LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
PAGODA EMPAT ELEMEN Bag.2


__ADS_3

Zhuanglong tersenyum di ruang jiwa, membayangkan bagaimana kagetnya para tetua dan senior Wisma Giok ketika melihat hasil elemen dari Yin He.


"Naga, apa sebaiknya aku hanya memilih 1 elemen saja? apa tidak mencurigakan kalau mereka tahu aku bisa mengendalilan lebih dari satu elemen?". Yin He berfikir untuk saat jika dirinya memilih elemen di pagoda empat elemen ditakutkan akan ada banyak pertanyaan.


"Bocah bodoh.! semua orang di Wisma Giok tahu, kau adalah anak naga..jadi wajar kalo kau memiliki bakat pengendalian 4 elemen..ditambah beberapa ilmu dari beberapa kitab yang belum mau pelajari" Zhuangfeng menimpali pertanyaan Yin He sambil terkekeh.


"Yin He, ini pengendalian 4 Elemen adalah awal dari perjalananmu, nantinya banyak hal yang menantimu disana, karena sebagai pembawa takdir langit kau harus menjadi lebih kuat dari yang difikirkan" Zhuanglong memberi masukan kepada Yin He tentang masih banyak hal yang akan ditemui kelak.


Sementara Yin He pergi ke kediaman Han Bing untuk beristirahat agar besok saat di Pagoda Empat Elemen dia dapat melalui dengan baik.


Para tetua dan senior Wisma Giok sedang membahas terkait dengan kabar tentang akan adanya penyerangan dari perguruan lain untuk merebut Pedang Phoenix dan juga anak naga.


"Tetua Tuo, kondisi diperbatasan wilayah Wisma Giok sudah tidak kondusif"


"Pada semua sisi, kita sudah dikepung setidaknya ada 50 perguruan Aliansi Aliran Hitam"


"beberapa perguruan besar pada aliansi ini yang datang seperti perguruan dari Lembah Bambu Hitam, Sekte Iblis dan Cakar Elang" Ujar tetua Huang Bey.


Ketiganya adalah Sekte terbesar saat ini.


Tuoli menatap keluar, bayangan pertarunganya dengan Shaosheng masih lekat dalam ingatanya.


"apa Shaosheng tahu, kalau Yin He adalah cucu dari pendiri Sekte Bambu Hitam? bagaimana dengan Yin He, jika dia mengetahui bahwa dia juga merupakan keterunan dari Sekte Bambu Hitam." hati Tuoli menjadi gusar.


"Tetua Tuo, bagaimana pendapat anda?, apa yang harus kita lakukan dengan situasi ini,?"


"Dari perbatasan sampai di Wisma Giok paling cepat bisa di tempuh dengan 3 hari naik kuda, kita hanya punya waktu 2 hari untuk persiapan menyambut kedatangan mereka" Tetua Xiao Tian berdiri menjelaskan situasi yang akan dihadapi.


para tetua dan senior terus memikirkan cara menghadapi gempuran dari aliansi aliran hitam.


"Tetua Tuoli sekarang tinggal tetua yang memutuskan, pakai rencana Kelopak Api, atau Teratai Darah?" Ujar Tetua Hua Lie yang sangat dikenal jago dalam strategi peperangan.


"Teratai Darah" ujar Tuoli mantap.


"Hidup Tetua Tuoli..Hidup Wisma Giok" Tetua Hua Lie meneriakan kata kata penyemangat.


Pagi Hari ini di lembah Wisma Giok sangat ramai, semua orang sibuk dengan segala aktivitas yang tidak biasanya.


Yin He yang kebingungan pun akhirnya mendapat informasi dari kawanan tikus mata matanya, tentang adanya penyerangan yang dilakukan oleh aliansi aliran hitam.


Yin He terkejut saat sebuah tangan menepuk pundaknya dari belakang "He 'er ayo segera kita berangkat ke pagoda empat elemen". ternyata Han Bing sudah bersiap diri dan mencari cari Yin He dari tadi.


akan tetapi Yin He yang melihat lihat keanehan pagi hari ini, membuat nya berjalan melihat aktivitas yang tidak biasa ini meninggal kediaman Han Bing.


"Paman Bing.!, maaf paman, jadi merepotkan sampai harus mencariku" Ujar Yin He yang disambut dengan senyuman dari Han Bing.


Yin He segera mengikuti Han Bing menuju tempat Pagoda tersebut.


Yin He kau lihat ujung bukit disana? Pagoda tersebut ada di balik bukit tersebut.


Han Bing melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh disusul oleh YIn He dibelakangnya.


beberapa saat kemudian mereka sudah sampai disebuah pagoda tinggi yang mempunyai 5 tingkat.


pagoda dengan ornamen naga dengan dominasi warna merah

__ADS_1


"Ayo Yin He semua telah menunggumu."Han Bin melangkah ke halaman pagoda.


Yin He terkejut saat dia masuk kedalam halaman pagoda ternyata sudah ramai para tetua , senior wisma giok.


ternyata apa yang dia lihat saat masih diluar halaman sangat berbeda, saat diluar pagoda tampak sepi dan lengang..tapi ketika dia masuk, suasana sudah ramai.


"Selamat Datang He 'er". Tuoli menyambut kedatangan cucu kesayanganya dengan senyim yang hangat.


"Terima kasih kakek" jawab Yin He sambil membalas senyuman kakeknya


"Baiklah Yin He, kakek akan jelaskan bagaimana agar kau bisa mengetahui elemen apa yang bisa kau kuasai"


"Pagoda ini mempunyai 5 Lantai:


Lantai 1 : adalah lantai Elemen Tanah


Lantai 2 : adalah lantai Elemen Air


Lantai 3 : adalah lantai Elemen Api


Lantai 4 : adalah lantai Elemen Angin


Lantai 5 : sampai saat ini belum ada yang berhasil masuk ke lantai tersebut, tetua Yao, yakni sebelum kakek, pernah masuk akan tetapi keluar dalam keadaan seluruh kekuatanya hilang."


" Terus apa yang harus saya lakukan didalam pagoda itu kek?"


"Kamu akan menemukan sebuah Altar ditengah tengah tiap lantai pagoda. kau cukup menempelkan tanganmu dibatu altar tersebut tersebut."


"sekarang waktunya He'er" Yin He memasuki Pintu Lantai 1 pagoda empat elemen


Gelap..!


Pekat..!


Hawa yang begitu dingin dan lembab membuat perasaan yang mencekam melintas di fikiran melintas.


Yin He, melangkah menuju altar di tengah tengah lantai 1, terdapat sebuah batu hitam diatas Altar tersebut.


Yin He berdiri didepan altar tersebut, dan segera meletakan tanganya.


Tiba tiba semua kekuatan menarik tubuhnya ke sebuah dimensi lain.. Yin He dapat melihat orang orang yang berada diluar Pagoda tersebut. tapi anehnya seakan akan orang orang tersebut tidak melihat Yin He.


Slasshh...Yin He kini berada di tengah tengah kobaran api..jeritan beberapa manusia terdengar sangat menyanyat..


"ini.."mulut Yin He seakan tercekat, tidak bisa bersuara, hanya air mata yang menetes.


Pemandangan didepannya terlihat seorang perempuan yang sangat dia kenal kesakitan..darah banyak dia keluarkan..sementara di luar sesosok lelaki yang sedang menjadi samsak empuk orang orang yang merebutkanya.


"ibu..! teriak Yin He. yang lari mendekat kearah perempuan yang menahan sakitnya..sebelum sampai tiba tiba..tubuhnya sudah ditarik ke ruangan pagoda lantai 1.


Nafas Yin He terengah engah..meluapkan emosi yang sudah lama tertahan.


Arrrgghhhhh.... teriakan Lantang Yin He memenuhi seisi ruangan itu.


Butir air matanya menetes mengenai batu altar tersebut.

__ADS_1


Tiba tiba batu itu memancarkan sinar perak yang menyilaukan..dan dari dalam sinar tersebut terdapat sebuah kitab yang melayang layang.


"Yin He Cepat ambil kitap tersebut"..Yin He segera mengambil kitap tersebut..dan tiba tiba kitab tersebut berubah menjadi sebuah cahaya putih yang masuk kedalam tubuhnya.


Yin He sontak terkaget..tubuhnya bagai disambar petir dengab kekuatan yang dasyat.


untuk beberapa saat, Yin He mengatur nafasnya dan sekarang dalam fikiranya tergambar sebuah jurus.


"Yin He..ini adalah kitab sakti, yang barusan teknik teleportasi dan pembuka portal Dimensi Lain.


Sementara diluar, semuanya melihat sebuah cahaya perak yang sangat terang, mengalahkan sinar matahari pagi.


"anak itu benar benar anak naga, seumur hidup ku belum pernah melihat altar elemen tanah memancarkan sinar sekuat itu " ujar tetua Huang Bei


tidak hanya tetua Huang Bei, semua takjub dengan apa yang barusan mereka lihat.


Yin He mencoba mengikuti gerakan yang sekarang ada di ingatanya.


" Bagus Yin He, teknik penghancur gunung akan lebih bagus dengan tambahan kemampuan teloprtasi dan pembuka portal dimensi lain" ujar Zhuangfeng


Sang Jiwa Singa Emas pun mengalami kultivasi energi yang kuat..tubuhnya sekarang bertambah besar dan kemampuanya pun meningkat drastis.


Tiba tiba ada sebuah lubang yang terbuka di langit langit pagoda.


"tidak ada tangga untuk ke atas" tiba tiba sebuah tangga turun disebalah Yin He.


Yin He segera menaiki tangga tersebut, dan saat di lantai 2 pagoda itu.


Sunyi !


Dingin !


Kesepian !


Aura ruangan ini segera merasuki alam fikirak Yin He, untuk sesaat Yin He merasakan sensasi kesepian yang teramat dalam..rasa yang begitu tidak di inginkanya.


kemudian Yin He berjalan ke altar di tengah tengah lantai 2.


hawa dingin segera menyelimuti suluruh ruangan tersebut.


Yin He meletakkan tangannya..ada rasa yang hangat yang masuk ketubuhnya.


"Aneh..rasa ini, rasa yang beda, rasa yang sama saat aku menemukan kakek, rasa yang sama saat aku merasakan hangatnya pelukan seorang ayah.


Tiba tiba darinya keluar bayangan sisi iblis dirinya yang menyeringai licik ke arah Yin He.


tapi bayangan itu perlahan lahan memudar.


"Yin He sisi iblis itu sekarang tidak akan pernah mengganggumu" ujar Zhuanglong.


Sengan lenyapnya bayangan iblis tersebut maka batu altar tersebut memancarkan sinar putih yang menyilaukan.


Sementara para tetua dan senior yang menunggu kedatangan Yin He terkejut karena melihat sinar dilantai 2 bersinar dengan kuatnya, tidak kalah kuat dengan saat elemen tanah.


Ini..aku kira anak naga hanya sebuah dongen belaka..tapi ini benar adanya..di bisa memiliki 2 pengendalian sekaligus. ujar tetua Xiao Tian

__ADS_1


Tetua Tuoli yang sudah tahu kalau Yin He bisa mengendalikan 2 elemen yang berbeda hanya tersenyum.


__ADS_2