
Tiba tiba beberapa orang dengan pakaian serba putih dan kepala plontos turun menghampiri Chang Mao yang sedang membantu Zhou Chang Mao bangun. “kalian mau apa? Kami tidak mempunyai apapun?” Ujar Chang Mao, beberapa orang tersebut tidak menghiraukan ucapan Chang Mao, “Aku tidak butuh semua itu, yang aku butuhkan ada disini, serahkan pedang hati es itu pada kami, setelah kalian benturkan kepala kalian masing masing ketanah, maka kami akan membebaskan kalian.” Ujar lelaki paling tua diantara mereka.
Tanpa menunggu aba aba, Chang Mao dan Zhao Chen Yi segera menyerang para orang dengan pakaian putih putih tersebut, Kelima orang tersebut hanya dengan satu kibasan langsung menghindar dengan melayang ke udara dan berputar membentuk sebuah formasi serangan “Tapak Dewa” serangan ini merupakan serangan gabungan dengan menyelaraskan kombinasi beberapa pukulan seperti serangan tinju dan tendangan dan pukulan tangan kosong, tapi karena variasinya yang bermacam macam dalam satu serangan sehingga menjadi jurus ini menjadi formasi jurus yang sangat berbahya. Dan tidak lama kemudian Chang Mao langsung melindungi Zhou Chen Yi dengan punggungnya untuk melindungi Zhou Chen Yi dari serangan tapak dewa tersebut.
“Chang Mao,,,,” Jerit Zhao Chen Yi
Demi melindungi Zhao Chen Yi , Chang Mao membiarkan tubuhnya memnajdi perisai dari pukulan tapak dewa tersebut dan akhirnya Chang Mao pun tidak dapat menahan pukulan tersebut dan berubah wujud ke wujud aslinya sebuah tombak yang mempunyai pancaran kemerahan.
Para penyerang Zhou Chen Yi pun terkejut dan mundur kebelakang, mereka pun saling melihat, sepertinya ada yang ingin mereka katakan satu sama lain, sampai akhirnya salah satu yang memperintahkan untuk menyerang pun bertanya , “Siapa namamu bocah, dan apakah tombak ini adalah milikmu?” Tannya lelaki pelontos tersebut.
Zhou Chen Yi pun terkejut, dia baru manyadari bahwa Chang Mao yang selama ini mengajarinya adalah sebuah tombak dengan bentuk ujungnya berupa ekor naga yang lancip. “Dia tombak punya, dia teman dan juga guru yang mengajariku.” Ujar Zhao Chen Yi kepada orang yang mengepunynya, Zhao Chen Yi kemudian memegang Tombak emas dan dengan yang pernah diajarkan oleh Chang Mao untuk bersatu dengan Jiwanya, kini tombak itu bersemayam dalam tubuhnya, tanpa disadari oleh Zhou Chen Yi, ksetelah keampat pusaka langit tersebut bersatu, tiba tiba ada seberkas cahaya keemasan yang memancar dari dalam tubuhnya, dan membuat para orang oran yang mengelilinginya memicingkan mata mereka.
“Cahaya ini, adalah dari cahaya 4 senjata langit, tidak mungkin, anak dengan tubuh sekecil ini dapat menampung aura 4 senjata langit,” ujar sala satu orang yang mengepung Zhou Chen Yi. “Kakak, bagaimana kalau kita bujuk anak ini untuk ikut bersama kita, sekalian memastikan apakah benar aura ini adalah aura senjata langit yang kita cari.” Sesorang yang dipanggil kakak pun hanya mengangguk, karena sekarang untuk bernegosiasi dengan Zhou Chen Yi bukan lah perkara mudah.
Dan benar saja , mata biru yang dimiliki oleh Zhou Chen Yi langsung berubah merah seutuhnya, dan ketika para orang orang dari sekte pertapa suci, hendak ingin membawa dirinya, tubuh mereka langsung terpental saat mendekati tubuh Zhou Chen Yi.
“Kakak, sepertinya kita harus menggunakan formasi jaring dewa, karena kekuatan anak ini sepertinya kita tidak bisa mempediksinya.” Ujar salah satu anggota dari Sekte Pertapa tersebut, mereka langsung mundur kebelakang dan membuat lingkaran dengan posisi mengepung Zhou Chen Yi, Mereka langsung membaca mantra dengan formasi Yuan Dewa Perang, dari masing masing anggota Sekte Pertapa mengeluarkan seberkan cahaya keemasan membentuk sebuah jaring yang mengelilingi Zhou Chen Yi.
Zhou Chan Yi yang sedang tidak ddalam kendali fikiran sadar, akan tetapi menggunakan jiwa Yin He untuk bertempur, dalam keaadan tidak sadar, Zhou Chen Yi menggunakan Jurus gerbang kematian, sehingga formasi jaring dewa pun tidak mampu menghalanginya,
__ADS_1
Mata Zhou Chen Yin terus mengawasi orang orang sekter pertapa tersebut, dan manakala ada kesemptan saat salah satu dari anggota tersebut lengah, maka dengan cepat dia melesat maju dengan pukulan yang sangat keras, dan berhasil menerobos forrmasi tersebut, Zhou Chen Yi langsug berlari sekuat tenaga untuk menghindari para anggota sekte pertapa tersebut.
“jangan dikejar, anak itu berbahaya kalau sampai dengan dalam keadaan kerasukan spirit senjata langit, kita harus segera menghadap guru untuk memberitahukan hal ini.” Ujar kakak tertua sekte pertapa tersebut dan lansung menghilang dari pandangan mata.
Zhao Chen Yi yang terus berlari akhirnya mencapai keletihan yang sangat, tubuhya menggigil karena keringat dingin yang mengucur dari sekujur tubuhnya, seketika itu juga tubuh Zhou Chen Yi langsung ambruk ke tanah.
Hampir 2 jam lamanya tubuh kecil Zhou Chen Yi terbaring ditanah, kesadaranya mulai bangun manakala dia mencium bau harum dari daging rusa yang dibakar, matanya kecilnya mulai berkeliaran melihat situasi disekitarnya, dia mencari sumber bau harum daging yang dibakar, perutnya mulai berontak untuk minta diisi, di mulai berdiri sambil celingak celinguk melihat dna mencari sumber bau harum daging tersebut.
"Kau sudah bangun rupanya?" Tanya seorang lagi lagi seseorang dengan kepala plontos, membuat Zhou Cheng Yi langsung mundur kebelakang. " Tunggu, makanlah dulu sebelum kau pergi agar badanmu lekas kembali pulih, aku lihat kau seperti habis berlari lari atau sesuatu yang mengancam nyawamu?" Ujar lelaki tua dihadapanya dan memberikanya sebongkah daging rusa yang masih hangat, tanpa disadari tanganya langsung menyambar daging dari tangan lelaki tua tersebut.
"Sebenarnya kau mau kemana? tidak baik anak kecil seperti dirimu keluar masuk hutan, banyak hewan buas disini, kau bisa menjadi santapanya." Ujar kakek tersebut yang terus mengunyah daging rusa didepanya tanpa menghiraukan Zhou Chen Yi yang sudah menelan ludah melihat daging rusa didepanya, tanpa disuruh Zhou Chen Yi duduk didepan kakek tersebut makan dan sesekali bercerita, akan tetapi dia tidak mengatakan bahwa dia berasal dari sekte Wisma Giok.
"Setelah ini kamu mau kemana anak kecil?" Lelaki tersebut memandangi tubuh dari Zhou Chen Yin, "Aliran energinya sangat besar sekali, Meridian sudah terbuka tapi terhalangi oleh sebuah segel yang membuat meridian yang sudah terbuka 5 meridianya, tapi mengapa semuanya tersegel ada apa dengan bocah ini." Gumam hati tetua sekte pertapa ini
"Terus kamu kok bisa lari dari mereka, pastinya mereka mempunyai ilmu tinggi." Tanya tetua pertapa tersebut.
"Aku sendiri tidak tahu kek, yang aku ingat adalah saat aku udah bangun, aku tidak bisa mengingat apapun." Ujar Zhou Chen Yi, Walau masih sangat muda akan tetapi pemikiran dari Zhaou Chen Yi bukanlah seperti anak anak pada umumnya, sebenarnya dia tahu lelaki didepanya adalah bagian dari orang orang yang mengepungnya tadi.
"Lebih aku tetap disini sambil memulihkan tenagaku, kalaupun aku memaksakan untuk melawanya aku tidak akan menang dengan kondisi tenaga ku yang belum pulih." Gumam bathin Zhou Chen Yi.
__ADS_1
"Kakek, liat seorang anak lelaki yang kurus dengan wajah pucat." Tanya Zhou Chen Yi kepada Lelaki terus makan tanpa melihat Zhou Chen Yi, "Emhh..aku tidak tau? jadi kau bersama teman kamu?coba kamu cari disana mungkin dia belum sadar juga." Zhou Chen Yi pun mengangguk dan mohon izin untuk mencari temanya, dan setelah beberapa lama dia masuk hutan.
Setelah merasa aman, dia berkosentrasi dan memanggil Tombak Naga Chang Mao, setelah berkosentrasi beberapa lama akhirnya Chang Mao keluar akan tetapi tetap berwujud sebuah tombak dalam genggaman Zhou Chen Yi.
"Chang Mao, bisa kah kau berubah seperti biasanha, Tiba tiba asap merah menyelimuti tombak naga , dan setelah asap tersbeut menipis tubuh Chang Mai pun terlihat.
" Maafkan aku tuan, sebagai teman dan juga bawahanmu aku tidak bisa melindungimu." Chang Mao pun meminta maaf kepada Zhou Chen Yi, akan tetapi Zhou Chen Yi malah membisikan sesuatu kepada Chang Mao yang membuat mata Chang Mao terbelalak, akan tetapi kemudian dia sepertinya mengerti dan mengangguk. "Ayo..cepat ikut aku, ,takut dia curiga kalau aku kabur kalo kita kelamaan didalam hutan." Ujar Zhou Chen Yi sambil menarik tangan Chang Mao, Chang Mao yang mengerti pun tidak protes dengan perlakuan Zhou Chen Yi kepadanya.
Setibanya dihadapan tetua sekte pertapa, Zhou Chen Yi segera berterima kasih, karena dia telah menemukan temannya. Tetua sekte pertapa hanya tersenyum sambil menatap tajam kepada Chang Mao.
"Chang mao ini bukan lah manusia aka tetapi juga bukan siluman, tapi kenapa dia bisa menjadi seorang manusia, Tunggu apakah dia senjata langit yang bisa berubah bentuk menyerupai apapun?" Tetua Pertapa pun terus mengamati Zhou Chen Yi dna Chang Mao.
Chang Mao yang memang tidak makan apapun, kini Chang Mao mengambil makananya dan bersikap seperti manusia biasa didepan Zhou Chen Yi dan Tetua Sekte pertapa.
"Chang Mao, jangan dipaksa makan jika memang kamu tidak makan, aku tahu kau bukan manusia tapi juga bukan pula siluman, kalau tidak salah kau adalah salah satu senjata langit yaitu Tombak Naga, aku kira itu hanya sebuah legenda akan tetapi sekarang aku bisa bertatap langsung."
Tanpa disadari oleh Zhou Chen Yi dan Chang Mao, tetua pertapa melempar sebuah kerikil kearah Zhou Chen Yi, dimana dia langsung tertidur , melihat Zhou Chen Yi langsung tertidut Chang Mao bangkit dengab kekuatan penuh, akan tetapi tetua pertapa meminta Chang Mao tidak untuk menyerangnya, tetua pertapa pun bertanya mengenai Zhou Chen Yi, karena tetua pertapa menjelaskan apa yang dilihatnya di tubuh Zhou Chen Yi, Chang Mao pun tidak bisa lagi bohong dihadapan tetua petapa tersebut.
"Zhou Chen Yi seharus tidak perlu marasakan ini semua jika dia sejak kecil dibawa keluar dari Wisma Giok, dan lepas semua segelnya, walau nantinya dia akan banyak menghadapi kesulitan karena dia tidak berada didalam Wisma Giok, kehidupan luar sangatlah liar." Ucap Tetua pertapa.
__ADS_1
"Boleh aku melepas segel Zhou Chen Yi? Kasihan anak dengan keistimewaan luar biasa harus dikekang dengan segel tersebut." Chang Mao pun hanya diam.
"Apa kau akan membiarkan Zhou Chen Yi selalu dianggap sampah sampai nanti dia umur 12, dan saat ini dia sudah ada diluar, harusnya dia bisa dilepas segelnya.