
Chen Yi pun tersentak dengan apa yang dibisikan oleh Chang Mao, dengan cepat dia memutar tubuhnya untuk bisa menghindar dari serangan pedang tersebut, tidak butuh waktu lama untuk Chen Yi membuat perisai pada tubuhnya, dia mengalirkan spirit atas pedang hati es yang melindunginya dari pengaruh ilusi dan pengendalian fikiran.
Sekarang Chen Yi segera menyalurkan hawa murninya kearah pedang awan, semulah ada perlawanan yang kuat dari pednag awan, akan tetapi setelah mendapatkan energi hawa murni dari tombak naga, pedang awan pun kini tunduk kepada Chen Yi, dan sekarang spiritnya pun bersatu dengan tubuhnya.
“Chang Mao , kenapa aku tidak bisa memanggil spirit pedang langit atau golok naga, apakah mereka masih terlalu kuat untuk aku taklukan?” Tanya Chen Yi kepada Chang Mao.
“Fokus sama pertarungan mu terlebih dahulu, nanti aku akan jelaskan kepadamu.” Chen Yi pun mengangguk, dalam bathinya berkata, jikalau dia bisa menggunakan kekuatan pedang langit atau golok naga maka dengan cepat dia bisa mengalahkan musuhnya.
Sosok lelaki pemengang pedang beraura hitam tersebut adalah Minh, sosok lelaki tersebut memang bukan dari empat daratan seperti Chen Yi, dia adalah dari benua biru, sebuah benua yang jauh sekali di empat daratan, sehingga wajah, nama dan juga karakternya berbeda dengan empat daratan.
Minh segera membaca sebuah mantra, dan sekarang ditubuhnya tumbuh seperti jarum jarum kecil yang serti landak diseluruh permukaan kulit tubuh dan tangannya, dalam sekejab jarum jarum tersebut langsung meluncur kearah Chen Yi, dengan cepat perisai dari pednag hati es aktif dan menahan serangan jarum jarum tersebut.
Jarum jarum tersebut seperti menancap pada sebuah benda yang keras, akan tetapi tembus pandang.
Akan tetapi sepertinya hal tersebut tidak berlangsung lama, karena jarum jarum tersebut seperti bisa digerakan dari jarak jauh, dan juga jarum jarum tersebut ,mengeluarkan hawa panas sekali sehingga mampu menembus perisai dari pedang hati es, melihat hal tersebut Chen Yi terkejut dan menangkis jarum jarum tersebut dengan pedang awan ditanganya.
__ADS_1
“Aku harus menyerangnya dengan dua senjata sepertinya hal ini diperbolehkan.” Bathin Chen Yi, dengan cepat Chen Yi menggunakan Cakram- cakram dalam ruang hampa miliknya, hal ini membuat Minh terkejut, senjata jarumnya sekarang tidak bisa lagi diandalkan, karena jumlah di cakram milik Chen Yi sendiri sangat banyak, dan formasi yang dibentuk oleh Chen Yi sangat rapat, sehingga akan sangat kecil peluangnya untuk menyerang Chen Yi dengan jarum miliknya.
“Siapa sebenarnya bocah ini, dari pedang karatan yang mempunyai energi besar ini, aku tak boleh meremehkanya.” Dengan cepat Minh kemudian meloncat tinggi dan menebaskan pedangnya dengan tekanan energi yang kuat, dan dengan cepat Chen Yi menangkisnya, akan tetapi Chen Yi membuat kesalahan fatal, karena jarum jarum yang dilesatkan sebelumnya berbalik arah dan menancap diseluruh tubuh Chen Yi, hal tersebut membuat Chen Yi menjerit kesakitan.
Tubuh Chen Yi langsung ambruk dan membiru, ternyata racun yang ada dalam jarum tersebut langsung menjalar hebat kearah pembuluh darah dan juga aliran darahnya.
Chen Yi langsung menjerit, dia sudah tidak punya harapan lagi, tubuhnya sebagian besar terlah lumpuh dan tidak bisa digerakan, hanya karena Chang Mao yang melindungi aliran racun tersebut tidak sampai ke jatung dan otaknya, akan tetapi hal tersebut tidak bertahan lama, aliran racun tersebut telah meracuni paru parunya membuat didalam paru parunya penuh dengan cairan yang membuatnya susah bernafas, mata Chen Yi sudah nanar dan penglihatanya mulai kabur, tubuhnya benar benar sudah tidak akan bisa bertahan.
Akan tetapi pada situasi genting tersebut Xiahua langsung memberikanya pil embun suci, pil penyembuh dari keluarga Xia, dan masing masing hanya diberikan 1 obat tersebut, melihat Xiahua memberikan pilnya kepada Chen Yi, Xia Huang langsung mendekati sepupunya tersebut.
“Dia telah menyelamatkan nyawaku tadi, aku berhutang budi kepadanya, hanya sebuah obat, tidak mampu untuk membalasnya.” Jawab Xiahua sambil menahan tangis, dalam hatinya berharap agar obat embun suci tidak terlambat untuk menyelamatkan Chen Yi.
Xiahua langsung menatap Minh yang dari tadi berdiri melihatnya, dan dia melemparkan segepok plakat yang dia dapatkan. Xia Huang hanya bisa melongo melihat apa yang dilakukan oleh Xiahua, akan tetapi dia tidak dapat berbuat apa apa.
Minh hanya menatap plakat yang jumlahnya lebih dari sepuluh, kalau dihitung hitung adah 30 plakat yang ada pada dirinya, dengan segera dia membagi plakat tersebut, sepuluh ke Xiahua dan sepuluh lagi untuk Chen Yi, “Aku harap dapat bertemu lagi dengan bocah ini, semoga dia tidak mati, karena dia masih punya hutang kepadaku.” Ujar Minh kepada Xiahua dan juga Xia Huang.
__ADS_1
Chen Yi mulai sadar, tubuhnya tidak sebiru saat dia masih terkena racun dari Minh, saat matanya terbuka dia kira dia sudah meninggal akan tetapi saat menatap wajah gadis didepanya yang membuat dadanya bergetar, akan tetapi saat melihat samping kirinya yaitu Xia Huang dia langsung tersentak dan langsung bangkit, akan tetapi dia langsung memuntahkan darah hitam kental dengan bau yang sangat menyengat, dan dia sekarang meraba disekujur tubuhnya tidak ada alagi jarum yang bersarang ditubuhnya.
“Untuk kau selamat, jarum jarum ditubuhmu telah dicabut oleh kakak Huang. Dia juga yang menyalurkan tenaga dalamnya kepadamu.” Ujar Xiahua.
“Hei Bocah sok jago, terima kasih ya telah melindungi Xiahua, sebenarnya dia yang menyelamatkanmu dengan memberikan pil embun suci satu satunya pil untuknya, Pil yang seharusnya untuknya dalam keadaan yang sangat terdesak, akan tetapi hanya demi bocah jelek sepertimu dia bisa berkorban begitu besarnya.” Chen Yi langsung menatap muka Xiahua untuk memastikan omongan tuan muda sombong tersebut, akan tetapi tatapan mata Xiahua sudah menjadi jawaban apa yang dicarinya.
“Ayo kita segera keluar dari hutan jiwa ini, sebelum semuanya tersegel dalam hutan ini.” Ujar Xia Huang kepada Xiaohua dan Chen Yi, Chen Yi pun mengangguk pertanda dia sudah siap untuk berjalan keluar dari hutan jiwa ini.
Mereka bertiga langsung melesat keluar, banyak diantara dari mereka yang masih bertarung, ada yang hanya bersembunyi akan tetapi setelah yang bertempur kelelahan maka dia akan cepat merebut plakatnya.
Mereka bertiga terus melesat dan menghindari jalan yang banyak pendekar yang masih bertarung untuk merebut plakat dari para pendekar lainya, dan setelah beberapa lama mereka melihat pintu keluar dari hutan tersebut, akan tetapi tiba tiba beberapa pisau belati langsung melesat kearah mereka bertiga.
Dhuarrrr...! sebuah ledakan terdengar dengan sangat dahsyat.
__ADS_1