
Setelah ketiga Xiao selesai mandi dan makan, karena mereka berada di alam siluman dimana energi murni mereka pasti akan berbenturan dengan energi dialam siluman, hal ini yang membuat Yin He secepatnya memberikan pencerahan kepada mereka. "Kalian sudah siap, kita lanjutkan dengan hawa murni." kemudian Yin He berdiri dan mulai menjelaskan apa itu esensi yang disebut dengan hawa murni.
"Selain energi tenaga dalam spirit dan tenaga dalam murni, masih ada lagi jenis energi yang dihasilkan oleh tubuh manusia, yaitu energi yang dihasilkan oleh tulang belakang dan mengalir keluar melalui cakra di ujung tulang ekor
yang disebut hawa murni."
"Hawa murni terkait erat dengan aktivitas sukma manusia, menjadi penunjang energi kehidupan tubuh manusia. Hawa murni adalah juga penunjang munculnya tenaga dalam murni dan tenaga dalam Spirit."
"Seringkali orang tidak dapat membedakan istilah tenaga dalam murni dengan hawa murni, sehingga seringkali namanya disebut sama, padahal berbeda. Cakra tubuh sumber energinya pun berbeda."
"Tenaga dalam murni dihasilkan oleh cakra-cakra tubuh di antara pusar dan tulang ekor. Itulah yang dihasilkan dari olah nafas yang penekanannya ada pada pernafasan perut bagian bawah."
"Sedangkan hawa murni dihasilkan oleh tulang belakang (sumsum tulang belakang) dan mengalir keluar melalui ujung tulang ekor atau mengalir ke atas, ke otak, melalui saluran di pangkal tengkorak (tulang leher bagian atas).
Biasanya hawa murni dikembangkan dengan cara meditasi , dengan cara yang mirip dengan meditasi tenaga dalam murni, bukan dengan pelatihan jurus."
"Pada para pendekar spirit biasanya hawa murni dikembangkan dan diolah dengan cara meditasi serta berpuasa secara spiritual seperti yang dilakukan pada biksu."
"Jadi selain dengan cara khusus bermeditasi, pada orang biasa aktivitas hawa murni ini bisa juga ditingkatkan dengan cara orangnya rajin berpuasa. Dalam kondisinya berpuasa tubuh seseorang tidak lagi mendapatkan suplai energi dari makanan dan minuman, dan sukmanya sendiri bersugesti bahwa dirinya sedang berpuasa, hawa murni akan mengalir keluar dengan sendirinya untuk mengisi kekosongan energi."
"Orang-orang yang berpuasa biasanya tubuhnya lebih hangat / panas dibandingkan bila dirinya tidak berpuasa. Metabolismenya menjadi lebih baik. Tubuhnya lebih tahan terhadap hawa dingin dan penyakit. Tetapi kondisi tubuhnya yang panas itu bisa membuatnya mudah mengalami sakit panas dalam bila ia kurang rajin mengolah tubuh seperti latihan jurus. Jadi orang-orang yang berpuasa sebaiknya mereka juga rajin berlatih jurus agar tubuhnya tetap bugar."
"Kandungan dan aktivitas hawa murni ini juga bisa ditingkatkan dengan cara meditasi menurunkan energi alam yang mengisi tubuh. Paling baik adalah energi bumi bulat dan energi langit / alam raya. Energi alam itu akan mengisi seluruh tubuh dan cakra-cakranya, menjadi energi potensial di tubuhnya, termasuk mengisi tulang
__ADS_1
belakangnya, membantu produksi dan aktivitas hawa murni."
"Tetapi bila ditujukan untuk menaikkan kekuatan tubuh, bila hanya tersimpan saja sebagai energi potensial di dalam tubuh pengaruhnya tidak terasa signifikan. Energinya masih harus diolah lagi untuk disatukan dengan energi tubuh dan kekuatannya.
"Pada orang-orang yang sudah menekuni latihan tenaga dalam, energi alam itu bisa dengan sengaja diturunkan untuk mengisi cakra-cakra tubuhnya. Kemudian energi di cakra-cakranya itu diolah lagi dengan ia latihan olah gerak dan olah nafas tenaga dalam untuk semakin memperbesar kekuatan dan tenaga dalamnya".
"Tetapi untuk tujuan memadatkan energi di tulang belakang dan di cakra ujung tulang ekor tidak bisa dilakukan hanya dengan olah gerak dan olah nafas. Itu harus dilakukan dengan jalan meditasi dengan konsentrasi khusus untuk memadatkan dan melancarkan energinya. Untuk itu orangnya harus bisa merasakan energinya sendiri di tiap-tiap bagian tubuhnya untuk kemudian energi di tiap-tiap bagian tubuhnya itu diisi dan dipadatkannya lagi."
"Secara umum hawa murni akan bermanfaat membantu metabolisme tubuh, Itu akan dapat dirasakan oleh orang-orang yang hidupnya bersemangat dan bergembira dan yang sering bermeditasi."
"Tapi pada pendekat tenaga dalam spirit , pemanfaatannya lebih daripada sekedar membantu metabolisme tubuh, tapi juga ditujukan untuk menambah energi jurusnya dan kekuatan spiritnnya, yang kemudian dengan teknik sugesti spiritual energi hawa murni itu diolah dan diperbesar lagi kandungan dan kekuatannya untuk semakin memperbesar energi tubuhnya dan mempertinggi vitalitasnya."
"Secara alami energi hawa murni akan mengalir sendiri mengstabilkan kondisi energi tubuh. Aktif tidaknya dan aktivitas alirannya sangat ditentukan oleh kondisi sukma dan batin orangnya."
"Secara alami energi hawa murni ini mengalir keluar ketika seseorang menguap (seperti menguap mengantuk). Energi hawa murni keluar dari tulang punggung mengalir ke atas, melewati tulang leher dan pangkal tengkorak menuju ke otak. Kemudian energi ini merangsang saraf-saraf / cakra-cakra di leher dan di kepala, otot-otot dan urat saraf mengejang dan orangnya menguap. Jika hawa murni mengalir keluar melalui ujung tulang ekor dan merangsang cakra-cakra di perut bawah, maka yang mengejang adalah otot-otot di kaki dan perut. Atau hawa murni itu mengalir keluar dan merangsang cakra-cakra di sekitar dada yang mengejang adalah otot-otot di perut, tangan dan dada."
"Karena itu pada saat kalian kehujanan, hujan dan basahnya tak dapat dihindari, bila memang kalian harus basah kehujanan, cobalah mengiklaskan bahwa kalian memang harus basah kehujanan. Sesudah itu mandilah dengan air hangat. Biasanya tubuh kalian akan tetap sehat dan hangat. Energi hawa murni membantu tubuh kalian tetap hangat. Lain halnya bila kalian basah kehujanan tetapi kalian tidak ihklas basah kehujanan, maka kalian akan mengalami demam atau sakit. .Saat kalian menggigil kedinginan, berarti energi dan kekuatan tubuh kalian dalam kondisi tidak mampu melawan hawa dingin yang kalian alami. Cobalah untuk menenangkan batin kalian. Sambil menahan dan menekan nafas di perut bagian bawah, cobalah untuk mengiklaskan bahwa kalian memang harus mengalami kedinginan, mudah-mudahan kemudian ada aliran-aliran energi (hawa murni) yang kemudian
membuat kalian tidak menggigil lagi. kalian masih tetap kedinginan, tetapi kalian tidak menggigil lagi. Setelah tidak menggigil lagi, teruskan menahan nafas dan tekan di perut bagian bawah, cobalah dengan beberapa gerakan tangan sambil tetap menekan nafas, kalian alirkan energi ke seluruh tubuh supaya tubuh kalian tidak kedinginan lagi, tujuannya adalah untuk membangkitkan dan menyalurkan hawa hangat yang berasal dari energi cakra di ujung tulang belakang, pusar dan kalian."
"Saat seseorang tidur dalam cuaca dingin (atau tinggal di dataran tinggi), secara alami hawa murni akan bekerja menghangatkan tubuhnya. Itulah sebabnya orang yang tidur dalam cuaca yang dingin, setelah bangun tidur
tubuhnya akan terasa lebih hangat dan lebih segar (kecuali bila orangnya kedinginan). Orang yang tinggal di tempat yang bersuhu dingin biasanya memiliki vitalitas tubuh yang lebih baik dibandingkan orang yang tinggal di cuaca yang panas, itulah mengapa aku berlatih di giok rembulan milik sekte bulan sabit kemarin."
__ADS_1
"Hawa murni menjadi penunjang energi kehidupan tubuh manusia. Energinya mengisi energi kehidupan organ-organ, pembuluh darah, urat saraf dan semua sel-sel tubuh manusia dan menunjang proses metabolisme tubuh. Aktivitas energi hawa murni terkait erat dengan aktivitas roh / sukma manusia. Karena itu orang yang sedang melepas jiwanya tidak boleh kelamaan jiwa atau sukmanya berada di luar tubuh. Jangan sampai kemudian ketika sukmanya kembali energi tubuhnya telah mati, tubuhnya sudah menjadi mayat."
"Aktivitas energi hawa murni akan kuat pada orang-orang yang hidupnya bersemangat dan bergembira, sehingga tubuhnya lebih segar berenergi tidak cepat lelah dan lebih tahan terhadap penyakit."
"Kondisi bersemangat dan bergembira itu banyak terjadi pada anak-anak yang senang bermain berlari-larian dan tertawa-tawa gembira. Tubuhnya akan segar bertenaga, dan bila lelah akan cepat pulihnya. Tetapi bila anak-anak itu terlalu sering kelelahan, justru akan mudah sakit, karena tubuhnya kekurangan energi (tekor). Asupan makananya juga harus baik."
"Kuat lemahnya kondisi emosional dan jiwa manusia menentukan aktif-tidaknya aktivitas energi hawa murni. Kondisi emosional yang bersemangat dan bergembira akan mendorong tubuh untuk aktif memproduksi hawa murni. Sebaliknya, kondisi psikologis yang lemah, yang orangnya tidak sedang bersemangat, merasa tidak gembira, atau yang merasa dirinya lemah karena sedang sakit, kondisi emosional dan jiawanya itu akan melemahkan tubuhnya dalam memproduksi hawa murni, tubuh orangnya akan terasa lemah dan mudah sakit-sakitan atau tubuhnya terasa tidak bugar, banyak mengandung energi negatif. Begitu juga terjadi pada orang yang pingsan tak sadarkan diri, , aktivitas energi hawa murni ini akan melemah."
"Itulah pentingnya menumbuhkan sugesti positif kesembuhan pada orang yang sedang sakit, supaya tubuhnya tetap menghasilkan energi positif untuk menunjang kesembuhannya, memunculkan energi positif yang akan mengisi sel-sel tubuhnya untuk kelangsungan metabolismenya membangun sel-sel tubuh yang sehat dan
menyingkirkan energi negatif penyakitnya."
Karena itu sebaiknya kita selalu mengkondisikan hidup yang bersemangat dan mengusahakan kondisi psikologis yang bergembira, jangan membesar-besarkan masalah yang bisa menambah kesusahan hati. Dan ada baiknya orang-orang yang sedang sakit jangan dipaksakan untuk ia terus berbaring di tempat tidurnya, jangan dipaksakan untuk ia terus merasakan sakitnya, jangan ia diingatkan terus tentang sakitnya. Ada baiknya ia sesekali waktu dibiarkan beraktivitas lain. Itu berguna untuk mengsugesti orangnya supaya tubuhnya membangkitkan energi
positif untuk membantu kesembuhannya. Hanya perlu diingatkan saja supaya ia tidak terlalu memaksakan diri beraktivitas, dan jangan sampai ia kelelahan, jangan sampai itu menambah sakitnya.
"Kadangkala terjadi keajaiban. Orang sakit yang berniat datang berobat kepada seorang tabib dan merasa yakin oleh orang tersebut sakitnya pasti sembuh, maka sekalipun belum bertemu sang tabib tersebut, tetapi orang tersebut sudah merasa tubuhnya telah sehat, sudah merasa ringan, rasa sakitnya sudah hilang atau berkurang. Terjadi demikian karena sukmanya mengsugesti kesembuhan, tubuhnya menyingkirkan energi negatif penyakit dalam dirinya. Sekalipun kemudian orang tersebut tidak jadi bertemu tabib tersebut, tetapi sakitnya akan berangsur-angsur sembuh dengan sendirinya, atau sekalipun masih sakit, tetapi sakitnya tidak bertambah parah, sakitnya terasa sudah lebih ringan. Kejadian di atas terjadi pada orang-orang yang mengsugesti dirinya
bahwa sakit-penyakitnya pasti sembuh oleh tabib' tersebut. Berbeda halnya pada orang-orang yang mengsugesti dirinya bahwa sakitnya hanya akan sembuh setelah bertemu dengan tabib tersebut, sugesti kesembuhannya hanya akan terjadi setelah bertemu dengan tabib tersebut. Jika kemudian orang tersebut tidak jadi bertemu
dengan tabib tersebut, maka sakitnya tidak akan berangsur-angsur sembuh dengan sendirinya, mungkin juga akan bertambah parah."
"Begitu juga terjadi pada orang-orang yang pasrah kepada sang tabib atau orang yang mengobatinya, sakitnya akan lama sembuhnya, apalagi bila ia tidak percaya pada sang tabib, atau merasa tidak ada orang yang dapat menyembuhkannya. Begitu juga terjadi pada orang-orang yang merasa hanya akan sembuh setelah meminum obat-obatan dari tabibnya , sakitnya akan lama sembuhnya. Seringkali juga sakitnya tidak sembuh-sembuh walaupun obat-obatan sudah habis diminum semua.Si sakit sendiri harus bersugesti positif. Jangan bersugesti negatif, jangan menganggap sakitnya tidak ada yang bisa menyembuhkan, atau menganggap tabib yang sedang mengobatinya tidak akan mampu menyembuhkannya. Dengan bersikap begitu ia membangun energi negatif di
__ADS_1
dalam dirinya, melemahkan semangat juang tubuhnya untuk sembuh dan melemahkan energi penyembuhan dalam dirinya."
"Jadi hawa murni dalam diri kita tidak terbatas ya kak? atau jangan - jangan pada waktu pertempuran dengan panglima iblis selama delapan hari kakak menggunkan energi hawa murni ini? sehingga dapat bertahan bertarung sampai delapan hari?" Tanya Xioa Yan. dan dibalas hanya dengan anggukan oleh Yin He