
Keberhasilan dari Wei Ryuza mengalahkan Jian Lie dengan membawa ke ilusi masa lalunya, saat Jian Lie masih dalam pengaruh ilusi Wei Ryuza, maka dengan cepat Wei Ryuza menotok jalan darah dari Jian Lie, sehingga wanita tersebut jatuh pingsan, keinginan dari Wei Ryuza untuk mencoba untuk menyadarkan pemikiran dari Jian Lie, karena kalau dilihat dari masa lalu dari Jian Lie, karena di lihat dari hati kecil yang sebenarnya, hal ini memang tidak mudah, apalagi dia adalah tetua lembah Es, akan tetapi Wei Ryuza teta bersihkeras untuk membawahnya ke Wisma Giok.
****
Sebenarnya Jian Lie adalah gadis yang baik, dia terlahir sebagai putri keluarga Jian yang sangat terkenal di wilayah barat dekat perbatasan kekaisaran Qing, kecantikannya yang luar biasa mengundang detak kagum seluruh kaum adam yang memandangnya, tidak ada satupun lelaki yang tidak jatuh cinta kepada Jian lie, Jian Lie gadis dengan kulit putih, mancung, mahir sastra dan pandai menari, tidak hanya itu, kekuatan bertarungnya juga tidak kalah para pengawal khusus keluarga Jian, oleh sebab itu tuan muda dari Keluarga Xuan di kekasiaran Qing, bermaksud untuk meminang putri keluarga Jian ini untuk dijadikan istri, dengan demikian keluarga Xuan dari kekasiaran Qing juga akan mendapatkan dukungan secara keuangan yang kuat dari keluarga Jian, yang saat itu adalah keluarga terkaya di wilayah barat kekaisaran Tang, akan tetapi Jian Lie sendiri telah mempunyai pujaan hati sendiri, akan tetapi demi keluarganya dia memutuskan untuk menikah dengan tuan muda dari keluarga Xuan yaitu Xuan Jing.
Didalam pernikahanya Jian Lie mendapatkan banyak tekanan, terutama dari sikap suaminya yaitu Xuan Jing, bahkan dalam keadaan mengandung sikap dari Xuan Jing makin menjadi, dan tepat setelah dia melahirkan seorang putri, suami dan keluarga suaminya sangat tidak senang karena tidak bisa melahirkan anak atau cucu lelaki pertama keluarga Xuan, hal ini membuat mental dari Jian Lie sangat terpukul, apalagi melihat putrinya diperlakukan tidak selayaknya nona besar dikeluarga Xuan.
__ADS_1
Dan puncaknya adalah kematian dari putrinya yang disebabkan oleh istri kedua dari suaminya, akan tetapi tidak ada yang menghiraukanya terlebih istri kedua tersebut melahirkan bayi laki laki, yang berarti putra dan cucu lelaki pertama buat keturunan keluarga Xuan.
Jian Lie pun meminta keadilan atas kematian putrinya akan tetapi tidak ada yang menanggapinya, dan malah mereka mengejek bahwa Jian Lie sudah tidak waras atas kematian putrinya, dan sejak hari itu Jian Lie pergi meninggalkan keluarga suaminya dengan niat untuk bunuh diri menyusul putrinya. “lebih baik aku pergi dan menyusul putriku, kalau aku mati disinipun, aku yakin tidak akan ada yang mengurus jenasaku dengan layak.” Gumam Jian Lie dalam hatinya, dia terus mendaki sebuah tebing yang tinggi dan akan meloncat dari tebing untuk mengahiri hidupnya, dan saat dia hendak sebuah bayangan menyambarnya dan membawanya meloncat bawah tebing, Jian Lie hanya bisa merasakan jantungnya seakan berhenti berdetak, matanya terpejam. “Seperti inikah akhir hidupku?” Tapi dia berfikir kenapa dia tidak merasakan apapun, sampai dia membuka matanya dan terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia berada dalam sebuah bangunan yang sangat indah, akan tetapi terbuat dari ukiran ukiran es, dia sendiri terbaring di atas sebuah giok merah darah, dan anehnya dia tidak merasakan kedinginan sama sekali.
“Kau sudah bangun anak cantik, baguslah kalau begitu, aku melihatmu sedang termenung di tebing tersebut, dan aku tidak mau tempat tinggalku dikotori oleh jiwa gelap manusia.” Jian Lie menatap seorang wanita paruh bayah akan tetapi masih terlihat sangat cantik. “Siapa namamu anak cantik, dan mengapa kau sampai disini?” Jian Lie pun bangun dan memberi hormat seraya mengucapkan terima kasih telah menyelamatkan hidupnya.
Xia Lung meminta untuk Jian Lie tinggal bersamanya dan menjadi muridnya, akhirnya Jian Lie bersedia untuk menjadi murid dari Xia Lung, dan setelah itu dia belajar dengan giat, dalam waktu hanya setahun dia sudah menguasai semua jurus pengendali es dari elemen air, dan juga membantu penduduk yang kesusahan, tidak lama kemudian Xia Lung guru dari Jian Lie meninggal dunia akibat luka dalam yang memang dideritanya sejak lama, sebelum dia meninggal, dia mengatakan sesuatu kepada Jian Lie, dia memberikan sebuah jurus tertinggi dan terlarang dalam dunia persilatan seperti hal nya pengendali fikiran, di elemen air juga ada jurus terlarang yaitu pengendali darah, jurus yang sangat mengerikan, jurus yang dapat mengendalikan (menghentikan dan juga mengalirkan peredaran darah) . “Aku serahkan kitab jurus pengendali darah kepadamu, jaga dan jangan sampai jatuh ketangan orang yang salah, dan ingat jangan dipelajari jika kau masih labil dalam mengambil keputusan, karena saat pengendali darah ini masuk dalam dirimu, maka jiwa gelapmu akan bangkit, makanya sebelum kau bisa mengendalikan jiwa gelapmu, maka kau tidak boleh mempelajarinya.” Xia Lung memberikan kitab pengendali darah dan kemudian dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Air mata Jian Lie tak tertahankan lagi atas kematian gurunya, pernah terlintas ingin kembali kepada keluarganya kan tetapi teringat dengan kejadian dia melarikan diri dari keluarga suaminya membuat dia mengurungkan niatnya untuk kembali kepada keluarganya. Karena hal tersebut akan membuat malu keluarganya sehingga dia memutuskan mencari sebuah tempat untuk menyendiri dan bisa membantu orang lain.
__ADS_1
Dan akhirnya Jiang Lie meninggalkan tebing dengan sebelumnya dia mengurus pemakaman gurunya, Jian Lie meninggalkan makam gurunya dan segera melesat kearah daerah kediaman keluarga Xuan, dan mungkin ini dinamakan takdir, dimana saat dia mencari sebuah tempat makan dia bertemu dengan Xuan Jing suaminya yang sedang memaksa seorang gadis untuk melayaninya, melihat hal ini kemarahan dari Jian Lie terpancing, sakit hati yang masih terpendam lama kini bangkit melihat apa yang lihatnya sekarang.
Tangan Jian Lie mengepal, hawa dingin langsung keluar dari tubuhnya sehingga membuat perubahan di rumah makan tersebut, dengan cepat dia langsung menyerang Xuan Jing, akan tetapi mantan suaminya tersebut bisa mengelak walaupun pukulan telapak es sekali mengenai wajahnya, Xuan Jing pun terlihat terkejut melihat sosok wanita didepanya, “Kau wanita ******, beraninya kau menyerangku, mau mati kau?” Xuan Jing sangat marah sambil menunjuk kearah Jian Lie, tanpa sepatah kata apapun, Jian Lie hanya mengangkat tanganya dan bongkah kecil es melesat kearah Xuan Jing, akan tetapi para pengawalnya langsung menangkis dan melindungi Xuan Jing, sang mantan suami pun terperanjat dengan kemampuan dari Jian Lie yang meningkat dengan cepat, dan Xuan Jing segera memerintahkan pengawalnya untuk mengepung Jian Lie, pertempuran pun tidak bisa dihindari, Jian Lie dengan tenang memningkatkan hawa dingin dan dengan cepat dia membekukan lawan lawanya yang kemudian membeku dan setelah membeku dia langsung menghancurkan satu persatu pengawal Xuan Jing yang telah membeku, hal ini membuat Xuan Jing langsung mencari jalan untuk melarikan diri, Jian Lie yang masih disibukan dengan pengawal pengawal Xuan Jing. Saat melihat targetnya tidak ada membuat Jian Lie tidak bisa mengendalikan emosinya, sehingga dia meningkatkan hawa dinginya, sehingga hampir membekukan semua yang ada di rumah makan. Membuat semua orang berhamburan menyelamatkan diri.
Jian Lie keluar dan mencari Xuan Jing untuk membalaskan dendamnya, dengan cepat dia melesat diantara atap atap rumah mencari keberadaan Xuan Jing, dan dia mendapatkan Xuan Jing yang berlari kearah hutan di pinggir kota tersebut, dengan cepat Jian Lie segera mengejar Xuan Jing dan langsung memukulnya dari belakang, dengan hawa dingin dia membuat duri duri es yang tajam membuat langkah dari Xuan Jing, hal ini membuat lelaki ini terkejut, karena tidak dapat lari kemana mana , membuat Xuan Jing segera menyerang Jian Lie , tentu saja kekuatan Jian Lie tidak seperti dahulu, sehingga dengan mudah menangkis dan membalikan serangan kearah Xuan Jing, mendapat serangan yang bertubi tubuh tubuh Xuan Jing pun terhuyung, beberapa pukulan yang diarahkan ketubuhnya membuat organ jantungnya yang terkena hawa dingin pun mulai membeku, hal ini membuat Xuan Jing muntah darah dari mulutnya, hidung dan telinganya pun mengeluarkan darah, sampai dengan akhirnya dia pun memuntahkan darah yang segar dan mata melotot, hal ini diakibatkan jantungnya membeku.
Saat melihat Xuan Jing meninggal dengan tragis, Jian Lie tertawa lepas, dan tanpa disadarinya beberapa orang menyerangnya dari belakang, termasuk Han Bing dengan anggota Wisma Giok yang lainya ikut mengepungnya, dengan cepat Jian Lie segera mengeluarkan hawa dingin, akan tetapi di tahan dengan aura pnas dari Han Bing, dan pertempuran pun tidak dapat dihindari akhirnya Han Bing dan Jian Lie pun bertukar puluhan jurus, karena Jian Lie termasuk baru masuk dalam dunia pendekar, sehingga masih belum bisa mengerti cara memperhitungkan kekuatan lawan, dan juga kurang dalam strategi dalam pertempuran, hal ini membuat Han Bing dengan cepat langsung menyarangkan beberapa pukulan kearah Jian Lie, dan juga seragan jurus tarian elang api membuat dada Jian Lie sesak akibat pukulan yang bertubi tubi, dengan cepat di membuat seluruh tempat membeku, dan dengan cepat Jian Lie meninggalkan pertempuran, baginya telah membunuh Xuan Jing, akan tetapi Jian Lie sadar kalau kemampuanya jauh dibahwa pendekar yang lain, maka dia harus mempunyai jurus yang sangat kuat. Jian Lie teringat dengan kitab jurus pengendali darah pemberian gurunya. “Aku akan lebih kuat dari sekarang.” Gumam Jian Lie sambil memegang dadanya yang teramat sakit.
__ADS_1