LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Tombak Naga Bag. 02


__ADS_3

Tubuh Yin He melayang deras menyibak pusaran air yang sangat kencang berputar, akan tetapi kuatnya lemparan Lutita membuat tubuhnya mampu menembus pusaran tersebut. “Sesuai dugaaanku, bahwa  Lutita bukanlah manusia ikan biasa, kekuatanya setara dengan kekuatan dari pangeran kegelapan dan juga kekuatanku sendiri, akan tetapi karena didalam air kekuatanku tidak bisa maksimal penggunaanya.” Gumam Yin He dalam hatinya, Yin He mendarat persis didepan cerukan palung yang terdalam dan hitam, hawa dingin sangat mendominasi palung tersebut, walau terlihat jelas, beberapa puluh meter adalah batas antara hawa dingin dan lava panas gunung api, Yin He melihat sebuah lubang yang hanya sebesar tubuhnya, Yin He kemudian menuju celah gua tersebut dan mencoba memasukinya walau hanya sebesar tubunya, dan benar saja, lobang tersebut sangat pas sekali dnegan tubuh Yin He, sehingga Yin He bisa memasukinya tanpa kesulitan, Tampak Lutita hanya bisa memandang dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yin He, dia tanpak sangat tenang dan tidak ada keraguan sedikitpun tentang Yin He. Yin He yang terlah berada dalam gua dalam lautan  mecoba memasuki lorong gua yang bercabang tersebut, dia memilih sesuai dengan pendaran dari mutiara iblis api yang menuntunya, di memilih ke arah lorong yang ada didepanya, Yin He terus berendnag menyusuri gelapnya lorong tersebut, semakin mengecil lorong yang dilalui oleh Yin He maka semakin dingin air laut yang dirasakanya, dan juga tekanan dari aoir laut itu sendiri membuat ketahanan dari tubuh Yin He pun sedikit demi sedikit tidak bertahan, akan tetapi setelah gelapnya lorong dia melihat adanya sebuah cahaya yang dihadapanya, maka semangatnya timbul kembali dan membuat dirinya terus mencoba berenang mencapai cahaya tersebut, setelah tepat dibawah cahaya tersebut, Yin He kemudian berenang menuju keatas untuk melihat cahaya tersebut.


Sedangkan mutiar iblis api juga semakin kuat berpendarnya,  dan setelah sampai dipermukaan, Yin He menemukan suatu ruangan yang sangat terang oleh sebuah cahaya yang terpancar oleh sebuah Kalung yang sangat indah, sedangkan kalung tersebut melingkar di sebuah tombak dengan ujung yang menyerupai sebuah ukiran berbentuk aneh.s

__ADS_1


Yin He mencoba mendekatinya dan dia terpental membentur sebuah batu cadas yang membuat tanganya tergoress saat dia menahan benturanya, tombak tersebut terbuat dari sebuah besi dengan ukiran kata kata dari bahasa kuno yang sangat sulit dimengerti, pendaran cahaya dari kalung tersebut membantu Yin He untuk sedikit melihat lagi dan mencoba memahami apa yang terukir di tombak tersbeut, apakah hanya sebuah formasi dari sebuah reliks yang memang dibuat samar agar tidak semua orang mampu untuk membacanya.


Dan dugaan dari Yin He sangat lah benar, yang ada di tombak tersebut adalah sebuah mantra untuk menundukan tombak tersebut dan sebuah pesan yang terkait dengan tombak tersebut, Yin He menjadi bingung karena tombak tersebut bukan lah senjata yang bisa digunakan oleh Wei Ryuza, akan tetapi hanya orang yang terberkati  dengan  dengan takdir dan terpilih yang bisa menggunakan senjata tersebut.

__ADS_1


Ketika Yin He sudah muncul dari palung yang dalam tersebut, dan berenang dengan tenang melewati pusaran air laut, Lutita tersenyum kecil dan menyamut Yin He dengan senyuman, “Sesuai dengan perkiraanku, kau akan berhasil membawa tombak tersebut, dan aku mohon kembalikan kalungku, agar aku bisa kembali keduniaku.” Ujar Lutita  kepada Yin He, Yin He hanya tersenyum dan mengangguk. “Tunggu sebentar Lutita, apakah kau akan pergi begitu saja, sebenarnya siapa dirimu sebenernya? Dan kalau aku ingin bertemu lagi denganmu bagaimana caranya?” Ujar Yin He sambil memberikan kalung yang diminta oleh Lutita, “Terima kasih sebelumnya manusia, kau telah menepati janjimu, aku akan menjawab semua pertanyaanmu, aku adalah Lutita Putri Penguasa Lautan dari alam Duyung, dan aku telah menunggu untuk orang yang bisa mengambil kalung ini selama 800 tahun, dan kau boleh menemuiku kembali dengan menggunakan ini.” Lutita mengambil sebuah kerang laut yang berbentuk seperti terompet, dan menyerahkanya ke Yin He.


“Yin He jika aku punya permohonan bantuan, apakah kau akan membantuku?” Tanya Lutita ksepada Yin He, dan Yin He mengangguk dan tersenyum “Aku juga nanti kalau aku membutuhkan bantuanmu, aku harap kau bersedia Lutita.” Ujar Yin He sambil berenang menuju kearah lapisan gunung merapi tersebut, disana dia mendapatkan beberapa mutiara yang disimpan oleh iblis api yang telah dia serap, sekarang segala ingatan dari iblis api yang berada didalam ingatanya membawanya kesebuah lorong dimana lorong tersebut menuju sebuah ruangan yang berisi beberapa kitap terkait dengan api dingin dan jurus inti api, dan beberapa jurus terkait dengan spirit api, Yin  He memasukan semua kitab kita tersebut kedalam ruang hampa miliknya, dan dia juga menemukan beberapa eliksir yang berguna untuk menambah kekuatan pengguna elemen api, setelah semuanya cukup  Yin He  segera berenang untuk keluar dari kawah berapi tersebut, dan setelah beberapa saat Yin He langsung melesat keluar dari kawah gunung berapi tersebut

__ADS_1


Yin He segera menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi, kemudian dia juga mengeluarkan tombak naga tersebut, tombak naga berdiri tegak walau tidak ada yang memegang tombak tersebut. “Ryu Er, aku telah berjanji kepadamu untuk memberikan benda pusaka tersebut, akan tetapi pusakan ini memiliki pemikiran sendiri maka jika dia takdirmu, maka  kau berhak memilikinya, kekuatan dari tombak naga ini sebanding dengan kekuatan dari pedang langit dan golok neraka, sekarang cobalah semoga kau berhasil.” Ujar Yin He dan Wei Ryuza mengangguk serta melangkah maju untuk mencoba apakah dia berjodoh dengan tombal naga tersebut, akan tetapi belum sempat Wei Ryuza memegang tombak tersebut, tubuhnya terpental jauh, kini Yin He mengizinkan yang lainya untuk mencoba peruntunganya dan tidak ada satupun yang berhasil menaklukan tombak naga tersebut. dan tiba tiba tombak tersebut bergetar dan melayang dan berputar putar pengelilingin Yin He dan yang lainya, dan tiba tiba tombak tersbeut memancarkan sinar merah  dan turun kehadapan Yin He dalam wujud anak kecil yang masih berumur 7 tahun, wajah di tombak anga benar benar sangat menggemaskan, sampai Jingmi pun tak tahan dan segera ingin mencubit pipinya, dan belum sempat Jingmi sampai mencubit pipinya, Tombak naga menatap kearahnya dengan sinis dan membuat Jingmi terpental.


__ADS_2