
“Ampun tuan, hamba Yang Chang Mao tunduk kepada tuan Yin He untuk saat ini dan sampai kapanpun.” Kemudian Yin He meminta Chang Mao untuk berdiri, Yin He menjelaskan kepada yang lain, Chang Mao hanya bisa berfikir dan menjawab denga logis, dia tidak mempunyai perasaan dan emosional sehingga dia tidak bisa tertawa, menangis , merasakan bahagia atau kesedihan, yang ada pada dirinya hanyalah logika.
Semua sekarang mengerti, mengapa Jingmi langsung terpental karena mungkin apa yang dilakukan Jingmi adalah hal yang harus ditindak lanjuti sehingga perlu bagi Chang Mao untuk memproteksi dirinya dari orang lain. Sekarang mereka akan langsung balik ke Kota Lasha, Yin He sudah mempunyai keinginan untuk segera melakukan penyerangan ke markas iblis hitam, karena kalau menunggu mereka melakukan penyerangann berarti sama dengan membiarkan musuh tumbuh lebih kuat terlebih dahulu.
Dengan dukungan dari semua aliran putih dari empat negara maka Yin He yakin akan bisa mengalahkan pangeran kegelapan. Semuanya bersiap untuk kembali, mereka segera menaikin naganya masing masing, sedangkan Chang Mao bergegas merubah dirinya menjadi naga juga, akan tetapi Yin He meminta Chang Mao untuk berwujud sebagai manusia biasa, karena naga hitam milik Yin He telah menunggu mereka diatas, dengan cepat Yin He meloncat di punggung naga yang sudah ada diatas menunggunya dan di ikuti oleh Chang Mao duduk di depan Yin He, kemudian mereka melesat dengan cepat untuk segera mengatur startegi beru terkait penghancuran pangeran kegelapan dan semua anggotanya.
Setelah sampai di kota Lasha, banyak dari mata mata Yin He yang berupa elang dan binatang pengerat lainya yang sudah menunggu kedatanganya, Yin He sangat terkejut setelah mendengar informasi yang disampaikan oleh mata matanya yang diutus untuk mengintai pangeran kegelapan. “Ternyata dia telah membangkitkan 3 iblis elemen yang lainya, yaitu Iblis Air, Logam dan Iblis Tanah ketiga nya telah bergabung dan ditambah dengan kedua iblis kelelawar Es dan Kelelalwar Api, kalau kita tetap disini maka kita akan menunggu kehancuran.” Ujar Yin He.
__ADS_1
“Tuan bolehkan aku berpendapat?” Ujar Chang Mao pusaka tombak naga itu mengusulkan agar jangan gegabah, menurut perhitunganya kekuatan Yin He dibagian pendukung kurang, walaupun hanya pendukung akan tetapi dengan banyaknya kekuatan dari musuh hal ini akan berakibat fatal, karena kemampuan musuh untuk bertahan lebih lama, sedangkan dikubu Yin He akan terkuras tenaganya, dan kalau sudah terkuras tenaganya, maka dengan muda para iblis hitam tersebut akan mengusai dan mengalahkan aliran putih.
Pendapat Chang Mao membuat yang lainya terkejut, walau dnegan wujud bocah kecil akan tetapi dia adalah perwujudan dari pusaka langit yang pastinya sudah mengetahui hal hal yang mendasar terkait dengan taktik peperangan, apalagi sebagai pusakan dewa yang bisa menyerap segela hal pengetahuan, membuat Tombak Naga menjadi pusaka yang paling diperitungkan kemampuanya, biasanya pedang pusakan yang lainya , hanya spiritnya yang mampu berkomunikasi dengan pemiliknya, akan tetapi untuk Tombak Naga mempunyai pengecualian, dia mampu berubah wujud sebagai spirit dan langsung bisa berkomunikasi dengan pemiliknya langsung.
“Xiao Yan, apakah kau punya pendapat yang lain? Atau yang lainya, silahkan dikemukakan agar semuanya satu sama lain bisa saling melengkapi.” Ujar Yin He, semuanya terdiam, mereka mencari kira kira apa yang harus dilakukan dalam situasi ini.
“Kak Yin He, boleh aku berpendapat?” Yin He pun mengangguk pertanda mengiyakan apa yang akan ditanyakan oleh Xiao Yan. “Kak, sekarang kita harus punya waktu untuk menempa kemampuan masing masing agar bisa menembus batasan batasan kemampuan masing masing, karena saat ini kita tidak tau kekuatan lawan seperti apa, sehingga kita juga harus bersiap diri untuk hal itu semua , sehingga saat kita nantinya dihadapkan lawan yang tangguh, minimal kita bisa menghalau merekan agar teman atau yang lain bisa maju menghadapi musuh yang lainya.” Pendapat Xiao Yan langsung di respon oleh yang lainya dengan baik, dan bahkan Chang Mao pun setuju dengan apa yang dikemukakan oleh Xiao Yan.
__ADS_1
“Tuan, jangan kau gegabah minta pertolongan kepada Lutita, sepertinya dia habis ini akan meminta bantuan kepadamu, akan tetapi sebelum dia meminta bantuan kepadamu kau harus meningkat kemampuan para sembilan naga, karena mereka nantinya akan sangat membantu memnangani permasalahan yang dihadapi oleh Lutita.” Ujar Chang Mao. Hal ini membuat Yin He terkejut, apakah Chang Mao mengetahui apa yang terjadi pada Lutita.
“Chang Mao, Jelaskan kepadaku kenapa kau bisa mengetahui kalau Lutita akan meminta bantuan kepadaku?” Ujar Yin He. Sedangkan Chang Mao dengan tenang memandang kearah Yin He dengan pandangan yang tajam. “Tuan, tuan adalah orang yang pintar dan analisa yang kuat, saya lihat dari hati kecil tuan juga sudah mengetahuinya, apakah perlu saya sampaikan kembali?” Ujar Chang Mao sambil kembali menatap Yin He.
Yin He hanya tersenyum kecil. “Kau benar Chang Mao, ada beberapa hal yang sebenarnya membuatkau curiga saat dia meminta bantuan kepadaku, yang pertama adalah, dia sudah lama tidak pulang ke negerinya, hampir 800 tahun, ada mungkin adanya penggulingan kekuasaan atau dia lagi menyusun untuk merebuk kembali kerajaanya. Dan yang kedua, dia mempunyai kekuatan yang sangat besar akan tetapi tidak mempunyai kemampuan analisa, hanya menunggu jalan yang terbaik.” Apakah benar apa yang aku katakan ini Chang Mao. Dan Chang Mao hanya mengangguk dan berkata “ Analisa Tuan sangat tepat sekali.”
“Ada baiknya aku berlatih dengan mu Chang Mao , biar aku bisa mengetahui dan saling menutupi kelemahan masing maisng, aku butuh kemampuan bertarungmu yang sudah lama tidak pernah kau keluarkan sejak keu berada didasar lautan.” Ujar Yin He.
__ADS_1
Yin He langsung meminta Chang Mao untuk menyerangnya dengan kekuatan penuh dan diluar dugaan, Chang Mao langsung menyerangnya dengan kekuatan penuh, sinar merah yang terpancar di kedua tanganya adalah sinar kekuatan dari tombak naga tersebut, cahaya yang terpancar tersebut mempunyai kekuatan dan tekanan yang mamatikan, oleh sebab itu Yin He menghindar dengan cepat atau dia akan terluka dengan serangan Chang Mao, bahkan perisai sisik naga esh hijau tidak mampu menahan tekanan dari sinar merah yang ada ditangan Chang Mao, dengan cepat Yin He akhirnya menggunakan Jurus pedang kematian, dan akhirnya dengan jurus tersebut baru bisa membuat Chang Mao mundur beberapa langkah, dan dengan cepat Yin He menggunakan Vajra yang ada didalam dirinya dan segera sebuah petir dengan kekuatan yang sangat besar menghantam tubuh Chang Mao, kalo ini Chang Mao hanya tidak bisa berkutik dan menerima serangan petir secara bertubi tubi.
Tiba Tiba sebuah sinar perak keluar dari mata Chang Mao dan mengenai tubuh Yin He “DHUAAARR” terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat.