LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kultivasi Sang Naga Merah


__ADS_3

Setelah prosesi pemakaman Han Bing selesai, Yin He segera berpamitan kepada kakeknya dan semua tetua Wisma Giok, sebelumnya Tuoli menanyakan perihal mutiara iblis, dan Yin He mengatakan yang sejujurnya, dana juga terkait dengan Jiwa Raja Iblis yang tidak bisa dihilangkan, akan tetapi Yin He meyakinkan kakeknya kalau dia akan bisa mengendalikan jiwa raja iblis yang sekarang bersemayam dalam dirinya, karena hanya didalam tubuh Yin He salah satu tempat yang paling aman agar kekuaran raja iblis tidak dapat diserap oleh orang lain.


Yin He sangat prihatin dengan nasib naga Han Bing, karena sang naga tidak lagi bertuan, dan jika selama seminggu dia tidak dapat mendapatkan ganti tuan yang cocok denhan dia, biasanya sang naga akan memilih mati, begitupun yang dirasakan oleh sang naga merah milik Han Bing, yang sama sekali tidak mau menyantap makananya, hanya dengan Yin He naga tersebut mau berinteraksi karena ada jiwa naga hitam pemimipin naga tersebut yang menyatu dengan Yin He.


"Tetua bagaimana dengan sang naga ini? apakah kita akan membawa naga ini, atau bagaimana Tetua?" Tanya Wei Yanzu kepada Yin He. "Aku kira aku akan membawa sang naga ini, dan waktunya kalian juga harus mempunyai naga pendamping, karena kalian adalah pendekar sembilan naga." Ujar Yin He. dengan cepat Yin He mengirimkan pesan melalui telepati agar semuanya bisa berkumpul terlebuh dahulu, karena ada yang perlu ia sampaikan sebelum Yin He kembali.


dalam waktu yang tidak terlalu lama, Jingmi,Xiao Zhao dan Kalden pun telah tiba, setelah itu beberapa saat kemudian Jetsan dan Wei Hanzu juga sampai di Sekte Wisma Giok, dan bersamaan dengan kedatangan Jetsan dan Wei Hanzu, kedatangan Xiao Yan dan Xiao Zhuang pun tak kalah menariknya, para tetua wisma giok pun terkagum kagum kepada Yin He yang bisa membentuk 9 pemuda yang sangat tangguh, setelah mereka saling melepaskan rasa kangen satu sama lain Yin He memberitahukan tentang kematian Han Bing, dan juga memberitahukan terkait dengan bukit naga, Yin He berencana untuk menaklukan naga agar mereka bisa mempunyai naga masing - masing, para tetua terkaget kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Yin He, kalau dulu Han Bing bisa mendapatkan sang Naga karena Yin He, sekarang, Yin He akan melepaskan masing masing untuk mendapatkan sang naga tunggangan sekaligus patner naga.

__ADS_1


Setelah berdoa dimakam Han Bing Yin He dan yang lainya segera meninggalkan Wisma Giok, Tetua Tuoli hanya melihat dengan nanar kepergian cucu satu satunya, bukan karena sedih akan tetapi bangga atas takdir yang harus dipikul oleh Yin He, walau tau takdir itu bukanlah takdir yang gampang untuk dilewati.


Dengan menggunakan jurus pemindah dimensi, Yin He cepat sampai dari pada harus menggunakan formasi yuan. Setelah sampai dibukit naga, pemandangan sangat berbeda setelah beberapa lamanya, banyak sekali naga yang mati berserakan di gunung naga tersebut.


"Tetua, apa yang terjadi, mengapa banyak sekali tulang tulang naga yang berserakan, Yin Hr menghela nafas panjang, "Ini karena mereka sedang melakukan pertandingan antar naga dimana naga yang terkuat yang akan menjadi pemimpin naga." Ujar Yin He , dia meminta sang naga merah milik Han Bing keluar dari balik baju Yin He, setelah keluar dan melihat dimana dissekarang, mata sang terbelalak dia langsung meraung dan berubah menjadi besar, raungan naga merah milik Han Bing pun terdengar oleh ratusan naga yang lainya, semua terbang mengitari sang naga yang sedang meraung, Wei Ryuza dan Wei Yanzu pun terkejut melihat perubahan sang naga karena naga merah milik Han Bing sekarang tubuhnya lima kali lebih besar dari pada bentuk wujud sebelumnya, dan kulit sisik sang naga pun lebih gelap dan lebih ke coklat kehitaman, walau tidak sehitam milik Yin He.


Yin He pun menaiki punggung sang naga dan menyalurkan tenaga dalamnya serta membuat kontrak baru dengan sang naga, semua naga pun turun dan memberikan pemghormatan untuk pemimpin naga yang baru.

__ADS_1


Semuanya bersiap dan memancarkan energinya masing masing dan satu persatu naga naga tersebut mengelilingi mereka dan satu persatu mereka mendapatkan naganya masing masing, hanya Jingmi yang tidak mendapatkan naga sebagai tungganganya, setelah semaunya mencoba menaiki.naga masing masing, Jingmi hanya melihat dari bawah, akan tetapi tidak lama dari kejauhan ada seberkas sinar dari langit menyorot turun, akan tetapi semuanya terkejut, ternyata seekor burung Hong (Phoenix) biru yang turun mendekati Jingmi, burung tersebut mendekati Jingmi dan mengepakan sayapnya ketika jaraknya sudah dekat dengan Jingmi, Jingmi melihat kearah Yin He dan Yin He pun tersenyum serta mengangguk tanda setuju kalo Jingmi menaiki burung Hong tersebut, setelah semua mendapatkan tunggangan mereka, mereka bergegas kembali ketempat masing masing, Kalden, Jingmi, dan Xiao Zhao masih harus kembali ke kaisaran Ming, sedangkan Wei Ryuza dan Wei Yanzu akan kembali sama Jetsan dan Xiao Yan, Xiao Zhuang dan Wei Hanzu akan kembali kekaisaran song, Jingmi pun bertanya kepada Yin He, "Tuan, tuan sendiri mau kemana? maaf kita juga butuh tahu agar kita bisa saling komunukasi, kami tidak menghawatirkan tuan, akan tetap kami masih butuh masukin jika ada apa apa." Yin He hanya terdiam, "Aku akan membuat perhitungan dengan pangeran kegelapan, dia telah membunuh pamanku." Ujar Yin He.


Jingmi pun langsung mendekati Yin He, "Kalau tuan langsung menyerang, kita akan ikut, kita tidak udah membuat persiapan apapun semua cukup untuk langsung menumpas mereka, sepertinya startegi untuk bertahan dan menyerang tidak usah dilakukan, mereka juga nantinya tambah kuat, karena akan membangkitkan para pengikutnya yang lama, sedangkan di kita, jarang pendekar muda yang mempunyai kekuatan yang sangat kuat, sehingga srtegi kita harusnya dirubah langsung bergerak tanpa menunggu lama , waktu kita tidak banyak." perkataan dan pernyataan Jingmi memang sangat bagus.


Yang lainya tercengang dengan cara berfikir Jingmi yang sangat bagus dan dia juga bisa menganalisa jauh kedepan terkait politik dan juga sekarang yang mencolok dari.Jingmi adalah kekuatan dan yang pasti tunggangnya.


"Begini saja, kita semua kembali dulu ke Lasha dan kita mencari solusi terbaik untuk kita semua, sekaligus aku akan ingin kalian juga mengajari naga kalian bertempur, dan juga pastinya Burung Hong milik kamu yang juga harus kamu latih, naga dan burung hong kalian adalah patner yang harus saling mengisi satu sama lain.

__ADS_1


kemudian mereka naik naga dan burung Hongnya masing masing dan mereka melesat kearah kota Lasha dengan sangat cepat, akan tetapi tidak jauh antar perbatasan tibet dengan Tang, mereka serang dengan panah api yang meluncur dari bawah, naga naga mereka segera menukik kearah api api yang bermunculan.


Yin He tersenyum sinis, sepertinya dia sangat bersengat dan dia tertawa lepas dan sgera melesat turun kebawah


__ADS_2