LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Pesona Bidadari Kematian Bag. 03


__ADS_3

Setelah mengalahkan ketua Biksu Iblis Langit, Jingmi bergegas mencari keberadaan Xiao Zhao, dan alangkah terkejutnya Jingmi melihat keadaanya yang terjadi, Xiao Zhao sedang menolong para pelayan wanita istana terlarang.


"Zhao er, sebenarnya apa yang terjadi." Xiao Zhao bergegas mendekati Jingmi dan menceritakan semua yang terjadi, Jingmi terkejut mendengar semua cerita dari Xiao Zhao tentang apa yang terjadi.


"Kamu sudah dapat informasi keberadaan dari permaisuri dan juga kaisar?" Tanya Jingmi pada Xiao Zhao, dan Xiao Zhao hanya menggelengkan kepala lalu kemudian menoleh kearah para pelayan wanita tersebut, Kini Jingmi mrmgerti, bahwa ada yang dia sembunyikan oleh para pelayan tersebut, kemungkinan mereka takut dengan ancaman yang akan menimpa mereka jika mereka memberitahukan kepada orang lain.


"Kalian tidak usah takut, kami akan menjamin kelangsungan hidup kalian, akan tetapi tolong beritahu kami lokasi yang mulia kaisar berada, dan juva permaisuri, karena kenapa bisa istana yang megah ini tidak ada penghuninya sama sekali. Tolong kalian beritahu kami." Ujar Jingmi sambil menatap satu persatu pelayan wanita tersebut. semuanya hanya diam dan menunduk.


Dan kemudian salah satu pelayan yang usianya sudah paling dewasa mengankat kepalanya dan menceritakan lokasi dan beberapa kejadian terkait dengan permaisuri, Jingmi hanya bisa menutup mulutnya menahan rasa keterkejutanya akan hal yang barusan didengarnya. Perempuan tersebut kemudian meminta kepada Jingmi dan Xiao secepatnya meninggalkan istana terlarang.


"Kami akan bantu kalian, untuk keselamatan kalian aku mohon kerja samanya kalian bersihkan Balai Agung, karena barusan ada pertempuran antara aku dan ketua biksu iblis langit dan Xioa Zhao dengan Hakim Agung.


Mata para pelayan tersebut terbelalak, saat mendengar nama Hakim Agung dan ketua Biksu Iblis Langit telah terbunuh. "Maksud nona apakah biksu ketua kuil langit?" Tanya salah satu pelayan tersebut, dan Jingmi membalasnya hanya dengan sekali anggukan saja.

__ADS_1


Para pelayan tersebut tidak menyangkah, bahwa gadis berparas cantik dan tutur bahasanya lemah lembut dapat membunuh Biksu ketua kuil langit, antara wajah dan kekuatan yang sangat kontras sekali, Akhirnya para pelayan segera berdiri sambil memapah teman mereka yang masih lemas, mereka sepertinya menemukan harapan baru untuk terlepas dari kondisi ini.


Xiao Zhao dan Jingmi segera menyusuri lorong istana kearah kuil langit, disana di belakang kuil langit ada beberapa bangunan, mereka melewati bangunan tersebut dan menemukan sebuah bangunan yang paling ujung disana ada beberapa penjaga yang menjaganya, " Sepertinya kematian Hakim Agung dan juga Biksu Iblis langit tidak ada pengaruhnya pada mereka." Ujar Jingmi kepada Xiao Zhao.


"Apa kau tidak merasa aneh dengan para Penjaga tersebut Jingmi,? sepertinya mereka dikendalikan oleh sebuah kekuatan yang sangat kuat, sehingga dengan kekuatan biasa atau segel yuan tidak dapat membukanya." ujar Xiao Zhao pada Jingmi, Jingmi pun sebenarnya merasakanya akan tetapi karena kekuatanya kurang peka dengan masalah ilusi, berbeda dengan Xiao Zhao sangat peka dengan ilusi.


Jingmi dan Xiao Zhao mengambil jarak aman dari pengawasan para penjaga, Xiao Zhao mencoba untuk melepas pengaruh ilusi ataupun pengendali fikiran para penjaga dengan menggunakan pedang darah.


Xiao Zhao langsung menebaskan pedang dara kearah parah penjaga dengan membalik mata pedangnya, tekanan angin dan hawa panas dari pedang darah berhasil membuka pengaruh pengendali fikiran yang mengendalikan para penjaga istana tersebut, Efek dari pelepasan pengaruh pengendali fikiran membuat para penjaga istana tersebut jatuh ambruk dan pingsan, setelah kejadian tersebut tiba tiba seseorang dengan pakaian seperti biksu tapi warna hitam dan berkalung tengkorak keluar dari pintu yang dijaga para penjaga.


"Tahan Jingmi, jangan bertindak gegabah, hal tersebut akan membahayakan bagi orang orang berada didalam, kita tidak tahu kondisi Kasiar dan Permaisuri bagaimana." Ujar Xiao Zhao.


Jingmi mengikuti kata kata Xiao Zhao, walau masih muda pemikiran Xiao Zhao sangat matang, ada 3 yang mempunyai pemikiran yang matang seperti ini di tim sembilan naga, yaitu Wei Ryuza, Xiao Zhao dan Xiao Zhuang, Jingmi dan Xiao Zhao tidak beranjak dari tempat persembunyianya, dan mereka tidak melakukan apapun yang membuat anggota biksu iblis curiga.

__ADS_1


"Sepertinya kita tidak bisa seperti ini terus menerus Jingmi, aku akan membuat menuruti perintahku, dan tugasmu adalah mencari kaisar." Ujar Xiao Zhao, Jingmi pun mengangguk tanda setuju.


"Zhao er, seperti aku punya usul, kamu pastikan semua orang ahli silat keluar semua, kareka kalau cuma prajurit yang kau bunuh, saat aku memasuki bangunan tersebut, mingkin yang mulia kaisar menghomatinya. Xiao Xhao pun setuju, tapi secara logika apa yang dikhawatirkan Jingmi adalah benar.


Xioa Zhao pun keluar dari persembunyianya dengan mengerahkan tubuh dewa racun dan mengamuk kearah anggota biksu iblis langit, pedang darah mengeluarkan bau anyir yang sangat pekatz saat darah mengalir dibilah pedang tersebut, bau anyir yang dihasilkan bertambah kuat, pedang dengan ilusi yang kuat itu seperti menari dan menyabet kepala para biksu iblis tersebut.


Dan benar saja yang diperkirakan Jingmi, banyak anggota biksu iblis yang lebih kuat, dengan cepat Xiao Zhao menyebarkan hawa racun di tubuhnya berserta sabetan pedang darah, tidak lama kemudian mayat mayat bergelimpangan ditangan Xiao Zhao, dengan cepat Xiao Zhao melesat kearah tanah yang lebih lapang dekat dengan kuil langit hal ini dilakukan agar Jingmi punya waktu untuk masuk dan membebaskan kaisar Ming tersebut.


Saat dirasa pengawasan dibangunan tempat penyekapan Kasiar tersebut berkurang, Jingmi dengan cepat mengendap masuk kedalam bangunan tersebut, sangat sepi , Jingmi terus masuk kedalam ruangan tersebut, dan sebuah lemari terdapat tangga yang mengarah kedalam, "Sepertinya ada ruangan rahasia yang dibangun disini, aku harus berhati hati, mungkin didalam banyak jebakan."Gumam bathin Jingmi.


Saat Jingmi masuk kedalam ruangan tersebut banyak ruang penjara yabg lembab, rantai rantai yang bau akan anyir darah, Jingmi terus berjalan menyusuri lorong bawah tanah, dan alangkah terkejutnya, sesosok lelaki dengan tubuh penuh luka, dan yang paling mengejutkan adalah sesosok wanita yang memegang sebuah besi panas tertawa saat mendengar rintihan lelaki yang telah disiksanya. "Ini adalah karma atas perbuatanmu, aku akan membunuhmu secara pelan pelan, aku yang telah membuatmu dibenci oleh rakyatmu, dan aku juga telah mengendalikan kerajaanmu, dan tinggal sesaat lagi kau akan menemui ajalmu ********." Wanita itu terus menusukan besih panas tersebut ketubuh lelaki yang takberdaya, mulut lelaki tersebut seakan tercekat, tisak adavteriakan yang muncul, hanya ekspresi rasa sakit dan airmata sendu yang mengalir.


Jingmi mengalami dilema, disisi lain, dia kasihan kepada lelaki tersebut, akan tetapi disis lain dia yakin seorang wanita tidak akan berbuat kejam jika rasa sakit yang dirasakanya terlalu dalam, karena perasaan wanita sangat halus dan mudah terhanyut dalam suasana dan jug perasaanya, akan tetapi perempuan yang depan Jingmi seakan akan menikmati sekali rasa sakit dari lelaki tersebut.

__ADS_1


"Gadis cantik keluarlah..aku tahu kau sedang mangawasiku." Jingmi terkejut, dan kini dia merasakan tekanan aura yang sangat kuat menyelimutinya.


__ADS_2