LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Badai Lembah Kesunyian


__ADS_3

Yuwen yang hendak melesat ke arah Yin He berhasil dicegah oleh Yanzu, dengan cepat Yanzu mengarahkan bola bola es ke arah Yuwen, dengan sombongnya Yuwen menangkis bola bola salju tersebut, tanpa disadari bahwa Yanzu telah memasukan racun jarum es yang tajam ke arah Yuwen.


Jlebbss.. sebuah Jarum es masuk kedalam tubuh Yuwen, Jarum dengan racun tanpa warna adalah jarum untuk mengendalikan musuhnya, walaupun racunnya hanya bertahan sekitar 2 jam, tapi itu dirasa cukup untuk mengendalikan Yuwen.


"Yuwen hentikan, cukup!" Teriak Yanzu, Yuwen langsung berhenti, seperti ada kekuatan yang melebihi kekuatan fikiranya. Yuwen berhenti tatapanya seperti orang yang sedang kebingungan dengan apa yang terjadi dengan tubuhnya.


Disisi lain, Yin He kembali duduk dan penonton pun kembali tenang seperti tidak ada keributan sama sekali. Yin He dan Han Bing saling pandang, Han Bing pun memberi isyarat kepada Fang Ang dan Fei Fei, kode yang diberikan Yin He kepada Han Bing kode tanda bahaya, sehingga Yin He memberitahukanya kepada Han Bing agar bersiap dengan keadaan yang akan berlangsung.


"Xiaoji, kenapa Yuwen mendadak berhenti membuat keributan? Tanya seorang lelaki tua kepada seseorang yang ada disampingnya.


"Yuwen terkena racun jarum es atau pengendali jiwa, tapi siapa yang melakukanya aku juga belum tahu, kita tunggu aba aba dari tetua." Ujar Xiaoji, salah satu anggota dari mawar hitam.


"Pastikan gadis pemilik tubuh es tersebut aman, karena target kita adalah gadis tersebut dan mutiara hitam lembah kesunyian ini."


"Lapor tuan, tetua sudah berada di gerbang lembah kesunyian, seluruh penjaga sudah dilumpuhkan, tinggal kita serang penjaga di taman, tempat mutiara hitam tersebut dijaga." ujar salah satu anggota Mawar Hitam.


****


Mata mata elang Yin He memberikan penglihatan terkait gerak gerik anggota mawar hitam yang telah melumpuhkan semua anggota mutiara hitam yang melakukan penjagaan, penjagaan di gerbang pintu masuk termasuk yang paling lemah, semua dikosentrasikan menjaga mutiara hitam, dan juga turnamen empat elemen.


Yin He segera memberi kode untuk Han Bing, Fei Fei dan juga Fang Ang, masing masing juga sudah memberikan kode kepada anggota nya yang memang secara tempat duduk berpencar, Hanzu berada dekat dengan tempat duduk dengan Bao Yu , sedangkan Ryuzu berada di pojok belakang sedang mengamati situasi.


Yuwen yang masih dalam pengaruh racun jarum es tidak dapat berbuat banyak, dia menyadari bahwa gerak gerik anggotanya telah terendus baik oleh anggota mutiara hitam atau oleh sekelompok orang dari aliansi aliran putih.

__ADS_1


Yin He mendekati tetua Wang, "Maaf tetua kalau saya lancang, tapi saya mau berbicara hal penting mengenai lembah kesunyian dan turnamen ini." Ujar Yin He.


Yin He dan tetua Wang terlibat sebuah percakapan serius, beberapa kali raut muka tetua Wang berubah tegang, ada beberapa pancaran kecemasan dalam guratan wajahnya. "Tetua Yin, apakah informasi yang kau sampaikan dapat dipercaya?" Ujar tetua Wang.


"Tetua saya pastikan informasi saya semua dapat dipercaya, saya harapkan kita semua dapat bersama sama untuk bertempur."


Dhuarrrr...Dhuarrr..!


Sebuah petir menggelegar, dan seberkas sinar merah melesat diatas area pertarungan, para pendekar yang awalnya diam dan tertib kini langsung menghunuskan senjatanya masing masing dan menebas siapapun yang ada disampingnya.


"Tetua,kita terlambat musuh telah menyerang," Yin He dan Tetua Wang langsung melesat dan di arena turnamen semua sudah melakukan perlawanan, yang membuat aliran putih dan netral bingung, mereka tidak tahu mana lawan dan mana teman.


"Semua aliansi netral dan putih, berkumpul disamping kanan cepat." Teriakan Yin He menggema dan berkharisma, sehingga tanpa menunggu lama, sekarang mereka terpisah menjadi dua kubu, banyak diantara aliansi netral dan putih yang sangat marah, manakala beberapa anggota meraka selama ini adalah musuh yang tersembunyi, dan mereka mempunyai jabatan dan posisi yang tinggi disekte meraka.


"Kau rupanya selama ini kau adalah mata mata dari sekte iblis." Ujar seorang tetua dari Sekte Rajawali Sakti kepada seorang salah satu tangan kanannya.


Yuwen yang masih dalam kendali Yanzu mengamuk dengan jurus es hitamnya, banyak pendekar dari kalangan aliran hitam yang tidak menyadari bahwa Yuwen masih dalam pengaruh kendali dari racun es Yanzu.


Han Bing terlihat menghadapi seorang dari bangau merah dengan kemampuan pengendali elemen tanah, dia membuat tanah yang dipijak oleh Han Bing seperti ombak besar yang menerjang, kekuatan orang tersebut membuat Han Bing harus menghindar disetiap seranganya.


"Kenapa kau terus menghindar tuan?" Pijakan batu yang berada dibawah kaki Han Bing tiba tiba berubah menjadi tangan yang mencengkram 2 kaki Han Bing.


Han Bing mencoba untuk melepaskan kedua kakinya dari tangan batu yang mencengkramnya, tapi cengkraman tangan dari batu tersebut sangatlah kuat. Naga Han Bing menjalar turun dari leher Han Bing ke arah lutut Han Bing di cengkram oleh batu tersebut.

__ADS_1


Naga tersebut melingkar, dan menekan batu tersebut dan batu tersebut pun hancur, Han Bing langsung melesat dan memukul lelaki tersebut dengan pukulan halilintarnya. Han Bing mencabut pedang kembarnya, aliran petir dan api segera mengalir dikedua pedang kembarnya tersebut.


Pedang kembar tersebut dilempar oleh Han Bing dengan suara mendesing, pedang tersebut berputar dan membabat kepala dari para aliran hitam, seperti punya mata, pedamg kembar tersebut terus berputar dan menebas kepala yang berada dalam jangkauanya.


Han Bing menyerang lelaki yang membuat kakinya tidak bergerak, satu pukulan melesar tepat di pelipis lelaki tersebut dan menyebabkan lelaki tersebut langsung tersungkur dan darah mengalir dipelipis bekas pukulan Han Bing.


Lelaki tersebut sangat marah dengan tatapan penuh amarah, lelaki tersebut mengangka kedua tanganya, dan dua buah pilar besar terbuat dari bebatuan dari tanah muncul kepermukaan dan menyerang Han Bing, Han Bing yang melihat dua pilar bebatuan tersebut segera menghantam pilar pilar tersebut dengan tinju petirnya, Ledakan pun tak terhindarkan, serpihan serpihan ledakan tersebut digunakan lelaki tersebut sebagai media senjata menyerang Han Bing, Naga Han Bing pun segera berubah wujud menjadi besar dan segera menghalau bebatuan tersebut dengan kibasan ekornya.


"Bagus Naga, sekarang serang dengan serangan api birumu." Naga tersebut segera terbang melingkar keatas dan turun dengan kecepatan penuh dan api biru yang menyembur dari mulutnya.


Lelaki dari bangau merah tersebut segera membuat perisai tanah, akan tetapi apu biru dari naga Han Bing sangat kuat, sehingga bisa menembus perisai yang dibuat oleh lelaki tersebut.


Han Bing yang melihat peluang yang sangat bagus, segera menghantamnya dengan pukulan petir, membuat lelaki tua tersebut tak berkutik dan bergerak lagi.


Han Bing melihat Yin He masih mengawasi peryarungan dari atas, dan sesekali Yin He memberikan pukulan atas orang yang ada dibawahnya.


**Teman Reader yang budiman,


terima kasih atas dukungan, like, share dan komentnya, hal ini sangat berarti buat author, ini adalah bentuk dukungan nyata buat author.


Jangan Lupa tetap Vote ya, dan terima kasih buat para reader yang budiman karena telah menyumbangkan poinyaz sehingga Novel LPL ini sudah ada di posisi 48.


Saya Harap dengan perhatian dan partisipasi para Reader, membuat para saya semakin rajin nulis dan update lagi**

__ADS_1


Salam


Zi - El


__ADS_2