LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
LIONTIN PHOENIX


__ADS_3

Jadi kamu ke Bambu Hitam..tapi kenapa kamu tidak menemui Feng Yin? Shaosheng geram mencengkram baju Tuoli.


Tuan Shao, bagaimana aku menemui Feng Yin, dia kan sudah menjadi istrimu? setelah melihat semua dengan mata kepalaku sendiri, akhirnya aku memutuskan pulang ke Wisma Giok.


Plakkkk..,!! Shaosheng menampar muka Tuoli dengan sangat marah.."Kau,,,sadar tidak, apa yang kau lakukan sudah menyakiti Feng Yin, dia masih menunggu mu, menunggu kehadiran ayah dari anak yang dikandungnya"


"Aa a nak..!" raut muka Tuoli semakin tegang.. "iya..dia mengandung buah cinta kalian" ujar Shaosheng..


tiba tiba lutuh Tuoli bergetar...dia bertekuk lutut dihadapan Shaosheng,,serasa sesak dadanya mendengar kenyataan yang sebenarnya, seandainya aku bisa memutar waktu.. "aarrhhhhhhhgghhh"..tangis Tuoli menggelegar.


"Terus..nasib Feng Er dan anaku bagaimana tuan Shao?". "maafkan aku yang tidak bisa melindungi Feng 'er, tetua sangat marah karena Feng'er hamil tanpa pendamping, hal ini merupakan Aib bagi sekte Bambu Hitam.


"Feng 'er maafkan aku". tangis Tuoli semakin menjadi, " yang aku tahu,Feng'er melahirkan seorang putra, namanya adalah Yin Sin


"Yin Sin.?"  aku tidak asing dengan nama itu, bukankan dia pendekar elemen tanah di daerah utara, berbatasan dengan lembah angin? apakah benar dia'? jawab tuan Shao?

__ADS_1


Shaosheng tertunduk, "iya benar Yin Sin tersebut adalah putramu, tapi masih ingat kah dengan kelahiran anak naga yang mengguncang seluruh dataran kekaisaran TAN, anak naga tersebut adalah cucumu.


"maaf kan aku, aku terlambat menyelamatkan Sin Yin, seperti janjiku pada Feng 'er" saat aku tiba, semuanya telah hancur.. aku tidak tau Yin Sin masih hidup atau sudah tiada.


Tuan Shao, bolehkah aku bertanya, apakah Feng 'er masih memakai sebuah liontin berwarna biru?  tanya Tuoli serius.


"kenapa kau bertanya masalah itu"? setahu aku, saat Yin Sin lahir, Feng 'er mengalungkan sebuah liontin biru, tapi aku tidak yakin apakah itu yang kau maksud.


****Catatan****


"berarti aku masih ada harapan untuk mencari keberadaan Yin Sin Putraku dan juga cucuku" Tetua Tuoli berdiri dan berterima kasih kepada Shaosheng atas kebenaran selama ini yang tidak pernah dia ketahui.


"maafkan aku juga tuan Tuoli, karena aku tidak bisa menemukan Yin Sin , jadi aku meluapakan amarahku kepadamu, kuharapkan secepatnya kau bisa menemukan putramu." Shaosheng melesat meninggalkan Tuoli


 

__ADS_1


Tetua Tuali segera kembali ke Wisma Giok, para pendekar dan tetua aliansi aliran putih gembira, karena tetua Tuoli datang dengan tanpa ada luka sedikitpun.


"tetua selamat, anda telah mengalahkan tetua bambu hitam Shaosheng" ujar tetua  perguruan elang putih Liu Fao.


"maaf semua membuat kalian khawatir, ini hanya salah paham, aku dan tuan Shaosheng tidak ada masalah apa apa sekarang, semua hanya salah paham" ujar Tuoli.


"maafkan aku sekali lagi, ada hal penting yang harus aku periksa, saya mohon pamit pada para tetua sekalian" Tuoli kemudian beranjak menuju kamar pribadinya.


Tuoli masuk kedalam ruang baca dikamarnya, diambilnya sebuah kotak usang, berwarna merah dengan ukiran phoenix."dengan ini semoga aku bisa menemukan anaku, Yin Sin maafkan ayah nak".


sejak meninggalkan Bambu Hitam setelah melihat Feng Yin yang dikira sudah menjadi istri Shaosheng, sampai saat ini, Tuoli belum menikah, setelah dia tahu punya anak, dia ingin bertemu dan memeluknya


dan tiba tiba liontin Phoenix memendarkan sinar merah tapi sangat lemah...


 

__ADS_1


 


__ADS_2