
Yin He tak menyadari kalau dirinya dalam posisi penyamaran, seharusnya dia masuk melalui pintu gerbang seperti para anggota serigala merah yang lainnya, akan tetapi kecerobohanya membuatnya harus berhadapan dengan para pasukan khusus dari anggota serigala merah.
Yin He yang terkepung sangat terkejut dengan siapa dia sekarang berhadapan, Ya sekarang dia berhadapan dengan pasukan khusus dari serigala merah, pasukan ini adalah anak anak dengan usia 8 sampai dengan 11 tahun, masih sebaya dengan Yin He yang sekarang genap berusia 11 tahun, hanya bentuk tubuh dna posturnya seperti pemuda 17 tahun.
Pasukan khusus tersebut segera menyerang dengan formasi khusus, sepertinya mereka mengetahui bahwa lawan mereka bukanlah orang biasa. formasi pasukan khusus terdiri dari 3 bagian, Pendobrak, Penghancur dan Pemusnah.
Yin He terlebih dahulu dikejutkan dengan pukulan 4 elemen yang berbeda, dari Empat penjuru, depan belakang dan kedua samping kanan kiri, saat Yin He menahan serangan tersebut, dari atas muncul pasukan khusus yang menyerang dengan pukulan yang amat dahsyat, getaran pukulan tersbut , para anggota yang melihat hanya terperangah.
Tenyata pukulan tersebut hanyalah tipu daya daya mereka, sebenarnya mereka telah meleparkan serbuk semacam obat bius yang membuat tubuh lawanya akan langsung pingsan, mereka tahu bahwa pendekar sekuat Yin He yang mampu mengalahkan pendekar matahari tidak akan dapat dilawan dengan cara yang biasa, untuk melumpuhkanya dibutuhkan trik dan juga strategi.
Yin He yang sudah dalam keadaan setengah sadar meminta Xia Yuan untuk membantunya, Xia Yuan tidak menampakan dirinya dihadapan para pasukan khusus, dia tidak ingin membiarkan mereka akan melukai Yin He saat dirinya fokus bertarung, oleh sebab itu dia tetap berada di ruang jiwa Yin He.
Pancara hawa dingin yang begitu kuat langsung menyeruak dari tubuh Yin he, hal ini membuat semuanya terkejut, "Xia Yuan, tolong jangan bunuh mereka, kita pancing mereka keluar dan akan aku kasih tahu berikutnya." Bisik Yin He setengah tersadar.
Xin Yuan menggunakan kecapinya untuk membuat suara yang menghinoptis para pasukah khusus Serigala Merah, Hawa yang dingin, memaksa mereka mengalirkan tenaga dalam.agar mereka tetap hangat dan bisa fokus untuk tidak terpengaruh dengan suara kecapi dari Xia Yuan.
__ADS_1
Sebenarnya hal ini dilakukan oleh Xia Yuan agar Yin He segera dapat memulihkan dirinya dari pengaruh obat bius yang disebarkan oleh pasukan khusus Serigala Merah. Yin He dengan setengah sadar segera mengalirkan hawa murninya ke seluruh tubuhnya untuk membantu obat bius keluar dari tubuhnya.
Belum sempat Yin He mengeluarkan semua bius didalam tubuhnya, serangan kembali datang dari anggota serigala merah yang mencapai ratusan orang, mereka segera melakukan penyerangan dengan melawan dengan menyalurkan tenaga dalam agar tetap dalam keadaan sadar tidak terhipnotis suara kecapi Xia Yaun.
"Yin He cepatlah kalau begini aku tidak dapat menahan lagi." Yin He segera mempercepat pemulihanya, dengan menelan 1pil energi Yin He segera dapat memulihkan tubuhnya.
"Xia Yuan biar aku yang menghadapinya." Yin ahe segera mengeluarkan sebuah seruling dari ruang penyimpanan tubuhnya. seruling perak segera dia tempelkan di bibirnya ada hawa dingin segera menyeruak keseluruh aliran tubuhnya.
Suara seruling yang Yin He tiup jauh lebih keras dari pada kecapi Xia Yuan, suara seruling tersebut membuat seluruh pasukan khusus serigala merah yang terdiri dari anak anak pun semuanya terjatuh.
*****
Sedangkan yang tidak lulus seleksi, anak anak ini akan menjadi budak dan pelayan dari serigal merah, dan mereka ini juga yang akan menunggu giliran untuk dijadikan persembahan kepada iblis.
*****
__ADS_1
Yin He yang menyadari bahwa anak anak ini bukan berfikir secara sadar akan tetapi ada suatu kekuatan yang mempengaruhi kesadaran mereka sehingga mereka mengikuti semua perintah dari kekuatan tersebut.
Yin He ingin mencoba kekuatan seruling ini apakah bisa memecahkan kekuatan yang mempengaruhi fikiran bocah-bocah tersebut. saat seruling di ditiupkan..gelombang yang pancarkan benar benar langsung berpengaruh pada fikiran yang mendengarnya, boca boca dari pasukan khusus tersebut menggelepar, Yin He terkejut karena efek yang diakibatkan akan membunuh bocah bocah tersebut.
"Teruskan serulingmu Yin He, tapi turunkan tekanannya, dan sugestikan fikiranmu kedalam irama seruling tersebut, hal ini akan mempengaruhi mereka, kita lihat kekuatan seruling atau kekuatan yang sekarang mempengaruhi mereka." Xia Yuan memberi saranya kepada Yin He.
Yin He mengikuti saran dari Xia Yuan, lama lama tubuh dari para pasukan khusus tersebut bergetar, pandangan mereka menjadi kosong, beberapa kemudian mereka semua pingsan, sedangkan para anggota serigala merah yang lain sudah tergeletak dengan darah bercucuran di telinga dan mata mereka.
Yin He menghentikan tiupan serulingnya, setelah tiupan dihentikan bocah bocah tersebut bangun dan kebingungan, mereka masih ingat dengan apa yang terjadi, tapi keraguan mengusai mereka. kemudian Yin He berkata" Apa kalian tidak ingin pulang ke rumah kalian.? Tanya Yin He.
Tidak ada yang menjawab, hanya linangan air mata yang mengalir dikedua pipinya. "Kami tidak punya orangtua lagi, kedua orangtua kami telah kami bunuh, kami tidak dapat menolak perintah tersebut, walau kami tahu ity sangat menyakitkan, kami membunuh tanpa bisa menangis lagi." Ucap salah satu bocah tersebut
"Apakah kalian mau membantuku untuk menumpas serigala merah ini? agar tidak ada lagi hal serupa menimpah anak anak yang lain." Ucap Yin He tegas.
"Kami bersedia." Ujar 50 bocah - bocah tersebut serempak. dengan segera mereka bergegas menuju markas utamaa yaitu istana serigala yang berada atas gunung dibelakang bangunan megah tersebut.
__ADS_1
"Yin He kami akan membebaskan teman teman kami yang akan dijadikan persembahan oleh raja serigala, kamu segera ke istana terlebih dahulu, kami akan menyusul, kami akan pecah menjadi 2 kelompok, 1 akan membebaskan anak anak dan yang lainya akan menghalau anggota serigala merah yang lain.
Yin He dengan cepat melesat ke arah istana serigala merah, dan kelompok bocah bocah tersebut melesat kearah yang berbeda.