LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kecantikan yang mematikan


__ADS_3

Chang Mao bukanya kalah dengan petir Vajra yang Yin He lontarkan kearahnya, akan tetapi posisi Yin He yang terlalu bersemangat sejak keluar dari masa lalu Feng Tian, Yin He sama sekali tidak lagi melakukan pertempuran, sehingga saat dia menemukan lawan yang tangguh, andrenalin dari Yin He pun terpacu, sehingga dia sangat bersemangat sekali.


Yin He berhenti saat dia akan melangkah kearah Chang Mao yang terduduk, Yin He merasakan seseorang memanggil manggilnya, tapi rupanya dia masih belum familiar dengan suara tersebut, dan juga dia mencari sumber suara tersebut, ternyata dari cangkang kerang yang berbentuk terompet, Yin He mengambilnya dan terdengar suara Lutita memanggilnya. " Yin He, maafakan aku, mungkin aku terlalu cepat untuk meminta pertolonganmu, akan tetapi aku rasa saat ini hanya kau yang bisa menolongku, aku membutuhkanmu untuk membebaskan kaumku, rakyatku dari tekanan musuhku, yang selama ini aku percaya, ternyata dia menikamku dan juga menyebarkan berita bahwa aku telah meninggal dunia, saat aku datang semua terkejut dan melihatku seperti melihat hantu, akan tetapi dia memerintahkan semua memburu dan membunuhku, aku tidak sampai hati untuk membunuh warga ku yang tak bersalah." Ujar Lutita.


"Apa yang bisa ku perbuat untuk menolongmu?" Tanya Yin He kepada Lutita, "Aku tahu kau punya Vajra sang senjata petir Yin He? Hanya dengan petir Vajra dan atau pedang petir yang dapat membuka perisai yang dibuat oleh ular betina tersebut." Dari cara bicara lutita sepertinya memendam amarah yang sangat dalam kepada seseorang yang dipanggil dengan sebutan wanita ular tersebut. Yin He terdiam sesaat.


Yin He dan mengumpulkan kesembilan pendekar naga. "Sebelum kita menyerang Feng Tian (Pangeran Kegelapan) aku mohon kesediaan kalian untuk membantu Lutita, seperti yang kalian ketahui bahwa berkat Lutita tombak naga ini aku dapatkan, dan aku telah berjanji untuk membantunya, aku tidak akan memaksa kalian ikut. Tapi aku jamin kalian akan menemukan pengalaman pertarungan yang luar biasa dari biasanya." Kesembilan pendekar naga tersebut saling pandang, mereka menantikan apa itu pengalaman bertarung yang luar biasa tersebut.


"Kita akan bertarung didasar lautan, dimarkas para duyung, dan yang akan kita lawan adalah para manusia ular, dimana kekuatan mereka hampir sama dengan kekuatan bala tentara Feng Tian (Pangeran Kegelapan)." Ujar Yin He. Dan setelah kesembilan pendekar naga beredia, maka Yin He segera membawa mereka dengan teknik peminda dimensi, sehingga dalam dalm.sekejap mereka berada disebuah gua yang besar dan tepat ditengah tengah terdapat seperti sebuah kolam besar dan tenang.

__ADS_1


"ini adalah tempat masuk dari istana samudra para manusia setengah ikan, tapi sebelum kita akan masuk dan menyerang, aku akan menjelaskan siapa musuh dan situasi didalammya, sehingga kita bisa bersiap siap dan melakukan persiapan terlebih dahulu."


"Yang pertama, Ratu Ular bernama Cailing, dia berupa wanita yang sangat cantik, wujud aslinya adalah seekor ular besar dengan sembilan kepala yang mempunyai bisa beracun seperti Racun Dewi Kematian, Wujud yang biasanya dia gunakan adalah setengah manusia dan setengah ular, tubuhnya mempunyai sisik tebal nan beracun, walau seekor ular, Cailing mempunyai 4 kaki, yang mempunyai selaput seperti bebek, sehingga kemampuan berenangnya sangat lincah dan cepat, Cakar nya sangat kuat, setajam senjata langit, saat ini perisai sisik naga hijau masih belum bisa menahan cakarnya, dan rahang nya lebih beracun dari apapun yang ada di tubuhnya, jika manusia biasa terkena racun dari rahang Cailing sudah dipastikan kematian yang didapatkanya, Yang bisa menandinginya adalah Dewi Racun Hubei yaitu Jingmi, Jingmi punya tubuh dewi racun dan bisa menetralisir racun apapun dan juga sebagai pengendali elemen logam, dia bisa melindungi dirinya dari cakar mau Cailing.


" Untuk Xiao Zhao dan Wei Ryuza aku akan memplot Xiao Zhao Wei Ryuza untuk menghadapi Nailing, sesosok wanita cantik dengan suara yang sangat mempesona, suaranya dapat membuatmu gila dan kehilangan kontrol akan diri kalian, dan satu hal, jangan pernah menatap matanya secara langsung dan atau saat dia memanggil nama kalian, mata jangan pernah menatap matanya, dia adalah kaki tangan Cailing, dan jika kalian kalian memandang matanya, aku jamin tubuh kalian akan langsung membatu" Ujar Yin He menerangkan detail kepada semuanya agar lebih berhati hati.


Yin He kemudian menatap kearah Kalden dan Wei Yanzu, dia minta Kalden pedang petir dan Wei Yanzu si pedang rembulan membantu untuk membuka perisai pertama kali dengan Yin He, sebenarnya Vajra sudah bisa membuka akan tetapi dengan adamya pedang halilintar dan rembulan maka jika ada serangan mendadak, Yin He meminta Wei Yanzu dan Kalden mengantisipasinya.


Setelah itu Yin He meminta Wei Hanzu dan Xiao Yan langsung mendobrak dengan pedang matahari dan jurus langkah banyangan milik Xioa Yan, dan ingat kalian harus cepat karena yang kalian hadapi adalah para manusia ular memiliki kemampuan untuk mengobati luka dalam hitungan detik, dan nanti kalian akan dibantu oleh Wei Yanzu dan Kalden sehingga kalian berempat benar benar harus cepat.

__ADS_1


"Sebagai backup pengguna formasi Yuan aku percayakan Xiao Zhuang dan Jetsan untuk mengatasinya, pedang Bintang mempunyai formasi Yuan dan pengendali fikiran jika dikolaborasikan dengan kemampuan Xiao Zhuang maka kekuatan kalian akan bisa mengalahkan master Yuan para manusia ular itu sendiri." Ujar Yin He.


"Sedangkan aku dan Chang Mao akan jadi Tim Sapu bersih dan juga tim penolong sekaligus pengganti, aku akan ada bersama kalian, ini pertempuran hidup mati kalian karena ini termasuk latihan sebelum kita menghadapi Feng Tian (Pangeran Kegelapan)." Yin He kemudian mengeluarkan sesuatu yang ada dalam ruang hampa miliknya, dia mengeluarkan sembilan mutiara berwarna putih susu, dan memberikan satu persatu kepada para sembilan pendekar naga.


"Yang kalian adalah mutiara samudra, dengan mutiara samudra kalian akan bebas berenang atau berjalan layaknya di atas daratan biasa, jadi kalian tetap bisa memakai semua jurus kalian seperti didaratan biasa." Ujar Yin He.


Yin He dan semuanya sudah bergerak masuk kedalam palung samudra yang paling dalam dan benar yang dikatakan oleh Lutita, bahwa terlihat jelas penderitaan pada para duyung (penduduk asli)negara samudera, Sedangkan Lutita yang telah lama menunggu nampak bahagia saat Yin He dan bala bantuan datang membantunya, dan dengan cepat Yin menggunakan Pusaka Vajra untuk bisa menembus perisai dari ratu Cailin.


Awalnya Lutita terkejut dengan sembilan naga yang baru pertama kali dia lihat, akan tetapi setelah melihat kekuatan dan juga dari aura yangg terpancar dari sembilan pendekar naga, Lutitapun tersemyum.

__ADS_1


Yin He pun segera menggunakan Vajra, sebuah ledakan yang sangat besar dari sambaran petir yang keluar dari Vajra milik Yin He


__ADS_2