LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Aku adalah Zhou Chen Yi, Bukan Sampah! Bag. 03


__ADS_3

Pada hari yang ditentukan semua orang berkumpul dilapangan yang terletak ditengah tengah paviliun Wisma Giok, hari ini yang menjadi wasit adalah Wei Ryuza.


Semua orang bertanya tanya, apakah Zhou Chen Yi sudah gila atau hanya mencari sebuah sensasi agar tidak dikatakan sebagai seorang sampah, semua orang disana terdiam, manakala Wei Ryuza mengatakan bahwa tidak ada peraturan untuk ujian kali ini, akan tetapi tidak boleh sampai dengan membunuh.


Para senior yang sudah di tingkat raja sudah dikumpulkn oleh Wei Ryuza, ada sekitar 20 orang yang sudah memasuki level raja petarung ini, semuanya hanya terdiam dengan keputusan yang diambil oleh Zhou Chen Yi.


Wei Ryuza mempersilahkan kan Zhou Chen Yi untuk memilih siapa yang akan bertarung denganya, akan tetapi hal tersebut ditolak oleh Zhou Chen Yi, “Maaf paman, aku takut semua yang lihat punya prasangka kalau ini adalah sebuah settingan, aku hanya ingin bertarung dengan 3 senior yang paling kuat, yang merasa dirinya paling kuat, bediri dan hadapi aku.” Kata kata lantang tersebut terlontar begitu saja dari bibir Zhou Chen Yi.


“Dan aku juga bilang, kalian jangan menahan diri untuk menyerangku, karena aku juga tidak akan akan menahan diri untuk menyerang dan bertahan dari serangan kalian, kalian boleh maju satu satu atau langsung mengeroyoku.” Ujar  Zhou Chan Yi, semua orang yang datang menyorakinya dengan kata kata yang tidak pantas, walau dihadapan Tuoli mereka tetap melontarkan kata kata tersebut, akhirnya tiga dari para senior yang sudah berada di tingkat raja petarung berdiri dan melesat kearah panggung yang telah disiapkan.


“Jangan Sombong anak kecil, aku akan membungkan mulut sombongmu tersebut.” Ujar salah satu dari ketiga senior yang berada di level raja petarung.


Tanpa bicara lagi Zhou Chen Yi langsung melesat memukul senior yang mengancamnya tidak menyangka pukulanya tidak dapat ditangkis oleh seniornya, kekuatan pukulannya membuat tulang rusuk dari senior tersebut patah sehingga tidak dapat lagi melanjutkan pertarunan, satu senior telah dikalahkan.


“Kau..!  jangan sombong kamu.” Senior bermarga wang tersebut dengan cepat menyerang Chen Yi dengan menggunakan elemen api, setiap tinjunya menyebarkan kobaran api yang membara, Zhou Chen Yi melepas bajunya dan melewati kepala para pengunjung dan mencelupkan bajunya pada kolam ikan didepan paviliun utama, setelah itu bajunya diputar dan dibuat untuk menangkis semua jurus api yang dilancarkan seniornya yang berwarga wang tersebut, semua jurus apinya pun dilawan dengan baju basahnya, bocah 8 tahun bisa berfikir secepat itu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, Insting bertahan dari Yin He membuat semuanya kagum, walaupun dia tidak menggunakan elemen atau tenaga dalam sama sekali akan tetapi kekuatan dan kelincahanya patut diacungi jempol.


Melihat temannya mengalami kesulitan dalam menghadapi bocah yang masih berumur 8 tahun tersebut, senior dari Zhou Chen Yi langung menyerang bersamaan, “Kau harus segera kami kalahkan, dimana harga diri kami jika kami harus dikalahkan oleh sampah sepertimu.” Ujar Senior bermarga Wang tersebut, dengan menggabungkan elemen api dan angin membuat kekuatanya sangat besar sehingga mampu memukul mundur Zhou Chen Yi.

__ADS_1


“Senior senior ini harus segera dikalahkan, jika tidak aku tidak akan bisa keluar dari sini, demi bisa keluar dari sini, aku harus mengalahkan mereka.” Zhou Chen Yi dengan segera mengangkat kedua tanganya dan sebuah pedang muncul di tangan Zhou Chen Yi, dan semuanya terkejut melihat pedang yang tiba tiba ada ditangan Zhou Chen Yi, tidak terkecuali para tetua yang sedang melihat pertandingan tersebut.


Zhou Chen Yi langsung menyabetkan pednag hati es untuk mematahkan jurus jurus elemen dari kedua seniornya, Pedang Hati Es langsung memancarkan hawa dingin yang kuat, bukan hanya hawa dingin akan tetapi sebuah energi yang menekan langsung ke kedua senior yang menyerang Zhou Chen Yi.


Zhou Chen Yi menggunakan jurus pendang hati es yang membuat dirinya dengan mudah membalikan situasi pertempuran tersebut, dan dengan cepat dia dapat melumpuhkan kedua seniornya, saat beberapa senior ingin maju, maka Wei Ryuza langsung turun tangan dan memerintahkan yang lainya mundur.


“Kalian sudah melihat sendiri, yang namanya sampah adalah orang yang tidak mau merubah dirinya sendiri, orang tidak mau merubah hidupnya dengan berlatih keras, walaupun Zhou Chen Yi tidak mempunyai kemapuan dalam spirit atau pengendalian elemen, akan tetapi Zhou Chen Yi bisa mengendalikan semua kekuatan yang ada pada dirinya, sekarang tidak ada lagi seorang pencundang yang ada adalah seorang Zhou Chen Yi.


Beberapa hari setelah pertandingan selesai, Zhou Chen Yi  menuju ke aula pusat misi untuk mengambil, dia memilih misi kelas 1, misi ini adalah misi yang tergolong berat dimana dia harus membasmi kelompok kalajengking merah yang dipimpin oleh seorang yang dahulunya adalah seorang panglima dari sebuah sekte hitam yang telah dibubarkan oleh ayahnya Zhou Chen Yi yaitu Yin He.


Zhou Chen Yi hanya mengangguk dan tidak berkata apa apa lagi, “Rupanya Chang Mao juga yang telah melatihmu? Mengajarkan insting bertarung dan bagaimana bertahan kita bertahan dalam situasi yang sangat genting, pantas kau begitu hebat Chen Er, aku yakin ide untuk mengambil misi ini ada idenya dia?” Tanya Wei Hanzu, “Paman Guru salah, aku memang dari dulu secepatnya ingin keluar dari sini, aku merasa disini bukan tempatku, aku ingin  menunjukan kemampuanku yang terbaik, ijinkan aku paman, aku ingin buktikan diriku bukanlah sampah.” Zhou Chen Yi berlutut dihadapan ketiga paman gurunya, ketiga paman gurunya inilah yang selalu menguatkan Zhou Chen Yi.


“Berdirilah Chen Er, kami pasti akan mendukungmu, dan apalagi ada chang mao disampingmu, dan ingat, jangan beri ampun seorang musuh jika kau tidak menemukan ketulusan dalam matanya.” Ujar Wei Ryuza


“Sekarang bersiap siaplah besok ambil misimu dan langsung berangkat, jangan lupa kami selalu menunggumu terutama kakek Tuoli.” Ujar Wei Yanzu kepada Zhou Chan Yi.


Pagi hari setelah Zhou Chen Yi mendapatkan misinya, semua yang berada dibalai pusat misi memandangnya, banyak yang menyemangati Zhou Chen Yi  terutama teman teman sebayanya. Zhou Chen Yi langsung masuk kedalam hutan didepan perbatasan Wisma Giok, disana Chang Mao sudah berdiri menunggunya, setelah itu mereka berdua keluar dari hutan larangan tersebut.

__ADS_1


Mereka langsung melesat kearah selatan menuju dimana markas kalajengking merah, “kau yakin ini adalah arah yang benar Chang Mao? Aku belum pernah keluar dari batas hutan larangan, jadi aku tidak paham daerah sini. Tiba tiba Chang Mao yang dari tadi hanya diam, langsung mendorong dengan keras tubuh Zhao Chen Mao kesamping sampai tubuh Zhao Chen Yi terjatuh dan mencium tanah.


 


 


Dhuuaarrrrrr...! Sebuah ledakan keras tepat dimana tempat awal Zhou Chen Yi.


 


 


Tiba tiba beberapa oranng dengan pakaian serba putih dan kepala plontos turun menghampiri Chang Mao yang sedang membantu Zhou Chang Mao bangun.  “kalian mau apa? Kami tidak mempunyai apapun?” Ujar Chang Mao, beberapa orang tersebut tidak menghiraukan ucapan Chang Mao, “Aku tidak butuh semua itu, yang aku butuhkan ada disini, serahkan pedang hati es itu pada kami, setelah kalian benturkan kepala kalian masing masing ketanah, maka kami akan membebaskan kalian.” Ujar lelaki paling tua diantara mereka.


Tanpa menunggu aba aba, Chang Mao dan Zhao Chen Yi segera menyerang para orang dengan pakaian putih putih tersebut, Kelima orang tersebut hanya dengan satu kibasan langsung menghindar dengan melayang ke udara dan berputar membentuk sebuah formasi serangan “Tapak Dewa” serangan ini merupakan serangan gabungan dengan menyelaraskan kombinasi beberapa pukulan seperti serangan tinju dan tendangan dan pukulan tangan kosong, tapi karena variasinya yang  bermacam macam dalam satu serangan sehingga menjadi jurus ini menjadi formasi jurus yang sangat berbahya. Dan tidak lama kemudian Chang Mao langsung melindungi Zhou Chen Yi  dengan punggungnya untuk melindungi Zhou Chen Yi dari serangan tapak dewa tersebut.


“Chang Mao,,,,” Jerit Zhao Chen Yi

__ADS_1


__ADS_2