LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kalajengking Merah


__ADS_3

Chang Mao masih terdiam, apa yang dikatalan oleh tetua sekte pertapa memang benar, mengapa harus menunggu 12 tahun kalaupun diumur 8 tahun dia bisa dengan bebas menentukan nasibnya, dan dengan kekuatan fisiknya dan tulang harimau emasnya seharusnya dia akan menjadi jenius yang tak terkalahkan.


"Baiklah tuan, akan tetapi bisakah kau membuka segel meridian dan juga segel untuk dia menyerap hawa murni? Aku takut segel yuan yang dibuat ditubuhya ada batas waktunya." Tetua pertapa tersebut langsung mendekati tubuh Zhou Chen Yi dan langsung memeriksanya, setelah beberapa saat tetua pertapa tersbeut langsung tersentak.


"Pedang naga dan golok naga juga ada disini, bukankah pedang naga atau orang sebut oedanf langit adalah milik Yin He mengapa tersegel pada bocah ini? Tetua pertapa.


kebingungan dengan apa yang dilihatnya, dia merasa ada yang tidak beres dengan semuan.


"Katakan padaku kenapa ini juga ada ditubuhnya, dan mengapa ini dilakukan? karena anak ini akan menjalani resiko hidup yang teramat besar jika orang orang mengetahuinya." Ujar Tetua pertapa tersebut.


Chang Mao akhirnya menceritakan semuanya pada tetua sekte pertapa tersebut, hal yang membuatnya terkejut adalah keputusan Yin He dan Jingmi yang menjadi raja iblis untuk menenangkah perpecahan didunia iblis.


"Pantas saja kawah neraka sekarang lebih tenang, mungkin Yin He sudah bisa mengatasinya, dan kau Chang Mao, bawa Chen Yi keperguruan pertapa suci, aku sendiri yang akan membingbingnya." Chang Mao hanya tertunduk, karena dia tidak punya hak melakukan hal tersebut.


"Aku tidak bisa mengambil keputusan tuan, keputusan ini harus diambil.oleh Zhou Chen Yi sendiri." Jawab Chang Mao.


Tidak lama setelah tetua sekte pertapa membuka totokkanya kepada Zhou Chen Yi, pemuda kecil pun tersadar pelan pelan.


Zhou Chen Yi segera duduk dan merapikan rambutnya. "Chang Mao,apa sebenarnya terjadi? aku tiba tiba tertidur, apa yang kalian lakukan kepadaku." Tatapan Zhou Chen Yi mengarah ke Chang Mao dan Tetua Pertapa, karena saat dia bangun seluruh pakaianya dalam kondisi terbuka, wajar dia bersikap aneh.


"Jangan memandangku seperti itu, kami tidak melakukan apapun padamu." Ujar Chang Mao sambil metotot kesal terhadap Zhou Chen Yi.


"Anak kecil siapa namamu? ujar tetua pertapa tersebut, "Marga ku Zhou, Namaku Zhou Chen Yi, putra dari Zhou Yin He." Ujar Chen Yi


"Katakan padaku, apakah kau mau menjadi muridku?" Tanya tetua Pertapa tersebut, Pertanyaan tetua pertapa mengejutkan Chen Yi, bagaimana tidak, Chen Yi yang tidak punya Meridian dan juga jalur kultivasinya juga tidak ada, bagaimana mungkin akan berguru padanya.


"Paman, kau tidak akan mau mengangkatmu sebagai murid setelah kau tahu kondisiku bagaimana?" Ujar Chen Yi.


"Kondisi kalau kau tidak punya meridian? atau tidak bisa berkultivasi? Chang Mao telah menceritakan semuanya kepadaku, aku bisa membantumu, bagaimana Chen Yi? " Chen Yi pun terdiam, banyak pertimbangan yang bermunculan dalam fikiranya, dan bagaimana dengan kakeknya juga.


"Paman, aku bersedia, akan tetapi aku ada 3 syarat yang, syarat ini berkaitan dengan diriku, bukan dengan paman."


"Yang pertama adalah, Saya akan menyelesaikan tugas untuk menumpas Kelompok Kalajengking Merah, yang kedua saya bersedia menjadi murid dari tuanz taoi saya akan ikut test secara reguler seperti yang lainya, tapi saya akan berjuang mati matian agar saya diterima di perguruan paman. Yang ketiga adalah saya diperbolehkan membawa Chang Mao bersama saya, bukan sebagai murid tuan tapi menemani saya? jika tuan setuju saya senang, jika tidak setuju saya juga tidak keberatan." Tetua Pertama tersebut tertawa terbahak bahak.


"Kalau hanya itu pasti aku kabulkan, dan namaku adalah Tan Xiao Li, Panggil aku guru Xiao. Ujar Tetua Tan Xiao Li.


"Dan demi kelancaranmu untuk mengatasi kelompok kalajengking merah, aku mempunyai hadiah buatmu." Ujar Guru Xiao kepada Chen Yi.


Chen Yi kemudian berjalan kearah guru Xioa dan duduk bersilah dihadapannya, "Hal ini akan sakit sekali, karena untuk membuatmu bisa menyerap menyerap hawa murni agar secara alami kau bisa membuka ketuju titik meridian dan juga cakramu, apakah kau siap?" Chen Yi hanya mengangguk, sementara itu Chang Mao hanya memperhatikan proses yang dilakukam oleh Guru Xiao.

__ADS_1


Guru Xiao segera menyalurkan hawa murninya dan membaca mantra untuk mencari beberapa titik dari segel yang dibuat oleh Xioa Zhuang saat Chen Yi masih bayi, Setelah menemukan beberapa titik untuk membantu Chen Yin bisa menyerapa hawa murni, Guru Xiao segera mendorong titik titik tersebut, Aliran kekuatan dari guru Xiao menerobos kejalur cakra dan aliran meridian dari Chen Yi.


Chen Yi menjerit dan memutahkan darah hitam dan agak kental menyerupai darah biru. Tubuhnya bergetar hebat, wajahnya memerah dan nafasnya mulai tidak beraturan, Chang Mao yang sedari tadi memperhatikan kondisi Chen Yi kini mulai khawatir dengan apa yang terjadi pada Chen Yi.


"Tuan Xiao apa tidak apa apa tubuh dengan Chen Yi, dia sudah seperti itu?" Ujar Chang Mao yang sangat khawatir dengan kondisi Chen Yi.


"Tenang saja, tuanmu adalah manusia yang mempunyai tubuh 9 Yang, dia tidak akan mudah mati dan juga tidak akan mudah untuk sakit." Ujar Guru Xiao.


Sedangkan Chen Yi mulai merasakan fisiknya sangat sakit, matanya mulai berkunang kunang, dan batas kekuatanya pun sampai batasnya, dan Chen Yi pun akhirnya ambruk.


Guru Xioa langsung menangkap tubuH Chen Yi dan memberikanya sebutir pil berwarna merah dan tidak lupa guru Xiao juga membuat sebuah tulisan Yuan ditubuh Chen Yi, membuat tubuH Chen Yi tiba tiba bergetar hebat.


"Chang Mao, bersatulah dengan 3 senjata yang lainya, agar penyerapan hawa murni pada tubuh tuanmu cepat mengisi semua aliran tenaga dalam dan juga cakranya yang ada ditubuhnya." Perintah Guru Xiao kepada Chang Mao.


Dan Chang Mao segera masuk kedalam tubuh Chen Yin, dan benar apa yang dikatakan oleh Guru Xioa, semua aliran hawa murni dan juga cakranya semua terbuka, lautan Qi yang ada ditubuhnya udah meluap luap didalam tubuh Chen Yi.


Tulang dari Chen Yi dari tingkat Harimau Emas kini meningkat menjadi Naga perunggu, terdengan suara "Kretek" pada setiap tulang tulang dari Chen Yi.


Chen Yi sudah mulai sadar, dan lagi lagi dia bangun dengan perut yang sangat lapar sekali, seperti tahu yang dia rasakan, guru Xiao pun langsung melemparkan satu kelinci bakar utuh kepada Chen Yi, dan tanpa ragu ragu lagi Chen Yi langsung menghabiskan kelinci tersebut, Chen Yi juga tidak sadar kalau nafsu makanya melonjak sangat dratis.


Setelah habis 3 kelinci utuh bakar Chen Yi baru sadar kalau dia menghabiskan 3 kelinci utuh.


"Chen Er, minta Chang Mao keluar dari tubuhmu." Pinta guru Xiao pada Chen Yi, Chen Yi pun terkejut, bagaimana guru Xioa tahu kalau Chang Mao adalah sebuah senjata, dengan agak canggung Chen Yi berkosentrasi dan meminta Chang Mao untuk keluar dari tubuhnya.


"Chang Mao, gunakan ingatan yang ada di dalam diri Chen Yi, karena jurus yang ada dalam dirimu sangatlah bagus, latih tuanmu sebelum kalian pergi menuju markas Kalajengking Merah, Aku yakin hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk memantapkan jurus jurusnya agat bersatu dengan ingatanya sendiri." Ujar guru Xiao


"Oh Iya Chen Yi, gunakan stempel ini saat kau ingin ke perguruan sekte pertapa, tanpa stempel ini kau tidak akan bisa keluar masuk perguruan kami." Chen Yi pun menerima stempel tesebut dari guru Xiao, guru Xiao membisikan sesuatu kepada Chang Mao dan dijawab dengan sebuah anggukan kecil Chang Mao, setelah itu Guru Xiao berpamitan untuk pergi, Chen Yi yanh belum sempat mengucapkan terima kasih pun sudah kehilangan jejaknya.


"Chang Mao apa kau kenal dengan guru Xiao atau Jaman dahulu juga tidak ada yang tau tentang sekte Pertapa?" Tanya Chen Yi kepada Chang Mao.


"Sekte Pertapa adalah sekte yang setara dengan sekte Taiyun, kedua sekte adalah perguruan yang dimana semua muridnya rata hampir mempunyai keistimewaan masing masing, dan mereka sudah mencapai keabadian."


" Kau tau Chen Yi, Guru Xiao adalah orang suci, dan kini dia dalam tahab pencapai keabadian, sehingga dia tahu apa yang terjadi kepadamu, dan kenapa waktu tadi kamu mengajukan syarat kepada Guru Xiao? Ujar Chang Mao.


Chen Yi pun tertawa, sebenarnya dia sudah menduga bahwa kakek kakek dihadapanya bukanlah orang biasa, akan tetapi dia akan tetapi berusaha memantaskan diri untuk menjadi muridnya Guru Xiao.


"Berarti sekarang ayo berlatih beberapa jurus jurus spirit yang kau kuasai." Ujar Chang Mao, Chen Yi pun terdiam dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Chang Mao.


Akhirnya Chang Mao memberitahukan Chen Yi bahwa ayah dan ibunya telah menitipkan beberapa jurus yang berada di ingatanya, setelah beberapa saat, Chen Yi bermeditasi untuk mengingat ingat jurus jurus yang ditinggalkan oleh ayah dan ibunya, dan kini gerakan gerakan tersebut mulai memenuhi fikiranya, dan setelah beberapa saat dia mencoba untuk jurus pedang matahari dan juga jurus tarian phoenix biru.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Chen Yi berusah mengingat dan berlatih, kini tubuhnya seperti sudah terbiasa dengan jurus jurus matahari dan tarian phoenix biru.


Chang Mao pun langsung menjajal jurus yang bafusan dilatih oleh Chen Yi, serangan serangan dari Chang Mao bukan lah serangan yang biasa, akan tetapi benar benar serangan yang mematikan, sehingga mau tidak mau untuk Chen Yi langsung menangkis dengan jurus yang baru dikuasai.


Dengan Menggunakan jurus pedang matahari, Chen Yi tiba tiba bisa menggunakan langkah pedang dan pemahaman pedang, sehingga dari tanganya terbentuklah sebuah pedang yang terbentuk dari api yang keluar dari tangan Chen Yi.


Dengan cepat Chen Yi menyerang dan juga menangkis serangan dari Chang Mao, semakin lama gerakan dari Chen Mao semakin cepat dan bertenaga, hal ini membuat senang Chang Mao, walau belum sesempurna jurus yang dipakai eh Yin He dan juga Jingmi, akan tetapi sense dari jurus Pedang tersebut sudah dikuasai.


Chang Mao dan Chen Yi sepakat untuk menunda perjalanannya sehari untuk memantapkan kembali jurus jurusnya, dan yang membuat hati Chang Mao bahagia adalah hadiah dari sang ibu, yaitu berupa senjata cakram dan pedang phoenix biru.


Dan setelah sehari menunda perjalanan mereka, Chang Mao dan Chen Yi segera meneruskan perjalanan mereka, dengan jurus meringankan tubuh dari sang Ayah, Chen Yi langsung melesat dengan cepat, ditambah lautan spirit dan juga tenaga dalam yang melimpah maka dengan cepat mereka sudah meninggalkan hutan tersebut, sekarang kemampuan dari Chen Yi sudah dilevel Raja petarung emas, pencapain yang sangat cepat sekali.


* * *


Disebuah desa, sebuah pemandangan yang sangat mengerikan terjadi, penduduk desa diseret dan dipaksa untuk berkumpul disebuah tanah lapang, bagi yang menolak maka hanya mati sebagai pilihan.


Tangisan dan juga jeritan ketakutan sangat memilukan, anak kecil menangis diatas mayat ibu dan bapaknya, harta dan kekayaan mereja dirampas, para gadis dinodai dan setelah itu dibunuh dan yang mengerikan adalah saat semuaya berkumpul ditanah lapang, mereka dipanah satu persatu, dan masih dalam keadaan hidup para perampok tersebut membakar hidup hidup para penduduk tersebut.


Pemandangan yang tersebut tidak hanya terjadi disatu desa akan tetapi semua desa yang dilalui oleh para perampok ini menjadi sasaran, dan mereka tidak mengampuni satu oun penduduk walaupun itu bayi, anak anak atau perempuan yang sedang mengandung.


"Paman lihat itu, sepertinya ada sebuah kebakaran yang sangat besar." Chen Yi menunjuk kearah depan mereka, sangat terlihat sebuah bara api berkobar di suatu area dekat dengan keberadaan mereka.


Mereka mencari pohon yang tinggi, dan pemandangan yang sangat miris terlihat, para penduduk diseret dan dibantai tanpa belas kasihan sama sekali. Saat panah panah itu diluncurkan kepada para penduduk yang hanya bisa pasrah saja.


Saat panah panah tersebut meluncur, Chen Yi dan Chang Mao menghalau panah panah tersebut dengan tenaga dalam, dan panah panah tersebut langsung berbalik arah menuju para perampok tersebut, dan dan para perampok pun berjatuhan terkena panah mereka sendiri.


Para perampok pun terkejut ada dua bocah kecil yang mampu menahan panah panah mereka, dan dengan cepat Chen Yi pun menggunakan senjata cakram dari ruang hampa miliknya, cakram cakram tersebut pun seperti sedang haus darah menerjang leher para perampok, para perampok pun dibuat tercengang dengan kemampuan yang sangat mengerikan dari kedua bocah tersebut.


Sedangkan Chang Mao menggunakan tanganya yang seperti bara api, para musuh yang disentuh oleh Chang Mao langsung hangus menjadi abu.


Para perampok pun kocar kacir menyelamatkan diri dari amukan dua bocah misterius tersebut. Setelah para perampok lari, mereka menyelamatkam para penduduk desa, Chang Mao memberi saran agar mereka bersembunyi di hutan sebelah utara desa, karena disana Chang Mao menemukan ada gua yang cukup besar yang bisa buat mereka berlindung sementara.


Sedangkan Chang Mao dan Chen Yi tetap menunggu para perampok tersebut datang kembali, "Chang Mao, apa kau yakin merekan akan datang? Sepertinya mereka ketakutan dengan aksi kita semalam." Ujar Chen Yi.


"Tidak, mereka akan datang dengan jumlah yang lebih banyak, dan kekuatan mereka juga tak terduga, lebih baik kamu bermeditasi dan berlatih, nanti malam pastikan kau benar benar dalam kondisi yang prima dan jangan pernah meremehkan musuh dalam kondisi apapun.


* Tengah Malam dibekas Desa yang dibakar *


" Kau lihat disana obor yang mengarah kesini, kekuatan mereka ada lebih dari 300 orang dengan pasukan sebanyak ini pasti mereka membawa seluruh pasukanya." Ujar Chang Mao.

__ADS_1


"Bagus biar kita tidak repot repot mencari semuanya. hahahahha." Ujar Chen Yi


Plakkk... (sebuah tamparan mendarat keras dipipi Chen Yi).


__ADS_2