya kita tidak bisa menggunakan tenaga disini, karena akan memancing pangeran kegelapan untuk secepatnya kesini, sebelum di kesini aku akan coba buat ilusi agar tempat ini tidak terlihat secara kasat mata.” Yin He tersenyum dengan apa yang lakukan oleh Jetsan


“Bagus Jetsan itu ide yang bagus, sekarang lakukan, agar dia tidak bisa mencari keberadaan kitab tersebut.” Ujar Yin He, dan dengan cepat Jetsan membuat sebuah ilusi yang menjadikan gua yang mereka tempati sekarang jadi tidak terlihat secara kasat mata. Sedangkan Yin He sendiri membuat perisai dari kekuatan api suci, dimana orang lain yang mempunyai nafsu membunuh tidak akan pernah bisa masuk kedalam  gua tersebut.


 


 

__ADS_1


__ADS_2