
Setelah hampir tiap siang sampai dengan tengah malam dalm waktu kurun 3 bulan Zhou Chen Yi selalu menyendiri dan tidak pernah ada yang tahu keberadaanya saat dia menyendiri, hal ini membuat rumor kalo Zhou Chen Yi menyendiri karena dia telah gagal karena menjadi seorang sampah, sebagai cicit tetua besar dan anak dari seorang tetua yang dikagumi di empat daratan mengenal nama Yin He dan Jingmi.
“Chen Er, dari mana saja kau selama ini, setiap pagi keluar dan malam baru pulang, kegiatan belajarmu juga hampir tidak pernah ikut, ada apa yang sebenarnya, kau bisa bercerita kepada kakek buyutmu ini.” Ujar Tuoli seraya mendekati cicitnya yang akan masuk kedalam kamarnya.
Dengan pipi yang dikembungkan, Zhou Chen Yi mencoba tersenyum untuk membuat kakek buyutnya tidak khawatir, “Kek, tenang saja aku bisa jaga diri sekarang, semalam ini aku berlatih untuk meningkatkan abiltyku, dan aku pastikan tidak akan mengecewakan kakek, ayah dan ibuku, walau saat ini aku hanya sampah yang tidak bisa berkultivasi.” Ujar Zhou Chen Yi, Tuoli langsung memeluk cicit kesayanganya, dia paham beban yang dia tanggung saat ini.
“Kakek, besok ada pertandingan antar anggota, boleh aku ikut kek?’ Ujar Zhou Chen Yi kepada kakek buyutnya, walaupun dengan berat hati Tuoli mengizinkan cicitnya untuk mengikuti pertandingan tersebut, karena tidak ingin melemahkan mental dari Zhou Chen Yi.
__ADS_1
Hari ini adalah hari yang paling di nanti oleh para anggota Wisma Giok, hari pertandingan antar murid Wisma Giok, dimana mereka bisa mengukur tingkat penguasaan elemen dan juga kekuatan mereka, mereka bisa maju dan menantang musuh yang dipilihnya, lapangan ditengah tengah Paviliun Wisma giok sudah sangat penuh sesak, disini orang hanya akan memandang kekuatan dan siapa yang menang, Zhou Chen Yin akhirnya memberanikan dirinnya untuk datang dan melihat, terakhir dia datang adalah 2 tahun lalu saat dia berumur 5 tahun, saat teman sebayanya sudah bisa mengetahui elemen yang dikuasainya akan tetapi Zhou Chen Yi bahkan tidak ada satu pun elemen yang berjodoh denganya, hal ini awal mula dia mendapat ejekan dan perundungan dari teman temanya, dan sekarang puluhan pasang mata menatap kearahnya, bisikan bisikan yang sangat menyakitkan hatinya jelas terdengar ditelinganya, akan tetapi hl tersebut tidak merubah tekatnya untuk ikut pertandingan, dalam pertandingan disini memang tidak diwajibkan menggunakan elemen, akan tetapi spirit atau bahkan tangan kosong pun diperbolehkan, sehingga dengan adanya toleransi tersebut Zhou Chen Yi berani untuk ikut pertandingan.
Wei Hanzu sebagai senior dia yang mengatur dan juga sebagai wasit dalam pertandingan, saat pertandingan dimulai, Wei Hanzu mempersilahkan satu persatu murid dari Wisma giok untuk bertarung dan menantang siapapun yang menjadi lawanya, dan siapapun yang datang, maka berarti mereka siap untuk ditantang dan wajib untuk menerima tantangan tersebut. Dan tiba tiba dari samping panggung, meluncur seorang anak lelaki yang berumur sekitar 8 tahun yang bernama Jiazhen, Jiazhen merupakan jenius dari dari Wisma api, dia sudah membuka hampir sekitar 4 titik meridian dalam tubuhnya dan dinamakan jenius karena tingkat abilitynya diatas rata rata. Jiazhen menatap semua orang yang hadir akan tetapi tiba tiba wajahnya tertuju pada sosok Zhou Chen Yi yang tiba tiba langsung memalingkan wajahnya saat mata Jiazhen menatapnya, hal ini membuat Jiazhen merasa diremehkan oleh Zhou Chen Yi , dan dia akhirnya memilih Zhou Chen Yi untuk menjadi lawan bertandingnya, semua mata yang memandang ke arah Zhou Chen Yi, mereja tidak percaya tuan muda sampah seperti dia berani datang keacara pertandingan antar murid seperti ini. “Zhou Chen Yi, cepat naik, karena ini adalah pertandingan sengan peraturan siapapun yang datang dan ditantang maka dia tidak boleh menolak tantangan tersebut.” Ujar Wei Hanzu dan mempersilahkan Zhou Chen Yi untuk naik kepanggung.
“Yakinlah pada diri dan kekuatanmu, semua akan bisa teratasi jika kau yakin.” Suara Chang Mao tiba tiba saja terdengar di telinga Zhou Chen Yi, dan membuat lamunanya segera buyar, Zhou Chen Yi melangkahkan kakinya dengan tegap dan mencoba untuk mengangkat kepalanya, dia teringat janjinya kepada Kakeknya dan akan memberikan mereka sebuah kejutan kalau dirinya bukanlah seorang sampah. Karena Zhou Chen Yi menaiki tangga menuju panggung yang disediakan, dia mendapatkan cemoohan dan diterwai oleh banyak orang pun diterimanya dengan lapang dada, sesampainya di tengah – tengah panggung, Wei Hanzu segera meberikan pengarahan terkait dengan aturan pertandingan. “Kalian boleh menggunakan jurus dan senjata apapun, dilarang untuk membunuh, karena ajang ini bukanlah tempat pembantaian, jika ada yang berniat untuk membunuh maka dia akan langsung didiskualifikasi dan mendapat hukuman dari Tim Penegak Keadilan , apa kalian mengerti?” Jiazhen dan Zhou Chen Yi sama sama mengangguk dan keduanya langsung mengambil kuda kuda, banyak yang tidak memperhatikan kecuali para tetua dan senior, kuda kuda yang ditampilkan oleh Zhou Chen Yi sangatlah sempurna dan kokoh, semuanya heran sejak kapan Zhou Chen Yi bisa mempunyai kuda kuda yang sebagus ini, Tetua Xiao pun sampai berdiri untuk memastikan kuda kuda yang dipakai oleh Zhoe Chen Yi.
Jianzhen langsung meberikan tembakan api kearah Zhou Chen Yi secara beruntun , sedangkan Zhou Chen Yi hanya mennghindar dan mengelak setiap serangan api tersebut, saat melihat Jianzhen mulai kelelahan dan volume api yang dikeluarkan semakin menipis, maka Zhou Cheng Yin langsung meloncat dan menendang dengan kedua lututnya kedada Jianzhen, Jianzhen yang menerima serangan telak kedua kalinya kali ini bener benar buruk, karena tulang rusuknya beberapa ada yang mengalamai patah dan retak, membuatnya dia tidak bisa lagi bangun.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan, ada dua orang yang menyerang Zhou Chen Yi dengan membabi buta, serangan yang bersamaan tersebut membuat Zhou Chen Yi kelabakan dan beberapa pukulan mendarat telak di dada dan perut Zhou Chan Yi dan membuat tubuhnya terpental kebelakang, dan akan keluar dari panggung, tapi Zhou Chan Yi berusaha untuk tetap berada di panggung tersebut. Wei Hanzu hendak melerai keributan tersebut akan tetapi di cegah oleh Zhou Chen Yi, “Paman guru, tidak ada peraturan dua lawan satu kan? Kalau yang ditantang bersedia maka pertarungan boleh dilanjutkan.”Ucap Zhou Chan Yi, tidak ada lagi suara sumbang mengenai Zhou Chen Yi, semua menatap kearahnya, sekarang mereka sadar bahwa yang berdiri dihadapan mereka adalah cucu dari tetua Tuoli dan juga putra dari Yin He dan Jingmi, walau dia tidak punya kemampuan spirit dan juga elemen, akan tetapi ablitynya dapat mengalahkan jenius sepertu Jianzhen, terlebih sekarang ada dua orang yang menantang duel, jika dia dapat menang maka dia tidak akan dianggap sampah lagi.
Keduanya adalah kakak beradik dari keluar Mao, keduanya adalah teman dekat dari Jianzhen walau berbeda elemen, akan tetapi ketiganya adalah teman dekat sehingga saat melihat Jianzhen terluka parah keduanya tidak terima dengan kondisi yang terjadi pada temannya, sehingga mereka langsung menyerang Zhou Chen Yi, sebenarnya jika mau Zhou Chen Yi bisa meminta para Tim Penegak Keadilan untuk menghukum kedua kakak beradik Mao tersebut, akan tetapi Zhou Chen Yi tidak ingin mempermalukan mereka, dan Zhou Chen Yi juga memahami mengapa mereka seperti ini.
Ketiga mengambil kuda kuda dan langsung bertukar jurus, semuanya terkejut melihat ketahan tubuh dari Zhou Chen Yi yang masih berumur tujuh tahun akan tetapi dapat mengimbangi bahkan mengalahkan kekuatan kedua Mao bersaudara yang berumur sembilan tahun, bahkan beberapa serangan mereka yang mengunakan pengendalian elemen tanah, dapat dihancurkan dengan mudah Oleh Zhou Chen Yi, kondisi tersebut membuat yang lain tercengang, karena kakak berdik Mao bersaudara tersebut adalah jenius dari wisma elemen tanah.
Keduanya terlempar keluar panggung dengan tendangan beruntun dari Zhou Chen Yi, tatapan mata dari Zhou Chen Yi mengeluarkan aura yang selama ini belum pernah keluar, bola mata yang biru dengan pupil kemerahan membuat rasa yang memandangnya seperti melihat sesuatu yang menakutkan.
__ADS_1
Zhou Chen Yi akhirnya memenangka pertarungan, sekarang dia pergi meninggalkkan penggung pertarungan tersebut, semua mamandangnya tanpa ada yang berani menyapanya, Zhou Chen Yi meninggalkan kerumunanan orang orang yang masih tidak percaya bahwa sampa sepertinya bisa menngalahkan beberapa orang yang bisa dibilang jenius pada seusianya, Tetua Tuoli yang mendengar apa yang terjadi dengan cicitnya Zhou Chen Yi, dia tidak menyangka bahwa cucu yang bahkan dia mengira tidak bisa menggunakan ilmu silat, akan tetapi semuanya dipatahkan dengan dia bisa membuktikanya sekarang. “Chen Er, kamu kuat, kamu lebih kuat dari pada ayah atau ibu kamu, aku yakin kau bisa nantinya membanggakan mereka.” Tuali memeluk cicitnya, satu satunya yang bisa menenangkan Zhou Chen Yi adalah sang kakek.