
Setelah Jian Lie meyakinkan Chang Mao, kalau dirinya tidak berniat buruk kepada Zhou Chen Yi, “Hahahahaha, aku percaya terhadap takdir, boleh aku pegang tanganmu?” Zhou Chen Yi mengulurkan tanganya, Jian Lie hanya tersenyum dan melihat kearah Chang Mao, hal ini membuat Chang Mao menebak nebak kalau Jian Lie mengetahui masalah segel tersebut.
“ Chen er, kamu yang sabar ya, ini pasti ada waktunya kamu bisa mengusai elemen dan juga bisa membuka meridian mu , akan tetapi semua ada waktunya, dan yang harus kamu lakukakan adalah, kamu bisa belajar menjadi lebih kuat fisik dan juga taktik bertahan, tadi aku sudah memperhatikan semuanya, kau juga harus belajar melihat emosi manusia , jangan sampai kau menjadi pria yang sadis dalam membunuh, walau tidak ada musuh yang harus diampuni,tapi sekali lagi kau harus dapat memilah.” Ujar Jian Lie.
“Aku akan memberikanmu sebuah pedang yang selama ini belum pernah aku gunakan, karena aku menurutku aku bukanlah pengguna pedang yang bagus, ini adalah pedang Hati Es, pedang ini adalah pedang yang unik, karena tidak membutuhkan orang yang bisa menguasai elemen Es, akan tetapi jika dia bisa mengusai elemen es, pedang ini makin kuat dan ganas.” Ujar Jian Lie sambil tanganya keatas.
Dan tiba tiba ditanganya terbentuk sebuah pedang yang sangat indah, dari ujung sampai gagang pedang itu sendiri berwarna putih bersih, dengan ukiran seperti sulur sulur tanaman pada gagang pedangnya.
“Pedang ini adalah pedang selevel dengan pedang langit, kemarin rencanaya aku ingin memberikanya kepada Yin He, untuk menghadapi Pangeran Iblis, akan tetapi aku sendiri belum bisa untuk memegangnya, karena masih ada hawa jahat dalam jiwaku."
"Sehingga pedang ini tidak mau untuk aku pegang, tapi setelah aku melihat dirimu dan memeriksa jiwamu, kamu adalah orang yang mempunyai jiwa termurni yang pernah aku lihat, tidak pernah ada dendam yang kau pancarkan dan kau simpan dalam hatimu, walau kau mendapatkan banyak perundungan dalam hidupmu, dan pedang ini akan selalu bersamamu saat kau masih bisa mempertahankan kemurnian jiwamu, dan saat kekuatan jiwamu sudah menyatu dengan pedang ini maka kau akan tahu kekuatan pedang ini sepenuhnya, semoga kau berjodoh, terimalah!” Jian Lie kemudian memberikan pedang tersebut kepada Zhou Chen Yi.
Dan saat tangan dari Zhou Chen Yi, tiba tiba ada cahaya yang mengitari tubuh Zhou Chen Yi, bocah yang baru menginjak usia 8 tahun hanya terdiam, dia merasakan adanya Hawa dingin yang nyaman, dan seperti keluar masuk diseluruh tubunya, dan aliran tersebut berhenti persis didadanya, saat aliran dari pedang Hati Es tersebut berhenti, tiba tiba seberkas sinar keluar dari pedang Hati Es dan masuk kedalam tubuh Zhou Chen Yi.
"Dugaanku benar, kau memiliki jiwa yang sangat murni sehingga dia memilihmu untuk menjadi tuanya, Belajarlah yang tekun dari Chang Mao, ilmu pedang yang akan dia ajarkan padamu adalah ilmu pedang yang terbaik.” Ujar Jian Li, Sementara Zhou Chen Yi mengagumi pedang barunya dan mencoba bebearapa jurus, Jian Lie mendekati Chan Mao.
“Ini adalah kitab dari jurus pedang Hati Es, dia harus mempunyai pedang yang bisa melindunginya dari bahaya apapun, karena dalam tubuhnya ada Jiwa Yin He pada pedang langit dan Jiwa Jingmi pada golok naga, kalau sampai ada apa apa dengan jiwa Yin He dan Jingmi, maka aku tidak dapat membayangkan kekacauan yang akan terjadi.” Ujar Jian Lie kepada Chang Mao.
“Terima Kasih Tetua Lembah Es, aku kira kau akan memberitahukan kepadanya tentang keberadaan Yin He dan Jingmi sekarang, tapi dugaaanku meleset, malah kau memberinya sebuah pusaka yang sangat berharga, dan kau benar, Zhou Chen Yi harus menjadi seseorqng yang lebih kuat, karena apa yang dihadapinya adalah lebih berat dari pada yang ada sekarang."
__ADS_1
"Aku melihat di alam asyura (Alam Perang) ada sebuah keretakan atau celah dari perisai yang dibuat oleh para dewa , sepertinya nantinya musuh yang dihadapi Zhou Chen Yi dan Yin He sendiri bukan lagi iblis nirwana akan tetapi para tentara siluman yang kekuatanya setara dengan para dewa, kalau dilihat dari ramalan kitab hitam seperti itu, saat dunia ini damai sesaat, akan tetapi bencana yang sesungguhnya tinggal melangkah satu kaki saja.” Ujar Chang Mao sambil membolak balikan kitab jurus pedang Hati Es.
“Apa rencana mu selanjutnya Chang Mao?” Ujar Jian Lie kepada anak kecil yang usianya sudah hampir 1200 tahun tersebut.
“Kalau aku jadi kamu, aku akan membawanya keluar dari Wisma, aku ingin kemurnian jiwanya terjaga, dan dia tidak tersakiti dengan terus berada disini, kau pasti mengerti maksudku kan Chan Mao?”
Chang Mao hanya menatap Jian Lie kemudian berpaling untuk menatap Zhou Chen Yi, bayangan masa kanak kanak pada Zhao Chan Yi, inilah yang sebenarnya membuat Chang Mao tidak mau membawanya pergi berkelana untuk mengukir namanya pada dunia persilatan.
"Dia harus mempunyai nama atas dirinya bukan karena nama besar kedua orang tuanya.” Ujar Jian Lie, Chang Mao pun mengangguk mengerti dan dibalas sebuah senyuman termanis Chang Mao (Jika orang biasa akan langsung lari, senyum tanpa ekspresi dan sangat dingin yang ditunjukan oleh Chang Mao).
Jiang Lie kemudian berpamitan kepada Zhou Chen Yi dan juga Chang Mao, dengan sekali kibasan tangannya Jian Lie telah hilang dengan meninggalkan asap putih yang harus sekali.
Kemudian Chang Maio memberikan cara kepada Zhou Chen Yi untuk bisa berkosentarsi dalam menyatukan jiwa pedang tersebut dengan jiwa Zhou Chen Yi tersebut.
“Chen Yi, apakah kau pernah berfikir untuk keluar dari Wisma Giok, dan berpetualang mencari jati dirimu dan juga melatih abilitymu?” Tanya Chang Mao dengan menatap tajam kearang Zhou Chen Yi.
Zhou Chen Yi pun membalas tatapan dari Chang Mao, ada keraguan dari tatapan mata Zhou Chen Yi, dan sambil menarik nafasnya dalam dalam Zhou Chen Yi pun berkata, “Sejak lama ada keinginan itu, akan tetapi aku tidak tega meninggalkan kakek buyut Tuoli, dan pastinya mereka akan menertawakan aku, dengan bilang bahwa aku tidak berpetualan akan tetapi hanya menghilang untuk menghindari cemoohan dan juga perundungan dari anggota Wisma Giok, tapi bentar, kalau aku mengambil misi berarti tidak akan ada yang menghalangiku?"
"Akan tetapi apakah mereka mau memberikanku Misi dengan kemampuan ku yang seperti ini?” Chang Mao pun bangkit, yang awalnya dia tidak mempunyai harapan untuk mengajak Zhou Chen Yi Keluar dari Wisma Giok, akhirnya dia mempunyai rencana agar bisa mengajaknya keluar dari Wisma Giok.
__ADS_1
“Chen Yi, kau ambilah Misi tingkat 1, dan aku akan selalu membantumu, jika ada yang meragukan kemampuanmu, kau langsung aja menantangnya, jika dia bisa mengalahkanmu, kau tidak akan pernah meninggalkan Wisma Giok, akan tetapi jika kamu bisa mengalahlkanya, maka kau boleh mengambil misi apapun yang ada di Pusat Misi Wisma Giok, dengan begini kau juga akan mempunyai uang untuk membeli beberapa macam sumber daya yang sangat berguna untuk membuatmu lebih kuat, dan siapa tahu bisa membuatmu berkultivasi untuk menjadi lebih kuat lagi.” Ujar Chang Mao.
Zhou Chen Yi pun menyetujui usulan dari Chang Mao tersebut, dan setelah dia berlatih beberapa kali, Zhou Chen Yi behasil menyatukan jiwa pedang hati es dengan tubuhnya, sekarang pedang tersebut bisa dikeluarkan atau disimpan kapan saja dan dimana saja.
Sesampainya di Wisma Giok setelah seharian berlatih, Zhou Chen Yi segera menuju aula utama untuk bertemu sang kakek, dan pada saat yang bersamaan , para tetua sedang berkumpul membahas tentang ancaman dari beberapa perampok yang meresahkan dari selatan kota Wu Jien, adanya beberapa bandit yang menamakan kelompok Kelabang Merah yang meresahkan masyarakat, setelah mendapatkan ijin untuk bertemu, dan dan langsung saja Zhou Chen Yi mengajukan diri untuk di izinkan mengambil salah satu misi tingkat satu, sontak apa yang dikatakan Zhou Chen Yi mengejutkan semua para tetua yang berada disitu.
"Chen er, mengambil misi bukanlah perkara gampang, apalagi dengan umur kamu yang baru menginjak umur 8 tahun, dibutuhkan pengalaman bertarung yang tinggi baru kau boleh mengambil Misi.” Ujar tetua Xiao yang mencoba untuk tetap berkata yang lembut tanpa harus menyinggung perasaan dari Zhou Chen Yi.
“Bahkan jika aku bisa mengalahkan para senior ditingkat pendekar raja, apa baru boleh aku berangkat?” Tuoli yang dari tadi tercengang, kini melihat Zhou Chen Yi seperti dia melihat Yin He pada saat pertama kali Yin He datang ke Wisma Giok, Yin He juga sedari kecil sudah berpetuakang sendiri.
Para tetua hanya bisa saling memandang satu sama lain, mereka tidak menduga bahwa Zhou Chen Yi yang disebut sebagai sampah, mempunyai keinginan di luar pemikiran anak anak seusianya, bahkan yang sudah diatas umur 14 tahun pun belum tentu mempunyai pemikiran yang sana akan tetapi karena keseriusan dari Zhou Chen Yi dan juga rasa penasaran para tetua tentang kemampuan bertarung dari Zhou Chen Yi yang akhirnya membuat para tetua memberikan kesempatan untuk mencoba menghadapai para seniornya.
Kabar tentang Zhou Chen Yi yang ingin mengambil misi akan tetapi harus melewati ujian agar mendapatkan ijin pengambilan misi, membuat Zhou Chen Yi semakin dipandang sebelah mata oleh para teman sepantaran dan juga terlebih dari Jianzhen dan kedua Mao bersuadara, yang menghembuskan berita bahwa Zhou Chen Yi mempelajari ilmu ilmu aneh atau ilmu hitam.
Pada hari yang ditentukan semua orang berkumpul dilapangan yang terletak ditengah tengah paviliun Wisma Giok, hari ini yang menjadi wasit adalah Wei Ryuza, semua orang bertanya tanya, apakah Zhou Chen Yi sudah gila atau hanya mencari sebuah sensasi agar tidak dikatakan sebagai seorang sampah, semua orang disana terdiam, manakala Wei Ryuza mengatakan bahwa tidak ada peraturan untuk ujian kali ini, akan tetapi boleh sampai dengan membunuh, dan para senior yang sudah di tingkat raja sudah dikumpulkn oleh Wei Ryuza, ada sekitar 20 orang yang sudah memasuki level raja petarung ini, semuanya hanya terdiam dengan keputusan yang diambil oleh Zhou Chen Yi.
Wei Ryuza mempersilahkan kan Zhou Chen Yi untuk memilih siapa yang akan bertarung denganya, akan tetapi hal tersebut ditolak oleh Zhou Chen Yi, “Maaf paman, aku takut semua yang lihat punya prasangka kalau ini adalah sebuah settingan, aku hanya ingin bertarung dengan 3 senior yang paling kuat, yang merasa dirinya paling kuat, bediri dan hadapi aku.” Kata kata lantang tersebut terlontar begitu saja dari bibir Zhou Chen Yi.
“Dan aku juga bilang, kalian jangan menahan diri untuk menyerangku, karena aku juga tidak akan akan menahan diri untuk menyerang dan bertahan dari serangan kalian, kalian boleh maju satu satu atau langsung mengeroyoku.” Ujar Zhou Chan Yi, semua orang yang datang menyorakinya dengan kata kata yang tidak pantas, walau dihadapan Tuoli mereka tetap melontarkan kata kata tersebut, akhirnya tiga dari para senior yang sudah berada di tingkat raja petarung berdiri dan melesat kearah panggung yang telah disiapkan.
__ADS_1
“Jangan Sombong anak kecil, aku akan membungkam mulutmu yng sombong tersebut.” Ujar salah satu dari ketiga senior yang berada di level raja petarung.