LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Gerbang Jiwa _ Menuju Pedang Langit


__ADS_3

Yin He, Jingmi dan ketiga Xiao segera bergegas untuk berangkat menuju ke gerbang ketiga yaitu gerbang jiwa, sebelumnya Xiao Zhuang telah memberitahukan terkait dengan letak lokasi dari gerbang ketiga, lokasi gerbang tersebut berada di kuil langit (Tan Tian ), kuil yang yang berada di salah satu kekasiaran yang terkuat, yaitu kekaisaran Ming, untuk memasuki area Kuil Langit pun tidak mudah, karena hanya atas ijin kaisar seseorang yang bukan anggota kuil yang diperbolehkan  masuk, sehingga tidak mudah bagi orang lain yang untuk bisa memasuki kuil tersebut.


Mereka berlima segera melesat kearah selatan, tepatnya kearah pusat kerajaan Ming,  Jingmi hanya diam saja, karena dia memang tidak mengetahui apa dan bagaimana tempat yang akan didatangi, akan tetapi setelah Xiao Zhao bercerita tentang lokasi ketiga yang akan mereka datangi, barulah Jingmi terkejut,karena sewaktu kecil, Jingmi juga pernah mendengar cerita tentang betapa megah dan besarnya kekaisaran Ming, beruntungnya Kekaisaran Tang dan Song tidak pernah diusik oleh kekasairan Ming karena daerah tersebut sangat jauh dari kekasaiaran Ming, dan harus menaklukan daerah Tibet terlebih dahulu baru bisa masuk ke kaisaran Song dan Tang.


Perjalanan kali ini mereka akan menempuh perjalanan yang panjang, karena jarak antara tempat gerbang kedua yang ada diperbatasan Song dan Tibet adalah 2x jaraknya, sehingga kemungkinan mereka akan terbang selama 2 hari baru bisa sampai dikekaisaran Ming.


Setelah seharian penuh Yin He dan rombongan telah sampai diperbatasan antara Tibet dan  Kerajaan Ming, “Kak, kita istirahat disini, aku akan segera berburu untuk kita makan, kalau malam hari lebih mudah.” Xiao Yan mengajak Xioa Zhuang untuk berburu, tetapi baru beberapa melangkah, mereka dikejutkan dengan segerombolan beberapa gadis muda dengan pakaian seperti dari kediaman istana, mereka berlari dengan tangis tertahan, sepertinya mereka mencoba untuk menghindari sesuatu.

__ADS_1


Tepat dihadapan rombongan Yin He, mereka terkejut, suara mereka tercekat dan tidak bisa berteriak, keringat diri mengujur deras dari tubuh mereka, hingga salah satu dari mereka bersimpuh sambil menangis,  “Ampuni kami tuan, jangan bawah kami kembali keistana, kami tidak bersalah tuan.” Gadis tersebut bersimpuh sambil menangis sesenggukan.


Jingmi menghampiri gadis yang bersimpuh tersebut, para gadis tersebut saat Jingmi mendekati mereka, mereka tidak mengetahui sosok Jingmi, karena mata mereka selalu tertunduk tidak berani untuk melihat siapa yang ada didepan mereka, saat Jingmi berbicara barulah mereka terkejut, bahwa yang berbicara adalah seorang wanita, para gadis tersebut sambil ketakutan, “Tenanglah jangan menangis, kami bukan pembunuh, kami juga bukan dari istana.” Jingmi mencoba menenangkan para gadis tersebut, Xiao Zhao menghampiri mereka dan memberikan kendi minuman kepada para gadis tersebut, para gadis tersebut menerima minuman tersebut dan bersedia diajak setelah beberapa kali Jingmi membujuk dan menyakinkan mereka bahwa mereka akan dilindungi.


“Ceritakan kepada kami, siapa kalian, dan kenapa kalian harus menghindar sampai kehutan dari kejaran para pengawal istana, apa kalian membuat kesalahan?” Xiao Yan menatap satu persatu para gadis tersebut, membuat para gadis tersebut tertunduk gemetar sambil meremas tangan mereka masing masing.


“Maafkan temanku, dia tidak bermaksud untuk membentak atau menakuti kalian, ceritakan kepadaku kenapa kalian sampai kehutan ini.” Jingmi duduk dekat mereka dn mencoba menyakinkan para gadis tersebut untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, setelah beberapa saat terdiam, salah satu dari gadis tersebut bercerita.

__ADS_1


“Dua hari kemarin kemarahan yang terpendam di dada para selir dan dan sebagian para pelayan memuncak, dengan bantuan sejumlah orang dalam istana, para pelaku menuju paviliun Selir Duan, Selir Yang Jinying memimpin komplotan itu, mereka mempunyai rencana akan menjebak kaisar, dan pada waktu tersebut, sesuai dengan yang telah direncanakan, setelah teman tidur kaisar itu keluar diikuti para dayang, Kaisar Zhengde dibiarkan sendirian di kamar sendirian, saat itulah, para selir penyerang beraksi. Mereka mencoba mencekik sang kaisar dengan pita hiasan rambut.”


“Akan tetapi upaya pembunuhan kaisar  itu gagal. Para selir lalu mengambil tirai sutra, memilinnya, lalu mengikatkannya ke leher sang kaisar. Namun, mereka mengikat dengan simpul yang salah sehingga jerat di leher Kaisar Zhengde longgar,  dan tidak maksimal mencekiknya, sehingga lagi lagi kaisar masih tetap bertahan hidup.”


“Salah satu selir pun panik, ia melaporkan upaya pembunuhan tersebut pada Permaisuri Fang,  sementara itu,  Kaisar Zhengde melawan sekuat tenaga. Salah Selir lalu menarik tusuk konde perak dari rambutnya dan menikamkannya pada kaisar yang langsung tak sadarkan diri. Saat itulah, sang permaisuri datang disertai para prajurit, dan para selir dan pelayan semuanya  diringkus, akan tetapi beberapa pelayan kabur termasuk kami.”


“Ketika fajar menyingsing, mereka semua dihukum mati dengan kejam, tubuh mereka diiris perlahan dan eksekusi itu dijuluki "kematian oleh seribu luka". Kepala mereka kemudian dipenggal dan dipertontonkan kepada publik sebagai peringatan bagi yang lain, kami mengetahui hal ini dari cerita dari para rakyat yang kami temui, tak hanya para pelaku, keluarga mereka pun tidak luput dari hukuman. Bahkan selir Cao Duan yang tidur dengan kaisar malam itu juga dihukum mati.”

__ADS_1


Yin He dari tadi hanya bisa menahan emosinya, dia tidak mengira ada pemimpin yang sekejam Kaisar Zhengde, “Pasti ada yang melatarbelakangi sang kaisar berbuat hal tersebut, kami akan memastikan keselamatan kalian, akan tetapi kalian harus bekerja sama dengan kami, menunjukan arah ke istana terlarang dan juga lokasi kuil langit.” Ujar Yin He, para gadis itupun saling pandang dan akhirnya menganguk.


Xiao Zhuang dan Xiao Zhao segera berburu untuk makan malam, setelah merekan mendapatkan buruanya, dan segera membakarnya, Yin He meminta Xiao Zhuang untuk membuatkan formasi sihir segel perlindungan kepada para gadis tersebut, agar para prajurit tidak dapat menangkap mereka. Dan setelah selesai makan, Xiao Zhuang pun segera membuatkan formasi segel pertahanan kepada para gadis tersebut untuk pertahanan, setelah selesai, Yin He pu segera menggunakan teknik ilusi untuk menutup daerah sekitar mereka agar tidak ada seorang pun yang melihatnya, Yin He kemudian menggunakan teknik berkomunikasi dengan para hewan, dia ingin tahu cerita sesungguhnya dan detailnya.


__ADS_2