
Setelah medapatkan banyak pelatihan dan pemahaman dari para paman gurunya, Chen Yi pun segera meminta ijin untuk berangkat menuju perguruan Pertapa Sakti.
“Chen Yi, apakah kamu sudah tahu dimana tempat dari perguruan pertapa sakti, karena samapi saat ini perguruan tersebut tidak pernah berinterksi lansung dengan dunia persilatan di daratan Tan, dan sampai saat ini keberadaaya manjadi rahasia dari perguruan pertapa sakti.” Ujar Tuoli.
“Saya mendapatkan plakat ini kakek, ini yang akan membawa saya ke tempat perguruan pertapa sakti.” Chen Yi menunjukan Plakat dari Guru Xiao.
Semuanya terkejut saat melihat plakat emas dengan symbol bangau putih ditengahnya,
Setelah semuanya sudah berpamitan, Chen Yi mengangkat plakat emas tersebut, dan tidak lama, muncul seekor bangau putih raksasa yang mendarat di halaman Aula Wisma Giok.
Chen Yi segera menaiki bangau tersebut dan duduk dengan berpegangan pada leher bangau tersebut. Dalam sekejab, bangau putih tersebut langsung meluncur menuju tempat perguruan pertapa sakti.
Chen Yi hanya membutuhkan waktu sekajab karena bangau putih tersebut adalah hewan spirit dari perguruan pertapa sakti.
Chen Yi turun didepan gerbang yang sangat besar sekali, disamping kanan kirinya juga sedang berdatangan para pendekar yang mengikuti ujian masuk perguruan pertapa sakti, rata rata yang berdatangan adalah orang orang dewasa atau beumur 20 tahun keatas, sedangkan Chen Yi adalah peserta paling kecil, akan tetapi rupanya dirinya tidak sendirian, karena setelah beberapa lama, seekor bangau menurunkan seorang pendekar cantik dengan usia yang tidak terpaut jauh dari Chen Yi.
Seorang pemuda yang menggunakan pakaian bagus tersebut datang kehadapan Chen Yi, dilihatnya Chen Yi dari atas sampai dengan bawah, pemuda tersebut menyeringai dan bertanya kepada Chen Yi, “Hei anak kecil, apa tidak salah kau ditempat ini, sana cepat pulang nanti dicari ayah dan ibumu, hahahahahahaha. " Pemuda tersebut berumur sekitar 25 tahunan, mengejek Chen Yi, karena penampilan dirinya tidak seperti seorang pendekarz ditambah lagi dengan umur dari Chen Yi, yang sangat diragukan kemampuanya.
Saat dirinya dihina, Chen Yi yang hanya diam dan berkata “Ya” dan “Maaf” lebih memilih menghindar dari pada mengurusi mereka.
__ADS_1
Karena bagi Chen Yi lebih baik menggunakan tenaga yang tersisa untuk mengikuti jalanya proses seleksi masuk. “Dasar bocah tidak tahu diuntung, sedari tadi aku kira kau sudah pulang, mengapa kau masih disini?” Ujar Pemuda yang tadi mengusir Chen Yi untuk pergi meninggalkan arena ini.
“Maaf saudara, bukanya kita kesini adalah memenuhi undangan, kalau saya pergi nanti saya dikira tidak menghormati yang mengundang saya, jadi yang bisa mengusir saya juga adalah guru Xiao sendiri, karena guru Xiao lah yang mengundang saya kesini.” Ujar Chen Yi denganya tegas sambil menyodorkan plakat emas dengan gambar bangau putih ditengahnya.
“Ah pasti kau bohong.” Pemuda tersebut menendang tubuh Chen Yi dengan keras, tubuh Chen Yi menabrak dinding tebing disekitarnya, kerasnya tendangan tersebut membuat Chen Yi mengeluarkan dara di sudut bibirnya.
Chen Yi mengusap darahnya yang keluar dari mulutnya dan segera bangkit sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit, tiba tiba seorang gadis kecil datang sambil memapah Chen Yi. “Kau tidak apa apa? Jangan hiraukan dia, dia adalah tuan muda keluara Xia, sehingga sikapnya sombong, memang dia sudah terbiasa sepert itu."
"Oh ya Perkenalkan namaku Xiahua.” Chen Yi terkejut karena saat Xiahua mengucapkan namaya berrati dia juga bermarga Xia juga.
“Kau masih satu keluarga denganya? atau kau memang adiknya? Kenapa kalian berbeda banget, kau lebih lembut, sedangkan kakak kamu galak dan sombong banget.“ Tanya Chen Yi. "Aku dan dia adalah sepupu, dia adalah adalah putra dari paman pertama, dan aku adalah dari paman kedua.” Ujar Xiahua kepada Chen Yi.
"Seleksi ini dibagi menjadi beberapa tahapan, dan untuk tahap pertama adalah, kalian akan diberikan wakru sekitar 2 jam untuk mencapai puncak gunung tersebut." Tangan lelaki paruh baya pun menunjuk sebuah gunung yang menjulang tinggi.
"Bagi peserta yang tidak berhasil sampai.puncak pada waktu yang ditentukan, kalian dianggap gugur." Ujar lelaki paruh baya tersebut.
"Dan Ingat bagi yang buat curang, maka tanggung sendiri akibatnya." Ujar lelaki Paruh Baya tersebut dan langsung menghilang.
Pintu Gerbang tersebut sekarang benar benar terbuka, dan sekitar dua ribu orang langsung berlomba untuk menjadi paling cepat menuju puncak gunung tersebut.
__ADS_1
"Sial, ternyata gunung ini mempunyai gaya tarik gravitasi yang kuat, makanya lelaki tua tersebut sangat yakin dengan syarat yang harus dilalui." Ujar Chen Yi.
Semua berjuang dengan sekuat tenaga, semakin tangga yang dilalui maka semakin berat tekanan gravitasinya, sepertinya mereka yang berat sekali jalanya.
"Kamu kosentrasikan dirimu seperti sedang jalan jalan dengan jalanan yang menurun, ini adalah sebuah ilusi, semakin kamu berharap maka semakin berat langkah yang akan kau tempuh." Ujar Chang Mao.
Chen Yi terkejut saat melihat Xiahua dan tuan muda Xia berjalan dengan santainya. "Sepertinya mereka sudah mengetahui triknya apakah mereka sebenarnya menggunakan cara menekan Qi mereka untuk berjalan, tapi seberapa banyak Qi yang mereka miliki."? Gerutu Chen Yi dalam hatinya.
Chen Yi pun mengikuti saran dari Chang Mao untuk membayangkan bahwa yang jalan yang dia lalui adalah jalanan yang menurun.
Dan benar saja, dia jalan seperti jalan dijalanan menurun sehingga sedikit banyak menarik perhatian para pendekar yang lain.
"Dasar anak sialan, dia sengaja berjalan seperti itu untuk memperolok aku, akan ku balas perbuatanmu." Ujar tuan muda Xia pun menggerutu dalam hatinya.
Setelah beberapa saat Chen Yi menjadi yang pertama datang di pucak gunung tersebut, setelah setelah itu disusul beberapa orang yang lainya termasuk tuan muda Xia dan juga Xiahua sekitar hampir 1200 berhasil sampai ke puncak, dan yang lebih mengerikan adalah sisa orang orang yang tidak berhasil sampai dipuncak akan langsung terjun di hutan darah dan mereka harus bertahan hidup sendiri, atau yang beruntung mereka akan menemukan jalan masuk ke perguruan Pertapa suci.
"Aku ucapkan selamat kepada kalian semua yang telah berhasil menempuh perjalananan menuju puncak gunung ini. dan ujian selanjutnya adalah pertarungan bebas, disini adalah kalian harus saling bertarung untuk merebutkan tiket masuk ke perguruan sekte pertapa." Ujar lelaki paruh baya tersebut.
"Bagi yang ingin mengundurkan diri silahkan sebelum aku akan menendang kali keluar dari sini. Ujar lelaki paruh baya tersebut.
__ADS_1
semua terdiam tidak ada yang berani membantah sedikipun