LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Jendral Besar Jie Kun


__ADS_3

Tuoli dan para tetua yang lain sedang membahas kedatangan dari jendral besar kekaisaran Tang, yaitu Jendral Jie Kun.


Sebenarnya yang menjadi pertanyaaan adalah untuk apa Jendral Jie Kun sampai harus ke Wisma Giok sendiri, jika membutuhkan dukungan mereka bisa mengirimkan pesan.


"Sebenarnya apa yang menjadi tujuan dari Jendral Jie Kun?" Semua para tetua terdiam, hal ini tidak akan menjadi sebuah pertanyaan jika memang ada sesuatu yang terjadi dikerajaan Tang, atau ada sesuatu yang hanya wisma giok atau sekte tertentu yang tahu.


Tetua Tuoli memberikan intruksi kesemua elemen, dan memerintahkan untuk memperketat penjagaan yang ada di Wisma Giok.


Pagi hari telah menyapa, suasana di Wisma Giok yang sejuk karena dikelilingi oleh hutan dan pegunugan. Dari kejauhan terlihat rombongan kerajaan telah sampai dipintu gerbang Lembah Wisma Giok, dari panji panjinyang mereka bawa, sepertinya mereka membawa pasukan lengkap.


Tetua Tuoali tidak dapat lagi menyembunyikan ketegangan dan kecemasanya, alasan kedatangan Jie Kun sampai hari ini belum jelas, ditambah lagi dengan jumlah pasukan yang dibawahnya yaitu tiga ribu prajurit dengan kemampuan rata rata adalah pendekar perak. Jie Kun tersenyum saat melihat Tuolo dan tetua Lembah Wisma Giok menyambutnya, matanya encari sesuatu akan tetapi sepertinya tidak dia temukan.


"Selamata datang Jendral Besar Jie Kun, kami merasa terhormat bisa kedatangan Jendral." Sapa Tetua Tuoli.


"Terima kasih tetua, maafkan kami, yang telah merepotkan tetua dan semuanya, dan terima kasih atas penyambutanya." Ujar Jie Kun.


"Aku yakin kalian akan bertanya-tanya kenapa aku membawa pasukan sebanyak ini? hahahahahaha." Jie Kun melihat satu persatu ekspresi dari para tetua dan anggota Wisma Giok yang tampak kebingungan.


Jendral Jie Kum tertawa, dan sangat lantang sekali. "Boleh saya masuk Tetua? kasihan prajurit saya, mereka juga butuh istirahat."


Tetua Tuoli mempersilahkan Jendral Jie Kun masuk, mereka berbincang - bincang sambil menikmati suguhan yang di hidangkan oleh anggota wisma giok.


"Tetua Tuo, sekali lagi, kedatangan kami kesini adalah untuk meminta wisma giok melatih para prajurit kami yang berada diluar, kami kesini dengan terpisah dan bertemu di titik hutan perbatasan dengan Wisma Giok."


Jendral Jie Kun memberitahukan keinginanya agar wisma giok mau melatih para prajuritnya, untuk hal ini pihak kekaisaran akan mendukung sepenuhnya terkait kebutuhan yang dibutuhkan oleh wisma giok, dengan satu syarat mereka tidak boleh memberitahukan kepada pihak sekte yang lain, ditakutkan ada kecemburuan.

__ADS_1


Oleh sebab itu, prajurit yang dikirim kemari semuanya berpencar di bagi beberapa puluh kelompok, setiap kelompok ada 20-30 orang, dan kelompok kelompok ini pun saat perjalanan mereka akan menjaga jarak agar tidak terlihat bergerombol.


Tetua Tuoli dan dan tetua yang lainya akhirnya dapat bernafas lega, karena apa yang mereka takutkan tidak terjadi. "Baiklah Jendral, kami akan melatih parajuri kerajaan dengan cara kami, bolehkah?" Ujar Tetua Xiao.


"Sangat boleh, itulah yang menjadi alasan aku, membawa mereka kesini, agar mereka di didik dengan cara kalian, dan mengapa aku tidak undang kalian ke istana, pasti hasilnya tidak sebagus disini, karena fikiran kalian akan tetap terbagi." Ujar Jendral Jie Kun.


"Mohon maaf Jendral, sebenarnya kenapa jendral memilih Wisma Giok, sedangkan sekte sekte besar lain juga banyak dan jago - jago?" Tanya Tuoli.


"Hahahahhaha, aku juga mencarinya akan tetapi dia tidak ada, hanya senior Han Bing yang terlihat. Dirinya tidak terlihat dari sejak awal aku disini, dimana Yin He?" Tanya Jendral Jie Kun kepada para tetua Wisma Giok.


Tetua Tuoli tersenyum, dia menjelaskan bahwa Yin He lagi mengemban Misi dari Wisma Giok untuk mencari sumber daya yang akan bermanfaat untuk Wisma Giok.


"Tapi jangan khawatir Jendral, semua prajurit akan langsung di awasi oleh kami para tetua dan dilatih langsung para senior wisma giok." Jie Kun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


"Baiklah karena tugasku sudah selesai, besok aku akan kembali ke kerajaan, tapi seblumnya akan informasikan kepada para prajurit disini agar mematuhi segala aturan."


"Baiklah Jendral, semuanya akan kami usahakan yang terbaik." Ujar tetua Tuali.


Perjamuan telah usai, Jendral Jie Kun diantar ke Wisma tamu disamping wisma utama untuk segera beristirahat. dan untuk prajurit langsung mendirikan barak dari kayu kayu yang mereka dapatkan dari hutan.


****


Yin He yang sudah selesai dengan latihanya segera mencari markas Serigala Merah dengan mengikuti mata mata yang memang dibiarkanya untuk tetap hidup.


Setelah beberapa saat, Yin He telah sampai pada sebuah markas yang sangat besar, "Ini bukanlah kelompok atau markas para perampok, apakah mereka juga bagian dari sekte iblis.

__ADS_1


Yin He terkejut saat sampai di markas serigala merah, tempat ini layaknya sebuah perkam pungan yang ramai, dengan lalu orang yang sangat ramai, Yin He pun turun untuk menyelidiki kebenaran hal tersebur, dia segera mengambil pakaian daro salah satu anggota yang berhasil dilumpuhkanya.


Yin He pun berjalan masuk, awalnya biasa saja, akan tetapi beberapa orang terus melihatnya, ternyata mengetahui kalau Yin He adalah orang baru, karena selama ini selain Daeja, tidak ada yang mempunyai ketampanan yang membuat orang lain terpesona.


Akan tetapi yang membuat Yin He terkejut adalah banyaknya anak anak yang lalu lalang, dan tidak ada yang berani untuk melarang mereka yang bermain bahkan mereka merusak barang barang mereka.


"Dari mana anak anak itu, dan kenapa tidak ada yang berani melarangnya, siapa sebenarnya mereka? " Ujar Yin He dalam hati.


Pertanyaan Yin He akhirnya terjawab, anak anak tersebut bukanlah anak anak biasa? mereka adalah anak anak pilihan yang langsung dididik oleh Raja Serigala, untuk dijadikan pasukan terkuat.


Yin He tak sengaja mendengar para anggota yang membicarakan anak anak tersebut, mereka kagum dan menginginkan putra mereka saat berumur 8 tahun dapat lulus seleksi agar dapat langsung menjadi pasukan khusus, karena kalau mereka tidak lulus maka mereka akan selamanya jadi budak serigala merah.


Yin He segera berjalan dan menyusuri jalanan sekte serigala merah, dia sengaja menunduk tidal lagi menjadi pusat perhatian apalagi bagi para manita.


Yin He mencapai sebuat tembok tinggi yang mengelilingi sebuah bangunan yang sangat besar dibalik tembok tersebut.


Dengan cepat Yin He meloncati tembok tersebut, akan tetapi Yin He lupa, seharusnya dia tinggal masuk langsung tidak usah melompat tembok, hal ini membuat dia langsung di kepung oleh penjaga para penjaga Serigaka Merah.


"Aku merasakan mereka semua adalah


pendekar raja, terlihat gerakan dan aura mereka." Bathin Yin He.


Para Readers yang budiman, mohon maaf kemarin tidak upload, karena author dikejar deadline pekerjaan saat author sakit.


Mohon maaf, dan juga author butuh waktu untuk untuk membuat alur ceritanya agar ngga asal, dan hal tersbeut dibutuhkan mood yang bagus.

__ADS_1


oleh sebab itu, author mohon dukunganya. like dan juga vote kalian.LPL sekarang di posisi 200. mohon Vote nya sekali lagi readers yang budiman.


terima kaish


__ADS_2