
Yin He yang mengamati kehidupan masa lalu Feng Tian masih belum bisa menemukan sebuah petunjuk apapun mengenai siapa sebeneranya Feng Tian, secara dari keturunan ayahnya dia adalah putra ketiga keluarga Feng, akan tetapi silsilah keluarga ibunya masih menjadi sebuah misteri yang masih belum terpecahkan, "Sepertinya aku harus pergi ke makam ibunya sepertinya ada beberapa misteri yang belum terpecahkan waktu makam Feng Tian." Ucap Yin He dalam hati, dan Yin He segera bergegas ke arah makam ibu dan bapaknya Feng Tian, didepan makam ibu Feng Tian Yin He mencoba mnagawasi sekitarnya, supaya dia mendapatkan sebuah petunjuk tentang misteri siapa sebenarnya ibu dari Feng Tian.
Lama Yin He menunggu sambil melihat lihat makan yang sederhana tersebut, dari struktur bangun makam seolah olah tidak ada apa apa, akan tetapi saat Yin He duduk seperti mau sembahyang didepan makam tersebut, dia merasakan adanya kekuatan Yuan yang sangat besar.
"Formasi Yuan disini tidak akan aktif jika orang kesini tidak melakukan sembahyang, atau penghormatan, sangar cerdik sekali, sehingga hanya orang orang dekat yang akan menyadarinya." Yin He terus melakukan penghormatan dan benar yang diperkirakan oleh Yin He sebuah dimensi lain terbuka dan memancarkan semacam energi yang sangat besar sekali, Yin He terbang keatas dan masuk kedalam gerbang tersebut, sesuai denfan perkiraan gerbang tersebut akan ada jeda waktu sekitar 1jam sebelum gerbang domensi tersebut tertutup, atau dia akan terbuka sangat lama jika dia terbuka saat bulan purnama.
Yin He memasuki gerbang tersebut, terus naik.mencari sumber pancaran energi yang menyinari sampai kebawah tersebut. "Ini adalah Batu Jade air mata nuwa, pantas saja batu ini sangat berkhasiat untuk.menyembuhkan, tapi kenapa ada orang yag bisa melakukan ini, pasti dia bukan orang sembarangan." Bathin Yin He, saat akan melangkah mendekat ke arah batu jade air mata nuwa seperti ada energi yang menghalangunya sehingga dia terpental jauh, samar samar dia mendengar percakapan yang intinya adalah, mereka harus mendapatkan Feng Tian, dan membangkitkan jiwa iblisnya karena Feng Tian adalah cucu dari raja iblis. "Dan satu keuntunganya karena dia separuh manusia, maka dia bisa mengambil pusaka golok naga yang sekarang diperguruan Taiyun." Yin He tidak dapat lagi menahan keterkejutanya, Feng Tian masih belum sadar dirinya adalah pangeran kegelapan, karena kesadaran jiwa iblisnya belum dibangkitkan, jika nanti itu dibangkitkan maka yang sekarang terjadi.
Yin He sekarang paham, asalkan bisa memurnikan jiwa iblis Feng Tian, dia bisa kembali menjadi manusia biasa, dan setelah mengetahuinya Yin He berencana untuk keluar dari masa lalu Feng Tian dan kembali ke dunia nyata.
Sebelum Yin He pergi dari dunia masa lalu Feng Tian, Yin He ingin memastikan kalau Feng Tian akan berhasil masuk atau tidak ke perguruan bangau langit dengan kekuatannya yang sekarang.
"Besok adalah pertandingan dimulai, aku ingin lihat pola dasar bertarungnya Feng Tian, dari sini aku bisa menganalisa karakter bertarynganya seperti apa."Ujar hati Yin He.
Keesokan harinya semua penduduk memadati sebuaah arena bertanding di kediaman keluarga Feng, mereka ingi tahu apakah si sampah Feng Tian masih berani menampakn batang hidungnya. dan mereka dikejutkan oleh kedatangan dari Feng Tian dan Feng Xun yang datang lebih pagi dari pada peserta yang lain, banyak yang berbisik kalau Feng Tian hanya cari mati dan bikin malu keluarga Feng.
__ADS_1
Pertandingan dimulai. hal pertama yang ditest adalah test tingkatan sebelum bertarung, Feng Xun menjadi yang pertama untuk melihat peningkatan melalui batu jade hijau, setelah menyalurkan tenaga dalam, ke batu jade tersebut dan semua terpana karena batu jade tersebut memberikan tingkatan 10, semua mengaguminya, disusul kakak ke dua dan ketiga dengan tingkatan petarung perak, dan setelah itu beberapa orang dari keluarga paman ke tiga dan paman kelima semuanya ada di tingkatan 7, semua dibawah tingkatan 7 dilarang untuk ikut pertandingan ini.
Sekarang giliran Feng Tian untuk melakukan pengecekan tingkatannya, semua mata memangdang kearah Feng Tian yang masih berada dibawah panggung pertarungan, beberapa orang mendekat ingin membantu menaikan Feng Tian seperti tiga bulan yang lalu, akan tetapi semua ditolak oleh Feng Tian, dan dengan sekali loncat dia telah mencapai panggung yang tingginya sekitar 2 meter tersebut.
Feng Tian mendekati batu jade hijau, dia menempelkan tangan dan mulai menyalurkan tenaga dalam, dan batu jade yang biasanya tidak menyala saat dia menempelkan tanganya, kini batu jade tersebut bersinar terang dan keluarlah tingkatan Feng Tian yaitu Petarung Perak, hal ini membuat semuanya terperanjat melihat hal ini, termasuk Ma Yanlai dia sangat terkejut melihat kultivasai dari tingkatan Feng Tian yang meningkat drastis, hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Feng Tian selama ini hanya ingin menyembunyikan kekuatanya dan ingin tahu siapa yang benar benar menjadi teman saat dia Feng Tian terpuruk.
Ma Yanlai yang sudah terbakar malu, dia tidak ingin menjadi malu atas nantinya jika kalah dalam bertanding, "Akan tetapi sepertinya aku bisa mengalahkanya, mungkin tingkatanya boleh 2 tingkat diatasku, kita tidak tau spirit dan jurusnya seperti apa?" Gumam Ma Yanlain.
Dengan cepat Ma Yanlai naik ke panggung walau sudah dicegah oleh sang ayah, akan tetapi Ma Yanlai tetap ngotot bisa mengalahkan Feng Tian.
Dengan cepat keduanya langsung beradu jurus, kecepatan dari Feng Tian tidak dapat di ikutin oleh Ma Yanlai, sehingga beberapa pukulan mendarat telak ke perut dan punggung Ma Yanlai. Ma Yanlai segera menahan keseimbangan tubuhnya agar dia tidak jatuh dari panggung tersebut, dan dia langsung mencabut pedang Merak Api miliknya, dan langsung menyerang Feng Tian, Feng Tian memutar tubuhnya dengan meringankan tubuhnya dan melepaskan sebuah formasi yuan untuk menangkis serangan Ma Yanlai, tidak hanya disitu sebuah pukulan telak mengarah ke titik aliran darah Ma Yanlai, dan setelah menekan titik tersebut Ma Yanlai tidak bisa bergerak lagi, dan disitu sudah dipastikan kalo Feng Tian menang dan untuk masalah perjodohan akhirnya diputiskan bahwa Feng Tianlah yang memutuskan diperjodohan tersebut.
Setelah masalah Ma Yanlai selesai bukan berarti masalah Feng Tian selesai, akan tetapi malah bertambah runyam, keluarga Ma tidak terima akan hal ini, dan menduga bahwa Feng Tian sengaja menyembunyikan kultivasinya agar bisa terbebas dengan perjodohan ini.
Tapi Kakek dari Feng Tian menengahi semuanya dan meminta hal ini dianggap sudah tidak dipermasalahkan, karena seharusnya apapun keadaanya Ma Yanlai seharusnya tetap bisa menerima kondisi dari Feng Tian.
__ADS_1
Yin He yang melihat kemenangan dari Feng Tian dan menjadi juara satu di keluarga Feng sudah paham karakter dasar dari pertarungan dari Feng Tian, dan dia melangkah ke dimensi masa depan.
Mata Yin He terbuka dan melihat kesembilan pendekar naga masih tetap setia menunggunya, sedangkan Iblis api sendiri sudah sadar akan tetapi kekuatanya melemah karena digunakan untuk melewati dimensi masa lalu.
"Kalian bangunlah, aku berapa hari telah masuk kedalam masa lalu." Tanya Yin He kepada semua pendekar sembilan naga yang masih terlelap tidur.
"Maaf tuan kami tertidur, maafka kami." Ujar Jingmi, tapi Yin He tidak mempermasalahkan karena Yin He juga sudah membuat perisai disekitarnya. Dan yang paling mengejutkan adalah saat dirinya tahu kalau dia melakukan perjalanan masa lalu sekitar 3 bulanan, dan untuk menjaga tubuhnya tetep fit mereka secara bergantian menyalur hawa murni ketubuh Yin He.
Halo para Readers :
KUNJUNGI NOVEL TERBARUKU
TITISAN DEWI **RENGGANIS
Dewi Rengganis , nama yang indah, akan tetapi tak seindah dengan jalan hidupnya sekarang, Dewi Adalah gadis yang pemalu dan jarang bergaul keluar rumah, hal ini dipicu karena adanya kekuatan yang dimilikinya, kekuatan yang telah merenggut mamanya, sehingga saang ayah menyalahkan Dewi, setelah kematian sang ibu, Dewi tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, sedangkan ayahnya selalu saja uring uringan dan menyalahkan Dewi, setiap apa yang dilakukan akan selalu salah dimata sang ayah.
__ADS_1
"Kau anak pembawa sial, gara gara kamu ibu kamu meninggal," Dewi tidak bergerak hanya mengepal menahan sesuatu yang seakan akan meledak didadanya, sebuah perasaan yang telah ditahanya sejak lama, semakin keras sang ayah memarahinya maka semakin keras Dewi mencengkram tanganya, akan tetapi semua ada batasnya, dadanya mulai sesak, Dewi berdiri menatap tajam kearah sang ayah, Wahyu, nama ayah dewi hanya bisa terdiam melihat tatapan aneh anaknya, Wahyu sadar dia telah membangkitkan sesuatu yang telah lama tidur didalam diri Dewi**.