
Yin He berhasil membuka portal dari dimensi lain yang diciptakan oleh aliran hitam, membuat keberadaan mereka sekarang diketahui oleh Yin He.
"Siapa kalian, jika masih ingin hidup segera enyah dari hadapanku, aku tidak usah berbaik hati kepada kalian." Yin He bersikap tegas kepada para aliran hitam.
"Cih, lancang sekali mulutmu." Lelaki tersebut menyerang Yin He dengan cepat, meraka beradu puluhan jurus, tapi tetap saja dia tidak bisa memberikan Yin He pukulan yang berarti.
Bhuk Bhuk..!
Seluruh mata terkejut, dalam sekejab, tubuh lelaki tesebut tersungkur, darah mengalir dari hidung,telinga dan mulutnya, pukulan yang Yin He sarangkan kedada lelaki tersebut membuatnya tidak dapat lagi bergerak.
"Siapa lagi yang mau menyusulnya ke neraka." Yin He segara mengeluarkan teknik pengendalian Jiwa, gerombolan aliran hitam tesebut tanpa dikomando saling menyerang dan membunuh satu sama lain, tidak membutuhkan waktu yang lama, puluhan orang telah tewas akibatnya, sekarang tinggal tiga orang terkuat yang masih tetap bertahan.
Yin He menghentikan teknik pengendalian jiwa miliknya, tiga orang tersebut berhenti bertarung dan terkejut saat badan mereka berlumuran darah saudara mereka sendiri. "Bagaimana rasanya telah membunuh saudara sendiri? Yin He tersenyum sinis kepada tiga orang tersebut,
Mata ketiga pendekar aliran hitam tersebut berubah nanar, ada kesedihan mendalam telah membunuh teman dan saudara mereka sendiri, "Kau sungguh keterlaluaan anak naga, apa begini sikap aliran putih?" Salah seorang dari ketiga orang tersebut mendekati Yin He.
"Tak usah kalian bertanya bagaimana sikap aliran putih, karena yang aku lakukan adalah kalian, dan apa kalian juga punya sikap yang sama saat kalian membantai orang orang lemah?" ketiganya tidak bisa menjawab.
__ADS_1
Tiba - tiba ketiganya menyerang Yin he secara bersama sama, karena terbawa emosi, serangan ketiganya menjadi tidak terkontrol dan tidak terarah, Yin He hanya menghindari serangan ketiganya, tidak ada sekalipun Yin He membalas serangan mereka.
"Sebaiknya mereka aku tawan dan bawa mereka, dan aku suruh tiga Wei bersudara untuk melawan mereka, hal ini akan meningkatkan insting bertarung mereka, sekaligus aku bisa mengorek keterangan dari mereka, sebenarnya rencana apa yang sedang mereka jalankan." Bathin Yin He.
"Apa yang kau rencanakan anak naga? kenapa kau hanya menghindar? atau kau ingin mati? hahahahahahahaha."
Yin He tidak menanggapi omongan dari para pendekar tersebut, dengan cepat dia menghentikan beberapa aliran nadi mereka, sehingga mereka tidak bisa bergerak, Yin He mengikat mereka jadi satu dan membopong tubuh mereka ketempat Han Bing dan tiga Wei bersaudara.
Han Bing, Hanzu, Yanzu dan Ryuzu yang sedari tadi berjaga jaga terkejut melihat Yin He datang dengan membawa tiga orang yang terikat bersamanya. "Paman, maaf telah membuat panik, aku membawa tiga orang ini untuk melatih tiga Wei bersaudara." Yin He menjelaskan semuanya kepada Han Bing dan juga tiga Wei bersaudara.
"Yanzu sekarang giliranmu, perlihatkan kepada kami kekuatan pengendalian air yang kau kuasai?" Ujar Han Bing.
Yanzu segera berdiri dan membuat sebuah lapisan es di area yang telah di siapkan, lapisan es tersebut melapisi bagian atas seluruh pasir pasir tersebut. Yin He segera menyerang dengan teknik hewan, membuat kaki dan dan tangan Yin He muncul cakar panjang, dimana fungsi cakar ini menahan gerakan Yin He tidak lincin dilantai yang sudah dirubah menjadi lapisan es oleh Yanzu.
Yin He bertukar beberapa jurus dengan yanzu, dengan beberapa kali bertukar Yin He menemukan beberapa cela yang menjadikan kelemahan Yanzu, yaitu Yanzu terlalu berfokus kepada kecepatan gerakan tapi tidak ada kekuatan dan juga saat penciptaan es, yanzu kurang fokus sehingga hasil penciptaan sering gagal.
Yin He mengajarkan teknik sisik naga es, dimana ini akan berfungsi sebagai pelindung dari beberapa serangan musuh, akan tetapi yanzu masih bisa menggunakan teknik air atau es yang lain, sehingga beberapa kelemahan Yanzu akan tertutupi, Yin He mengajarkan beberapa jurus pedang es abadi kepada Yanzu, jurus ini memungkinkan penggunakanya bisa menciptakan ribuan pedang dari es dan mengedalikan sesuai dengan fikiran, karena teknik ini membutuhkan energi alam (Mana) yang sangat banyak, maka Yin He juga mengajarkan teknik penyerapan energi alam kepada ketiga Wei bersaudara.
__ADS_1
"Yanzu, aku hadiakan kepadamu ini," Yin He mengeluarkan jutaan jarum , jarum tersebut mengeluarkan aroma yang sangat harum. "Tetua jarum apakah ini?" Yanzu sangat senang dengan pemberian dari Yin He, "Ini adalah jarum baja, tapi aku telah lumuri dengan racun kristal es, dimana racun ini akan dapat membuat kekuaatan lawanmu berkurang seperempatnya dalam setiap gerakan, dan kau hanya aku yang tau dan mempunyai penawarnya." Yin He menciptakan ruang dimensi ditangan Yanzu, dan memasukan seluruh jarum tersebut kedalam ruang dimensi tersebut.
"Tunggu dulu," Yin He mengambil satu jarum dan menusukan kepada Yanzu, Yanzu dan terutama Han Bing terkejut dengan apa yang dilakukan Yin He. "He'er apa yang kau lakukan?"
"Tenang paman, aku akan membuat Yanzu kebal akan racunnya sendiri, karena nantinya saat dia mengeluarkan ribuan jarum dari ruang dimensi, takutnya ada beberapa jarum yang menancap, dan membuat dia terkena racunya sendiri." Han Bing tersenyum, dia sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh Yin He.
"Sekarang tinggal kau Ryuzu, kau adalah Jenius paling muda akan tetapi kemampuanmu lebih diatas kakak kakakmu." Ujar Han Bing.
"Sebelumnya maaf senior Bing, seharusnya yang menyandang gelar jenius dari Wisma Giok adalah tetua Yin He, dengan umur masih dibawah saya, dia sudah menjadi seorang tetua." Han Bing hanya tersenyum, akan tetapi yang dikatakan oleh Ryuzu adalah suatu kenyataan.
Ryuzu melompat ke tempat latihan yang telah disiapkan, ilmu meringankan tubuhnya sangatlah bagus, sehingga membuat kagum Han Bing dan juga Yin He.
Ryuzu segera membuat sebuah tornado yang sangat kuat, pasir pasir disekitarnya terangkat begitu saja saat tornado tersebut tercipta, Yin He segera melompat ke arah Ryuzu, akan tetapi dihalangi oleh tornado yang diciptakan oleh Ryuzu, tidak hanya itu, Ryuzu memang jenius, apa yang tadi Yin He katakan kepada kedua kakaknya diperhatikan betul olehnya, oleh sebab itu, Ryuzu juga menjadikan pasir sebagai media untuk menyerang Yin He, pasir pasir adalah benda padat ringan akan tetapi kuat, dengan dilapisi kekuatan dan kecepatan angin, pasir pasir akan menjadi senjata yang sangat mematikan.
Yin He tersenyum melihat kecerdasan yang dimiliki oleh Ryuzu, Yin He melemparkan bola bola petir kearah Ryuzu, Ryuzu segera memutar tornadonya dan menahan serangan Yin He dengan badai pasirnya.
Ryuzu kau benar benar anak yang istimewa..
__ADS_1