
Yin He yang marah melihat tubuh ayahnya dilempar oleh Sin Bao dan kemudian terkapar dan meninggal . tubuhnya gemetar berteriak..." AARRRRHGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH... akan kubunuh kalian semua".. teriak Yin He Histeris.
"Berteriaklah.. yang kencang bocah, tidak akan ada yang menolongmu" teriak sesosok pria kurus kering yang tinggal tulang, dengan sepasang taring yang mengerikan, tiba tiba sudah berdiri dihadapan Yin He, dan menghantam perut Yin He
Bhuuukkkk ,,,,, pukulan yang sangat keras tepat di perut Yin He, tubuh Kecil Yin He langsung menghantam dinding gua.
"xixixixixixixi aku kira anak naga yang dalam legenda sangatlah kuat, ternyata hanya seorang anak kecil yang lemah" ujar Yi Jing menatap puas kondisi Yin He yang masih belum bisa berdiri, sambil memegang perutnya.
"Kenapa aku tidak bisa merasakan tenaga didalam tubuhku, apa yang terjadi, setelah Jiwa Naga menyatu kenapa tubuhku malah tidak bertenaga"gumam Yin He dalam hati,
Yin He dengan susah payah mencoba bangun, belum sempat dia berdiri dengan sempurna, Sin Bao
telah menusukan cakar cakarnya ke perut Yin He,
Arrrr ghhhhhh......... teriak Yin He kesakitan, belum sempat Sin Bao mencabut cakarnya dari perut Yin He, mereka dikejutkan dengan kepulan asap merah darah yang sangat pekat dengan cepat menyelimuti tubuh Yin He dan juga Sin Bao.
Tiba – tiba terdengar jeritan yang sangat menyayat dari dalam kepulan asap merah tersebut “ah..tidakkkkk....
__ADS_1
arrrrgghhhhhh.. kakak Feng tolong aku” jeritan itu memanggil Feng Tian
"Itu suara kakak kedua Sin Bao", ujar Yi Jing, dan segera melompat ke arah asap merah darah yang pekat tersebut, sebelum dia akan menolong Sin Bao, tubuhnya terdorong oleh kekuatan yang sangat kuat, sehingga tubuhnya terpental hebat, Yin Siao yang dari tadi melihat pertempuran melompat dan segera menangkap tubuh kakak ketiganya.
dan mereka bertiga terkejut, melihat pemandangan yang nampak mengerikan dihadapan mereka, tubuh Sin Bao yang awalnya berisi, tiba tiba menjadi kering tinggal tulang mata dan melotot dan lidah yang terjulur, terlihat sangat jelas penderitaan yang tergambar di matanya, kejadian yang sangat mengerikan yang dihadapinya.
Yin He yang berdiri dibelakang mayat Sin Bao menyeringai sambil menatap tajam 3 Iblis Merah yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, seorang anak kecil dengan kekuatan yang sangat mengerikan.
"sekarang bersiaplah kalian, akan aku kirim kalian ke neraka bersamanya" teriak Yin He dan tertawa, tawa yang sangat mengerikan yang di buat seorang anak yang akan menginjak 4 tahun.
Feng Tian segera melesat kearah Yin He dengan meleparkan kampak yang berada di tanganya, kampak itu berputar - putar menghasilkan suara desingan yang menyakitkan telinga,
Feng Tian terkejut dan mundur tidak percaya "bagaimana bisa kamu menggunakan teknik cakar iblis Sin Bao anak setan?" teriak Feng Tian sambil masih tak habis fikir dengan apa yang dilihatnya sekarang.ari
"hahahahahahaha" suara dari Yin He menggema diseluruh gua, dengan kekuatan yang dikeluarkan menambah aura membunuhnya semakin kuat. "aku hanya menyerap energi kehidupanya, sehingga aku bisa meniru semua teknis dan jurus yang dia punya" hahahahahahhaha... tawa Yin He semakin kuat.
Kini giliran Yin He melesat ke arah Feng Tian, menggunakan jurus cakar setan, Feng Tian hanya bisa menangkis sambil mundir karena tidak ada celah untuk melakukan penyerangan.
"Cakar Iblisnya, melebihi dari kekuatan Sin Bao, aku yakin sekarang kekuatanya ada di Petarung Emas dengan lingkaran cakra mendekati 10.
__ADS_1
Feng Tian memberi kode kepada Yin Siao dan Yi Jing, mereka segera melakukan formasi Iblis, seketika tubuh mereka berputar putar dan bersatu membentuk mahluk yang mempunyai 4 tangan dengan dan 1 tanduk di kepala.
Iblis Merah segera menyerang Yin He, Yin He dengan santai nya menghindar dari serangan yang mereka lancarkan, dalam sekejap ruangan di gua itu hancur
"hahahhahahaha...Iblis bodoh, gabungan formasi iblis tidak akan bisa mengalahkanku, kalian tidak ingat, aku mempunyai informasi teknik jurus ini dari saudara kalian yang aku serap" teriak Yin He
" Sekarang giliranku, matilah kalian sekarang" Yin He melayang pada kedua tangannya mengalir bola bola petir dengan api yang berkobar kobar, Yin He melesat dengan cepat dan melempar bola petir api ke arah iblis merah, iblis merah yang tidak sempat menghindar karena kecepatan dari gerakan Yin He akhirnya hangus dan tersisa hanya abu mereka.
Yin He turn dan mendekati jasad ayahnya, "ayah..maafkan aku, karena melindungi aku ayah mengorbankan nyawa ayah, kepiluan yang teramat sangat terpancar dari raut muka Yin He.
setelah prosesi upacara penguburan sang ayah, sebelum Yin He meninggalkan Lembah Angin, Yin He menuju tempat disisi timur lembah angin, Yin He ingin mengambil benda yang sudah di beritahukan ayahnya sebelum melakukan penyatuan Jiwa Naga.
Sesampainya di sisi timur lembah angin, suasananya yang mencekam membuat bulu kuduk , "aura apa ini, kenapa membuat nyali ku ciut" gumam Yin He..
Auurrrgggghhhhhhhh... Yin He mendengar suara auman yang sangat dahsyat dari balik air terjut di sisi bawah lembah angin
__ADS_1