LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Formasi Siluman Puncak Awan _ Siluman Serigala Es


__ADS_3

setelah mengalahkan siluman kera api dan mengambil mustikanya, Yin He dan ketiga Xiao bersaudara meneruskan perjalanananya dengan mengikuti semak semak yang terbuka dengan sendirinya membentuk jalanan yang mengarahkan mereka kearah siluman kedua yang harus mereka taklukan.


"Kali ini adalah serigala es, bolehkan aku yang menghadapinya kak? Ujar Xiao Yan dan terus berjalan dibelakang Yin He untuk mendemgar jawaban langsung dari Yin He.


"Terserah, mau siapapun yang akan menghadapinya yang pasti kalian harus benar benar siap secara fisik dan juga mental. Karena saat kalian sudah panik dalam menghadapi musuh kalian, maka disitulah letak kelemahan kalian akan terbaca." Yin He terus mengikuti arah semak semak yang terbuka dan membawa mereka kearah jalan setapak, beberapa kali Yin He dan dan ketiga Xiao harus berjalan menuruni lembah dan memanjat sebuah tebing untuk mengikuti petunjuk jalan yang diberikan.


setelah beberapa saat mereka mengikuti arah yang diberikan, mereka sampai disebuah dataran dengan bebatuan yang besar besar, hari beranjak sore, hawa dingin menyeruak menembus hangatnya pakaian mereka, segera mereka melakukan meditasi untuk menyerap hawa murni sekaligus mengaktifkan gerbang gerbang cakra untuk menghimpun tenaga dalam murni dan mengolahnya menjadi sebuah energi yang bisa dibuat untuk pertahanan.


Sampai dengan malam hari tiba, sesosok siluman pun belum ada tanda tanda muncul, Yin He yang berulang kali melakukan pencarian hawa siluman pun tak merasakan apapun, akhirnya diputuskan untuk membuat apu dan beristirahat.


"Kalian beristirahatlah aku akan berjaga-jaga, karena firasatku mengatakan siluman serigala akan datang tepat saat bulan sudah diatas langit, karena waktu itu adalah kekuatan siluman serigala ada pada puncaknya." Yin He terus melakukan meditasi, ketiga Xiao bersaudara beristirahat dekat dengan api yang mereka buat, tak lupa mereka juga sudah berburu ayam hutan untuk mengganjal perut mereka yang sudah tidak dapat diajak kompromi lagi.


Firasat Yin He benar, Siluman serigala es memang sudah hadir akan tetapi tidak langsung menyerang, siluman serigala lebih suka mengawasi calon mangsanya dari titik jarak mangsa yang tidak terlalu jauh, dia akan mengawasi segala gerak geriknya, kekuatan dan emosionalnya, semakin siluman serigala mengenali calon mangsanya, maka semakin mudah dia akan membunuh mangsanya.


Mata Yin He terbuka, dia merasakan kehadiran dari beberapa siluman yang sangat kuat, akan tetapi diantara semuanya hanya satu dengan kekuatan yang sangat mencolok dominan kekuatanya.


Dan Yin He dan ketiga Xiao bersaudara benar benar terjaga dari meditasi dan tidurnya, ketika mendengar lolongan yang sangat kuat, lolongan tersebut terdengar sangat menyayat, dan penuh dengan kesedihan.


Ketiga Xiao sudah terbangun, "Yang akan kita hadapi adalah kawanan serigala Es, dimana biasanya dalam sebuah kawanan akan dipimpin oleh satu pemimpin serigala es, dan kalian harus tahu tentang hal.ini, dalam sebuah kawanan yang lemah akan berada didepan disusul sama yang terkuat semakin kebelakang maka posisi serigala itu makin kuat, dan raja atau serigala pemimpin akan berada pada paling belakang."


"Jika ingin secepatnya mengahiri pertarungan dengan kawanan serigala tersebut, maka secepatnya pula kalahkan pimpinan kawanannya." Yin He mengatur strategi dengan ketiga Xiao bersaudara.


Dalam sekejab sekeliling mereka telah hadir empat serigal es yang besar besar, warna bulu mereka putih keperak perakan, memantulkan cahaya bulan, mata merela biru dengan pupil mata kuning, yang sangat berguna saat mereka pertarung di tengah malam, keempat serigala tersebut melolong bersamaan, dan tiba tiba dari atas langit muncul seberkas sinar perak, setelah semakin dekat ternyata bukan sebuah sinar melainkan beberapa tombak dari salju yang turun yang terkena cahaya bulan sehingga seperti cahaya keperakan.


Yin He dan ketiga Xiao bersaudara langsung menghindar dengan melesat ke samping dengan kecepatan yang cepat, beberapa detik telat untuk menghindar maka tubuh mereka akan hancur oleh tombak tombak es tersebut.


tombak tombak es yang sebesar pohon kelapa sekarang telah manancap diseluruh area bebatuan, saking keras dan padatnya es, tombak es tersebut dapat membelah bebatuan besar yang ada di tempat itu.


Yin He dan ketiga Xiao bersaudara yang juga telah mengatur strategi menghadapi serigala es, mengatur formasi penyerangan kepada kawanan serigala es tersebut, Yin He dengan cepat memanggil petir alam, dan menghantamkanya ke arah kawanan serigala tersebut, akan tetapi dengan lincahnya mereka menghindar sehingga membuat tempat pijakan mereka porak poranda terkena hantaman petir awan, kecepatan dan kelincahan serigala es sangat cepat, penglihatan dan juga insting mereka yang kuat, membuat mereka mengetahui arah serangan yang di buat oleh Yin He.

__ADS_1


Akan tetapi siluman serigala es tidak menyadari bahwa merekan disambut dengan dengan jarum beracun dari Xiao Zhao dan panah sihir api Xiao Zhuang, dari keempat serigala tersebut tiga tewas karena dua ekor serigala es terkena serangan jarum beracun dan seekor lagi terkena serangan panah api sihir Xiao Zhuang.


Xiao Yan tidak menyia-nyiakan waktu saat melihat tinggal satu serigala yang masih tersisa, dia langsung menggunakan jurus seribu bayangan dan menyerang dengan jurus peniru dimana serigala es tersebut membeku dan dihancurkan tubuhnya hingga berkeping keping.


Ketiga Xiao bersaudara bersorak sorai karena keemoat serigala es tersebut telah mati, akan tetapi mereka salah perhitungan, karena ada sepasang mata dengan bola mata dan pupil berwarna kuning keemasan, mengawasi mereka sambil mengeram dan ditengah kegembiraan ketiga Xiao bersuadara pemilik sepasang mata tersebut melesat dan menghantam ketiga Xiao bersaudara, Yin He yang terkejut karena yang menyerang ketiga Xiao tidak mengeluarkan aura atau energi yang bisa dia deteksi.


Yin He dengan cepat membalas penyerangan yang dilakukan kepada ketiga Xiao bersaudara, dia melesat dan menangkis semua serangan yang diarahkan kepada Xiao bersaudara, ketiga Xiao bersaudara kemudian bangkit dan bersiap, kini terlihat dihadapan mereka seorang laki lagi dengan bulu lebat dan wajah masih setengah serigala.


"Pemimpin kawanana serigala." Gumam ketiga Xiao bersamaan, Xiao Yan segera maju mendekati dan bersiap siap menyerang pemimpin kawanan serigala tersebut.


"Yan Er hentikan." ujar Yin He, tapi Xiao Yan tetap bergeming, Yin He tahu keinginan dari Xiao Yan saat mereka akan berangkat menuku tempat ini. "Baiklah kalau begitu, aku serahkan pertarungan ini kepadamu." Xiao Yan menoleh kearah Yin He kemudian mengangguk tanda mengerti.


Xiao Yan dengan jurus seribu banyangan melesat dan memberikan pukulan kepada siluman serigala es tersebut, kecepatan mereka seri, walaupun secara kekuatan tenaga dalam Xiao Yan sedikit lebih unggul, akan tetapi secara fisik, karena secara pengalaman dan umur mereka, fisik mereka belum digembleng secara sempurna membuat kekuatan fisik Xiao Yan kalah jauh dengan siluman serigala es.


Setelah bertukar beberapa puluh jurus, Xiao Yan mengerti beberapa jurus yang dipakai oleh siluman serigala es. sehingga saat Xiao Yan melancarkan pukulan kearah wajah siluman serigala tersebut dan siluman tersebut mengelak, dengan cepat arah pukulan Xiao Yan pun berubah mengikuti arah belakang kepala serigala es. Sehingga kepala serigala es tersebut terkena pukukan telak sehingga membuat retakan ditulang kepala siluman serigala es.


Siluman tersebut mundur sejenak, sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya, dengan tatapan tajam, Xiao Yan seperti terhipnotis karena melihat tatapan mata siluman serigala, sehingga saat siluman serigala menancapkan kuku kukunya didada Xiao Yan dan mencabik perutnya hingga parah Xiao Yan tetap tidak bergeming.


Siluman serigala tersebut tetap melakukan penyerangan kepada tubuh Xiao Yan, perut dan dada Xiao Yan menjadi robek dengan luka yang menganga, isi perut Xiao Yan hampir saja terburai akibat cakaran kuku dari serigala es.


Setelah puas melakukan penyerangan kepada tubuh Xiao Yan, siluman serigala tersebur memukul wajah dan menendang tubuh Xiao Yan yang sekarat kearah Yin He dan kedua adik Xiao Yan.


Akan tetapi setelah tubuh Xiao Yan ambruk dekat kedua adiknya dan Xiao Yan, Xiao Zhao dan Xiao Zhuang kemudian mendekati tubuh kakaknya, berbeda dengan Yin He yang hanya tetep berdiri sambil tersenyum.


SWIISSSssssstttt...


Tiba Tiba tubuh Xiao Yan tersebut meleleh dan berubah seperti gumpalan asap dan menghilang, Xiao Zhao pun menjerit mengamuk melihat tubuh kakaknya yang menghilang, kejadian kemungkinan tubuh kakaknya terkena racun dengan tingkat keasaaman yang tinggi, sehingga membuat tubuh Xiao Yan yang penuh luka meleleh dan berubah menjadi asap.


Kedua adik Xiao Yan menahan emosi, akan tetapi yang membuat heran tidak ada tatapan atau raut kesedihan yang di tunjukan oleh Yin He, dan saat Xiao Zhuang dan Xiao Zhao akan menyerang siluman serigala tersebut, akan tetapi sebuah bayangan turun dan mencegahnya.

__ADS_1


Xiao Zhuang dan Xiao Zhao sangat terkejut melihat seseorang yang sekarang berdiri dihadapanya, dia adalah Xiao Yan. "Bagaimana mungkin." Gumam kedua adik Xiao Yan saat menemukan sosok yang dihadapanya adalah sang kakak yang masih hidup dengan tubuh tidak ada bekas luka sedikitpun.


Yin He yang ada dibelakang kedua adik Xiao Yan, hanya tertawa melihat keterkejutan dari Xiao Zhuang dan Xiao Zhao.


Hal ini juga membuat siluman serigala es sangat terkejut, bagaimana mungkin tubuh yang barusan di cakar dan di koyak koyak olehnya sekarang muncul dengan tubuh yang masih tetap utuh.


Xiao Yan menjelaskan kepada kedua adiknya jika dia sudah menguasai jurus bayangan tingkat tertinggi, sehingga dia bisa membagi tubuhnya menjadi, tubuh yang dikoyak oleh siluman serigala hanyalah tubuh bayanganya.


Setelah menjelaskan kepada kedua adiknya, dia segera melesat dan membalaskan pukulan serangan kepada serigala es, yang paling mengejutkan siluman serigala tersebut adalah sosok yang menyerangnya adalah bukan lagi Xiao Yan, melainkan sosok dirinya sendiri dengan jurus yang sama cakaran yang sama.


Dengan tubuh yang terluka akibat cakaran dari seseorang yang sangat mirip dengan dirinya, siluman serigala es terhuyung kebelakang, dia membuat lapisan es ditubuhnya agar bisa menghenyikan pendarahan ditubuhnya, sampai detik ini siluman es masih belum mengerti bagaimana mungkin Xiao Yan yang tubuhnya sudah dia cabik cabik tiba tiba muncul dengan tubuh yang tidak ada bekas luka sekalipun, dan juga tiba tiba sosok Xiao Yan bisa menjelma dihadapanya sebagai dirinya dan mengoyak tubuhnya dengan cakarnya persis seperti dia mengoyak tubuh Xiao Yan.


Siluman serigala es mengeluarkan hawa dingin yang diarahkan kearag Xiao Yan sekarang berwujud menyerupai siluman serigala.


Dengan cepat Xiao Yan juga mengeluarkan hawa dingin akan tetapi dengan kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan siluman serigala sehingga memaksa siluman serigala membuat perisai seperti cangkang telur tapi hanya separu bagian sampinga saja.


Melihat siluman serigala yang terdesak, Xiao Yan pun melesat ke atas dan berputar dengan cepat mengitari siluman serigala es.


Siluman serigala es tidak tinggal diam, karena kalau dia bertahan maka yang ada adalah dirinya akan mati membeku sehingga dia berusaha untuk menghindari setiap serangan Xiao Yan.


Yin He dengan sigap langsung membuat perisai pelindung sisik naga es, sehingga Xiao Yan akan lebih leluasa melancarkan seranganya tanpa harus khawatir dengan keselamatan Yin He dan kedua adiknya.


Xiao Yan mengubah hawa bekunya menjadi yang lebih padat sehingga terbentuklah jarum jarum es, hal ini membuat panik dari siluman serigala, karena ternyata jarum jarum tersebut sudah dialiri dengan tenaga dalam spirit yang membuat bisa menembus tubuhnya, karena siluman serigala mencoba untuk menahanya dan ternyata beberapa jarum berhasil menembus ketebalan bulu dan kulitnya.


Hal ini membuat Xiao Yan mengubah dati jarum menjadi tombak tombak es yang langsung menghantam siluman serigala tersebut, Siluman serigala tidak dapat lagi mengelak dan beberapa tombak menembus tubuhnya sehingga membuatnya langsung tewas dengan tubuh penuh luka tusuk dari tombak es Xiao Yan.


Yin He pun segera menebas kepala siluman tersebut dan mencari mustika siluman serigala dan langsung di netraklan dengan sinar aura dari pedang matahari, setelah netral mustika tersebut diserahkan kepada Xiao Yan, dan Xiao Yan memberikanya kepada Xiao Zhuan untuk disimpan yang nantinya akan dibuat senjata buat mereka.


Karena tiba tiba jalan menuju formasi siluman selanjutnya terbuka maka Yin He dan ketiga Xiao bersaudara tidak melakukan istirahat akan tetapi langsung berangkat menyusuri jalan yanh terbuka sendiri, dalam Yin He sangat bangga dengan peningkatan kekuatan Xiao Yan dan juga Xiao Zhuang, untuk Xiao Zhao Yin He tidak akan memaksa untuk melawan siluman yang berikutnya, akan tetapi tak lama kemudian disebelahnya Xiao zhao dengan polosnya minta izin diperbolehkan untuk menghadapi siluman berikutnya. Yin He hanya tersenyum dan mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Keberhasilan Yin He dan ketiga Xiao bersaudara membuat senang hati naga emas, bukan karena dia akan bermain atau bertanding, kemungkinan bahwa takdir Yin He dari Ras Naga Langit adalah benar.


__ADS_2