
"Aku tidak mengenal tuan, mengapa tuan memaksa saya ikut tuan, sebenarnya apa yang tuan mau?" Jingmi sudah mulai waspada, karena aura pembunuh yang dikeluarkan oleh pendekar bertopeng emas sudah mulai menekan Jingmi.
"Kau tau, aku paling tidak suka dengan penolakan." Ujar pendekar bertopeng, dia segera melesat untuk memaksa Jingmi ikut.
Jingmi tidak menghindar dari serangan pendekar bertopeng tersebut, dengan sigap dia mengeluarkan energi racun dan menyerang balik pendekar topeng emas, Yin He dan ketiga Xiao Zhao bersaudara melihat Jingmi bertarung untuk yang pertama kalinya.
"Sial sejak kapan dewi racun ini mempunyai ilmu bela diri spirit seperti ini, tidak akan mudah bagiku untuk memaksanya." Bhatin pendekar emas.
Pendekar emas yang terpukul mundur karena menghindari hawa racun yang diarahkan Jingmi terhadapnya, pendekar topeng emas pun mencari sebuah ranting pohon dan dia bentuk sebuah tongkat panjang dari ranting pohon tersebut.
Jimi sangat tenang, malahan tanpa ekspresi apapun yang tergurat di wajahnya, "Tuan sebenarnya apa yang kau ingin dariku, aku sama sekali tidak punya urusan dengan, jangan halangi jalan kami atau akan kubuat tuan membusuk disini.
Jingmi melompat, dengan jurus pukulan tinju ombaknya dia mengarahkan kearah pendekar topeng emas. Pendekar topeng emas langsung menangkis serangan Jingmi dengan jurus pemukul harimau, gerakan Jingmi yang lincah dan dilambari dengan hawa racun yang mematikan membuat jurus pemukul harimau pendekar harimau tersebut tidak ada artinya bagi Jingmi.
"Kurang ajar, jurus pemukul harimau pun dapat dikalahkan dengan mudah oleh gadis pemilik tubuh dewi racun itu." gerutu pedekar topeng emas.
Dengan cepat pendekar topeng emas itu memutar tongkatnya, akibat putaran tongkat yang kuat, pusaran angin pun tercipta disekitar pendekar topeng emas, sehingga dia bisa dengan leluasa mendekati Jingmi walaupun Jingmi menebarkan hawa racun yang sangat pekat, pukulan tinju ombak pun dapat di tangkis pendekar emas walaupun dengan susah payah.
Ketiga Xiao yang melihat Jingmi terdesak, ketiga akan melesat membantu akan tetapi ditahan oleh Yin He, "Jangan kemana mana, serahkan kepada Jingmi, naluri bertahan hidupnya sangat tinggi, dia dihutan sudah ditempa dengan baik, aku rasa dia bisa mengatasinya.
Beberapa kali Pendekar topeng emas dapat memukul perhanan Jingmi, akan tetapi raut muka Jingmi tetap tidak menampakan kegelisahan apapun, dia tetap tenang walaupun posisinya agak kurang menguntungkan, Jingmi kemudian meloncat dan berputar diatas.
Jingmi mengeluarkan senjata cakramnya, cakramnnya berputar putar di sekitar tubuh Jingmi, cakram emas dari sisik naga tampak berkilau diterpa sinar matahari.
Jingmi melesat turun dan menggerakan kedua tanganya membentuk sebuah gerakan menyerang, dan cakram cakram tersebut berputar mengikuti gerakan dari tangan Jingmi.
Pendekar topeng emas sangat terkejut karena dia mengira pertahanan Jingmi hanya pukulan , akan tetapi dia senjata juga mematikan, Pendekar topeng emas mencoba untuk menerobos pertahanan Jingmi akan tetapi tidak ada celah yang dapat ia terobos, cakram cakram Jingmi terlalu banyak dan kuat, cakram cakram tersebut seperti punya mata sendiri.
Jingmi mengerahkan cakramnya, cakram cakt itu melesat dan matahkan semua jurus dari pendekar topeng emas, bahkan cakram cakram tersebut dapat melukai tubuhnya.
tubuh pendekar topeng emas tersebut bergetar, menahan sakit goresan cakram yang juga mengandung racun.
"Sialan kau dewi racun, aku akan menuntut balas atas penghinaan ini." Ujar pedekar topeng emas, asap hitam pekat menggelilingi tubuhnya, saat asap tebal tersebut hilang, pendekat topeng emas pun sudah lenyap.
Yin He dan ketiga Xiao bersaudara mendekati Jingmi yang masih waspada, "Jing'er sekarang kau lihat sendiri betapa kejam dunia luar. Dihutan hanya siluman dan binatang buas, kalo di dunia luar ini buasnya manusia mengalahkan binatang buas." Ujar Yin He
__ADS_1
Jingmi melangkah ke arah Yin He " Kak Yin He, terima kasih, seandainya aku menuruti egoku untuk belajar pedang dan tidak sungguh sungguh belajar mengendalikan cakram ini, mungkin aku sudah kalah dengan pendekar topeng emas, tapi yang menjadi pertanyaanya mengapa dia menginginkanku?"
Jingmi menunduk, air matanya jatuh.
"Yang pendekar topeng emas inginkan adalah tubuhmu, analisaku, dia menginginkanmu untuk dijadikan obat atau senjata, ada beberapa sihir atau tingkat alkemis hitam tingkat tujuh, bisa menjadikan tubuh manusia sebagai bahan obat atau sebagai bahan senjata yang mamatikan." Jingmi tersentak mendengarnya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika dia sampai tertangkap oleh pendekar topeng emas tersebut.
Mereka berlima segera melesat melanjutkan perjalanan, dari kejadian ini Jingmi me dapafkan pengalaman yang berharga, akan tetapi dia juga harus tetap waspada karena orang yang menginginkanya pasti ada lagi, bukan hanya pendekar topeng emas.
Mereka terbang dengan kecepatan yang tinggi, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, akan tetapi pemikiran mereka terlalu pendek, ditengah tengah perjalanan mereka, tiba tiba sebuah kabut hitam menyelubungi mereka dan setelah mereka keluar dari kabut hitam tersebut, Jingmi sudah tidak bersama mereka lagi.
Yin He langsung melesat turun diikuti oleh Xiao bersaudara. Yin He menyebarkan mata mata nya dengan menggunakan teknik elemen hewanya dia bertukar mata dengan para burung, dan dia mendapatkan gambaran ada tiga orang yang membawa seorang gabis yang sedang pingsan kearah barat daya tempat sekarang mereka berada.
"Kalian semua ikuti aku, gunakan kekuatan spirit pedang kalian secara penuh untuk terbang, karena yang kita kejar levelnya sudah ada di level puncak kaisar petarung." Ujar Yin He.
Ketiga Xiao bersaudara pun segera mengikuti Yin He dengan melesat kearah barat daya, kecepatan mereka sekarang benar benar tidak dapat lagi dilihat dengan mata biasa, dan sekali lagi mereka dibuat terkejut oleh kekuatan Yin He, tanpa menaiki pedang spiritnya Yin He bisa terbang dengan kecepatan cahaya yang sangat cepat.
Sementara itu, Jingmi telah diculik oleh para pendekar yang menggunakan topeng emas, ketiga orang ini memang mempunyai kekuatan dan kecepatan yang luat biasa, sehingga Yin He yang berada disamping Jingmi pun tak merasakan adanya kekuatan mereka.
"Ayo cepat kita segera kepuncak menara emas, kita serahkan kepada ketua tubuh dewi racun ini, agar tetua dapat segera mengolahnya menjadi obat dan pusaka terkuat menara emas." Ujar pendekar bertopeng yang menggendong tubuh Jingmi.
Jingmi yang digendong masih dalam keadaan sadar sepenuhnya,akan tetapi dia tidak bisa bergerak atauou menggerakan sekujur badanya karena telah di tutup beberapa titik ditubuhnya. Akan tetapi dia masih bisa mendengarkan sekeluruhan percakapan dari ketiga pendekar tersebut, dan dia membayangkan betapa mengerikanya jika tubuhnya akan di olah sebagai bahan obat dan juga benda pusaka, dan yang lebih menyakitkan lagi, mereka akan mengolah Jingmi dalam kondisi hidup dan sadar, karena kekuatan dewi pedang akan meningkat saat tubuhnya tersakiti.
Ketiga pendekar bertopeng emas akhirnya sampai di puncak menara emas. mereka disambut dengan para anggota puncak menara emas. Ketiga nya meletakan tubuh Jingmi disebuah altar yang telah dipersiapkan sebelumya.
"Yang mulia, inilah gadis dengan tubuh dewi racun, dan dia juga lah adik keempat kehilangan nyawanya." Ujar pendekar bertopeng yang menggendong Jingmi.
Mata Jingmi terbuka, dia melihat semua sisi yang ada disekitarnya. dia melihat sebuah tungku obat yang telah disiapkan untuk mengolahnya.
"Hahahahahaha, kerja yang bagus, kita sudah menunggu hal ini selama 18 tahun lamanya, dan akhirnya hari ini datang juga."Ujar tetua menara emas sambil duduk dikursi tetua.
"Berikan obat Perontok jiwa setelah setengah jam berikan Obat Penahan Jiwa, ini bukan lah racun, sehingga tubuh dewi obat tidak akan menyerapnya, aku sudah memperkirakan hal ini jauh sebelumnya."
Mata Jingmi nanar, dalam benaknya kini hanya berharap Yin He dan ketiga Xiao bersaudara berhasil menemukan tempat ini dan menyelamatkanya.
Yin He dan ketiga Xiao bersaudara telah sampai pada titik dimana ketiga pendekar yang membawa jingmi hilang dan tidak diketahui setelah itu.
__ADS_1
"Kakak, aku menemukan formasi simbol sihir, seperti kita sudah sampai dengan tujuan kita, hanya saja kita tidak bisa melihat tempat atau bangunan tersebut karena sebuah sihir, aku akan mencoba untuk membuka segel sihirnya." Ujar Xiao Zhuang.
Dengan cepat Xiao Zhuang memeriksa semua simbol sihirnya, dengan sigap dia membentuk formasi pembuka segel sihirnya, setelah beberapa kali mencoba akhirnya segel tersebut dapat dibuka oleh Xiao Zhuang.
Sekarang terlihat didepan mereka sebuah bangunan yang sangat tinggi, sehingga puncaknya tidak dapat terlihat. "Ayo kita terbang, sepertinya tempat ini hanya bisa didatangi oleh orang yang mempunyai kemampuan untuk terbang." Ujar Yin He
Mereka segera melesat dengan kecepatan sedang, karena mereka harus mewaspadai segala hal kemungkinan yang tidak di inginkan.
Sesampainya dipuncak, mereka melihat pintu masuk yang besar dengan pahatan arsitek yang indah dan semua bangunannya dilapisi oleh emas.
Yin He dan ketiga Xiao bersaudara tercekat, manakalah mereka menyaksikan tubuh Jingmi sudah terikat diatas sebuah tungku besar dan ada 7 orang pendekar yang mengendalikan kekuatan api mereka untuk memanaskan tunggu tersebut.
"Tunggu, kalian jangan gegabah, karena orang orang disini adalah berkemampuan minimal level jendral petarung emas, kita tidak bisa gegabah mengambil langkah." Ujar Yin He
"Xiao Yan, kau menguasai ilmu bayangan dan jurus yang bisa mencuri jurus pendekar lain, kau aku tugaskan untuk mengecoh lelaki yang duduk kursi tersebut, aku rasa dia adalah tetua dari sekte ini."
"Xiao Zhao, habisi semua pengikutnya dengan tubuh dewa racunmu, dan kau Xiao Zhuang hadapi para pendekar yang menggunakan topeng emas tersebut, aku akan menghancurkan tungku dan menghadapi 7 pendekar pengguna elemen api." Semuanya mengerti dan langsung mengangguk, ledakan keras yang dilakukan oleh Xiao Yan, semua menoleh kepada Xiao Yan, dengan pedangnya , dia melesat Kearah tetua menara emas. Mata tetua emas memancarkan sebuah sinar hijau membuat Xiao Yan terpental.
suasana gemuruh jeritan terjadi dibagian belakang, beberapa anggota menara emas sudah jatuh menggelapar, sesosok bayangan. Xiao Zhao menggunakan tubuh dewa iblis membunuh para anggota yang ditingkat jendral emas, sambil menghunus pedang darahnya Xiao Zhao membunuh sebanyak banyaknya.
Xiao Yan kembali menyerang, kali ini dia.lebih berhati hati dan ingin mencuri ilmu yang digunakan oleh tetua menara emas, saat dia melesat keenam pendekar emas tersebut menghadangnya, akan tetapi langsung di sambut dengan pedang auman singa emas oleh Xiao Zhuang, keenam pendekar yang menggunakan topeng langsung menghindar, mereka langsung terhentak manakala pedangn Xiao zhuang sudah menari nari di mata mereka.
Xiao Yan dengan cepat menghunuskan pedangnya dan telah berhasil membuat tetua menara emas beranjak dari kursinya, "Kecepatan jurus seribu bayangan ini sangat membantu, aku hanya harus bertahan sampai dengan kakak Yin He melepaskan Jingmi dan melihat kondisinya." Xiao Yan terus menerobos pertahanan dari tetua menara emas, dan berhasil menorehkan beberapa sabetan lewat pedang kera apinya.
"Spirit Naga Air" Xiao Yan mengayunkan pedangnya dan seketikan terbentuk bayangan spirit dari naga air yang langsung menyerang tetua menara emas, tetua emas pun mengeluarkan spirit dari tubunya berupa seekor phoenik hijau dengan nafas api, kedua spirit itu pun beradu, dan Xiao Yan dan tetua menara Emas beradu beberapa jurus dengan Xiao Yan, pedang Xiao Yan berasal dari mustika kera api, sehingga mampu mengoyak beberapa jurus dari tetua menara emas.
Sedangkan Yin He langsung membekukan ketujuh pendekar elemen api yang menjaga tungku tersebut, sesuai dengan perkiraan Yin He mereka adalah para alkemis hitam tingkat 7, dengan kemampuan mereka bertujuh ketiha Xiao bersaudara tidak akan mampu menghadapinya.
Agar tidak terlalu lama dan bertele teleh, Yin He menyerang mereka dengan aura naga merah, membuat mereka tidak bisa bergerak sma sekali, hal ini langsung digunakan Yin He untuk membekukan mereka dengan jurus salju abadi yang langsung membekukan meraka dalam balok balok es.
Yin He langsung membabat ketujuh alkemis hitam tersebut dengan pedang rembulan, san semuanya langsung tewas seketika.
Yin He segera melesat kearah Jingmi, yang masih tersadar karena pengaruh obat perontok dan penahan jiwa oleh tetua menara emas.
Jingmi tersenyum gembira walau hanya tersirat dari pancaran matanya, Karena dia tidak mampu lagi menggerakan tubuhnya, Yin He segera membawanya ketempat yang aman, Yin He mengecek semua kondisi tubuh Jingmi, dan membuka semua aliran tubuhnya sehingga Jingmi kembali bisa bergerak. "Kakak, mereka memberiku obat perontok jiwa dan penahan jiwa." Jingmi kemudia menjelaskan semua secara detail apa yang dilakuka oleh tetua dan para anggota menara emas.
__ADS_1
"Aku akan membersihkan tubuhmu, tapi sebelumnya akan aku minta Xia Yuan dan Shi Ren berjaga jaga." Yin He meminta Xia Yuan dan Shiren berjaga jaga dan mengawasi juga ketiga Xiao bersaudara bila sewaktu waktu mereka butuh bantuan akan tetapi Yin He masih mengobati Jingmi.
Yin He langsung menyalurkan hawa panas kearah tubuh Jingmi, hal ini agar obat perontok jiwa dan penahan jiwa bisa keluar, dan yang sudah terserap tubuhnya dikeluarkan lewat keringatnya, sesekali tubuh Jingmi bergetar hebat dan mengeluarkan seluruh obat perontok dan penahan jiwa, Jingmi memuntahkan beberapa pecahan obat perontok jiwa dan penahan jiwa.