
Han Bing berjalan kesebuah bangunan yang ramai dikunjungi para pendekar, Han Bing kemudian mendaftarkan tiga Wei bersaudara untuk bertanding di Turnamen Empat Elemen, yang akan dimulai besok.
Han Bing melihat sudah ada 130 dari berbagai aliran putih, netral dan hitam, mereka disini memperebutkan gelar sebagai pendekar elemen terbaik.
Dalam Turnamen Empat Elemen ada 5 kategori yaitu Pendekar Elemen Tanah terbaik, Pendekar Elemen Air Terbaik, Pendekar Api Terbaik, Pendekar Elemen Angin Terbaik, dan inilah kategori yang paling di inginkan , yaitu mengadu empat pemenang masing masing elemen untuk memperebutkan gelar Pendekar Elemen Terbaik.
Sementara itu Yin He berjalan jalan menyusuri jalanan Lembah Kesunyian, mata Yin He terhenti karena pemandangan di ujung jalan, sebuah air terjun yang cantik berada disebuah lembah yang indah, sungguh komposisi alam yang sempurna.
Yin He berjalan mendekati air terjun, banyak anak anak dan anggota mutiara hitam berada di dekat air terjun hanya untuk sekedar duduk ataupun berenang, Yin He duduk disebuah batu besar dekat dengan aliran air dari air terjun tersebut. Ketika kaki Yin He menyentuh air dari air terjun tersebut, ada sebuah getaran aneh yang masuk kedalam tubuhnya, semakin Yin He menahanya dengan hawa panas yang dialirkan, maka getaran itu makin masuk kealiran tubuh Yin He.
"Sebenaranya ada apa ini? misteri apa yang terdapat dalam air terjun tersebut.?" Bhatin Yin He.
Yin He bergegas menemui Han Bing, dengan bantuan mata matanya Yin He tak kesulitan menemukan Han Bing dan yang lainya. "Kebetulan kamu datang disaat yang He'er." Ryuzu bangkit dan memberikan kursi yang ditempatinya untuk ditempati Yin He.
"Eh...terima kasih Ryuzu, jangan repot repot." Yin He yang segan diperlakukan seperti itu, "Tidak apa tetua, tetua memang pantas diperlakukan seperti itu, kalo bukan bimbingan tetua dan senior Bing, kami tidak akan berkembang sepesat ini." Ucap Ryuzu d
sambil membungkuk kepada Yin He.
__ADS_1
Ucapan Ryuzu barusan membuat beberapa mata pendekar yang ada disekitarnya langsung melihat ke arah Yin He, mereka masih masih sangsi dengan pendengaran merek, apakah bocah 11 tahun dihadapanya adalah seorang tetua?
Sleeeppp..Jlebbb..!
Sebuah pisau terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi melesat ke arah Yin He, Yin He yang sedang mengobrol saat itu dengan Han Bing dan tiga Wei bersaudara tak mennyadarinya.
Akan tetapi semua terkejut, melihat pisau denhan kecepatan tinggi tersebut di tangkap hanya dengan 2 jari Yin He. Yin He meremas pisau tersebut dan menjadi butiran butiran halus, tampak tangan Yin He mengeluarkan asap hitam yang beraroma busuk.
"Racun Lintah Emas, terima kasih perkenalanya tuan." Yin He menaburkan serpihan tersebut kearah orang bertopi jerami yang membelakanginya. Lemparan Yin He bukanlah lemparan biasa, ada tenaga dalam yanh sangat besar dialirkan di serpihan pisau tersebut.
Wushh....Brrakkkk...
Pendekar topi jerami tersebut pun membalikan badan sambil bertepuk tangan, "Tidak ku sangkah ada bocah sekecil ini sudah menyandang gelar tetua, selamat tuan, mohon maaf atas perkenalanya, namaku Cheng Li, orang orang menyebutku pendekar penghisap darah." Sambil membungkuk, sambil menyeringai menatap Yin He.
"Ah, berdirilah paman, jangan seperti itu." Yin He menekan kaki kanannya ketanah, dan tanah yang di injak pendekar jerami pun membentuk semua stalaktit kecil kecil yang menembus kakinya, spontan pendekar topi jerami pun terkejut dan langsung berdiri seperti biasa.
"Perkenalkan namaku Yin He dari Wisma Giok, mohon bimbinganya dari tuan tuan sekalian." Yin He bersikap sangat sopan, aura yang dipancarkanya seperti seorang pangeran, semuanya tidak ada yang berani menatap Yin He.
__ADS_1
"Tuan muda, Yin He, maafkan sikapku, sebagai gantinya aku akan mentraktirmu." Cheng Li sadar kemampuanya tidak ada apa apanya dengan bocah sebelas tahun yang berdiri di hadapanya.
"Tidak usah repot repot paman, terima kasih atas tawaranya." Saat Yin He akan duduk. suara Fei Fei dari belakang menyapanya. "Yin He kau disini? mana tu.." Saat Fei Fei akan menanyakan keberadaan Han Bing, matanya tertuju kepada sosok lelaki tampan yang ada dihadapanya.
"Ehemm..heem...Bibi Fei..jangan melamun, memang ketampanan paman Bing tidak ada duanya." Ucapan Yin He membuat malu Fei Fei hingga kedua pipinya bersemu merah.
"Silahkan duduk Bibi, dan biarkan anggotamu duduk disamping meja sebelah, dan kalian bertiga temani mereka." Yin He tahu perasaan tiga Wei bersaudara saat melihat para anggota Perawan Suci yang memang terkenal sangat cantik dan menawan.
"Kakak Bing, gimana kabarmu?" Tanya Fei Fei yang tidak berani menatap Han Bing lama lama, Fei Fei hanya menunduk sambil tersenyum malu.
"Kalian kapan tiba di lembah kesunyian?" Tanya Han Bing sambil menatap gadis yang dirindukanya.
"Kemarin malam kak, kami memang ingin tiba lebih awal agar bisa beristirahat, tapi bukanya istirahat yang kami dapatkan, tapi..!" Fei Fei terdiam, tanganya meremas dengan keras pertanda sebuah amarah yang dipendamnya.
"Kakak pernah mendengar Sekte Mawar Hitam?" Tanya Fei Fei.
"Pernah, sekte aliran iblis yang menumbalkan darah perawan disetiap ritualnya?" Han Bing langsung terdiam, sekarang dia tahu kenapa
__ADS_1
Fei Fei menahan amarah.