
Setelah mengukuhkan kekuasaanya sebagai pemimpin dari para makhluk spirit. Chen Yi temani Nana dan Bai Cuan segera melesat kearah perguruan pertapa sakti.
Sesampainya disana, Chen Yi langsung menemui Kakek Sion, "Maafkan saya kakek, sesuai dengan janji saya, saya akan mencoba membantu kakek mengatasi masalah terobosan kakek.
Chen Yi mengeluarkan sebuah botol giok yang sudah disiapkan, dan diberikan kepada Kakek Sion.
"Minumlah Kek, itu adalah darah tarantula merah yang telah aku ekstrak dengan bunga teratai api, yang akan membantu kakek dalam berkultivasi dan menyembuhkan panas pada dada dan Dentian kakek."
Dengan segera Kakek Sion menerima botol giok pemberian dari Chen Yi dan segera meminumnya, cairan tersebut mempunyai efek panas dalam setiap titik disekujur tubuh Kakek Sion, akan tetapi, panas tersebut seperti membakar sumbatan disetiap titik cakra nya dan juga meridian kakek Sion, dalam sekejab Kakek Sion mengalami terobosan dan mencapai puncak jalan kesengsaraan.
"Hahahahhaha..aku sudah dipuncak jalan kesengsaraan, terima kasih Yi er." Ucap Kakek Sion sambil menggoncang goncangkan punya Chen Yi karena luapan rasa gembiranya.
Setelah dari kediaman kakek Sion, Chen Yi segera melesat ke paviliun kedua kakak angkatnya yaitu Beng Ong dan Kha Chung, dan kebetulan sekali mereka berdua sedang berlatih bersama.
**
Tiba tiba sebuah bayangan menyerang Kha Chung dan Beng Ong yang sedang melakukan latihan didepan paviliun mereka.
Kha Chung dengan cepat menangkis serangan tersebut dan mencoba memberikan serangan dengan tinju bintangnya, akan tetapi serangan tersebut seperti mengenai sebuah ruang kosong.
Sedangkan sosok yang menyerangnya begitu cepat gerakanya dan juga bebarapa jurusnya mampu mengunci pergerakan mereka berdua.
Dan dalam dua jurus.
Bruuk.. Dhummm.!
Tubuh Kha Chung dan Beng Ong harus terlepar beberapa meter dan jatuh di tanah dengan darah segar mengalir dari mulut mereka.
"Kurang aja, kau membuat kami marah." Ujar Beng Ong, kemudian Beng Ong dan Kha Chung memanggil kedua hewan spirit mereka.
Kera api dan Seekor ular king kobra langsung keluar dan menyerang sosok yang ada dihadapanya.
Keduanya mencoba dengan serangan Pi dan juga racun kobra hitam, akan tetapi serangan kedua binatang spirit tersebut sia sia, lagi dan lagi, serangan mereka seperti berhadapan dengan ruang hampa.
__ADS_1
Akan tetapi pada saat serangan yang kedua, bayangan tersebut mengangkat satu ke atas dan menjatuhkanya, dan tiba tiba raja kera api dan king kobra tersebut tersungkur seperti terkena beban yang sangat berat.
Kha Chung dan Beng Ong hanya bisa terdiam.
"Sebenarnya siapa dia, kenapa aku tidak bisa mengukur kultivasinya." Bathin Kha Chung.
Dan yang lebih mengejutkan adalah, saat asap kebiruan menyelubungi tubuhnya dan setelah itu lama lama memudar dan terlihatlah sosok yang menyerang mereka.
"Yi er." Keduanya berhamburan dan melesat kearah sosok yang beberapa waktu telah mereka rindukan.
"Aku kira hidupku akan berakhir oleh serangan orang yang tidak aku kenal, tapi ternyata adik Yi, kau sekarang begitu hebat, aku sendiri tidak bisa mengukur kultivasimu sampai mana."
Chen Yi hanya tersenyum dan tertawa seraya meminta maaf kepada kedua kakak seniornya, kemudian Chen Yi mengeluarkan beberapa permata merah yang sebesar kepala bayi.
Kedua mata kakaknya terbelalak melihat tumpukan permata dihadapan mereka.
"Serius ini buat kami?" Chen Yi hanya tersenyum dan mengangguk, sedangkan kedua kakaknya hanya bisa terkesima melihat permata tersebut.
"Sian Wu, sepertinya aku tidak pernah mendengar namanya." Chen Yi terkejut saat melihat ekpresi kedua saudaranya.
Kha Chung menceritakan semua tentang Sian Wu dan juga tentang dia yang ingin bertarung dengan Chen Yi.
"Kakak Chung dan Kakak Ong, apa kalian masih meragukanku? pastinya aku akan membungkam semua yang melecehkanku." Tatap mata Chen Yi begitu dingin membuat kedua kakak seperguruan merinding.
Mereka belum pernah merasakan sebuah tekanana hanya lewat tatapan mata, tanpa qi ataupun aura apapun akan tetapi bisa menekan jiwa mereka sehingga mereka menjadi langsung ketakutan.
**
Berita tentang kedatangan Chen Yi telah terdengar oleh Sian Wu.
"Apakah kau bisa menahan Qi Dingin yang aku punyai, walaupun harus menggunakan teknik terlarang ini, akan tetapi kau tidak boleh menjadi pemenangnya..hanya ada aku yang bisa menjadi nomer satu disini."
"Dengan kekuatanku sekarang, bahkan kakek Sion pun tidak akan bisa menyelamatmu Chen Yi." Ujar Sian Wu yang sudah merencanakan pertarunganya dengan Chen Yi.
__ADS_1
Sesuai dengan rencana dari kakek Sion, bahwa Sian Wu boleh menantang Chen Yi saat Chen Yi sudah kembali dari misi yang diberikan oleh kakek Sion.
Pada hari yang telah ditentukan semua murid inti telah berkumpul disebuah arena pertempuran yang sangat kuat.
Yang menjadi istimewa dari pertempuran ini adalah setiap sudutnya telah dipasang Pelindung dari Yuan tingkat tinggi, dan juga yang memimpin pertandingan adalah tetua Xiao.
Sian Wu dan Chen Yi langsung melesat ke atas arena pertandingan yang telah disiapkan.
"Semua dengarkan, terutama kau Sian Wu dan Chen Yi, tidak ada larangan dalam pertandingan kali ini, kecuali satu hal, dilarang membunuh. kalian paham?"
Sian Wu dan Chen Yi mengangguk pertandan mereka mengerti dan setuju apa yang disampaikan oleh tetua Xiao.
Chen Yi dan Sian Wu saling menatap, tatapan Chen Yi sangat mendominasi tekanan, semua kekuatan yang hanya bisa dimiliki oleh seorang raja.
"Tatapan bocah ini, kenapa sangat mengintimidasi sekali, bahkan aku tak menemukan adanya qi ataupun dari pancaran matanya, tapi ke..kekuatan ini." Sian Wu menahan tubuhnya agar tetap tegap.
Untuk menghindari efek kekuatan dari Chen Yi, Sian Wu langsung melesat dan mengarahkan pukulan dan juga tendangan kearah Chen Yi
Setelah beberapa saat, Sian Wu hanya keheranan, karena secepat apapun pukulanya, akan tetapi Chen Yi selalu bisa menghindarinya.
"Kau hanya sampah, tidak akan pernah kau mengalahkanku, aku akan mengampunimu jika kau memohon maaf dihadapan semua orang dan mangakui bahwa kau hanya pecundang." Ujar Chen Yi dengan tatapan matanya yang dingin kearah Sian Wu.
"Cuihhh..kau yang sampah, dan hari ini aku akan buktikan siapa yang menjadi pemenang sesungguhnya.!"
Sian Wu segera mengaktifkan Qi dingin, dan seluruh arena pertandingan langsung mengandung hawa dingin yang sangat menyengat.
Dengan cepat Sian Wu langsung menyerang Chen Yi, serangan Sian Wu sekarang berlipat lipat kekuatanya, sehingga Chen Yi pun dapat dipukul mundur.
Chen Yi segera mengaktifkan Qi Hitam, akan tetapi sesuatu bergejolak dalam tubuhnya.
"Ada apa dengan Qi Hitam milikku? kenapa aku tidak bisa mengalirkanya?"
Tubuh Chen Yi mulai kedinginan dan menggigil. "Sebenarnya jurus apa yang digunakanya? mengapa aku tidak bisa mengalirkan."
__ADS_1