LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
BIARKAN DIA YANG MEMILIH


__ADS_3

Tuoli terkejut dengan perubahan wujud dari phoenix api yang sekarang.


wujud phoenix api sekarang adalah sebuah pusaka berupa pedang.


Tunggu...! Yin He menghentikan langkahny untuk mencabut pedang phoenix api.


Tuoli pun mendekat..kearah Yin He.


sambil menarik nafas..seakan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, "Yin He..ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadamu, aku harap kamu jujur padaku"ujar Tuoli


Siapa kamu sebenarnya? asal usulmu dari mana dana maksud serta tujuanmu apa? Tuoli menatap dengan tajam ke arah Yin He


"Baiklah tetua..aku akan memberitahukanmu.


Nama ku Yin He berasal dari desa di lembah angin."


"umurku sekarang 7 tahun". Tuoli terkejut saat mendengar bahwa Yin He masih berumur 7 tahun.


"Ibuku bernama Xui Lin, putri dari pertapa tua Xue Zhao". apa Xue Zhao pendekar dengan elemen angin yang sangat terkenal itu pantas saja dia mempunyai bakat yang sangat luar biasa "pikir Tuoli"


"ibuku meninggal karena kehabisan darah dan energi karena melahirkanku.." Terlihat Yin He tidak dapat membendung air matanya saat menceritakan tentang ibunya.


Tuoli pun menarik nafas..dia dapat merasakan bagaimana seorang anak tumbuh tanpa belaian kasih sayang ibunya.


"Terus bagaimana dengan tuan Xue Zhao, ? tanya Tuolo sambil berusaha menyembunyikan empatinya kepada Yin He


"Kakek terbunuh menghadapi orang-orang saat menginginkan ku pada waktu itu" tatapan Yin He kosong..saat menceritakan kenapa semua orang memburunya.


Tuoli mengingat 7 tahun lalu..bahwa ada anak naga lahir, anak naga ini menjadi incaran dari seluruh pendekar di dataran Tang ini. karena kekuatan yang dimilikinya.


dan sekarang tuoli mengenal dan menyaksikan langsung anak naga tersebut.!


"Tetua Tuoli..apakah anda juga termasuk yang menginginkan saya?" tatapan Yin He yang semula kosong kini menjadi tatapan yang dingin dan sinis kepadanya.


"Ha ha ha ha..saat kelahiranmu, aku sudah mendengar desas desus tentang anak naga..tapi aku tidak tertarik tentang itu, percayalah Yin He aku bukan dari bagian kelompok yang memperebutkanmu." ujar Tuoli yang menatap hangat kepada Yin He.


Kakek terbunuh karena sebagian cakranya diberikan kepadaku..agar bisa menyegel sisi iblis yang ada dalam diriku.


"Hal inilah yang membuat terkadang aku tidak bisa mengendalikan diri, jika menggunakan teknik terlarang itu." Yin He menunduk, serasa ada rasa bersalah saat dia mengingat akan membunuh Han Bing.


"Jadi ini alasanya terkadang dia berubah me jadi aneh, anak yang luar biasa" Tuoli diam diam mengagumi Yin He

__ADS_1


terlebih kalau menatap paras Yin He, Tuoli serasa melihat masa mudanya dahulu.


"Yin He..terus sinar biru yang selalu muncul setelah kau berubah, boleh aku tau sinar apa itu?


alasan Tuoli menanyakan hal tesebut dikarenakan rasa penasaranya terkait dengan berpendarnya liontin amarah phoenix setiap kali sinar biru itu datang.


"I..itu..karena aku mempunyai Liontin Air Mata Phoenix" ujar Yin He.


Tetuo Tuoli terkejut saat Yin He menyebut Liontin air mata phoenix.


Liontin yang seharusnya ada pada putranya Yin sin..kenapa sekarang ada pada Yin He.


Tuoli sebenarnya sudah curiga dari beberapa saat yang lalu..dan melihat Yin He berlatih dengan Elemen Tanah.


Tetua Tuoli mencoba tenang dan mengusai rasa penasaran pada dirinya.." Kau dapat dari mana Liontin itu Yin He?" Tetuo Tuoli bertanya dan menyembunyikan rasa penasarannya yang sangat besar.


"Liontin itu pemberian dari ayah saya," Yin He meneteskan air mata, mengingat ayahnya yang terbunuh oleh iblis merah.


Tuoli heran kenapa Yin He sampai meneteskan air mata.


"ada apa Yin He"? Tuoli mendekati Yin He dan memeluknya..rasa empatinya sekarang tidak bisa disembunyikanya.


"Kenapa hatiku sangat sakit..ketika melihat air mata anak ini.? Tuoli merasakan rasa yang tidak dapat diartikan oleh hatinya.


"Siapa nama ayah kamu" tuoli bertanya lirih.


"Yin Sin..nama ayah saya Yin Sin.." seketika detak jantung Tuoli seakan berhenti.


Rasa yang dari dulu tidak diharapkan. rasa dimana dia ingin bertemu dengan Yin Sin putranya pupus sudah.


"Jadi kamu benar anak Yin Sin..jadi kamu cucu ku." Yin Sin mengguncang guncangkan pundak Yin He.


Tuoli diantara rasa sedih dan bahagia memeluk Yin He.


Yin He yang masih tertegun masih diantara percaya dan tidak percaya.


"He 'er..sekarang kamu tidak sendiri..kamu.adalah cucuku." Tuoli memegang pundak Yin He dan meyakinkanya bahwa apa yang dia katakan adalah benar


Yin He tersadar..bahwa yang di ucapkan tuoli bukan halusinasi.


"Kakek." Yin He bertekuk lutut di hadapan Tuoli.

__ADS_1


"terimalah hormat cucu" Yin He menatap penuh hormat, rasa gembira bergemuruh di dadanya. sekarang dia mempunyai keluarga yang diharapkanya


"Kakek..bagaimana dengan pedang itu?" Yin He menoleh ke arah pedang phoenik api.


Karena Pedang ini adalah pedang phoenix api, maka kakek yang seharusnya berhak untuk memilikinya " Yin He mempersilahkan Tuoli untuk.mencabut pedang phoenix api.


"Tapi Yin He..kamu juga yang telah menaklukanya?" Tuoli masih tidak bergeming dari tempatnya.


"Ayolah Kek..pedang itu milik kakek". Yin He bersikukuh agar Tuoli yang mengambil pedang itu.


akhirnya Tuoli melangkah maju. "Baiklah He'er" Tuoli memengang gagang pedang tersebut.


sreeett sreettt sreett..pedang itu mengeluarkan aliran listrik yang kuat..membuat tubuh Tuoli terpental.


Tuoli terus mencoba mencabut pedang tersebut...dia mengerahkan tenaga dalamnya agar tidak tersengat lagi..akan tetapi untuk yang kedua..tenaga tuoli yang malah diserap oleh Pedang tersebut.


untung dengan cepat tuoli melepaskan peganganya.


He 'er, pedang itu mempunyai jiwa phoenix..


biarlah pedang itu yang memilih siapa yang menjadi tuanya..


Jika kamu tidak terpilih nantinya..maka tempat ini akan aku segel..agar pedang tesebut tidak jatuh pada pendekar sembarang.


"Baik lah kakek." Yin He menggangguk tanda setuju. dia langsung melangkah ke arah pedang phoenix tersebut.


"pedang yang amat indah, pedang dengan bilah berwarnah kemerahan dan keemasan pada sisi tengah..pada gangangnya terukir bentuk kepala phoenix, dan tepat disisi tengah antara bilah dan gagang ada batu mustika amarah phoenik.


Yin He memegang gagang pedang tersebut, Api biru langsung terpancar dari bilah pedang tersebut..aliran listrik juga semakin kuat mengelilingi pedang tersebut.


"aneh..aku tidak merasakan adannya penolakan dari pedang ini." Yin He kemudian.mencabut pedang tersebut..dan.


wusshtttt. sresttt sreettt..pedang phoenix api ini mempunyai 2 mata pedang di ujungnya dan api biru mengelilingi bilah pedang tersebut.


ujung pedang tersebut juga mengeluarkan petir di kedua ujung mata pedangnya.


He 'er .."Tuoli berteriak memanggil Yin He.


"pedang itu telah memilih tuannya dan itu kamu" teriak Tuoli.


Yin He mengangkat pedang tersebut dengan tangan kanannya..

__ADS_1


sebuah petir membumbung tinggi kelangit..


__ADS_2