LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Pertandingan Final


__ADS_3

Melihat Feng Tong kini telah lenyap, dengan segera  Chen Yi langsung mencari permata kehidupan milik Feng Tong dan dan langsung menyerapnya sehingga diatas arena pertandingan dia langsung mengalami kultivasi, sehingga Chen Yi langsung duduk bersilah, namun sebelumnya di membuat suatu aura dimana orang orang tidak bisa menangkap tingkat energi yang dikeluarkann oleh Chen Yi.


Setelah selesai melakukan meditasi karena dia berkultivasi, Chen Yi langsung melepas perisai semuanya, dan yang lebih mengejutkan bagi semuanya, bahwa Chen Yi masih berada di tingkat raja, akan tetapi bisa mengalahkan Feng Tong di tingkat pertapa suci, pagi para murid biasanya di tingkat pertapa suci adalah tinggkat yang sangat kuat.


Kakek Sion dengan kekuatanya, langsung membuat arena pertandingan seperti sebelum pertempuran Feng Tong dengan Beng Ong, sesuai aturan Feng Tong bukanlah manusia, melainkan Hewan Spirit yang menyamar untuk mendapatkan kekuatan dan membentuk tubuhnya kembali.


Kakek Sion mengumumkan bahwa, yang menggantikan posisi Feng Tong adalah Xue Hua, mendengar keputusan dari kakek Sion membuat Xue Hua sangat bahagia sekali.


“Sekarang saat pertandingan antara Kha Chung dengan Xue Huang, ku harapkan kalian akan memberikan pertarungan yang terbaik kalian.” Ujar Kakek Sion.


Kha  Chung dan Xue Huang segera melesat kearah arena pertandingan, mereka langsung saling menyerang diantara mereka, Kha Chung langsung melesatkan jurus pedang yang selama ini dia latih, jurus pedang Kha Chung melesat seperti bayangan membuat Xue Huang gelagapan menerima serangan dari Kha Chung yang bertubi tubi.


Hal ini membuat Chen Yi dan Beng Ong tercengang melihat kemajuan dari jurus pedang yang dimiliki oleh Kha Chung, dalam beberapa jurus mereka telah membuat banyak mata yang melotot tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Kha Chung dan juga Beng Ong adaalah dua orang yang dahulunya di cap sebagai sampah di perguruan pertapa sakti, sejak mereka datang sampai dengan kedatangan Chen Yi, mereka masih belum bisa berkultivasi.


Akan tetapi sekarang semua terkejut, apalagi dengan kemajuan dari Kha Chung dengan kecepatan dan juga keindahan dari jurus jurus pedangnya.


Xue Huang juga tidak mau kalah dan terus terdesak, saat ini dalam fikiranya, walau mustahil dia mengalahkan Chen Yi, akan tetapi untuk menjadi juara 2 dia masih ada harapan dengan mengalahkan Kha Chung.


Oleh sebab itu dia lansung mengerahkan elemen es dan juga air, jadi kedua elemen yang sama akan tetapi berbeda sifat.

__ADS_1


Memadukan Air yang saat menyerang tiba tiba menjadi es yang kuat dan tajam membuat Kha Chung terkejut,  karena ada orang yang bisa memainkan kedua elemen yang sejatinya membutuhkan kosentarsi dan kekuatan yang tidak sedikit.


Kini Xue membentuk sebuah naga yang sangat besar dari elemen Air, dengan sebuah tongkat putih yang ternyata adalah sebuah es abadi, es abadi adalah sebuah jurus yang membentuk es menjadi sekuat  baja dan Es yang paling dingin.


Benda yang bersentuhan dengan es abadi akan langsug membeku, hal ini membuat Kha Chung berfikir cepat untuk mencari taktik atau cara untuk mengalahkan Xue Huang.


Xue Huang yang bisa membaca gerak gerik dari Kha Chung yang ingin mencari cara mengalahkanya hanya tersenyum simple.


“Walau kau mencari apapun, aku akan bisa mengalahkanmu, Saudara Chung.” Bisik Xue Huang saat dia  menyerang kearah Kha Chung. Mendengar bisikan seperti tersbeut menbuat kosentarsi dari Kha Chung pun buyar.


Dengan muka bersungut sungut, Kha Chung menggunakan jurus Penghancur Bintang, “Kau masuk dalam jebakanku.” Gumam Xue Huang dalam hatinya.


Jurus penghancur bintang milik Kha Chung memang saat mematikan, akan tetapi fokus dari serangan tersebut itu tidak ada, karena sekarang emosi mengusai dari fikiran Kha Chung, hal ini sangat dimangfaatkan oleh Xue Huang dengan sangat bagus.


“Sayang sekali, seandainya Senior Chung tidak terpancing emosinya, maka akan sangat mudah baginya untuk mengalahkan Xue Huang, akan tetapi faktor kedewasaan dalam pertarungan memang berbeda.” Ujar Chen Yi mengomentari gerakan dari Kha Chung yang semakin tidak tentu arah, sehingga seranganya sangat bisa dibaca oleh lawan.


“Mungkin karena karena sudah lama kemampuan dan insting bertarunganya tidak dipakai, dan ambisinya untuk menang membuat dirinya termakan emosi yang di pancing oleh Xue Huang.” Balas Beng Ong, Beng Ong paham, bahwa insting bertempurnya menurun drastis, seandainya Chen Yi tidak mengajak mereka ke Hutan Jiwa untuk mencari bunga tujuh bintang, mereka tidak akan bisa seperti ini.


Mungkin mereka (Kha Chung dan Beng Ong) tidak seperti sekarang, mereka akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Tapi setelah mereka ikut kehutan Bintang, mereka mendapatkan kepercayaan diri mereka, bahkan mereka menjadi kultivator yang paling cepat berkultivasi.


Xue Huang langsung memangfaatkan kondisi dari Kha Chung yang diliputi emosi, sehingga semua seranganya dapat di hindarinya dengan mudah, kini giliran Xue Huang melakukan serangan balasan.

__ADS_1


“Mati kau Kha Chung, aku akan memberimu pelajaran apa artinya sebuah pertarungan.” Xua Huang mencabut pedangnya dan kini dia bermain dengan pedangnya yang telah dialiri dengan  hawa dingin yang sangat kuat, sehingga membuat Kha Chung merasakan sensasi yang aneh di dalam tubuhnya.


Dengan sekali kelebatan Xue Huang langsung bisa memukul mundur Kha Chung sampai keluar area pertempuran, sehingga secara peraturan, Xua Huang memenangkan pertandingan ini.


Kakek Sion langsung menuju arena. “Xue Huang kamu menang dari Kha Chunng, sekarang saatnya kau bertarung melawan Chen Yi, yang juga sama sama juara dari masing masing lawan kalian.” Ujar Kakek Sion kepada Xue Huang.


Xue Huang hanya mengangguk tanda setuju, kemudian kakek Sion menoleh kearah Chen Yi, seakan meminta persetujuan dari Chen Yi, dan Chen Yi juga mengangguk tanda setuju.


Dengan cepat Chen Yi langsung meloncat kearah area pertandingan dan disambut dengan serangan pedang dari Xue Huang yang mengandung serangan serangan yang sangat mematikan.


Akan tetapi Chen Yi tetap tenang menghindari semua serangan dari Xue Huang, dan dengan cepat dia juga menggunakan pedang awan untuk menangkis semua serang dari Xue Huang.


Chen Yi menggunakan teknik pedang matahari, sehingga aura yang dikeluarkan oleh Chen Yi adalah panas, sehingga saat kedua pedang tersebut beradu, ada kekuatan panas dan dingin beradu, hal ini membuat suara ledakan yang sangat kuat.


“Tidak mungkin dia masih di tingkat raja petarung, karena seranganku tadi,jika dia berada di tingkat raja petarung maka dia sudah terdesak dari awal bertarung.”


Xue Huang menahan doronngan dari beradunya dua kekuatan pedang tersebut, dan yang menjadi Xue Huang terkejut adalah saat melihat ada retakan di pedangnya, baru saat ini pedang yang selalu  menemaninya retak.


“tidak mungkin, sebenarnya seberapa kuat anak ini.” Xue Huang mengalami getaran yang sangat aneh, tatapan mata dari Chen Yi dan aura yang dipancarkanya membuat orang lain bergidik.


Xue Huang mengangkat tanganya, dan berjalan cepat kearah kakek Sion, “Maha Guru, saya mengaku menyerah.” Hal ini tidak membuat Kakek Sion terkejut, tapi hal ini sebelumnya sudah diprediksi oleh kakek Sion, akan tetapi tidak secepat ini. Yang lebih mengejutkan adalah, kini pedanng milik Xue Huang patah jadi 2.

__ADS_1


“Sebenarnya siapa dia, kekuatanya sangat menarik, Hemmbb, aku harus mendapatkanya.” Gumam sosok yang berada jauh dari arena pertandingan tersebut.


__ADS_2