
Hasil pertandingan babak pertama sudah selesai, Kang Wu mengalah kepada Wang Cun, dia lebih menghemat tenaganya untuk membalas dendam kepada Feng Long yang telah memperkosa kekasihnya.
Sedangkan Nana sangat gembira bisa lolos ke tahab berikutnya, dimana hanya setengah dari peserta yang akan masuk ke pertandingan berikutnya.
Sekarang giliran babak kedua dari sesi yang pertama, Bai Cuan dan Chen Yi pun menuju arena pertandingan masing – masing, keduanya penasaran siapakah yang akan menjadi lawan tandingnya.
Saat Bai Cuan sampai di arena pertandingan, matanya berkerut terkejut, karena yang dihadapinya seorang gadis cantik dengan badan yang aduhai, ditunjang dengan postur tinggi dan bulatan sempurna untuk sebuah masa depan cerah.
“Sial, bagaimana aku bisa melukai wanita secantik ini, tapi kalau kau sampai kalah, maka akan membuat malu.” Ucap Bai Cuan dalam bathinya.
Dihadapanya ada seorang wanita yanng cantik dengan postur yang sangat menawan, sehingga siapapun yang melihatnya tidak akan tega untuk menyakitnya.
“Tuan, boleh tuan mengalah saja untuku dan tuan menjadi budakku, aku tahu tuan sangat menginginkanku.” Wanita yang berdiri didepan Bai Cuan dengan memasang tingkah genit. Dia adalah Xiao Lin, murid senior dari kalajengking merah.
Nana yang melihat ini mengepalkan tanganya, “Dasar lelaki genit, tidak bisa melihat barang bagus yang sedikit terbuka, kau harus diberi pelajaran orang tua genit.”
Bai Cuan menggosokan matanya, saat suara yang merdu tersebut menyapa dirinya, seperti ada kekuatan yang membuatnya tidak bisa menolaknya.
“Hai gadis cantik, kau sungguh sangat menggoda sekali, tapi sayang, wajahmu semuanya hanya ilusi, kau tak ubahnya nenek nenek tua yang keriput bagiku.” Ujar Bai Cuan sambil memegang dagu Xiao Lin.
“Kurang ajar, apakah ini tidak berhasil, mengapa dia tidak menuruti perintahku.” Ucap Xiao Lin dalam bathinya, akhirnya dia memutuskan sekali lagi untuk menjerat Bai Cuan, dia kira sepertinya ada kesalahan, akan tetapi diluar dugaan, Bai Cuan membuang mukanya dan mendorongnya dengan kuat.
“Hahahaha, wanita jelek, jangan harap kau bisa menaklukanku dengan ilmu ilusi murahanmu, aku tidak begitu cantik dalam kenyataanya, Hahahahahahha, Palsu!”
Bai Cuan langsung membuat suatu gerakan dimana dengan cepat dia menekan dibeberapa titik milik Xiao Lin, dan yang terakhir adalah dia menyambar dahi wanita tersebut lalu sebuah sinar hijau keluar dari jari telunjuk Bai Cuan.
“Hancur”
Seketika itu juga semua yang memandang Xiao Lin pun tertawa kepadanya, “Hahahaha, seekor babi gemuk sedang merayu pemuda tampan, pantas diajuhkan, hahahahaha.”
Mendengar hal tersebut Xiao Lin terkejut, Ilusi yang selama ini membuat dia tampil cantik kini harus hilang begitu saja. “Kurang ajar kau bocah tengik.” Dengan cepat dia langsung menarik pedangnya dan mengayunkan kearah Bai Cuan.
Bai Cuan pun menarik dirinya kebelakang, akan tetapi dia tidak menduga bahwa rambut dari Xiao Lin yang penjang merupakan senjata rahasianya, dan
Sliiicceee....!
__ADS_1
Sebuah sayatan tepat di pergelangan tangan kiri Bai Cuan, dia merasakan panas dan perih yang luar biasa. “Racun Kalajengking Merah.” Bai Cuan segera menekan beberapa titik didekat luka dan di pangkal siku dan juga pangkal lenganya untuk mencegah racun mengalir kuat.
Dengan cepat dia melesat keaatas untuk menghindari serangan dari Xiao Lin, dan langsung mengambil sebuah bubuk obat diruang penyimpanannya.
Kalajengking merah adalah satu spesies dari hewan spirit, sehingga racunya bukanlah racun yang bisa ditahan oleh manusia biasa, jika racun tersebut terkena olkeh manusia biasa maka dalah hitungan detik, maka tubuhnya akan hancur, mirip seperti racun dewi kematian milik Nana atau Jing Mi.
Namun Bai Cuan bukan lah manusia, Bai Cuan adalah salah satu hewan spirit yang sudah masuk kedalam hewan suci, sehingga dia mempunyai kekebalan terhadap racun kalajengking merah.
Akan tetapi tetap saja dia harus segera mengobatinya atau dia akan merasakan kesakitan yang menjalar diseluruh tubuhnya.
“Jangan berharap kabur kau bocah tengik, racun itu akan merusak organ dan juga tubuhmu, sebagai pembalasan atas kelancanganmu membuka ilusi yang ku pasang selama ini.” Ujar Xiao Lin percaya diri.
Karena selama ini tidak ada yang pernah selamat dari racun kalajengking merah tersebut. Sehingga Bai Cuan akan terkapar setelah ini.
Tapi apa yang diinginkan oleh Xiao Lin tidak seindah kenyataanya, Bai Cuan tiba tiba menyerangnya dengan kecepatan yang tidak disangka.
“Langkah Bayangan Dewa.” Kecepatan pukulan dari Bai Cuan tidak bisa diikuti pergerakanya oleh Xioa Lin, alhasil maka tubuhnya menjadi sasaran empuk oleh Bai Cuan.
Bhuuukk.. Bhuuuuukk.
“Kau masih tidak layak bertarung dengan ku.” Bai Cuan pun menendang tubuh Xiao Lin keluar arena pertarungan tanpa ada perlawanan apapun.
+ + + + + +
Sedangkan pertarungan Chen Yi sendiri diwarnai dengan aura yang sangat menegangkan, dimana yang menjadi lawanya adalah seseorang pendekar netral yang tidak terikan dengan ikatan apapun, akan tetapi hawa yang dikeluarkanya sangat menekan.
Saat berjalan kearah arena pertarungan, tatapan mereka saling berhadapan untuk mengukur kedalaman kekuatan masing masing.
Sebenarnya yang seharusnya berhadapan dengan Chen Yi bukanlah Chang Yuan, akan tetapi pemilik nomer urut 20 tersebut telah dibunuh Chang Yuan, demi membalaskan dendam tetua Bong dan tetua serta murid murid teratai es yang lainya.
Chang Yuan sendiri adalah kaki tangan Patriack dari Teratai Es, Kultivasinya berada di Dewa Prajurit level 2.
Sebenarnya yang menjadi incaran adalah Nana, akan tetapi Chang Yuan ingin membunuh dari yang terlemah terlebih dahulu dan juga ingin memberikan pelajaran ke Nana, bagaimana rasanya kehilangan seorang saudara atau teman.
Akan tetapi pengamatan dari Chang Yuan sungguh sangat meleset, karena seseorang seperti Chen Yi tidak seharusnya dia ganggu.
__ADS_1
Chang Yuan langsung melayangkan pukulanya kepada Chen Yi, dengan aliran Qi yang sangat kuat, saat Chen Yi akan menghindari serangan tersebut, tiba tiba tubuhnya menjadi sangat kaku dan tidak bisa digerakan sama sekali, hal ini membuat Chen Yi terkejut, dari pengalaman bertarung ayah, ibunya bahkan dari kitab jiwa hitam dan putih, dia tidak menemukan jawaban apapun.
Mata Chen Yi terpejam saat pukulan dari Chang Yuan mendarat ditubuhnya, akan tetapi dia tidak merasakan rasa sakit atau apapun, bahkan tubuhnya tidak bergeser sedikitpun.
“Apa yang terjadi, tenaga apa ini?” Chen Yi kebingungan dengan kondisi yang sekarang dia rasakan.
Chen Yi terkejut dengan gelang Yin dan Yang yang ada di pergelangan tanganya, secara fisik gelang tersebut tidak bergerak, akan tetapi secara energi kedua gelang naga kecil tersebut seperti menyerap energi dari serangan Chang Yuan.
Chang Yuan yang merasakan keanehan dalam tubuhnya, Qi dalam tubuhnya tiba tiba seperti mengalir deras keluar ketubuh Chen Yi. “Tidak mungkin, Aura ini sepertinya milik dari pedang hati es, apakah bocah ini yang memilikinya, bukanya pedang hati es berada di tangan gadis tersebut.”
Chang Yuan langsung membalikan aliran Qi nya sehingga dia terpental dan terbebas dari cengkaram aliran kekuatan tubuh dari Chen Yi.
“Aku rasa aku telah tertipu, rupanya kau yang membawa pedang hati es itu anak muda, Cepat serahkan pedang tersebut atau aku akan membunuh dan mengoyak ngoyak tubuhmu.”
“Kau jangan menutupi kegelisahanmu orang tua, sampai kapan kau akan menutupinya, dan aku tahu sekarang kau sedang terluka dalam.” Tiba tiba ekspresi wajah Chen Yi berubah menjadi dingin.
“Kau telah menyerangku 1 kali, dan aku tidak membalasnya, sekarang giliranku, terimalah kematianmu.” Hawa dingin langsung menyelimuti tubuh Chen Yi, saat ini butir butir es sudah menyelimuti tanganya.
Chen Yi langsung melesat, dengan sisa kekuatanya Chang Yuan menghindar dari pukulan pukulan yang dilesatkan oleh Chen Yi.
Saat pukulan mereka beradu, sebuah ledakan yang sangat kuat membuat seluruh pertandingan yang lain pun berhenti, Chen Yi masih berdiri tegap dengan tubuh tanpa goresan luka apapun, akan tetapi berbeda dengan Chang Yuan, beberapa luka sudah mendarat di bagian tubuhnya.
“keparat kau, akan kubunuh kau sekarang.”
“Hahahahha, kau sungguh lucu orang tua, dari tadi kau ingin membunuhku, tapi tidak pernah bisa, sekarang amarahmu memuncak seakan akan kau adalah sang pencabut nyawa, dasar orang tua Tolol.” Ejek Chen Yi dengan tatapan sinis kepada Chang Yuan.
Chang Yuan, menggerakan tangan nya, kini tanganya memancarkan cahaya hijau terang yang sangat terang, walau keaadan siang hari, warnah hijau masih bisa terlihat karena sangat pekat.
Langit berubah mendung, awan awan dilangit seperti diperintahkan untuk medeka dan mereka membentuk sebuah siluet seperti bunga teratai.
Chen Yi merasakan gejolak dari naga Yin, kini mereka sudah terlepas satu sama lain, naga Yin langsung menggeliat sepertinya tak sabar dengan kekuatan teratai tersebut.
“Mati kau!”
Boommm.. Bommm Dhuuuuaarrrrrrrrr
__ADS_1