
Kakek Huang memandang sedih kearah Jingmi, karena dia akan kehilangan murid satu satunya dan kesayanganya, karena memang sudah menjadi jalan pendekar untuk melanglang buana, “Jing’er aku ada hadiah buatmu!” Kakek Huang pun membuka kedua tanganya tiba tiba sebuah sinar berada ditanganya dan membentuk sebuag pedang biru yang sangat bagus. “Inilah pedang burung Hong atau Phoenix, pedang ini adalah pedang yang sangat kuat selain pedang matahari, rembulan, Halilintar atau pedang Bintang, Pedang ini adalah pedang dari mustika burung Hong.”
“Terima Kasih Kakek Guru, Jingmi membungkuk hormat kepada Kakek Huang, “Jika kau ingin tau sosok roh phoenix, kau bisa meminta Yin He menunjukanya kepadamu, karena dalam tubuh Yin He ada sepasang pedang phonix dari dua ras yang berbeda, yaitu Phoenix api dan Phoenix es, keduanya sudah berapa dalam tubuh Yin He.”
“Kakek untuk Qilin dan Kura kura bagaimana Kek, kami juga ingin mengetahuinya, siapa tau ini akan menjadi petunjuk bagi kita, Ketika Kakek Huang hendak bercerita, sebuah pisau daun melayang tepat diarah Yin He, dan dengan cepat Yin He manangkapnya dan melemparkanya ke arah sumber datangnya pisau daun tersebut.
“Kurang Ajar!” Ujar Yin He dan melemparkan pisau daun kearah sumbernya, akan tetapi yang terjadi adalah, ribuan pisau daun pun menyerang mereka, dengan sigap Yin He membuat perisai dari sisik naga es, sehingga pisau pisau daun tersebut hanya menancap pada perisai sisik es naga.
Dalam sekejab hawa yang sangat panas dan menyengat membuat lapisan es dari perisai sisik es naga Yin He meleleh, sampai saat ini belum ada yang bisa melelehkan lapisan perisai sisik es milik Yin He, akan tetapi hari ini semuanya menjadi hal yang sangat aneh.
Yin He mengeluarkan hawa dingin dari mustika rembulan yang dia miliki dan dikombinasikan dengan aura naga, membuat hawa dingin Yin He sanggup membunuh langsung musuhnya, akan tetapi semua diluar dugaan, keempat lelaki tua yang berada didepanya hanya sedikit mersakan tekananya, selebihnya mereka tidak merasakan hal yang akan menyakiti mereka.
“He’er hati hati mereka adalah anggota iblis kuno yang telah bangkit, berhati hatilah.” Ujar Kakek Huang, Yin He segera meminta Kakek Huang membawa Jingmi dan keempat Xiao bersaudara untuk mencari tempat yang aman, dan keempatnya sekarang tidak berkutik dan langsung menuruti ajakan dari kakek Huang untuk mencari tempat yang aman.
Tanpa fikir panjang, keempatnya langsung menyerang Yin He, dengan cepat Yin He yang telah mengusai jurus bayangan tingkat tertinggi, memecah kekuatanya menjadi empat bayangan dirinya, sekarang permasing masing anggota iblik kuno menghadapi Yin He dan ketiga bayanganya.
Dengan kecepatan cahaya Yin He melesat dan menyerang semua bersamaan dengan bayanganya, tidak disangka, masing-masing dari iblis kuno tersebut merupakan master spiritual, mereka telah menggunakan kekuatan spiritual masing masing hal ini membuat Yin He menark kembali empat bayanganya. “Langkah yang salah jika aku sampai memecah bayanganku.” Gumam Yin He dalam hatinya.
Akhirnya Yin He menggunakan jurus segel kematian dengan pedang matahari yang ada ditanganya, keempat anggota iblis kuno pun mundur sejenak. “Kurang ajar, anak ini mempunyai 3 dari 5 api suci, dan api suci yang dimilikinya adalah 3 level tertinggi, apakah dia juga sudah mempunyai Roh Api dan juga Roh Air?” Salah satu iblis itu memperingatkan sekaligus meminta pendapat dari temanya yang lain.
“Sebaiknya kita tidak membuat perhitungan terlebih dahulu, kekuatan kita juga belum sepenuhnya pulih, dan sepertinya dia juga sudah berada ditingkat esense pendekar pedang.” Ujar anggota kedua iblis kuno.
“Kita akan serang semampunya, kita lihat seberapa kemampuanya terlebih dahulu, kalau ternyata dia lebih hebat dari yang kita perkirakan, maka kita harus mencari terlebih dahulu jasad pangeran kegelapan dan kita segera membangkitkanya.” Setelah mereka berdiskusi panjang lebar, segera mereka menyerang Yin He menggunakan formasi penyerangan.
Yin He dikepung dari empat penjuru mata angin, dan dengan cepat mereka menyerang Yin He dengan kecepatan yang sangat kuar biasa, membuat ketiga Xiao dan Jingmi hanya bisa terperangah melihat pertempuran tersebut.
__ADS_1
Mereka menggunakan serangan dengan menggunakan empat elemen yang berbeda, hal ini memaksa Yin He untuk bertranformasi wujud menjadi penjaga empat elemen, dan Pedang matahari dan rembulan pun bersinar terang seakan akan bersiap untuk menghadapi musuh musuhnya, Yin He berkelit dengan cepat untuk menyerang, dengan tubuh empat elemen ini membuat Yin He semakin bergerak cepat dengan bantuan kedua pedangnya yang membuka jalan untuk menyrang dan bertahan, dan dengan sekali hentakan keempat anggota iblis kuno pun terpental.
Yin He pu terkejut karena tidak ada bekas luka atau pun ekspresi menahan rasa sakit, mereka datar seperti tidak merasakan apapun. Yin He pun menggunakan segel kematian tingkat esense, dengan spirit Roh Api dan Roh Air, walaupun Yin He belum pernah mengetahui dan merasakanya akan tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba fikirnya.
Tiba tiba dari belakang keempat iblis kuno, melesat hawa yang sangat panas dan juga hawa yang sangat, mereka mengenali kekuatan tersebut, dengan cepat mereka saling pandang dan saling memahami arti pandangan tersebut, mereka melontarkan sebuah pukulan ke arah Yin He, dan dengan cepat Yin He juga menahanya dengan spirit roh api dan roh air, kedua kekuatan yang beradu membuat tekanan yang sangat besar yang tak terhindarkan, batu dan tanah pun hancur membuat sebuah lubang yang teramat dalam, tekanan kekuatan tersbeut pun membuat pohon pohon di tempat tersebut hancur. Begitupun Kakek Huang, Jingmi dan ketiga Xiao pun terlempar beberapa mil dari tempat peristirahatan mereka.
Saat asap dan debu telah lenyap, Yin He juga tidak melihat keberadaan dari keempat anggota iblis kuno tersebut, setelah beberapa saat akhirnya dia terjatuh dan memuntahkan darah segar. Melihat Yin He yang terjatuh membuat Kakek Huang dan lainya melesat ke arah Yin He.
“He’er kau tidak apa apa?” Kakek Huang mencoba untuk mengalirkan tenaga dalamnya ke Yin He, dia melihat beberapa titik meridianya tersumbat oleh kekuatan yang merasuk kedalam dirinya.
“He’er bagaimana kau bisa memanggil Roh Api dan Roh Air, spirit tersebut lebih kuat dari kekuatanya, sehingga kau terserang balik, lagi pula kau belum pernah berinteraksi dengan kedua Roh tersebut, untuk kau memiliki ketiga api suci ditubuhmu.” Ujar Kakek Huang.
“Maaf kan aku kakek, tapi tidak ada pilihan lain untuk hal tersebut, kalau kakek tidak menceritakan terkait dengan iblis kuno maka, kita semua akan mati konyol ditangan mereka.” Ujar Yin He.
Kakek, teruskan ceritamu tentang Burung Hong Qilin dan Kura-kura, sepertinya semuanya ada kaitanya denganku Kek, aku mohon, seperti tadi, kalau kakek tidak bercerita tentang iblis kuno dan Roh Api dan Roh Air, mana mungkin aku bisa mengalahkan.” Ujar Yin He
“Beristirahatlah dulu He’er, aku akan meneruskanya kembali setelah tubuhmu membaik.” Ujar Kakek Huang dan di ikuti anggukan Yin He.
Legenda Roh Empat Elamen Bag.03
Mata Kakek Huang menerawang jauh, dia menghela nafas panjang, bagaimana tidak, kakek Huang yang berada di level pertapa saja harus menghindar untuk menyelamatkan diri dari pertarungan para anggota iblis kuno dengan Yin He, peratarungan yang sangat dahsyat sekali, sampai kakek Huang sendiri tidak tahu sebenarnya sampai titik mana kemampuan seorang Yin He dan juga para angota iblis kuno tersebut.
Hal ini semakin membuatnya khawatir dengan keadaan yang sekarang, Yin He sepertinya masih belum bisa menghadapi para aliran hitam, ditambah lagi dengan kemunculan para anggota dari Iblis Kuno. “Yin He, boleh aku minta sesuatu kepadamu? Ijinkan Jingmi untuk tinggal bersamaku lebih lama, setelah itu aku akan suruh dia untuk bergabung denganmu, setelah melihat pertempuranmu dengan para anggota iblis kuno, membuatku tersadar, aku harus membuat muridku satu satunya tidak boleh mati sia – sia.” Yin He menyadari apa yang dikatakan oleh Kakek Huang sepenuhnya benar, ada rasa yang begitu kuat untuk tidak mengijinkan Jingmi terlalu lama berpisah dengannya, akan tetapi keselamatan Jingmi sangat berarti baginya.
“Dan kalian Xiao Yan, Xiao Zhuang dan Xiao Zhao, aku yakin dengan bimbingan langsung dari Yin He kalian akan menjadi pendekar yang sangat luar biasa, tetaplah menjadi pendekar yang suka menolong sesama.” Kakek Huang menghela nafas kemudian melanjutkan ceritanya, sedangkan Jingmi berpamitan untuk menyiapkan makan malam, Jingmi tidak terlalu kesusahan menjadi hewan yang akan di buat makan malam, karena banyak rusa dan hewan lain yang terluka, sehingga sangat muda baginya mencari bahan makanan.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan berceritan tentang Qilin, dari keampat binatang yang membantu Pangu, Qilinlah yang paling tidak suka bertarung, Qilin adalah gambaran elemen tanah, Qilin adalah perpaduan dari Naga dan seekor rusa, kepala naga dan sisik naga ditubuhnya dengan kemilau keindahanya, sebuah tanduk mirip dengan tanduk rusa, dan surai untuk Qilin yang berjenis kelamin jantan, Qilin mempunyai keistimewaaan yang tidak dimiliki oleh ketiga binatang yang membantu Pangu yaitu, kekuatan untuk menetralkan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi ini, Qilin sendiri juga terdiri dari 3 Jenis yaitu: Qilin Perunggu, Qilin Perak , Qilin Emas ketiganya mempunyai daya yang sama sama kuat, akan tetapi yang lebih dominan dari beberapa Qilin adalah Ras Qilin Emas.
“Dan yang paling panjang umur dan kalian juga bisa menjumpainya adalah kura kura, kura kura ini adalah hewan dengan ukuran yang paling besar, kura-kura ini berwarna hitam, dan paling sering searah dengan naga, keempat roh penjaga elemen sekarang salah satunya sudah bangun yaitu naga langit, dengan bangkitnya roh penjaga elemen, nantinya bersatunya keempat elemen tersebut akan membangkitkan keadilan yang selama ini tertidur.”
Setelah bercerita tentang banyak hal, akhirnya Yin He dan ketiga Xiao pun berpamitan untuk meneruskan perjalanan mereka, sebelum mereka berangkat, Kakek Huang meminta Jingmi menempelkan kedua tanganya kearah punggung Yin He, dan oleh Kakek Huang, Jingmi diminta untuk mengenal hawa murni milik Yin He. Hal ini adalah untuk memudahkan Jingmi saat akan menyusul Yin He, dengan hal ini Jingmi akan lebih memudahkan titik keberadaan dari Yin He.
Yi He melesat kearah kesebuah daerah yang mempunyai empat elemen yaitu, Panas, Hujan, Angin dan tanah yang sangat subuh diaantara gurun pasir yang sangat panas. Untuk bisa mencapai kearah gerbang langit akan disana akan setiap orang mempunyai akan diuji sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya.
“Jingmi Kakek akan menurunkan sebuah jurus rahasia, akan tetapi kau harus menerima segala konsekuensinya, apakah kau bersedia?” Tanya kakek Huang kepada Jingmi, Jingmi tertegum sesaat lalu kemudian mengangguk. “Kau tidak ingin mengetahui apa konsekuensi yang akan kau hadapi?” Jingmi hanya menunduk, dalam hatinya ada rasa ingin menanyakan, akan tetapi jika kenyataaanya tidak sesuai dengan apa yang di inginkan akan lebih menyakitkan, sehingga Jingmi memilih untuk diam.
“Waktu kita tidak banyak, kemungkinan 10 hari dari sekarang kau harus bisa jurus Seribu Pedang, kau punya tubuh yang memungkinkan menampung hawa murni yang sangat besar, dan itu sudah terbukti saat kau disekap di penjara bawah tanah keluarga penjaga gerbang utara, secara manusia biasa pasti sudah mati, sedangkan kau masih bisa bertahan sampai dengan kami membebaskanmu.” Kakek Huang memberikan sebuah buku berwarna perak, Jingmi menerima buku tersebut dan segera membukanya.
Kakek Huang terkejut manakala buku berwarna perak ditangan Jingmi langsung terbuka tanpa Jingmi harus menyaluran hawa murninya, seakan buku tersebut telah lama menantikan kehadiranya. “Buku ini adalah buku yang berisi jurus seribu pedang, dan jurus dalam buku ini adalah pasangan dari jurus pedang langit, dan sudah saatnya dewi racun berubah menjadi dewi perang.”Gumam Kakek Huang dalam hatinya
“Jing Er, kau hanya perlu melatih semua jurus tersebut, untuk pemahaman pedang aku ada cara cepat untuk kau bisa memahaminya.” Jingmi pun mengangguk dan mulai memulai latihanya, gerakan demi gerakan jurus seribu pedang pun di lahapnya, perbedaanya sangat jauh antara pedang phoenix biru dengan jurus seribu pedang, jurus seribu pedag mempunyai karakter yang kuat dan ganas, lebih banyak untuk menyerang dan mendobrak perlawanan dari musuh, karena sebab itulah untuk jurus ini membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.
Kakek sangat terpesona dengan kemampuan Jingmi, selain cerdas tubuh dewi racunya memang sebuah berkah dari tuhan, karena tubuh dewi racun ini selain kuat dari segala racun, akan tetapi tubuh dewi racun juga kuat akan perubahan atau dalam kondisi palig ekstrim.
Sudah hampir 9 hari Jingmi telah berlatih jurus seribu pedang, dan jingmi menggunakan cakramnya sebagai pedangnya, kombinasi jurus seribu pedang dengan cakram yang kuat dan ringan dan juga dengan kemampuan tubuh yang baik, kekuatan dari cakram cakram tersebut sudah sangat jauh lebih bagus dari pada saar jingmi melawan pengawal Kalden.
Kakek Huang pun menghampiri Jingmi. “Sekarang sudah waktunya aku pergi, tapi aku ingin memberikanmu sebagian ingatanku dan juga kekuatanku padamu.
“Maksud kakek mau pergi itu apa? Apa kakek benar benar pergi selamanya kek?” Jingmi masih belum paham apa yang menjadi alasan Huang untuk pergi, kemudian kakek huang memanggilnya, dan segera mengalirkan seluruh tenaganya ke tubuh jingmi, dan tiba tiba seberkas sinar masuk kedalam tubuh Jingmi.
Jingmi merasakan hawa tenaga dalam spirit yang sangat kuat masuk dan menyatuh dalam tubuhnya, aliran cakranya sangat besar sehingga Qi yang terbentuk sangatlah kuat sekali, dan anehnya Jingmi mendapatkan ingatan ingatan yang aneh yang selama ini dia merasakan tidak pernah mengalaminya, setelah diarasakan energi kakek Huang tidak lagi mengalir kedalam tubuhnya, Jingmi segera menolah kearah belakang, dan kakek Huang yang sudah tidak berdaya dan telah meninggal.
__ADS_1
“Dengan ingatan yang didapatkanya dari kakek Huang, Jingmi mengerti alasan dari kekak huang melalkuka ini semua.”aku tidak bisa mnyia nyiakan pengorbanannya. Setelah menguburkan kakek Huang, Jingmi pun bersiap untuk menyusul Yin He, akan tetapi sebelum dia menyusul Yin Hr, seolah ia akan pergi kesebuah tempat dimana dia punya banyak kenangan, ditempat tersebutlah Jingmi kecil sering menghabiskan waktunya dnegan kedua kakaknya dan bapak ibunya, tak terasa air mata Jingmi pun menete