LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Tarantula Merah Bag. 02


__ADS_3

Chen Yi bergerak mundur setelah melihat bahwa Tarantula yang dihadapinya bukan hanya 1 akan tetapi lebih dari 20 ekor, para Tarantula Merah tersebut bergerak cepat kearah daging daging yang terbuka, dan kemudian mata mereka menyorot kearah satu titik, yaitu Chen Yi.


Chen Yi hanya menyeringai dingin kearah mereka, “Saatnya berpesta dan menguji kekuatan dari tulang naga dan juga serat benang ini juga.”


Chen Yi menyembunyikan aliran tenaga dan Qinya, saatnya kini dia menguji kemampuan fisik yang sebenarnya, karena ini merupakan latihan dasar yang harus benar benar dia latih, dan sekarang Chen Yi menemukan salah satu cara yang tepat menguji kekuatanya.


Chen Yi berlari kencang menuju para tarantula merah tersebut, tarantula tersebut langsung mengerubuti Chen Yi dan dengan  cepat Chen Yi menghindar dengan merundukan kepalanya dan merayap dnegan cepat dibawah salah satu perut tarantula tersebut.


Tarantula yang perut bagian bawahnya dibuat persembunyian Chen Yi langsung terkapar, karena para tarantula yang lain langsung  menyerangnya dan melukai perut bagian atas tarantula tersebut.


Chen Yi yang berada di bagian bawah tarantula tersebut langsung menyobek perut tarantula tersebut dan berdiri tepat di bagian tengah tarantula tersebut.


Ternyata para tarantula tersebut tidak menyerangnya, karena bau tubuhnya sudah tertutupi dengan darah dari tarantula tersebut, ternyata tarantula tersebut mengenali panas tubuh dan kekuatan Qi atau tenaga dalam musuhnya dar bulu bulu yang ada di seluruh bagian tubuhnya, hal ini yang membuat tarantula tersebut bisa mengenali titik keberadaan musuhnya secara akurat.


Chen Yi segera mendekat kearah seekor tarantula yang  ada disebelah kanan dirinya, tarantula tersebut sibuk membalut mangsanya kembali setelah dibongkar oleh Chen Yi, tanpa menunggu lama, Chen Yi langsung menyerang Tarantula tersebut dengan meloncat dan turun tepat diatas perutnya dengan tangan lanngsung merobek robek perut tarantula tersebut.


Suara jeritan dari tarantula yang dibunuh oleh Chen Yi membuat para tarantula tersebut berhenti dari kegiatan mereka menggulung mangsanya, mereka langsung melihat kearah tarantula yang telah mati, dan Chen Yi masih berada diatas perut tarantula tersebut.


Seperti mengerti dengan situasi yang terjadi, para tarantula tersebut langsung menyemburkan racunnya kearah Chen Yi, dan oleh Chen Yi hal ini tidak disia siakan, karena dengan ini dia bisa membentuk aliran vena racun yang lebih dahsyat.

__ADS_1


Tarantula tersebut menyemburkan racunya berkali kali, kini mereka mengeluarkan benang benang halus nan kuat kearah tubuh Chen Yi yang memang sengaja diam, karena dia sedang bermeditasi untuk menyerap racun tarantula merah.


Saat benang benang tersebut sudah menggulungnya, dengan cepat Chen Yi menyerapnya dengan cepat, setelah merasa cukup Chen Yi langsung berdiri dan menyerang kawanan tarantula tersebut.


Dengan cepat Chen Yi langsung menghabisi dengan pukulan fisiknya, tulang naga merah merah memang sangat kuat, dengan sekali pukul kepala dari tarantula tersbeut langsung hancur, dan yang lebih mengejutkan saat Chen Yi mencoba untuk meludah kearah salah satu tarantula tersebut, dengan hitungan detik tubuh tarantula tersbebut langsung meleleh seperti terkena lava panas.


Racun tarantula merah yang berada ditubuh Chen Yi sudah menyatu dengan Qi Penghisap sehingga  efek yang dihasilknya sangat dahsyat, tubuh Chen Yi bukan hanya sangat beracun akan tetapi juga dipenuhi oleh benang benang halus yang bisa digunakan


Para tarantula juga memberikan perlawanan yang cukup sengit,  diluar didugaan dari Chen Yi, jeritan para tarantula tersbeut adalah jeritan minta tolong sehingga sekarang bukan hanya dua puluh tarantula akan tetapi ada seratus 15 tarantula yang mengepung Chen Yi.


Hal ini membuat Chen Yi semangkin bersemangat, karena batu permata dari dalam perut tarantula juga telah ia banyak dapatkan.


Menjelang sore, pertempuran dengan taranntula merah raksasa pun berakhir, Chen Yi segera mencari sebuagh mata air atau sungai disekitar untuk mandi dan membersikan dirinya.


Tapi sebelumnmya dia telah mengumpulkan banyak batu permata kehidupan dari tarantulan merah. Sekitar ada 150an dia mendapatkan dari tarantula dan sekitar 200 dari hewan spirit yang lainya.


Akhitrnya Chen Yi menemukan sungai dengan aliran yang deras dengan air sungai yang dangkal, dengan cepat Chen Yi membersihkan dirinya dan juga mencari ikan disungai tersebut untuk disantapnya, ketika ada seekor burung terbang, tanpa sengaja dia mengangkat tanganya dan benang benang halus tersebut melesat dari tanganya dan menangkap burung tersebut.


Chen Yi hanya bisa terperangah dan setelah itu dia menarik benang benang halus yang ada di tanganya , sehingga burung tersebut kini berada dalam genggamnya.

__ADS_1


Chen Yi kini tersenyum dengan kekuatan barunya, benang benang tersebut sangat halus sehingga tidak terlihat oleh hewan atau manusia pun.


Setelah makan ikan dan burung bakar, Chen Yi kini beristirahat sejenak melepaskan segala penat setelah seharian bertarug dengan tarantula yang berjumlah hampir 200 ekor tarantula merah raksasa yang terkenal dengan keganasanya dan juga rancunya.


**


Sementara itu di Paviliun murid inti para murid semuanya dikumpulkan oleh kakek Sion, mereka diberikan pengenalan dengan 10 murid inti yang baru bergabung, setelah mengenalkan masing masing, ada satu  yang belum menyebutkan namanya yaitu Chen Yi.


Kakek Sion tersebut terkaget, dia baru ingat dengan kepergian Chen Yi yang sedang pergi kesuatu tempat. “Maafkan aku, teman kalian Chen Yi, yang merupakan juara 1 dari pertadingan tahun ini tidak bisa berkenalan dengan kalian karena aku memberinya misi dan telah berangkat kemarin malam, karena misi ini bersifat rahasia jadi aku tidak mengirimnya ke pusat misi untuk mengambil misi, akan tetapi aku yang memberikanya langsung.”


Semuanya bergumam, para senior dari murid inti sangat mengetahui kemampuan dari Kakek Sion, akan tetapi Kakek Sion bisa langsung memberikan misi tersebut kepada anak baru tersebut, maka kemampuan dari anak tersbeut pastinya sangat istimewa.


“Maafkan saya kakek Sion, kalau boleh saya tahu, mengapa semua misi yang sangat rahasia dan penting diberikan kepada murid baru yang belum berpengalaman.” Ujar Sian Wu, hal ini wajar ditanyakan olehnya, karena sebelum adanya Yin He setiap misi yang penting dan bersifat rahasia selalu Sian Wu yang diberikan tugas dan pasti kembali dengan hasil yang memuaskan.


Tappi kali ini Kakek Sion malah memberikan Misi kepada anak baru walaupun dia adalah sang pemenang dalam pertadingan seleksi murid inti antar perguruan pertapa sakti.


“Emang seberapa hebat kemampuanya dia? Apalagi aku dengar dia berasal dari pengguna Roh Bintang?” Ujar Sian Wu.


“Maaf saudara Wu, walaupun kau senior kita, kau tidak boleh meghina teman kami, apalagi menghina pengguna Roh Bintang, karena Roh Bintang yang kalian anggap sampah telah mampu mengalahlan yang merupakan pengguna elemen atau kekuatan Spirit, tolong jaga sikapmu, atau kami  tidak akan segan segan kepadamu.” Ujar Kha Chung dengan emoi pada setiap ucapanya.

__ADS_1


Seandainya tidak ada kakek Sion disana, kemungkinn Kha Chung langsung menyerang Sian Wu dan memberikanya pukulan.


__ADS_2