LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
TURNAMEN EMPAT ELEMEN Bag.7


__ADS_3

Yin He sangat senang dengan kejeniusan Ryuza, beberapa  serangan Yin He dapat di tahan dan bahkan bisa balik menyerang Yin He, "Baikla Ryuza, aku akan serius melawanmu." Yin He menghentakan kakiknya beberapa kali, dn tiba tiba muncul tiga manusia pasir yang langsung menyerang Ryuza.


Ryuza langsung menangkis serangan manusia pasir dengan tornadonya, akan tetapi dia terkejut melihat manusia pasir yang selalu bangkit dan bangkit saat terkena anginya,  Yin He menambahkan serangan dengan sulur sulur akar tanaman yang seketika melilit tubuh Ryuza, Ryuza memutar tubuhnya untuk melepaskan diri dari lilitan sulur tersebut, akan tetapi semuanya sia sia, semakin dia bergerak semakin kuat lilitan sulur tersebut.


"Jangan bergerak, kau tidak tahu sulur tanaman tersebut beracun atau tidak? sulur sulur ini adalah akar dari tanaman padang pasir, aku sendiri tidak tahu sulur itu beracun atau tidak."  Kata kata Yin He membuat Ryuzu diam tak bergeming, keringat dingin menetes dari pelipisnya, Han Bing yang mengetahui itu hanya tersenyum simpul, dia tahu maksud dari Yin He melakukan hal itu, Ryuza adalah pendekar muda paling jenius di Wisma Giok, untuk strategi dan keahlianya tidak diragukan lagi, akan tetapi lagi lagi Yin He lebih detail mengetahui kelemahan musuhnya.


YIn He melepaskan semua tekniknya, manusia pasir dan  sulur tanaman pun sekarang sirna, tingga Ryuza yang masih tertegun, "Ryuza, kamu memiliki bakat dan potensi yang luar biasa, kamu butuh sering sering melatih naluri bertarungmu, satu hal lagi, MENTAL kamu juga harus sering kamu latih, dalam keadaan yang terpojok seperti tadi, kau harus tetap tenang, jangan sampai musuhmu mengetahui kekhawatiranmu."

__ADS_1


Ryuza terdiam, apa yang dikatakan Yin He  adalah sepenuhnya benar, dia masih sangat panik saat sesuatu yang diharapkanya tidak sesuai dengan kenyataanya. Walaupun Yin He lebih muda akan tetapi pengalaman bertarung dan juga mentalnya jauh diatasnya,  "Terima kasih atas bimbingan tetua, junior akan lebih sering berlatih." Ryuza bangkit dan berjalan menuju Yin He dan Han Bing.


Ryuza, akan aku ajarkan teknik pisau angin, teknik ini mungkin teknik yang biasa menurutmu, atau kamu pernah mendengar dan mempelajarinya. "Saya pernah mendengar teknik tersebut tetua, teknik yang ngandalkan kecepatam dan kekuatan angin." jawab Ryuza.


"Betul sekali jawabanmu, akan tetapi coba kamu fikirkan, teknik ini kamu gabungkan dengan object  yang ada disekitarmu, seperti kerikil, daun, pasir dan lain lain, maka akan menjadi pisau angin yang jauh lebih mematikan."


Yin He mengajarkan Ryuza teknik pisau angin dan juga memberikan ribuan pisau terbang kepada Ryuza, tak lupa Yin He juga membuatkan ruang dimensi di tangan Ryuza.

__ADS_1


"Sekarang kalian silahkan beristirahat, besok kita akan berlatih dengan mereka." Han Bing menunjuk ke tiga orang yang masih di ikat oleh Yin He.


"Baiklah senior Bing dan tetua Yin He, terima kasih atas latihanya malam ini." Tiga wei bersaudara meninggalkan tempat latihan dan menuju bangunan seperti rumah kecil dari pasir yang dibuat oleh Yin He.


"Saatnya kita bersenang-senang dengan mereka paman." Yin He menyeringai sinis melihat tiga orang yang maoh terikat.


"Hehehehehe, benar sekali Yin He, kita akan bersenang senang dengan mereka." Yin He sudah melepaskan totokan pada urat nadi mereka, sehingga mereka bisa bergerak kembali.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan oleh Han Bing, ketiganya hanya tersenyum getir.


__ADS_2