
Aarrggghhhh... Kera merah menyeringai dan mengeluarkan aura pembunuh yang mengerikan .
Yin He terpental dengan aura pembunuh tersebut. dan langsung menebaskan pedang Phoenix ke arah kera merah tersebut. "teknik petir".
Sreett Sreettt Bhummm Bhummmm..!
Yin He meloncat terkejut..petir petir yang dihajarkanya ke arah kera tersebut tidak membuat luka sedikitpun, dan yang lebih aneh..petir petir tersebut seperti masuk ke dalam tubuh kera merah tersebut
tiba tiba kera merah tersebut membuka mulutnya..
Sreett sreettt..Bhummmm Dhuarr..
"sialan" Yin He mengumpat dalamnya.
Yin He melihat kera tersebut menyerang Han Bing dan Singa Emas yang masih menonton pertarungan mereka, Yin He pun berteriak memperingatka. Han Bing. "Paman cepat menghindar" .
Karena serangan yang cepat dan mendadak, Han Bing dan singa emas tidak bisa lagi menghindar..
Dhuarrrr..
Terlihat kepulan asap merah dari tempat Han Bing dan Singa Merah. Beruntung Singa Emas membuat aura pelindung sehingga serangan kera merah tidak melukai mereka.
"Yin He sebaiknya kau memperhitungkan setiap seranganmu, karena siluman kera ini.bukan siluman biasa, kepintaranya sudah menyamai manusia."
"Jadi kera ini juga melakukan strategi dalam menghadapimu". ujar zhuanglong.
Yin He berbicara dengan singa emas melalui telepati"Singa Emas, tetap disana dan buatlah aura pelindung untuk mengantisipasi serangan yang lain."
Singa Emas mengaum kecil dan mengangguk mengerti.
"Baiklah..mari kita bermain main". mimik muka Yin He berubah menyeringai..tatapan matanya merubah menjadi sadis.
__ADS_1
Yin He mengeluarkan aura yang sangat dingin ke arah kera merah, tanah dan juga daun daun peponanan disekitar sekejab saja langsung membeku.
Kera Merah tersebut menatap tajam ke arah Yin He, tiba tiba sebuah sinar merah memancar dari mata kera siluman tersebut.
Yin He menangkist dengan pedang phoenix es nya..dan Dhuammm...sebuah kabut asap tercipta saat sinar api dan hawa dingin pedang es bertemu.
Yang membuat heran Yin He dari tadi adalah kera merah tidak beranjak dari tempatnya dia menyerap serangan dan mengembalikan ke arah lawannya.
"Yin He sepertinya kera tersebut menyembunyikan sesuatu dibelakangnya" ujar Zhuanglong.
"Teknik Hewan Buas," dengan teknik ini, Yin He bisa bertukar penglihatan dengan hewan manapun.
"Yin He segera bertukar dengan hewan dibelakang kera merah tersebut.
"Itu Kristal Bintang"
Yin He dan Zhuanglong kaget melihat sesuatu yang ada dibelakang siluman tersebut.
"kau tidak akan bisa menghadapinya dengan kekuatan apapun..gunakan teknik cahaya..serap semampumu energi kristal bintang tersebut." Zhuanglong
"Bukanya energi kristal bintang tanpa batas?"
"Kristal Bintang menyerap Qi atau Mana yang ada disekitarnya setiap kali di gunakan kristal tersebut mempunyai cadangan energi..cadangan ini yang akan digunakan untuk mengganti energi yang dipakai dan juga dia sambil menyerap Qi dan Mana di sekitarnya,
oleh sebab itu seakan akan energi dari kristal bintang tidak terbatas"
Yin He mengangguk pelan..dan sebuah pukulan keras di layangkan ke arah kera merah, pukulan fisik tanpa tenaga cakra..membuat kera tersebut meringis kesakitan.
Kera merah membuka mulutnya cahaya merah melesat ke arah Yin He.
"Teknik Cahaya".. Yin He tidak menghindar dia membiarkan serangan tersebut mengenai dirinya, api tersebut langsung diserap oleh Yin He.
__ADS_1
Energi Cakra dari Yin He mendadak meningkat drastis., "kalau begini aku bisa meledak."
Yin He lepaskan energi itu ke arah kera merah tersebut..dia tidak akan.mampu langsung menyerap semua energinya.
Yin He menyerap seluruh energi dari kera merah..dan disalurkanya ke arah lengan tanganya
di tangan Yin He sekarang terbentuk bola raksasa petir dan dikelilingi oleh api.
Yin He mengangkat bola raksasa tersebut..dan mengarahkan kepada kera merah tersebut. "mati kau kera sialan".
Bhooouuummmm Dddhuuuuawrr.....
Api segera menjalar kemana mana dan melalap apapun disekitarnya.
"Yin He segera menghisap api api tersebut dengan teknik cahayanya dan segera semua api pun padam.
Yang terlihat sekarang hanya Kristal Bintang dan permata siluman kera merah. Sedangkan tubuh siluman merah menjadi abu.
Han Bing yang sedari tadi menonton berdecak kagum dengan kemampuan dan teknik yang dimiliki Yin He.
"Paman, ini buat paman" Yin He memberikan permata siluman kera kepada Han Bing.
Han Bing semula segan menerima permata tersebut, tapi Yin He mendesaknya agar nantinya dapat serap dan meningkatkan kultivasi lingkaran kekuatan Han Bing.
"Paman..kita segera melanjutkan perjalanan..kita beristirahat di puncak saja" ujar Yin He
Han Bing mengangguk pelan, dan segera menyimpan permata siluman tersebut.
Malam pun tiba..setelah berburu kelinci dan membakarnya Yin He dan Han Bing menyantap makan malamnya. sedangkan Singa Emas dengan lahapnya memakan serkor rusa besar.
Yin He dan Han Bing tertidur..ada sesosok banyangan diatas dahan yang sedari tadi memperhatikan mereka
__ADS_1
"Cukup menarik " kik kik kik kik