
Chen Yi hanya sedikit terkejut, mendengar suara gemuruh pertempuran yang sangat ganas, sedangkan Bay Cuan juga tersenyum dari atas awan saat melihat pertempuran antara Nana dan para monster penghuni hutan kegelapan.
Sedangkan didalam hutan level 3, Nana sekarang menghadapi beberapa ular boa merah dengan panjang tubuh puluhan meter dengan ukuran badan selebar drum.
Dengan gesitnya Nana menghindar dari serangan dan lilitan dari toga Boa Merah yang menyerangnya dengan kecepatan yang sangat memukau.
Saat Nana menghidari semburan dari ular Boa didepanya kearah kiri, dengan cepat dia langsung mendapatkan sabetan dari salah satu dari ekor Boa yang lain.
Bhuk..
Tubuh mungilnya terlempar dan menghantam sebuah pohon besar.
Krakk...
Ternyata batang pohon tersebut tidak mampu menahan kekuatan dari lemparan tubuh Nana yang sangat kuat, sehingga tubuhnya Membuat pohon tersebut mengalami retakan parah yang kemudian hancur.
"Keparat, akan akan hancurkan kalian semua." Tubuh Nana mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi dan dengan cepat ketiga Boa tersebut terhuyung, kemudian mereka saling menyerang satu sama lain.
Nana hanya tersenyum, kini dia dengan mudah mengendalikan musuh musuhnha yang tingkatanya ada dibawahmya dengan racun pelahab mimpi, Nana adalah peri dari golongan pengendali jiwa, ada banyak ras peri akan tetapi yang terkuat adalah pengendali Jiwa, dan yang sekarang adalah Nana dan juga Chen Yi, hal ini karena Chen Yi mendapatkam inti dari darah Nana.
Ketiga Boa tersebut terus saling bertarung, Nana yang sudah bosan menunggu langsung melesat, dengan mengalirkan Qi di sekitarnya, membuat tekanan udara di sampingnnya menjadi padat dan muncul sebuah pedang dari Qi yang dipadatkan.
Secepat kilat Nana melesat dan membabat ketiga Boa tersebut, akibatnya dengan cepat kepala ketiga Boa tersebut langsung terlepas dari tubuhnya.
Dengan cepat Nana mengambil batu kristal Boa tersebut dan tak lupa langsung menyerap kekuatan tubuh dari ketiga Boa tersebut.
Setelah ketiga Boa terserap sepenuhnya, dengan cepat Nana langsung menuju kedalam hutan yang level hewan buas hutan kegelapan.
Nana berhenti disebuah padang rerumputan yang sangat indah, ketenangan menciptkan sebuah suasana yang membuai siapapun yang berada disana.
Hal ini membuat Nana pun mengendorkan kewaspadaanya secara otomatis, suasana tersebut seakan menghinoptis Nana dalam sebuah ketenangan yang sangat dalam.
Booom..!
Beberapa panah api melesat dan mengejutkan Nana, untung Nana mempunyai tingkat refleksitas yang tinggi, sehingga dapat menghindar dari panah panah api yang menyerangnya, Walaupun ada satu panah yang mengenai pahanya akan tetapi tidak membuatnya luka, hanya sengatan panas yang membuat pahanya serasa tidak nyaman untuk digerakan.
__ADS_1
"Kurang ajatr, siapa yang berani menyerangku diam diam." Teriak Nana dalam kemarahanya.
Tiba - Tiba seekor singa yanh sangat besar muncul dari balik bukit yang ada didepanya, singa tersebut lebih besar dari pada bukit tersebut
Mata singa tersebut berwarna kuning keemasan dengan perpaduan hijau muda, bulunya coklat tua, akan tetapi yang membuat bergetar adalah surai dan ekornya yang memancarkan kobaran api yang sangat panas.
"Siapa kau, mengapa kau disini?" Tanya Nana, akan tetapi tidak ada jawaban dari singa tersebut.
"Kurang ajar, bagaimana dia bisa mengabaikanku, seharusnya dengan tingkat kekuatanya dia sudah bisa berkomunikasi denganku."Bathin Nana.
Singa Api tesebut langsung merespon dengan serangan yang cepat kibasan ekornya langsung meluncurkan panah panah api kearah Nana.
Groooarrr..!
Nana langsung melonjat dan menghindari setiap anak panah yang keluar dari kibasan ekor singa tersebut.
Seperti bisa membaca fikiran Nana, Singa tersebut langsung meraung, dan kobaran api pada surainya tiba tiba berkobar menjadi lebih besar.
Panas kobaran surai singa tersebut sampai membuat semua pepohanan dan rumput disekitar langsung layu karena hawa panasnya.
Singa tersebut langsung menyerang kearah Nana, Nana yang sudah memprediksi serangan tersebut lebih berhati hati, tidak hanya untuk.menghindari cakaran, akan tetapi sabetan ekor dan juga panas dari surai sang Singa tersebut.
Saat Nana salto keatas untuk menghindari serangan cakar singa, akan tetapi singa tersebut lansung mengarahkan surai apinya kearah Nana.
Wussshh... Slice..
Sebuah luka mengalir dipipi dan juga beberapa tubuh Nana, membuat Nana meringis menahan rasa perih dan panas disekujur tubuhnya.
"Sial, bahkan tubuh peri ku tidak dapat menahan api surai singa tersebut."
Nana langsung memejamkan matanya, tiba tiba cuaca yang begitu tenang berubah menjadi gemuruh yang sangat menyeramkan, angin berhembus dengan kencang, gemuruh keras dilangit memekakan telingah.
Mata Nana berubah merah sepenuhnya, akan tetapi singa didepanya tetep terdiam dan tidak bergerak sedikitpun.
Groaar...
__ADS_1
Singa tersebut mengaum keras, dan tiba tiba suasana yang menyeramkan tersebut tiba tiba hilang, dan Nana menyemburkan darah segar dari mulutnya.
"Kurang ajar, kenapa aku tidak dapat mrngendalikanya, bahkan jurus pelahab mimpi pun tidak dapat mempengaruhinya."
Tubuh nana bergetar, saat Singa tersebut melangkah maju kearahnya, tatapan mata yang terus menatap kearah Nana sepertinya dia tidak akan melepaskan mangsanya saat ini.
Saat singa ini melompat menerkam tubuh mungil Nana, sebuah tendangan terarah pada tubuh singa tersebut, membuat singa tersebut terlempar dan menabrak bukit.
Bhuuk...
Tubuh singa tersebut menabrak bukit, tubunya yang sebesar bukit membuat tanah disekitarnya bergetar saar tubuh besarnya ambruk ke bumi.
Nana yang menutup mata pasrah kini membuka matanya, dan melihat tuanya kini berada dihadapanya.
"Terima Kasih tuan." Chen Yi hanya mengangguk.
"Lebih baik kau serap semua batu yang kau dapatkan, aku akan memberi pelajaran buat singa ini."
Chen Yi segera melesat kearah singa yang sedang marah menatapnya, serangan Chen Yi pun ditangisnya dengan cakar cakar baja Singa tersebut.
Panah api dan juga gelombang panas dari surai singa tersebut memberondong tubuh Chen Yi, dengan cepat Chen Yi langsung menangkisnya dengan pusaran pusaran angin yang mengelilingi tubuhnya.
Tubuh Chen Yi seperti familiar dengan api yang dikeluarkan oleh singa ini.
"Tuan, aku sepertinya mencium mustika iblis tertanam didalam tubuh singa tersebut." Ujar Bai Cuan.
"Singa itu adalah singa nirwana, akan tetapi sepertinya seseorang telah menjadikan singa tersebut sebagai singa iblis"
"Jadi aku harus mengambil mustika iblis tersebut?"
"Tidak bisa tuan, jika tuan mengambil mengambil mustika tersebut, maka singa nirwana tersebut akan mati, jalan satu satunya adalah menyerap mustika iblis tersebut."
"Tuan memiliki Qi Gelap dan itu bisa menyerap mustika iblis tersebut, tapi tuan harus bisa menundukan dia terlebih dahulu baru bisa menyerapnya."
Chen Yi langsung menyerang dengan kekuatan Qi Penghisap miliknya, akan tetapi sepertiya Qi Penghisap miliknya tidak berpengaruh sama sekali, malah membuat singa nirwana tersebut mengaum dengan keras.
__ADS_1