LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Pemahaman Pedang – 10 Dasar Langkah Pedang


__ADS_3

Yin He segera mencari tempat duduk persis didepan ketiga Xiao bersaudara, “Karena kalian bertiga memilih menggunakan senjata pedang, maka akan aku ajarkan 10 langkah pedang, ini bukanlah teknik bertarung akan lebih ke langkah pedang, kalian harus memahami dasar dari 10 langkah pedang ini, yang pertama adalah Perhatikan Jalannya sebuah pertarungan. Kewaspadaan terhadap situasi merupakan kunci untuk memenangkan pertarungan. Pikiran tidak hanya berfokus pada kesadaran bahwa Kalian harus siap bertarung, tetapi juga memperhatikan lokasi di sekeliling Kalian dengan cepat dan memikirkan cara untuk mengubah lokasi pertempuran menjadi hal yang menguntungkan. Jika tidak siap, Kalian bisa diserang sebelum sempat menarik pedang.”


“Percayalah dengan firasat Kalian. Apakah perasaan Kalian tidak enak? Apakah Kalian merasa diawasi? Apakah situasinya terlalu tenang, atau ada sesuatu yang tidak pada tempatnya, atau Kalian mendengar sesuatu yang tidak jelas? Perhatikan intuisi Kalian karena mungkin itu bisa menyelamatkan hidup Kalian.”


“Waspadai ancaman. Jika tidak memperhatikan penyerang, Kalian berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Beberapa hal yang pelu diperhatikan di antaranya adalah perilaku yang aneh atau mencurigakan, situasi di sekitar Kalian, dan bahkan "firasat" Kalian sendiri.”


“Perhatikan situasi pertarungan. Bertarung melawan Pendekar  sangat berbeda dengan melakukan pertarungan di turnamen. Pertarungan di turnamen dikendalikan dan dilaksanakan berdasarkan peraturan atau kode etik. Ketika Kalian diserang di jalan (karena alasan tertentu), mungkin Kalian akan bertarung untuk mempertahankan nyawa. Kalian bisa melanggar peraturan dengan menerapkan taktik yang "tidak terhormat", misalnya dengan menendang, menyambitkan pasir ke mata lawan, atau melakukan tipuan.”


“Langkah yang kedua adalah : Amati lingkungan pertarungan. Setiap pertarungan pedang pasti dilakukan di suatu tempat. Amati area pertarungan agar Kalian bisa menerka kelemahan apa saja yang mungkin Kalian miliki, dan hal-hal apa saja yang bisa Kalian ubah menjadi sesuatu yang menguntungkan. Apabila Kalian bisa mengatur siasat agar bisa menyerang dan/atau melindungi diri sendiri secara lebih efektif (misalnya dengan menyiapkan serangan secara tiba-tiba, menyudutkan lawan ke jalan buntu, berlindung di balik batu besar), mungkin Kalian bisa menang. Beberapa elemen lingkungan yang dapat dimanfaatkan di antaranya:


Sinar matahari yang terang bisa membutakan mata jika berada di sudut yang tepat dengan tingkat ketajaman yang kuat. Paksa lawan Kalian agar berada dalam posisi yang membuat matanya terkena sinar matahari sehingga Kalian menjadi sulit dilihat.


Lingkungan yang gelap bisa membuat tubuh menjadi tidak kelihatan, baik Kalian maupun lawan.


Hutan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi. Pepohonan bisa menyulitkan para petarung untuk membentuk pertahanan massal seperti "dinding dari perisai", atau melancarkan serangan dengan formasi seperti dalam medan perang.


Rintangan alami seperti tebing, laut, atau dinding bisa menghambat pergerakan dan menghalangi upaya untuk melarikan diri.


Petarung berpedang (terutama yang mengenakan zirah atau baju besi) biasanya tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik di area lumpur, rawa, es, atau di salju yang tebal dan lunak.


Bertarung di medan perang harus dilakukan sebagai tim, bukan menonjolkan keterampilan individu. Kalian akan bergantung pada orang di sekitar untuk bertahan hidup. Bertindak sendiri secara gegabah bisa berakibat fatal pada diri sendiri dan saudara Kalian.

__ADS_1


Ketiga; Cabutlah pedang sebelum Kalian mulai bertarung. Ayunan pedang dari orang yang terlatih hanya memerlukan waktu sepersekian detik. Jadi, jika Kalian sudah menghunus pedang, waktu Kalian tidak akan terbuang. Selain itu, pedang juga tidak akan berguna jika hanya tergantung di sarungnya.


Di sisi lain, apabila pedang Kalian dirancang agar mudah dicabut dari sarungnya dengan cepat (dan Kalian telah melatihnya), ini bisa menjadi serangan kejutan yang hebat. Tindakan ini juga dapat mengintimidasi lawan dengan menunjukkan bahwa Kalian merupakan petarung yang sangat terlatih.”


“Keempat; Bersikaplah santai! Panik merupakan reaksi alami ketika seseorang bertarung menggunakan pedang. Akan tetapi, jika Kalian tegang, pikiran akan lemah sehingga Kalian tidak bisa bertindak dengan cepat, penuh kendali, atau dengan mental yang jernih. Ini bisa fatal. Dengan berlatih, Kalian bisa belajar untuk berkonsentrasi dalam situasi yang berbahaya. Pikiran Kalian akan belajar untuk berfokus pada apa yang sedang dihadapi.”


“Kelima ; Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga Kalian bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul. Selalu posisikan kaki selebar bahu, dan ketika bergerak, jagalah agar kaki tetap terentang. Jangan pernah memosisikan kedua kaki secara berdekatan. Gunakan genggaman pedang yang memudahkan Kalian untuk menggerakkannya. Awasi gerakan lawan dan pelajari caranya bergerak ketika menyerang dan melancarkan serangan pembuka. Kalian harus cepat. Ketika menangkis, jagalah agar pedang berada di dekat tubuh sehingga Kalian tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan. Cobalah untuk selalu melakukan serangan balik. Pergerakan dan penempatan kaki adalah kunci keseimbangan. Semakin sering telapak kaki menyentuh tanah, keseimbangan menjadi semakin baik sehingga kekuatan yang Kalian salurkan dalam serangan menjadi lebih besar. Untuk menjaga keseimbangan, usahakan untuk bergerak dengan menggeser kaki, bukan mengangkat dan melangkahkannya. Memiringkan tubuh ke depan akan mengangkat tumit sehingga mengurangi keseimbangan di tanah. Berhati-hatilah dengan penempatan dan penggunaan kaki di setiap serangan karena ini bisa memberi peluang bagi lawan untuk menghantam Kalian. Jagalah agar tubuh tetap lurus dengan dada dan tubuh mengarah ke depan sehingga keseimbangan akan tetap terjaga ketika Kalian mengayunkan pedang. Ini juga memudahkan Kalian untuk menghindari serangan lawan dengan gerakan tubuh yang sederhana. Jika tubuh menghadap ke samping, Kalian akan terkunci karena hanya bisa menghindari serangan dalam satu arah.”


“Keenam ; Temukan dan pertahankan jarak ideal berdasarkan keseimbangan antara jangkauan Kalian dengan lawan. "Jangkauan" adalah senjatanya itu sendiri plus panjang ayunan pedang. Lengan panjang yang menggunakan pedang pendek memiliki jangkauan yang sama dengan lengan pendek yang menggunakan pedang panjang. Kenyamanan yang dirasakan bisa tergantung pada beberapa faktor: tinggi badan, panjang pedang, gaya pedang, dan gaya bertarung. Semua hal tersebut memengaruhi jarak yang tepat bagi Kalian.”


“Dan jika  "jangkauan" Kalian lebih pendek, bergeraklah mendekat dan jagalah agar posisi Kalian bisa menjangkau area pertahanan lawan. Jangan biarkan dia membuat Kalian menjauh. Jika Kalian terus mendekat, lawan yang memiliki jangkauan lebih panjang tidak akan mudah untuk mengayunkan pedang dengan baik, dan biasanya Kalian bisa mengayunkan pedang secara lebih cepat daripada orang yang memiliki jangkauan lebih panjang.”


“Ketujuh ; Miliki pertahanan yang kuat. Jika Kalian tidak bisa menangkis atau mengelak satu kali saja, ini bisa berakibat fatal. Jadi, Kalian harus melindungi diri dengan baik. Jagalah agar posisi pedang memungkinkan Kalian untuk mengayunkannya dari bagian bawah tubuh ke arah atas kepala. Ini adalah posisi tengah, yang cocok untuk tingkat keterampilan apa pun. Ini memungkinkan Kalian untuk merespons serangan lawan dengan kecepatan yang wajar, serta memberi banyak peluang untuk melancarkan serangan Kalian sendiri.”


“Delapan ; Jagalah agar senjata Kalian selalu siap. Pada umumnya, pedang harus direntangkan menjauh dari tubuh Kalian dalam jarak yang nyaman dengan diarahkan ke tenggorokan atau mungkin mata lawan. Ini adalah gerakan untuk membidik sasaran. Ini berfungsi sebagai tangkisan terhadap serangan lawan (yang harus melewati pedang Kalian terlebih dahulu). Posisi ini bisa sangat mengintimidasi, khususnya bagi lawan yang tidak berpengalaman.”


“Sembilan ; Lakukan serangan pertama. Walaupun petarung yang terampil bisa bertempur secara terus-menerus dalam waktu yang lama, pertarungan pedang yang sebenarnya sering kali ditentukan oleh serangan pertama (biasanya diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 detik). Yakinlah dengan serangan Kalian. Jika serangan pertama Kalian meleset, lawan akan mengambil keuntungan dan mengakhiri pertarungan dengan serangan yang mematikan.”


“Sepuluh ; Temukan alur pertempuran dan cobalah untuk mengendalikannya ketika pertarungan dimulai. Ini adalah kesimpulan dari  10 langkah pedang ini yang aku dirangkum dalam satu kalimat, yang merupakan hal yang sangat penting. Jika berhasil menemukan alur pertarungan dan mengendalikannya, Kalian berpeluang besar untuk langsung mengakhiri pertarungan dengan gerakan yang mematikan. Konsep ini memang sulit dipahami, tetapi Kalian bisa mencobanya lain kali ketika berlatih tanding dengan teman.”


“Temukan pola dan alur pertarungan dari satu gerakan ke gerakan berikutnya, dan cobalah mengendalikan lawan. Seorang petarung biasanya menyerang, bertahan, dan menerapkan taktik yang paling dikuasai dan nyaman baginya. Perlu waktu bertahun-tahun dan banyak latihan untuk mendapatkan kemampuan seperti ini. Akan tetapi jika kalian sudah mengerti langkah pedang dan Pemahamn jurus pedang maka hanya butuh waktu singkat kalian akan bisa menguasainya.” Ujar Yin He dan kemudian berdiri sambil mengeluarkan pedang matahari dan rembulan miliknya

__ADS_1


“Dan inilah pesan terakhir sebelum kita masuk ke pemahaman jurus pedang, Jika memungkinkan saat kalian akan bertarung, cari tahu terlebih dahulu senjata yang akan digunakan lawan. Jika bertarung dengan lawan yang menggunakan pedang kecil yang cepat, jangan sampai penampilannya mengelabui Kalian. Senjata ini mungkin memiliki kelenturan dalam tingkat sedang dan sangat baik untuk menembus pertahanan yang terbuka. Di sisi lain, Jika lawan menggunakan pedang besar yang berat, mungkin dia ingin mengakhiri pertarungan dengan satu atau dua serangan. Sebisa mungkin Kalian harus menjauhkan tubuh dari lawan dan tunggu sampai dia kelelahan.”


“Perhatikan area di sekitar Kalian dan manfaatkan hal itu untuk keuntungan Kalian. Menyudutkan lawan ke suatu penghalang di belakangnya adalah tindakan yang berguna. Selain itu, posisi tubuh dengan membelakangi matahari bisa membuat lawan silau sehinga pertahanannya akan terbuka untuk diserang.”


“Rawat senjatan kalian dengan baik. Pedang  tidak akan mengecewakan Kalian dan bisa memberi kegunaan yang besar jika terawat dengan baik.”


“Jangan mengelak dan menghindar seperti anak kecil. Perhatikan ke mana arah gerakan lawan ketika mengayunkan pedang, dan jangan terlalu banyak bergerak. Ketika lawan menerjang dan Kalian menghindar ke samping, pertahanan lawan akan terbuka untuk diserang. Ambil kesempatan ini. Jika perlu, Kalian bisa membawa pedang pendamping yang lebih pendek di tangan yang lain. Ini bukan curang, tetapi bertindak praktis, kalian sudah mempunyainya yaitu belati dari bulu siluman elang perak, bisa kalian gunakan untuk hal ini.”


“Penempatan posisi tubuh adalah hal yang penting. Jagalah agar tubuh tetap tegak lurus dengan pedang terhunus ke arah lawan. Ini membuat Kalian menjadi sulit untuk dijadikan sasaran sehingga organ-organ vital akan terlindungi.”


“Latihan merupakan hal yang sangat penting. Apabila Kalian berlatih dengan sangat keras, mungkin 10% dari ilmu yang Kalian pelajari akan terlihat dalam pertarungan. Kalian harus bisa bertindak berdasarkan naluri, tanpa harus membuang waktu untuk berpikir. Teknik dasar akan bekerja secara otomatis, dan inilah yang membuatnya dinamakan 'dasar'. Latih teknik dasar secara terus-menerus di sebagian besar waktu karena mungkin ini akan menjadi satu-satunya hal yang Kalian miliki sebagai penolong.”


“Dan satu hal yang penting, yaitu Akurasi lebih penting daripada kekuatan. Dan ingatlah bahwa setiap bagian pedang adalah senjata, termasuk ujungnya, bagian yang tajam,  dan gagang. Tubuh Kalian dan apa pun yang ada di sekeliling Kalian juga bisa dijadikan senjata. Pertarungan pedang tidak akan dibatasi untuk menggunakan pedang saja. Gunakan benda apa saja agar Kalian bisa menang.”


“Apakah ada yang ingin kalian tanyakan, kenapa kalian hanya bengong begitu.” Tanya Yin He yang melihat ketiga Xiao bersaudara hanya terpaku, mereka baru tersadar ketika Yin He melempari mereka dangan batu kerikil.


Xiao Zhao kemudian membungkuk hormat, "kakak, kau tak pantas menjadi kakak kami, kau adalah guru kami, betapa banyak kau membuka pengetahuan kami, ini adalah sebuah pengetahuan dasar, tapi kami saya masih belum mengerti akan tetapi hati ini sudah sombng."


Yin He kemudian mendekati Xiao Zhao, "Jangan bicara seperti itu Zhao er, sudah selayaknya seorang kakaknya membimbing adik adiknya."


Ketiganya kemudian mencari untuk santap siang, sedangkan Yin He memusatkan energinya, seperti ada energi  yang bergejolak didalam dadanya.

__ADS_1


__ADS_2