
Chen Yi menatap gua yang ditunjukan oleh Nana.
"Katamu hanya yang punya esensi yang bisa masuk? Bay Cuan secepatnya kau masuk ke ruang jiwa miliku."
Bay Cuan langsung melayang masuk kedalam sebuah cahaya putih didada Chen Yi.
Chen Yi dan Nana melangkah masuk, dan tiba tiba kedua tubuh mereka seperti tertelan masuk kedalam gua.
Chen Yi dan Nana memasuki sebuah portal waktu dunia lain.
Yang mereka lihat adalah kabut putih sepanjang dimanapun mata memandang.
Mereka tetap melangkah tanpa menghiraukqn panggilan dari suara suara yang terdengar.
"Tuan, Mohon jangan hiraukan suara apapun yang terdengar, walaupun suara tersebut terdengar sangat jelas disamping tuan." Ujar Nana.
Chen Yi mengangguk dan terus melangkah maju, ditelingahnya benar benar terdengar isak tangis seorang anak kecil yang meminta pertolongan.
"Tuan tolong aku tuan, selamatkan aku." Chen Yi pun berhenti dan menoleh
Weiiisshhh...
Sebuah hembusan udara dingin menerpa wajahnya dan membuat Chen Yi tidak dapat lagi mengontrol arah kakinya melangkah.
Chen Yi melangkang menuju suara yang memanggil manggilnya meminta tolong.
Plak....
Sebuah tangan dengan keras menampar pipi Chen Yi dan langsung menggandeng tangan Chen Yi dan langsung mengajaknya berlari.
Chen Yi yang tersadar, bergidik melihat pemandangan yang memilukan di kanan dan kiri tempat dia berjalan, manusia dengan langkah gontai, dengan anggota tubuh yang tidak lengkap ataupun terpotong.
__ADS_1
Tatapan mata mereka kosong, "Maafkan saya Tuan, kita harus segera secepatnya sampai di cahaya didepan sana."
Chen Yi sekarang hanya mengangguk tanpa lagi menghiraukan pertanyaan pertanyaan yang melintas dalam fikiranya.
Chen Yi dan Nana langsung melesat menuju cahaya yang ada di depan mereka, dan dengan sedikit tergesa gesa merekan langsung meloncat kearah cahaya tersebut.
Tubuh Chen Yi dan Nana langsung terjatuh kesebuah rerumputan yang sangat tebal dan nyaman sehingga tubuh mereka tidak terluka ataupun lecet sedikitpun.
Akan tetapi, disaat mereka berdiri, mereka telah dikepung oleh puluhan manusia bersayap, wajah mereka bersinar dan sangat tampan. “Inikah para peri tersebut, mereka ras yang sangat cantik dan tampan.” Gumam Chen Yi yang mengagumi paras para Peri tersebut, Chen Yi sudah membayangkan seorang peri cantik yang menjadi pemimpin mereka.
Mereka dimasukan kedalam sebuah kerangkeng besar yang di tarik oleh dua ekor burung dengan warna yang sangat cantik. Setelah beberapa saat mereka memasuki sebuah gerbang kota yang sangat indah.
“Kota ini akan menjadi miliku,” Gumam Chen Yi, Tanpa sadar dia bergumam seperti itu, Nana memandangnya dengan sangat tajam, ada sebuah pancaran yang sangat kuat ditujukan kepada Chen Yi.
“Kau kenapa memandangku seperti itu?” Tanya Chen Yi kepada Nana yang masih menatapnya deengan tatapan yang sangat tajam.
Nana hanya menarik nafas dalam, yang ada dalam fikiranya adalah bagaimana melindungi tuanya jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi kepada mereka.
Tibalah mereka di sebuah aula terbuka yang sangat besar dan indah, ada 7 pilar keemasan yang berjejer mengelilingi setengah aula teresebut. Ditengah tengah aula tersebut ada sebuah batu kristal berbentuk bulat dan berwarna yang jadi sudah menjadi satu dengan lantai aula tersebut.
“Tenang semua, kita tidak tahu, penyusup ini adalah bangsa peri putih atau dari bangsa peri hitam, Kristal Jade langit yang akan membuka identitas siapa mereka yang sebenarnya.” Ucap seorang wanita yang sangat cantik, dengan sayap hijau keeamasan menambah keangunananya.
Chen Yi dan Nana pun di giring menuju tengah tengah aula tersebut, sebenarnya dengan kekuatan yang sekarang, bisa saja Chen Yi untuk meloloskan diri dari kepungan para peri tersebut.
Akan tetapi niat hatinya diurungkan manakala, Kristal Jade Langit mampu mengungkap identitasnya, dia ingin tahu reaksi dari esensi dara peri yang telah nana berikan kepadanya.
Para peri penjaga membawa Nana ketengah aula dan berdiri tepat diatas batu kristal jade langit, dan tiba tiba sebuah warna perak membias dari seluruh tubuhnya, warna perak yang keluar dari tubuh Nana memancar keluar dan menembus langit, membuat 4 pilar yang ada dibelakangnya langsung bergetara dan memancarkan empat cahaya yang sangat menyilaukan.
Saat cahaya perak kembali ketubuh Nana, Chen Yi dan Nana yang sedari awal tidak memperhatikan disekitarnya terkejut, karena semuanya bersujud kearah Nana. “Selamat datang putri, kami sudah menunggu lama untuk hari ini.” Ujar Wanita cantik diatas Nana.
Dan juga tiba tiba dari empat pilar tersebut keluar empat cahaya yang berbeda langsung menerpa tubuh Nana, tubuh Nana langsung bergetar hebat dan tiba tiba sebuah tanda gambar bulan sabit terbalik berwarna perak muncul didahinya.
__ADS_1
“Tuan hamba telah mendapatkan tubuh sejati, hamba akan bisa melindungi Tuanku.” Ujar Nana seraya membungkuk hormat.
Semua yang ada disana terperanjat, bagaimana tidak, orang yang selama ini dicarinya adalah seorang pelayan dari seseorang yang belum jelas identitasnya.
“Aku peringatkan kepada kalian semua, jangan sampai kalian menyentuh bahkan menyakiti tuanku, atau kalian akan melihat akibatnya.” Ujar Nana sambil mengepalkan tangannya.
Tangan Nana mengeluarkan cahaya merah yang pekat dengan letupan letupan aliran listrik yang sangat kuat, mereka pun mundur teratur, tidak terkecuali wanita cantik yang sekarang sudah turun dan sambil berhati hati mndekati Nana.
“Tuan Putri, hentikan amarah anda, kekuatan amarah Tuan Putri dapat menghancurkan dunia peri ini.”
“Aku akan tetap melakukan ini jika kalian berani menyentuhkan, jika kalian menganggap aku sebagai pimpinan kalian kalian harus menghormatinya.”
“Aku akan membuktikan kepada kalian, bahwa Tuan Yi adalah bukanlah orang biasa.” Ujar Nana kesal .
Nana membawa Chen Yi ketengah tengan aula tersebut, Chen Yi berdiri tepat diatas kristal jade langit, tiba tiba suasana langsung hening, angin serasa berhenti berhembus, hening dan sangat tenang.
Tiba tiba sebuah sebuah awan yang hitam menggulung diatas aula tersebut, awan hitam membumbung bergulung gulung diatas aula peri.
“Tidak mungkin, apakah ini benar benar terjadi, Tuan Putri, sepertinya yang tuan putri ucapkan tetang lelaki tersebut benar, dia bukanlah orang biasa.”
Langit hitam tersebut semakin tebal, dan petir dan guntur pun bersaut sautan, tiba tiba sebuah pelindung menyelimuti area tersebut, Nana dan wanita cantik disampingnya langsung terpental keluar dari area tersebut.
“Tuan, terima kasih, disaat seperti ini kau masih mau melindungi kami.” Wanita disamping Nana terperanjat, karena jika tidak ada kekuatan yang membuat dirinya dan Nana terpental daari area Aula Peri Putih tersebut, kemungkinan tubuhnya akan hancur tersambar petir tersebut.
“Itu adalah petir suci nama merah, petir yang turun bukan untuk pengujian kesengsaraan, akan tetapi petir pengangkatan derajat, apa mungkin dia bukan hanya seorang Peri? Tuan Putri siapa sebenarnya dia?’ Tanya wanita disampingnya.
“Tuanku adalah pemilik Ras Phoenix dan darah phoenix yang mengalir di dalam tubunya adalah esensi dari darah yang aku miliki, jika tidak, maka mana mungkin dia bisa datang kemari.” Ujar Nana
“Tapi Tuan Putri, keberhasilan seorang manusia untuk bisa menerima esensi darah peri adalah 1/1000 sangat kecil kemungkinananya, akan tetapi mungkin ini sudah menjadi takdir langit.” Ujar wanita disamping Nana dan di ikuti anggukan kecil Nana.
__ADS_1