LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Prahara Kekaisaran Song


__ADS_3

Yin He yang sudah keluar dari ruang dimensi dimana api suci tingkat empat dan lima, tidak menemukan pendekar camar dan juga tida Xiao bersaudara, "Akhirnya mereka meninggalkanku, ada rasa berat hari dihati Yin He, akan tetapi pertarungan dengan api suci lebih dari tujuh hari,sesuai dengan pesan yang dia sampaikan kepada mereka,  apabila setelah tujuh hari dia belum kembali, mereka harus,  segera meninggalkan Pagoda Hitam tersebut. setelah delapan hari pertarungan YIn He baru kembali, ketiga Xiao bersaudara pun ,sudah tidak ada lagi, kemungkinan mereka telah meninggalkan pagoda hitam.


Yin He segera turun dari lantai tiga menuju lantai satu, rasa sepi pun menggelayutinya, setelah beberapa waktu bersama dengan ketiga Xiao bersaudara, kini dia harus sendiri lagi. "Aku harus segera mencari mustika matahari, aku harus mencari informasi dimana mustika matahari tersebut."


Yin He segera melesat keluar kearah pintu portal keluar hutan kematian, setelah sampai di batas hutan kematian, dia kagetkan dengan ketiga Xiao bersaudara yang sedang tertidur, “Kelihataanya mereka tertidur karena kekenyangan, akan ku kerjai mereka.” Yin He segera menyamar dengan memakai topeng yang ditemukannya di


ruang hampa,  dia berganti pakaian, dia pun segera mendekati  ketiga Xiao bersaudara tersebut.


Yin He segera memukul batu yang berada didekat mereka bertiga dengan tapak matahari, batu tersebut  hancur menjadi abu, suara ledakan tersebut membuat ketiga pemuda tersebut meloncat, mereka melihat seseorang bertopeng dengan posisi siap menyerang.

__ADS_1


Tanpa ada kata kata, pemuda bertopeng tersebut langsung menyerang ketiga Xiao bersaudara, ketiganya bertukar jurus beberapa jurus, akan tetapi ketga Xiao bersudara tidak mampu menandingi ilmu dari pemuda bertopeng tersebut, Xiao  Yan langsung melesat menggunakan bayangan hitam, akan tetapi kecepatan jurus  bayangan hitam dipatahkan begitu saja oleh pemuda bertopeng tersebut, dan beberapa kalo Xiao Yan menerima tamparan di kedua pipinya berkali kali.


Melihat kakaknya ditampar beberapa kali oleh pemudah bertopeng tersebut, Xiao Zhuang dan Xiao Zhao menyerang bersama, Xiao Zhao menggunakan racun hasil racikan dengan Yin He sedangkan Xiao Zhuang menyerangnya dengan jurus es, tombak tombak es beracun meluncur ke arah pemuda bertopemg tersebut, pemuda tersebut tidak menghidar dan terjadilah suara ledakan karena adanya gesekan kekuatan yang beradu.


Pemuda bertopeng kemudian melesat dengan cepet kearah ketiga pemuda tersebut, Xiao Zhao dengan segenap sisa tenaganya menangkis serangan pemuda tersebut, karena tingkat tenaga dalam yang kalah jauh, membuat Xiao Zhao terpental dan memuntahkan darah segar, Xiao Zhao segera membuat sihir panah api, panah panah tersbeut kemudian melesat kearah pemuda bertopeng tersebut, dengan tenang pemuda tersebut meniup panah panah sihir tersebut dan membuat panah api tersebut langsung membeku.


“Aku juga tidak mengira akan bertemu kalian, jujur aku sedih saat kalian tidak menunggu ku di Pagoda Hitam, akan tetapi, sesuai dengan pesanku yang harus meninggalkan pagoda hitam saat setelah tujuh hari aku tidak kembali lagi, saat itu kau sangat kehilangan kalian, aku berfikir memang takdir nasip kita harus berpisah, tapi saat melihat kalian ketiduran setelah makan, timbul niatku untuk mengerjai kalian, hahahahahahah.” Ungkap Yin He sambil tersenyum kepada ketiga Xiao bersaudara.


Yin He dan ketiga Xiao bersaudara kemudian melesat kearah barat, untuk saat ini karena tujuan mereka adalah mencari informasi mengenai mustika matahari, maka untuk mencari informasi maka mereka akan menggunakan metode lama, yaitu mencari informasi melalui rumah makan, hal ini adalah cara yang umu digunakan para pendekar yang ingin mengumpulkan informasi, tidak lupa Yin He juga sudah mengirimkan para informanya ke segala penjuru untuk mengetahui keberadaan Mustika Matahari.

__ADS_1


 Ketika akan sampai disebuah kota yang lumayan ramai, Yin He dan ketiga Xiao pun turun dan berjalan menyusuri kota tersebut, ”Kakak, apakah kalian tidak merasa heran dengan kota ini, kota ini ramai, akan tetapi banyak sekali orang orang yang sepertinya kelaparan, dan kesenjangan antara yang miskin dan yang kaya sangat


terlihat.”  karena hampir setengah hari mereka terbang, rasa laparpun tak tertahankan.


“Kita makan dulu aja , nanti kita bahas masalah ini, sepertinya kita tidak bisa membahasnya secara terbuka, takutnya ada situasi yang belum kita pahami saat ini.” Ujar Yin He. Ketiga Xiao bersaudara pun mengangguk, dan mereka segera mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka.


Sesampainya mereka disebuah rumah makan yang besar dan ramai, akan tetapi banyak pengemis yang berjejer didepan rumah makan tersebut, pakaian mereka lusuh dan banyak juga anak kecil yang ikut dengan orang tuanya mengemis, Yin He segera memborong beberapa potong roti dan membagiknaya kepada mereka, mereja langsung merampas roti roti tersebut dari tangan Yin He, sepertinya mereka memang belum makan beberapa hari.


Yin He yang melihat hal ini menjadi heran, bukankah kerajaan song terkenal dengan kemakmuranya dan juga kaisarnya yang baik dan adil, kenapa sepertinya di kota ini sebuah yang dikatakan adalah kebalikanya.

__ADS_1


__ADS_2