LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kalajengkin Merah Bag.02


__ADS_3

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Chen Yi, "sudah aku katakan, hati hati dengan ucapanmu, musuh kita kali ini tidak tahu seberapa kuat dia, yang aku takutkan adalah, kekuatanya melebih dari kekuatan kita, bukan masalah kemampuan, akan tetapi masalah dari jumlah mereka yang lebih banyak dibanding kita." Ujar Chang Mao.


Dan benar saja, hampir 500 orang datang ke desa bekar peperangan tersebut, tanpa disadari oleh para perampok yang dipimpin oleh seorang dengan tubuh yang kekar dan muka yang sangat garang.


"Dimana para penduduk tersebut itu dan dimana kedua bocah yang kau ceritakan itu Ha? Bentak laki laki yanh berada dikuda besar, lelaki tersebut terus mamaki anggota, dan tanpa diduga, para pasukan yang dibawa tiba tiba tumbang bergelatakan, begitu cepat kejadiannya berlangsung hingga saat mereka tersadar anggora mereka yang tersisa cuma sekitar 150 orang yang lainya telah mati terkena cakram dan juga pukulan api neraka dari Chang Mao.


Lelaki yang bermuka garang tersebut turun dari kudanya dan memerintahkan yang lainya, dan memerintakan semuanya turun dari kudanya masing masing, dan benar Memang Chang Mao dan Chen Yi, membabat kuda mereka.


"Bocah sialan, kalian tidak tahu berurusan sedang siapa? kami adalah perampok dari kelompok Kalajengking Merah?" Ujar pemimpin kelompok tersebut, dengan kode dari tanganya dia memerintahkan beberapa orang menyerang Chang Mao dan juga Chen Yi.


Dan mereka langsung menghunus pedangnya dan menyerang Chen Yi dan juga Chang Mao, Penyerangan langsung di bagi dua. Chang Mao dengan tatapan yang sangat dingin tanpa ekspresi membuat bulu kuduk para perampok tersebut berdiri, "bagaimana mungkin anak sekecil ini mempunyai tatapan sekejam ini tatapanya sangat bengis, membuatku langsung begidik." Ujar salah satu perampok.


Dengan cepaf Chang Mao menyambar para perampok tersebut, hanya sekali sentuh mereka tekah menjadi abu, hal ini membuat lelaki yang memimpin kelompok kalajengking Merah ini terbelalak.


"Bagaimana mungkin, dia hanya menggunakan satu jarinya untuk menghabisi para anggotaku, siapa mereka sebenarnya." Ujar lelaki dengan tampang sangar tersebut.


Sedangkang disisi Chen Yi, dia menghadapi para perampok hanya dengan kekuatan tangan kosong, walau hanya tangan kosong tapi sekali pukul tulang tulang para perampik tersebut langsung patah, "Kekuatan tulang ini benar benar mengagumkan, sekarang level tulangku adalah naga perunggu, kalau sudah mencapai naga emas, tulangku pasti lebih kuat lagi." Gumam Chen Yi dalam hatinya.


Lagi lagi lelaki dengan muka yang garang tercengang dengan kekuatan dari kedua anak tersebut, hanya dengan sekali pukul maka nyawa anggotanya melayang, sekarang total yang tersisa dari 50 menjadi sekitar 20 orang termasuk lelaki bermuka garang itu sendiri.


"Chang Mao biar aku yang menghadapi lelaki tersebut (sambil menunjuk kearah pemimpin kelompok)." Chang Mao hanya mengangguk pelan dan langsung melesat para anggota tanpa kalajengking merah, tanpa banyak bicara dia langsung membabat habis semuanya sehingga hanya lelaki berwajah garang yang tersisa.


"Jadi paman pemimpin kelompok Kalajengking merah? ternyata wajah paman tidak seseram yang aku kira." Ujar Chen Yi sambil menunjukan muka polosnya, akan tetapi semua beruba, saat ketua kalajengking merah tersebut mengeluarkan pedang dengan aroma darah yang sangat kental, sebuah pedang panjang dengan aura hitam dan merah yang menyelimutinya, ketua kalajengking merah pun langsung menyerang Chen Yi, tekanan yang diakibatkan oleh sabetan pedangnya mampu membuat pohon besar pun terbelah.

__ADS_1


"Chen Yi awas pedang tersebut adalah senjata dari dunia iblis," Chang Mao berteriak kepada Chen Yi untuk lebih berhati hati menghadapinya, akan tetapi semaunya terlambat, walau hanya sabetan udara , akan tetapi mampu membuat Chen Yi terpental, Belum semoat Chen Yi bangun, lelaki bermuka garang tersebut langsung menghantam tubuh Chen Yi dengan pedang yang ada ditanganya.


"Mati kau bocah tengik, aku akan mencincang cincang seluruh tubuhmu." Mata ketua kalejengking merah penuh amarah, menatap tajam, pedang tersebut meluncur kearah tubuh Chen Yi, akan tetapi cakram cakram Chen Yi langsung membuat perisai diseluruh tubuh Chen Yi seperti membentuk sebuah cangkang yang kuat.


Pendang Ketua Kalajengking membuat suara dentingan yang kuat saat membentur cakram dari Chen Yi, dan juga membuat tubuh ketua Kalajengking Merah pun terjungkal.


Pada saat yang sama, setelah benturan terjadi, Chen Yi. menggabungkan 3 abilitynya yaitu mata langit yang diperoleh dari Yin He, Pedang dan Cakram sisik naga emas, ketiganya oleh Chen Yi disatukan menjadi satu kemampuan/ability yang langsung membuat Ketua Kalajengking merah merasa sangat tertekan dengan energi yang dikeluarkan oleh Chen Yi.


Chen Yi langsung menerjang ketua Kalajengking Merah dengan cakram yang seperti lebah yang menyengatnya, suara dengungan putaran cakram beradu dengan pedang ketua Kalajengking tersebut.


Dengan mata langitnya tidak susah bagi Chen Yu untuj menangkis dan bahkan balik menyerang kembali kepada pendekar ketua Kalajengking merah tersebut. jurus pukulan ombak terus menyerbu pertahanan. dari ketua kaljengking merah, keduanya sama sama menekan, akan tetapi kekuatan spirir dari Chen Yi jauh diatas dari ketua Kalejengking merah. dan setelah beberaoa kali pukula. dan tendangan Chen Yi mendarat ditubuh musuhnha Yaitu ketua Kalaje gking merah dan tanpan ampun, Chen Yi langsung membabat kepala ketua dari Kalajengking Merah tersebut, darah berhamburan dari tubuh ketua kala kepalan lepas dari tubuhnya.


Chen Yi berseru gembira dan dengan cepat dia langsung membawa kepala dan lencana dari kelompok Kalajengking Merah ke Sekte Wisma Giok, setelah beberapa lama mereka keluar dari sekte wisma giok, kini mereka telah sampai dan langsung menuju ke pusat misi sekte wisma Giok, semua terkejut dengan kedatangan dari Chen Yi dengan membawa kepala dan lencana dari ketua Kalajengking Merah.


Zhou Tuoli langsung menghampiri cicit kesayanganya dan membetikan selamat atas keberhasilanya pada misi tingkat 1, dan hal ini membuat Tuoli teringat dengan Yin He ayah dari Chen Yi yang juga pada usia yang hampir sama telah membantu Han Bing di lembah kematian.


Tetua Tuoli langsung memeriksa tubuh dari cicit kesayangan tersebut, dan dia menemukan hal yang membuatnya tidak bisa berkata apa apa lagi, "Sejak kapan ini terjadi Chen Er?" Tanya Tuoli.


Chen Yi pun menceritakan pertemuanya dengan guru Xiao sekaligus meminta ijin kepada kakek buyutnya untuk dia ikut mendaftar di perguruan sekte pertapa.


"Sekte pertapa? bukankah itu sebuah sekte yang sangat rahasia, tidak semua orang bisa masuk kedalam sekte tersebut, dan jika memang benar kau mau masuk kedalam sekte pertapa, maka aku akan merestuinya." Ujar Tuoli sambil memeluk cicitnya.


Tuoli pun memberitahukan kepada pada tetua yang lainya, dan setelah memeriksanya betapa terkejutnya mereka, lautan spirit dan energi tenaga dalam yang sangat melimpah, aliran cakra dan juga 7 titik cakra telah terbuka, hal ini membuat keterkejutan yang membuat orang tidak akan percaya jika tidak langsung memeriksanya langsung.

__ADS_1


"Bolehkan aku mengujinya?" Ujar para tetua yang lain, mereka ingin para anggota wisma giok berhenti mengolok Chen Yi sebagai sampah, karena semua anggota wisma giok pasti mempunya kelebihan dan kekuarangan masing masing.


Sedangkan semua anggota naga, Ketiga Xiao dan Wei bersaudara dan juga Jetsan serta Kalden merasakan adanya aura daru Jingmi san Yin He yang telah bangkit, hal ini dirasakan setelah beberapa kali getaran yang mereka rasakan semakin kuat.


"Kakak, getaran kekuataN Tetua Yin He, apakah inu berkaitan dengan kepulangan dari Chen Yi, dan aku dengar katanya dia berhasil membunuh ketua Kalajengking Merah." Ujar Wei Ryuza.


Tiba tiba mereka dikejutkan dengan utusan dari para tetua yang meminta mereka bertiga untuk menemui mereka, Ketiga Wei bersudara lunsaling pandnag akan tetapi mereka langsung bergegas menuju Wisma Utama.


Saat mereka akan menuju Wisma Utama, mereka melihat di tengah tengah pavilun telah penuh sesak dengan para anggota wisma giok datang karena menerima informasi para tetua akan mengadakan adu tanding.


Ketiga Wei bersaudara pun menghadap kepada semua tetua Wisma Giok, akan tetapi mereka malah menerima semua perintah yang mengejutkan. "Kalian harus melawan seorang murid Wisma Giok yang ingin mengembara, sesuai dengan peraturan, jika sebelum waktunya sudah ingin keluar, maka dia harus berhasil untuk keluar dari ujian ini, dan Ujian kali ini , dia harus mengalahkan kalian atau minimal seri." Ujar Tetua Tuoli.


"Maaf Tetua, siapa kah yang telah mengajukan permohonan ini.? Tanya Wei Hanzu, akan tetapi Tuoli hanya tersenyum, "Nanti kau akan mengetahuinya sendiri, sekarang persiapkan diri kalian." Ucapan untuk mempersiapkan diri adalah ucapan yang mengandung perintah untuk berhati hati, oleh sebab itu ketiga Wei bersaudara tersebut pun saling bertanya dalam hati masing masing.


Saat semuanya sudah berkumpul, tetua tuoli dengan cepat melesat dan turun dengan ilmu meringankan tubuhnya yabg sangat tinggi, dan wibawa yang terpancar membuat semuanya menaruh hormat yang sangat besar kepada Tetua Tuoli.


"Semuanya harap tenang, sengaja aku mengumpulkan kalian karena ada anggota yang sebenarmya sangat berbakat, yang akan menantang ketiga senior terbaik dari Wisma Giok, dan kali ini pertarungan bebas.


"Apakah kalian siap? (Tanya Tuoli kepada ketiga Wei Bersaudra ) Kami akan selau siap Pak


Yang menjadi terkejutnya para ketiga Wei ternyata yang menjadi musuh mereka adalah Chen Yi.


"Apa? serius yang akan melawan kita adalah Chen Yi?" dan Tuoli hanya mangangguk dengan wajah yang serius.

__ADS_1


Tidak hanya ketiga Wei yang terkejut, akan tetapi semua orang yang berkumpul dilapangan tersebut menjadi saksinya , mereka pun saling menebak bahwa sekarang Chen Yi sudah menguasai spirit dan membuka meridiannya, akan tetapi bukankah itu terlalu cepat, karena butuh waktu bertahun tahun untuk melatih sampai dengan tingkat senior.


Dan Keterkejutan mereka benar benar menjadi kenyataan karena orang yang akan bertarung dengan ketiga Wei bersaudara adalah Chen yi.


__ADS_2