LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
TURNAMEN EMPAT ELEMEN Bag.4


__ADS_3

Para tetua yang mendengarkan cerita Yin He saling pandang. Tuoli pun segera bangkit mendekati sang cucu yang tubuhnya masih bergetar.


"He'er, kami yakin kau akan menjadi pendekar hebat, legenda anak naga yang memikul takdir langit aku kira hanyalah sebuah dongeng belaka."


"Dengan terbukanya 7 gerbang cakra yang kau miliki, sekarang kau berada diatas kami, ditingkat dewa petarung langit." Tuoli pun memeluk tubuh cucunya, ada rasa bangga yang mengaliri tubuh, darah keturunanya terpilih menjadi seorang pendekar yang hebat.


"Kakek dan para tetua, untuk turnamen empat elemen, apakah saya tetap ikut atau bagaimana?" Yin He meminta pendapat kakek serta para tetua yang lainya.


"Sebaiknya kau tetap berangkat, akan tetapi jangan menjadi peserta, kau bisa melihat dan mengawasi keadaaan yang ada, dengan tingkatan kamu yang sekarang, kami sepakat mengangkatmu sebagai tetua Wisma Giok." Ujar Tuoli.


"Pengukuhan kamu sebagai tetua baru dilaksanakan nanti malam, karena besok paginya kamu harus berangkat menuju lembah kesunyian."


"Baiklah Kek dan para tetua semua, kalau begitu saya mohon undur diri untuk beristirahat."


Yin He berpamitan kepada seluruh tetua Wisma Giok, dalam bathinya masih berkecamuk tentang pengangkatanya sebagai tetua ke-6, Yin He merasa masih terlalu muda untuk menjadi seorang tetua.


Upacara pengangkatan Yin He sebagai tetua Wisma Giok dimulai, sumpah setia Yin He diambil dan prosesi terakhir adalah Yin He akan menjadi tetua elemen yang mana? api, tanah udara atau air?


Untuk mengetahui elemen mana yang kuat, maka calon tetua akan memegang batu elemen yang ada di tengah Wisma Giok, batu hitam ditengah tengah halaman wisma utama memang tampak biasa, akan tetapi batu tersebut adalah batu pengukur kekuatan elemen.


Yin He segera meletakan kedua tanganya kearah batu tersebut, sesaat tubuhnya seperti ada yang menyedotnya masuk, batu hitam dihadapan Yin He bergetar dan kemudian memancarkan cahaya warna warni, cahaya tersebut semakin lama semakin berkilau menyilaukan seluruh anggota Wisma Giok.

__ADS_1


Yin He mengangkat kedua tanganya dan seketika itu juga cahaya pada batu pengukur elemen pun memudar.


Semua anggota menatap kagum kepada Yin He, karena baru kali ini 1 orang bisa mengusai semua elemen, hanya tetua ke 4 sebelum sebelum Tuoli yang mengusai dua elemen.


"He'er, kau pengendali semua elemen, sesuai dengan peraturan. tetua utama adalah dirimu." Ucap Tuoli dan langsung membungkuk hormat kepada Yin He dan langsung di ikuti seluruh anggora Wisma Giok.


"Kakek, tidak..ini tidak bisa aku terima, kalau kakek ingin saya tetap disini, maka tetaplah menjadi tetua tertinggi disini sampai umur saya cukup." Yin He memohon kepada Tuoli.


Alasan Yin He cukup kuat, dan lagi pula tetua Tuoli adalah kakek Yin He.


"He'er, alasanmu aku terima, tapi setelah kamu siap maka posisi tetua utama akan aku serahkan kepadamu."


"Terima kasih Kek." ucap Yin He


Matahari mengitip dibalik awan pagi, suasana begitu indah udara dilembah Wisma Giok seakan mampu membuai semua penghuninya untuk tidak bangun pagi.


Yin He sudah berkemas dan bersiap untuk berangkat ke lembah kesunyian bersama Han Bing dan tiga anggota Wisma Giok.


Han Bing dan ketiga anggota yang lain juga sudah bersiap, Tetua Tuoli juga turut menyaksikan keberangkatan tim Yin He.


"Kakek, kami berangkat, kemungkin sore nanti kita sudah sampai di lembah kesunyian." Ujar Yin He

__ADS_1


Yin He dan rombongan segera menaiki naga Han Bing, setelah beberapa saat nagapun melesat dengah kecepatan penuh.


"Paman, nanti kita beristirahat di gurun sebelah lembah kesunyian, ada beberapa yang akan aku ajarkan kepada mereka agar Wisma Giok tidak dianggap remeh."


"Baik Tetua, nanti sebelum sampai kita akan cari tempat yang cocok untuk latihan."


"Paman, jangan panggil saya dengan sebutan tetua, panggil saya Yin He seperti biasanya." Ujar Yin He menimpali ucapan Yin He.


Naga melesat dengan cepat kearah selatan menuju lembah kesunyian, dengan menaiki naga Han Bing akan menghemat waktu perjalanan sekitar 6 hari, secara normal berkuda, jarak antara wisma giok dan lembah kesunyian bisa ditempuh dengan berkuda selama 6 hari.


Matahari sudah mulai terbenam, Han Bing dan Yin He telah sampai di sebuah padang pasir disebelah perbatasan dari Lembah Kesunyian.


"Paman, kita turun sebelah sana saja, tempatnya agak tersembunyi."


Han Bing menepuk leher naganya, sang naga mengerti apa yang dimaksud oleh Han Bing, dan meluncur ke arah tempat yang dimaksud.


Setelah mereka mendarat, Yin He pun membuat sebuah benteng dari pasir, dengan cara tersebut mereka akan terlindung dari badai pasir dan untuk latihan akan lebih nyaman.


Sementara itu, ada beberapa kelompok lain yang sedari tadi mengikuti kelompok Yin He.


"Wei..segera informasikan kepada sang kegelapan, kalau anak naga ada di padang pasir kematian."

__ADS_1


"Baik kakak Wang, aku segera menyampaikan hal ini kepada Sang Penguasa Kegelapan.


__ADS_2