
Ledakan yang ditimbulkan oleh sambaran Vajra pun membuat berguncang negeri Samudra, Cailing yang sedang terlelap di peraduanya pun segera bangkit dan mencari sumber ledakan tersebut, hanya dengan menjulurkan lidahnya yang bercabang dua, sang ratu ular pun tersentak saat mengetahui perisai untuk melindungi kekuasaanya telah dihancurkan oleh suatu kekuatan yang sangat besar.
Tanpa menunggu lagi dia keluar dan mengeluarkan desisan yang hanya didengar oleh kaum siluman manusia ular, dalam hitungan detik, puluhan ribu manusia ular telah berkumpul, sedangkan para manusia duyung yang melihat hal ini memilih untuk berlindung untuk menyelamatkan diri mereka masing masing.
Sesuai dengan yang diperkirakan oleh Yin He setelah ledakan terjadi dengan sangat dahsyatnya didalam mereka telah dihadang oleh ratusan ribu manusia ular dengan sikap yang tidak bersahabat, Xiao Yan dan Wei Hanzu segera menerobos dengan pedang mataharinya, dan pedang naga emasnya, disusul oleh Kalden dan juga Wei Yanzu keduanya langsung membabat semua musuh yang ada didepanya, manusia ular tersebut tidak hanya bisa melakukan penyembuhan dengan cepat akan tetapi yang lebih menjijikan adalah mereka segera memakan bangkai dari teman mereka untuk menambah kekuatanya.
Wei Ryuza dan Xiao Zhao segera melesat melewati manusia bertubuh ular yang hendak menghalanginya, akan tetapi dengan pedang darahnya Xioa Zhao membabat mereka semuaz sedangkan Wei Ryuza dengan pengendali fikiran, dia memainkan ratusan pedang milik para manusia ular tersebut dan membabat habis semua yang menghadang jalan mereka, mereka langsung mencari sosok Nailing yang harus segera mereka musnakan.
Berbeda dengan Wei Ryuza dan Xioa Zhao, Jingmi dengan anggunya dan hanya dengan melambaikan tanganya telah membunuh banyak musuhnya dengan racun dewi kematian, dan dengan racun tersebut mereka langsung meleleh sehingga tidak bisa lagi melakukan penyembuhan atau dimangsa oleh teman sendiri.
Jingmi memang sengaja melakukan hal ini, belum lagi ribuan cakramnya yang sudah berubah menjadi naga yang besar lansung menyambar kesegala arah, dan apa yang diinginkan oleh Jingmi langsung mendapatkan perhatian dari Cailing sang ratu ular, Cailing dan Nailing sangat geram melihat ulah Jingmi, Wei Ryuza dan Xiao Zhao.
"Ratu, kita tidak bisa tinggal diam seperti sepertinya kita berdua harus segera turun tangan, karena ketiga orang tersebut sangat berbahaya, sudah banyak bangsa ular yang sudah menjadi mangsanya." Ujar Nailing, Cailing mangangguk, mereka berubah wujud menjadi wujud manusia seutuhnya dan langsung meluncur kearah Jingmi, Wei Ryuza dan Xioa Zhao.
__ADS_1
Jingmi hanya tersenyum kecil taktiknya untuk membuat Ratu siluman ular tersebut menghampirinya berhasil, Sang ratu ular adalah wanita yang paling tidak mau ada wanita lain yang kecantikanya lebih atau menyamainya, Kecantikan Jingmi memang tidak diragukan lagi, sehingga sang ratu kesal melihat keberadaan Jingmi yang tetap anggun dan cantik walau berada dalam ratusan manusia ular yang ingin membunuhnya.
Jingmi sendiri memang berperilaku dan berpakaian yang sangat mencolok, hal inilah yang membuat pesonanya memancar dan membuat sang ratu ular sangat tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Jingmi.
Dengan melayang diantara ribuaan manusia ular, Cailing menampakan keanggunan dan kecantikan parasnya, semua mata memandang kearah sang ratu ular tersebut, akan tetapi Jingmi yang sengaja membuat tandingan atas keanggunan dan kecantikan Cailing pun tak lantas tinggal diam, dia pun melayang keatas dan menampakan kecantikanya, banyak para manusia ularpun tak berkedip melihat kecantikan bidadari pencabut nyawa tersebut.
Melihat hal tersebut, Cailing bertambah murka, dengan amarah yang meluap dia menyemburkan racun dari mulutnya, Racun yang menyembur hingga beberapa kilo hampir saya mengenai Jingmi secara langsung, akan tetapi Jingmi dengan anggunya hanya menghindar kebelakang dan kemudian memutar tubuhnya, Jingmi pun menjentikan jari jarinya kearah Cailing, maka ribuan cakram pun menyerang Cailing dengan bertubi tubi, akan tetapi sang ratu ular pun ahnya tersenyum, dengan kekuatan auranya dia menekan cakram cakram Jingmi dan membuat serangan balasan dengan melepaskan kuku kukunya yang tajam.
Jingmi yang sedikit meremehkan sang ratu ular tersebut harus menanggung akibatnya, satu kuku Cailing menancap dengan dalam dipaha kananya, Jingmi pun langsung terjatuh, rasa nyeri pun tak tertahankan dari bibir mungilnya, Dia merintih, karena merasakan panas yang meluai menyerbar, untung saja tubuhnya ada tubuh dewi racun yang bisa menawarkan banyak racun.
Jingmi segera bangkit dan segera berubah menjadi penjaga elemen logam, sayap daro besi besi hitam yang kuat akan tetapi sangat ringan, penampilan Jingmi walaupun terkesan gagah tapi sangat elegan dan cantik, dengan cepat dia menggunakan pedang Phoenix atau Burung Hong biru menyerang Cailing dengan gerakan yang tidak dapat dilihat oleh manusia atau bangsa manusia ular seperti Cailing.
Pada akhirnya pedang phoenix milik Jingmi dapat menorehkan beberapa sayatan yang sangat dalam pada tubuh Cailing, apalagi satu sayatan yang membuat ratu bangsa manusia ular tersebut sangat marah, yaitu satu goresan di pipi mulus sebelah kiri wajahnya.
__ADS_1
Sedangkan Wei Ryuza dan Xiao Zhao segera mendapat serangan yang cepat dari seseorang yaitu wanita yang sangat cantik yang tidak kalah dengan kecantikan Cailing, Yaitu sang panglima manusia ular Nailing, Nailing langsung menyannyikan sebuah lagu yang membuat Wei Ryuza dan Xiao Zhao terhanyut dalam pengendalian fikiran Nailing, akan tetapi Wei Ryuza langsung meraih seruling perak pemberian Yin He, Wei Ryuza langsung menaruh seruling itu dibibirnya, ada getaran aneh yang mengalir dari tubuhnya ke arah seruling tersebut, dari seruling tersebut keluarlah nada nada yang sangat mendayu dayu dan diselaraskan dengan nyanyian dari Nailing.
Suara Nailing yang awalnya membius para manusia ular tersebut kini berubah sumbang dan terdengar sangat tidak merdu, banyak yang dari manusia ular yang awalnya terhanyut dengan permainan serulingnya, kini mereka tertawa terbahak bahak sampai memegang perutnya, Nailing yang tidak sadar akan efek dari jurus nyanyian bidadari neraka telah dihapuskan oleh Wei Ryuza dengan menetralisirnya dengan suara dari seruling peraknya.
Menyadari bahwa kini jurusnya telah tidak berguna dan dia menjadi bahan tertawaan, Nailing segera menggunakan jurus mata Iblis, siapa yang menetapnya akan langsung menjadi batu, hal ini telah diantisipasi oleh Wei Ryuza dan Xiao Zhao, mereka langsung menutup kedua mata mereka dengan sebuah kain hitam.
Nailing bukalan panglima yang lemah, dengan kecepatan yang sangat tinggi dia langsung memberi tendangan berputar kepada Wei Ryuza maupun Xiao Zhao, keduanya pun tersungkur dengan menahan rasa sakit yang luar biasa.
Xiao Zhao segera mencabut pedang darah dan juga menciptakan sebuah ilusi kepada Nailing, Nailing pun tersentak
, karena dihadapanya adalah seseorang yang selama ini sangat dibenci sekaligus amat dia sayang, Nailing pun mendekati sesosok tersebut, tubuhNya bergetar dan dadanya bergejolak, akan tetapi lelaki yang dihadapanya tersebut langsung saja menyabetkan pedangnya kearah Nailing, Panglima manusia ularpun hanya bisa meringis menahan kesakitan akibat tebasan yang mengenai tubuhnya, Nailing tetap diam, hanya air matanya lah yang makin deras membasahi pipinya.
"Kau kenapa kau melakukanya, bukanya kau sangat mencintaiku?" Sebuah tusukan pedang darah milik Xiao Zhao berhasil menebus dada milik Naling, wanita tersebut ambruk dan seketika tubuhnya berubah wukud menjadi ular, dan seketika itu juga Wei Ryuza segera menyerang tubuh ular tersebut dengan pisau angin, sehingga seluruh tubuu ular Nailing tercabik cabik menjadi potongan kecil kecil, Xiao Zhao segera memberi kode ke kakaknya Xioa Zhuang agar mengeluarkan panah api agar tubuh Nailing segera di bakar dan bukan menjadi kembali utuh lagi .
__ADS_1
Melihat Nailing yang menjadi abu, Cailing sangat murka.."Mati kau manusia." sambil mendekati tubuh Nailing. Cailing segera mennghisap para anak buahnya yang sedang berperang, tenaga anak buahnya disedotnya sehingga semuanya menjadi debu karena kekuatan mereka telah serap Cailing.