
Setelah mengalami pergolakan dalam tubuhnya, beberapa hari ini Yin He belajar untuk mengendalikan letupan energi yang ada ditubuhnya, saking kuatnya, sandaran tangan di kursi hancur dan sekali genggam kayu tersebut seperti sepotong roti yang diremas, sedangkan Yin He sama sekali tidak menggunakan tenaga dalam, beberapa perabotan dan peralatan makan seperti gelas dan mangkuk saat di gengggam langsung hancur, hal ini sangat merisaukan pikiranya, karena hal ini sangat tidak menguntungkan dalam kehidupan sehari hari.
Oleh sebab itu, sudah hampir seminggu Yin He melatih kekuatanya, "Aku harus bisa mengendalikanya, aku yang berkuasa ataa tubuhku bukan dirinya." Yin He sudah berhari hari melatih dan memikirkan cara untuk bisa menetralisir jiwa raja iblis tersebut.
"Kau tidak akan bisa melenyapkanya, jika dirimu mati karena kau bunuh diri maka tubuhmu akan dikuasainya, dan juga jika kau mati dikalahkan musuhmu, maka dia juga akan mengambil tubuhmu, ini sudah takdirmu Yin He." Ujar Zhuanglong yang keluar dari tubuh Yin He dalam bentuk energi naga.
"Apa maksud kata katamu Zhuanglong? dengan kata lain mau tidak mau aku harus menyerapnya? " Yin He terkejut dengan kata kata Zhuanglong.
"Karena tak ada pilihan lagi kan selain itu?" Ujar Yin He, Zhuanglong menatap lekat pada Yin He, seakan memastikan bahwa Yin He akan setuju dengan apa yang telah direncanakanya. " Ada satu cara lagi yang bisa membuat dirimu mengatasinya, cara ini hanya bisa membuat jiwa raja iblis yang ada dirimu akan terbelenggu dan kau bisa menguasai kesadaranmu sampai dengan lebih dari setengahnya, apa kau setuju? Ujar Zhuanglong kepada Yin He.
"Apa tidak ada cara lain, yang bisa benar benar menghilangkan jiwa raja iblis ini?" Tanya Yin He.
__ADS_1
"Tidak ada, kamu tidak punya pilihan lagi Yin Hez kamu mau mengendalikan sendiri, atau dia akan menjadi bagian kecil dari dirimu, kalo aku dengan sisi liar seperti itu, akan lebih membahagiakan, yang menjadi keuntunganmu adalah, kau mempunyai mustika rembulan dan juga pedang langit dalam tubuhmu, terlebih mustika rembulan adalah jiwa dari dewi bulan dia tidak akan permah menyakitimu, cuma kau harus berlatih mengendalikan kekuatanya."
"Seperti dua mata pisau, jika kau menggunakan yang tepat, walau sedikit sakit tapi kau akan menemukan apa itu bahagia, itu itu Yin He." Ujar Zhuanglong
"Tuan, saya mendapatkan kabar bahwa sisi utara tibet yang berbatasan dengan kekaisaran Qing, kekacauan yang diakibatkan oleh seorang wanita iblis bernama Xue Xue, wanita iblis tersbeut telah memporak porandakan kota didaerah sana, banyak anak anak dan wanita yang menjadi korban dengan cara darahnya mereka diambil secara paksa oleh wanita tersebut." Ujar Kalden, " Para prajurit telah dikerahkan dan hasilnya mereka tidak kembali dan tidak ada kabar juga sampai saat ini." Kalden mendekat kearah Yin He, Yin He yang sedang mengolah pernafasanya terkejut dan membuka matanya, akan tetapi tekanan saat mata Yin He terbuka membuat kalden terpelanting beberapa meterbkebelakang.
"Maafkan aku tuan, bukan maksud saya mengganggu meditasi tuan." Yin He berjalan kearah Kalden dan mengulurkan tanganya, Kalden agak ragu menerima uluran tangan dari Yin He, bukanya apa, Kalden takut Yin He masih belum bisa mengendalikan kekuatanyaz bahkan saat dia membuka mata saja tekanannya bisa membuat dirinya terjatuh.
"Cepat panggil Kedua Wei tersebut dan juga jangan lupa ajak Jetsan, setelah kalian bertempur, kita akan segera berangkat kesana." Kalden pun mengangguk dan melangkah pergi.
Yin He sendiri tak memahami kenapa dirinya menjadi sangat bersemangat saat diminta untuk menghadapi iblis wanita Xue Xue. setelah semuanya berkumpul kelimanya segera berangkat kedaerah yang dimaksud, karena belum ada yang pernah kesana, maka mereka akan menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka, dan dengan cepat mereka melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Hanya dalam waktu sehari, Yin He, Kalden, Jetsan dann kedua Wei bersaudara, mereka sudah sampai dikota dikatakan, kota tersebut sangat sepi seperti kota mati, warga tidak berani keluar malam, dan juga aktifitas hanya dilakukan pada pagi dan siang hari, saat menjelang malam, semua masuk kedalam rumah, dan kengerian akan segera datang, tawa yang mencekam terdengar dari kejauhan, saat sebelumnya penduduk kota tersebut pernah melakukan berbagai cara perlawanan termasuk dengan mendatangkan para pendekar, akan tetapi yang terjadi para pendekar tersebut menjadi pelayan atau budak iblis Xue Xue.
Yin He dan yang lainya menunggu diatap sebuah penginapan yang paling besar dan tinggi kelima bersila dan menyerap hawa murmi sambil menunggu kedatangan dari Xue Xue.
beberapa lama menunggu akan tetapi tidak ada suara apapapun yang mengisyaratkan kedatangan dari Xue Xue, kemudian Yin He menyuruh Kalden, Wei Hanzu, Jetsan dan Wei Ryuza untuk memancarkan energinya untuk memancing kedatangan dari iblis Xue Xue, dan benar saja tidak butuh waktu yang lama, ada tekanan hawa yang sangat besar menyelimuti kota tersebut, tanpa disadari kedatanganya, Xue Xue telah ada dihadapan mereka, Xue Xue adalah gadis dengan tubuh Yin, dimana tubuh Yin adalah tubuh dengan hawa negatif yang paling besar, seprti halnya Jingmi yang tubuhnya mengandung racun, maka tubuh Yin , mengandalkan tubuhnya dengan menyerap dan menampung energi negatif sebesar apapun dan pemilik tubuh Yin tersebut sekakarang ada dihadapan mereka, dengan cepat dia langsung menyerap rasa takut yang ada dalam diri Kalden, Jetsan, Wei Ryuza dan juga WeI Hanzu, keempatnya mencoba melepaskan diri dari cengkraman tersebut, san semakin mereka meronta maka cengkraman tersebut semakin besar.
Akhirnya keempatnya dapat melepaskan diri dari cengkraman karena semangat hidup yang sangat kuat. semangat tersebut menimbulkan energi positif yang kuat. setelah mundur beberapa saat, kini mereka mengetahui sosok yanh menjadi musuh meraka adalah gadis dengan paras yang sangat rupawan, membuat keempatnya bergetar ketika memandangnya, akan tetapi kecantikan yang dimiliki Xue Xue juga merupakan senjata yang sangat mematikan, saat mereka terlena dengan kecantikanya, dengan cepat dia akan langsung menghabisi musuh musuhnya.
Saat Xue Xue menggunakan trik kecantikan untuk menjebak ada keempat pemuda tersebut dan menyabetkan pedangnya kearah keempat pemuda tersebut, saat itulah Jetsan yang hanya terpegaruh sedikit, langsung menangkis serangan pedang dari Xue Xue, dan lansung melontarkan sebua pukulan bintang kearah Xue Xue.
"Sialan kalian." Umpat Xue Xue manakala seranganya dapat ditangkis. dan kini dihadapanya adalah Jetsan dengan wajah yang sangat marah dan pedang bintang yang terhunus.
__ADS_1