LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Klan Penjaga Gerbang Utara Bag.02


__ADS_3

Kalden terus menyerang bagian bawah dengan beberapa serangan sabetan dari pedang halilintar yang masih belum terhunus dari sarungnya, walaupun belum terhunus akan tetapi tekanan aura biru dari pedang halilintar sangatlah kuat. Jingmi terus menangkis dan sesekali menendang bagian kaki Kalden  yang menurut Jingmi sangat terbuka, hal ini memberikan celah untuk Jingmi melakukan beberapa trik dengan menyerang kaki Kalden, saat kalden lengah karena berhasil menangkis beberapa jurus Jinmi, melihat satu peluang, Jingmi lansun melakukan penyerangan bagian kaki dan mengunci dan membalik tubuhnya, hal ini membuat kaki dari Kalden terkunci dan tidak bisa bergerak, dengan cepat Jingmi mendaratkan pukulan dan tinju ombak kearah dada dan muka Kalden.


Wajah Kalden langsung membiru terkena pukulan dan beberapa pukulan racun yang membuat tubuhnya sedikit kebas, untuk Kalden racun adalah makanan sehari hari yang dia dapatkan semenjak dia kecil dari sang ayah, sedari kecil dalam setiap hari, tuan Tanseng akan selalu memberikan dosis racun kepada Kalden agar anak terssebut menjadi kebal dengan segala jenis racun nantiya.


Jingmi tidak menyadari Kalden termasuk salah satu orang yang kuat dengan racun, sehingga serangan hawa racunnya tidak berpengaruh kepada Kalden, dengan sedikit gerakan memutar dan membungkuk kebawah, dengan cepat kalden dapat menangkis jurus dari Jingmi dan juga membalas serangan setiap serangan Jingmi, sekarang Jingmi lah yang terdesak untuk menangkis serangan serangan Kalden.


Dalam keadaan terdesak, Jingmi menggunakan tubuh dewi racunnya dikombinasikan dengan ribuan cakram yang sekarang mengelilingi tubuhnya. Cakram  cakram tersebut menyerang Kalden seperti ribuan tawon, walaupun menguasai jalan pedang terbaik, akan tetapi dengan ribuan cakram akhirnya membuat Kalden pun terdesak, beberapa cakram berhasil menyarankan luka disekujur tubuhnya, hal ini membuat kemarahan Kalden, tanganya terkepal dan petir alam segera terpancar dari telapak tangan dan menghantam cakram-cakram milik Jingmi, akan tetapi cakram Jingmi yang terbuat dari sisik naga emas, tidak akan bisa dihancurkan dengan petir alam milik Kalden.


“Sial,  perempuan setan!, tapi mengapa kekuatanya masih kuat? Bukankah formasi pelemah jiwa telah diaktifkan?” gerutu Kalden sambil menghindari cakram – cakram milik Jingmi.


Sedangkan ketiga Xiao bersudara telah dikepung masing –masing tiga pendekar dengan level kasiar petarung, sehingga membuat ketiganya kewalahan, ditambah dengan kekuatan dari spirit masing masing pedang mereka telah dilemahkan.


Xiao Zhao dengan tidak bisa menggunakan kemampuan dari pedang darah dengan maksimal, akhirnya, dia menangkis serang ketiga pendekar dari tibet dengan menggunakan tubuh dewa racunnya, akan tetapi persiapan ketiga pendekar lebih matang menghadapai Xiao Zhao, sehingga mereka telah mengalirkan hawa murni agar mereka tidak menghisap racun yang debarkan Xiao Zhao, “Setan!, kalau begini terus menerus, maka aku yang akan mati.” Umpat Xiao Zhaodalam hatinya, dengan cepat dia melesat keatas dan menggunakan Jurus perebut jiwa miliknya;


Ketika kata-kata


Sudah tidak bisa menjawab tanya

__ADS_1


Maka bahasa pedanglah yang bicara


Bahasa para ksatria


Bahwa bumi menuntut sesaji darah manusia


Pedang berlumurkan darah di amuk murka


Amarahnya menelan rembulan jadi gerhana Bumi


Gelap pekat menangis air mata merah


Darah mengalir dari ujung pedang kekuasaan


Tergelar dari ujung pedang


Sebagaimana derita juga tergelar dari ujung yang sama

__ADS_1


Tubuh Xiao Zhao memancarkan seberkas perak menembut pertahanan aliran tenaga dalam dari ketiga pendekar tersebut, ketiga pendekar tersebut langsung terpaku, keringat diri mulai menetes, mata mereka mlotot menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuh mereka, aliran  darah dalam tubuh mereka tersumbat satu dari mereka telah tumbang dengan nadi yang peca diseluruh tubuhnya, darah keluar dari seluruh lubang tubuhnya, hal yang mengerikan juga terjadi lagi pada salah satu pendekar yang lainya, sehingga tinggal satu pendekar yang tersisa sambil menahan rasa sakit dan mencoba menetralkan semua aliran cakranya.


Tiba tiba sebuh tendangan telak mengenai punggung Xiao Zhao membuat Xiao terpelanting dan dan jatuh ketanah dengan wajah membentur bebatuan, rasa nyeri yang sangat akibat luka yang mengalir diwajahnya, tendangan tersebut juga menghentikan  jurus perebut jiwa Xioa Zhao, kini dihadapanya sudah berdiri seorang pendekar tibet yang sebelumnya bertarung dengan kakaknya Xiao Zhuang.


“Walau kau bisa menyelamatkan nyawanya, kau tidak akan bisa menyelamatkan spirit dan tenaga dalamnya, karena meridianya telah hancur, dia sekarang tak ubahnya hanya lelaki cacat yang tidak akan pernah bisa menggunakan aliran ternaga dalam nya , hahahahahahaha.” Tawa Xiao Zhao membuat amarah pendekar yang berada dihadapanya.


Sedangkan pendekar yang masih tersisa setelah terkena jurus perebut jiwa kini hanya meratapi nasinya, pndekar yang masuk level kaisar petarung harus kehilangan semua kekuatanya dan ditambah lagi seluruh meridian ditubuhnya telah putus, dalam dunia pendekar, seseorang  yang meridianya putus adalah sampah, karena dianggap cacat, pendekar tersebut mengambil pedangnya dan menyabet lehernya sendiri dan darah pun menyembur ketanah.


“Hahahahaha lihatlah suadaramu, dia pilih mengahiri hidupnya dari pada harusn menjadi orang yang cacat.” Ejek Xiao Zhao kepada pendekar didepanya, hal ini membuat pendekar tersebut sangat marah dan dengan cepat dia mengayunkan pedangnya kearah Xiao Zhao, dengan cepat pedang darah menyambut serangan pendekar tersebut, beberapa serangan membuat Xiao Zhao kewalahan karena tekanan pedang di musuhnya sangat kuat sedangkan spirit naga emas milik Xiao Zhao tidak dapat dikeluarkan.


Xiao Zhao melesat kearah Xiao Zhuang, “Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres, dan aku yakin ini adalah sebuah formasi sihir atau spiritual, aku akan hadapi ketiga orang ini, kakak coba cari apa yang terjadi.” Xiao Zhuang mengerti, dia meninggalkan arena perang dan mencari penyebab mengapa spirit mereka tidak dapat digunakan.


Kakek Huang yang terkejut karena Kalden telah kembali dan membawa 10 pengawal, dia melihat Jingmi yang sudah mulai kelelahan meladeni jurus jurus Kalden, dan kakek Huang juga mengamati ketiga Xiao bersaudara juga masih bisa mengimbangi para pendekar tibet tersebut, akan teapi Kakek Huang terkejut manakala Kalden yang bertarung dengan Jingmi mencabut pedang halilintar miliknya.


Seluruh langit langsung mendung manakala pedang halilintar diarahkan keatas, sebuah petir berwarna biru keperakan keluar dan membumbung kelangit, dan terbentuk sebuat pusaran awan yang kehitaman. Kakek Huang yang menyadari segera melesat kearah Jingmi, dan benar sajam sebuah petir yang besar dan suara yang menggelegar menghantam kearah Jingmi, Kakek Huang yang tidak punya waktu yang banyak hanya bisa mendorong tubuh Jingmi, sehingga sambaran petir tersebut membuat luka bakar disekujur tubuh kakek Huang,


Jingmi yang melihat hal tersebut menjerit histeris mendati tubuh kakek Huang yang terkapar ditanah, hal ini sejenak  menghentikan pertarungan yang lain, mereka terhenti saat mendengar jeritan Jingmi yang menyayat hati.

__ADS_1


Ketiga Xiao pun langsung mendekati tubuh kakek Huang, Kaldem tidak memberikab celah mereka untuk menolong kakek Huang, segera Kalden mengarahkan petirnya ke arah mereka, dengan sigap Xiao Zhuang menyambutnya dengan pedang auman singa emas miliknya, walaupun sadar hal yang dilakukanya bodoh paling tidak orang disekitarnya terlindungi.


__ADS_2