
Yin He meminta masing masing untuk menunjukan spiritnya masing masing, akan tetapi sebelum mereka menunjukan spriritnya masing masing Yin He terlebih dahulu ingin melihat Vajra senjata dari batu langit milik Han Bing.
“Paman bolehkah kau tunjukan kepada kami senjata yang kau punyai itu?” Han Bing mengangguk dan mengeluarkan sebuah senjata untuk yang mempunyai kesamaan bentuk seperti bunga teratai yang melengkung dan saling bertemu di kedua sisi ujungnya.
“Vajra ini adalah senjata dewa, yang bisa mengeluarkan petir dan suara guntur yang bersamaan, kelebihan dari senjata vajra ini adalah, petirnya yang tidak bisa dihancurkan oleh siapapun, hanya pedang langit yang bisa menyerap petir petir yang dikeluarkan oleh Vajra, pedang langitpun tidak mempunyai kekuatan untuk menghancurkan petir dari senjayta dewa tersebut akan tetapi hanya bisa menyerap dan menggunakan kekuatan petirnya saja.
Kemudian Yin He meminta Han Bing untuk memutarkan Vajra dan melemparkanya keatas, senjata tersebut lansung berputar dengankecepatan penuh dan mengeluarkan petir petir yang sangat kuat dan getaran suara yang semakin lama suara tersebut semakin membesar.
Yin He pun menangkapnya dan memperagakan sebuah gerakan yang sangat aneh, gerakan yang digunakan Yin He seperti sebuah tarian dengan gerakan yang sangat lincah tapi dengan kekuatan yang penuh, lama lama Vajra tersebut memanjang dan terus memanjang sperti sebuah tongkat, dan setelah panjangnya cukup , Yin He pun mememainkan senjata tersebut dangan sangat baik, jurus yang di gunakan Yin He membuat siapa pun akan berdecak kagum melihatnya.
Han Bing yang melihat hal ini terus memperhatikan, karena dia tahu, Bahwa Yin He sekarang bermaksud untuk mengajarkanya, akan tetapi denga cara yang samar, untuk menjaga wibawa dari Han Bing dimata tim sembilan naga, sehingga Han Bing sangat senang dengan cara Yin He mengajarinya.
__ADS_1
Gerakan Yin He sangatlah simple akan tetapi dibutuhkan kekuatan dan kecepatan yang besar dan fokus untuk menyatukanya dalam sebuah gerakan atau jurus. Setelah memperagakanya Yin He mengangkat Varjra tersebut sehingga gelegar petir di langit kemudian langung menyambar senjata Vajra ini, akan tetapi petir petir ini langsung diserap oleh senjata Vajra dan kemudia Yin He mengarahkan petir kearah sebuah pohon yang berada di belakang kediaman Kalden, pohon tersebut langsung hangus ditempat.
“Tuan, apakah pedang halilintar dan vajra sama? Yaitu sama sama halilintar?” tanya Kalden kepada Yin He, Yin He hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. “Esensi kedua senjata tersebut sama, hanya karakter dan bentuk yang berbeda, dan satu hal, petir dari fajra bukanlah dari spirit, akan tetapi dari alam langsung, sedangkan pedang halilintar dari energi spirit dan juga energi alam.
Kalden tersenyum puas dengan penjelasan dari Yin He, walaupun secara esensi sama, kedua senjata mempunyai cara penggunaan yang berbeda, maisng maisng mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.
“Sekarangan aku ingin kau tunjukan kepadaku Jingmi, kerahkan semua kemampuanmu, dan juga spiritr nagamu.” Jingmi kemudian berdiri dan berjalan ketenga tengan tanah lapang, dengan sikap sempurna, jingmi langsung menggunakan jurus pedang seribu, menggunakan pedang dari phoenix biru dan dikombinasiakan dengan ribuan cakram yang sekrang berputar dan membentuk bunga teratai di bawah kaki Jingmi, membuat penampilan Jingmi sangatlah anggun dan cantik seperti dewi yang turun dari langit.
“Jingmi sekarang kau alirkan energi dewi racun yang paling pekat di ujung pedang dan semua senjatamu, terus gunakan kombinasi tarian seribu pedang dengan tinju ombak.” Jingmi segera mengalirkan energi dewi racun kesemua tubuhnya dan juga tak luput pedang serta cakranya, sesuai dengan apa yang diminta oleh Yin He, setelah Yin He mengalirkan tenaganya maka tekanan angin yang berada disekitar semkin besar dan berat, tekanan ini adalah gabungan dari tinju ombak dan hawa energi dari dewi racun, hal ini membuat semuanya menggelengkan kepalanya,ini Jingmi belum beraksi yang mengeluarkan energinya, bagaimana dia beraksi, pantas saja para pendekar hitam menjulikinya dengan julukan bidadari pencabut nyawa.
“Jingmi, jika seperti ini, kau maish belum ada apa apanya untuk menghadapi para iblis hitam atau para iblis kuno, belum lagi nanti ada para anggota iblis yang lainya, kau coba paksa energimu sampai dengan titik yang paling terkuat.” Jingmi dan yang lainya tersentak, dengan energi Jingmi seperti yang saat ini masih belum bisa menghadapi para iblis tersebut. “Coba kau tahan seranganku, agar kau bisa merasakan betapa kecilnya energimu yang sekarang.” Ujar Yin He
__ADS_1
Tiba tiba Yin He mengalirkan sebuah energi yang sangat kuat pada tanganya dan energi tersebut segera dilemparkan ke arah Jingmi, tenaga yang sangat besar, sebuah bola energi warna merah dengan petir disekelilingnya menghantam kearah Jingmi, tanpa diduga energi tersebut dapat membuat Jingmi terpental, untungnya Jingmi mempunyai kekuatan dari elemen logam, sehingga tubuhnya tidak terluka, akan tetapi pedang dan juga cakramnya terpental jauh, Jingmi yang sudah bersatu dengan phoenix biru segera mengangkat tanganya, dan pedang Phoenix biru pun melesat ketangan tuanya. Serta dengan sekali gerakan ribuan cakram dari sisik naga emas pun segera menyelimuti Jingmi dan mengangkat tubuh Jingmi dengan Formasi bunga teratai.
Yin He pun tersenyum dengan kekuatan Jingmi yang tidak terluka dengan energi yang baru saja dia lemparkan ke arah Jingmi, Yin He hanya menggunakan sangat sedikit tenaga dalamnya, dia takut untuk melukai Jingmi. “ Sekarang kau gunakan spirit naga dari kuil langit, aku ingin kau juga memaksakan tenaga sprirt nagamu juga.” Jingmi segera mengalirkan tenaganya keseluruh meridian dan jalan cakranya, aura naga spirit naga menyeruak kesegala arah, dibelakang Jingmi samar samar terpancar bayangan naga yang meraung, Jingmi menekan energinya spritnya sampai dengan titik puncak levelnya, pohon pohon disekitarmya seperti menari terkena tekanan energi sprit dari Jingmi, batu batu dibawahnya pun segera lebur mejadi serpihan serpihan yang lembut, tiba tiba cahaya perak menyeruak dari tubuh Jingmi. Cahaya ini berputar dan terus berputar mengitari tubuh Jingmi, sedangkan Jingmi terus berkosentrasi untuk menekan kekuatan spiritnya, aagar dia tau porsi kekuatan dari spiritnya.
Yin He pun segera menyerang dengan serangan yang sama, akan tetapi kali ini serangan Yin He tidak membuat tubuh jatuh, dan juga energi Jingmi pun masih sangat stabil, “Baiklah aku sekarang tidak akan ragu lagi menyerangmum kau harus bertahan dengan serangan ini.” Yin He segera meloncat dan melayang diatas, dengan kekuatanya dia menyerang berkali kearah Jingmi, dan semua nya terkejut, serangan Yin He masih dapat di tangkis oleh Jingmi walaupun dengan sepenuh tenaga, keringat pun mengucur dari pelipis Jingmi, tangan Jingmi mulai bergetar menangkis serangan eneri dari Yin He, dan akhirnya sebuah serangan pun menjebol pertahanan dari Jingmi. Tubuh Jingmi pun terjatuh, dan Yin He pun segera mendekat dan memberikanya energi murni adan memeriksa apakah Jingmi mempunyai luka dalam atau tidak, dan Jingmi baik baik saja.
“Baiklah, untuk Jingmi kau sudah memperlihatkan energi yang luar biasa, kali ini aku hanya akan mengetes pertahanan kekmampuan energi kalian, tapi nantinya kita akan berlatih bersama untuk mengetahui pola serangan kalian, dan untuk selanjutnya aku ingin Wei Ryuza untuk menggantikan Jingmi disini, keluarkan semua energimu sampai dengan puncaknya. Wei Ryuza pun mengangguk dan segera berdiri kearah tanah lapanng, Jingmi pun segera berdiri dan memilih tempat agak menjauh dan memulihkan staminanya.
__ADS_1