
Han Bing sagat kagum dengan para didikan Yin He mereka memang berbeda dengan pendekar yang lain, “Yin He memang bisa melihat bakat orang orang terpendam, dan dia juga bisa mengasahnya menjadi seorang pendekar yang sangat hebat.” Gumam Han Bing.
“Senior Bing, bolehkan saya mencoba menghadapi Jingmi?” Ryuza yang sedari tadi diam kini meminta ijin untuk bisa berlatih dengan Jingmi. Dan dengan senang hati Jingmi menerima ajakan Ryuza untuk berlatih.
Dengan cepat keduanya bertukar jurus dengan cepat. Pukulan tinju ombak dapat di tangkis dengan baik oleh Ryuza, dengan kekuatan elemen angin dia membelokan tinju ombak dari Jingmi, Jingmi terkejut karena dengan kecepatan yang sekarang seharusnya susah sekali untuk seseorang menghindari pukulan tinju ombak Jingmi.
Ryuza sekarang gantian yang menyerang Jingmi, dengan pukulan angin puyuh, pukulan ini adalah menggabungkan beberapa elemen disekitarnya menjadikan senjata yang sangat mematikan, hal ini membuat Jingmi terkejut karena ranting ranting kecil serta dedaunan disekitarnya ternyata memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan mematikan sehingga Jingmi harus mengaktifkan tubuh penjaga elemen logam yang dia miliki, sayap sayapnya yang terdiri dari logam logam yang keras tapi ringan dan lunak, membuat angin puyuh yang diciptkan oleh Ryuza tidak ada sekalipun yang dapat melukai Jingmi.
Perubahan Jingmi yang mirip seperti perubahan Yin He saat menjadi penjaga empat elemen, membuat semuanya terpana dan terkejut, terlebih lagi Han Bing, Hanzu, Yanzu dan Ryuza, Ryuza langsung mundur dan mencoba untuk elemen pengendali fikiran yang sudah dikuasainya, dengan cepat Ryuza melayang,dengan kekuatan penuh dia mencoba berkosentrasi untuk menembus alam fikiran dari Jingmi.
Jingmi sendiri merasakan ada yang aneh dengan fikirannya, dia seperti mempuyai sebuah keinginan untuk menyerah dan menyudahi pertandinganya dengan Ryuza, akan tetapi energi dari tubuh logam ini langsung menahan energi yang masuk kedalam fikiranya, Jingmi akhirnya berfikir ini adalah yang dilakukan oleh Ryuza, karena posisinya tidak meyerang akan tetapi fikiran Jingmi seperti ingin menyerah.
Dengan cepat Jingmi mengepakan sayapnuya dan mengeluarkan seluruh cakram cakramnya, cakramnya segera meluncur ke arah Ryuza, dengan pengendalian fikiranya, Ryuza menahan cakram milik Jingmi dan merubahn haluanya, sehingga cakram-cakram tersebut berhenti disatu titik tidak bergerak, Ryuza juga akhirnya memainkan jarum jarumya untuk menyerang Jingmi, tapi dengan cepat Jingmi menyerang dengan jurus seribu pedang, Jarum jarum Ryuza dengan cepat dapat segera ditampik oleh Jingmi, dan sekarang Ryuza yang kebingungan Jingmi menggunakan jurus pedang seribu dengan memakai cakranya, sehingga perputaran dan energi cakramnya layaknya buah mata pedang yang siap menerjang siapa saja.
__ADS_1
Dengan sekali hentakan sekarang cakram Jingmi telah melingkari leher Ryuza, Han Bing pun hanya tercengang, apalagi kedua kakak Ryuza yaitu Hanzu dan Yanzu, mereka seakan tak percaya adik mereka yang terkenal sebagai jenius dari Wisma Giok harus dikalahkan dengan seorang gadis yang terlihat lemah dan tidak berdaya sama sekali.
Ryuza pun turun dan menghampiri Jingmi, “ Kau hebat Jingmi, pasti guru mengajarimu dengan sangat keras.” dan Jingmi hanya mengangguk di hadapan Ryuza. “Kau juga hebat Ryuza, kalau tidak ada tubuh dewi racun yang ada ditubuhku, maka dengan mudah, kauakan mempengaruhiku.” Ryuza sangat terkejut, bahkan Jingmi dapat mengetahui jurus yang dipakainya tadi untuk menghadapinya.
“Baikalah Ryuza, nampaknya kau harus mengakui keunggulan dari nona Jingmi, jadi semoga kau dapat mengambil pelajarannya dan berlatih lebih giat.” Ujar han Bing kepada Ryuza, dan Ryuza berterima kasih kepada Jingmi yang telah mau bermain beberapa jurus dengan dan mendapattkan wacana baru tentang sebuah pengalaman baru.
******
Yin He terbang dari bangunan satu kebangunan yang lainya, pohon disini sangat rindang dan sangat lebat buahnya, belum sempat Yin He akan memetik sebuah buah persik yang ranum, sebuah bayangan melesat kearah Yin He.
Yin He sekarang dikepung dengan segerombolan naga yang berwarna Merah naga naga tersebut mengeluarkan aura naga yang menekan Yin he. Tanpa disadari kekuatan aura naga tubuh Yin He juga bereaksi sangat kuat, sehingga aura para naga merah pun terlepas dari tubuh Yin He, para naga tersebut menyerang Yin He dengan api biru dan juga petir yang sangat kuat, akan tetapi dengan mudah Yin He bisa menangkis dengan mudah serangan serangan dari sang naga.
Setelah beberapa waktu bertempur akhirnya Yin He dapat menyingkirkan satu persatu naga yang menghalanginya, hal ini membuat para asura yang lain mendekati Yin He. “sebenarnya aku dimana dan siapa kalian?” Ujar Yin He.
__ADS_1
Tiba tiba seekor naga hitam yang sangat besar lebih besar dari para naga merah yang menyerang Yin He tadi, naga besar tersebut mengeluarkan aura naga merah yang kuat, akan tetapi perbedaanya aura naga milik sang naga hitam ini tidak menekan energi darri Yin He, malahan membuat energi Yin He semakin kuat dan membuatnya nyaman, Naga tersebut meminta Yin He untuk mengikutinya, para naga hitam yang semula memyerang Yin He kini menunduk, mereka seakan sadar siapa manusia yang barusan mereka serang.
Yin He mengikuti kemana arah kemana naga tersebut terbang, semakin lama semakin ingatan Yin He semakin mengenal tempat tersebut, ya ini adalah tempat para manusia setengah dewa, atau dewa kecil dan para asura berkumpul, ditempat inilah pedang langit tersebut tertancap dan menunggu tuanya untuk diambil dan mengalahkan pada iblis yang sekarang berada didunia bawah.
Yin He terus mengikuti arah sang naga tersebut, saat sang naga tersebut tiba disebuat bukit yang indah, dia kemudian berubah bentuk menjadi seorang manusia yang sangat berwibawa, dia mengajak Yin He kesebuah batu besar, ditengah tengah batu tersebut, ada sebuah lobang besar sebenar tubuh manusia, didalam lubang tertancap sebuah pedang yang berada ditengah lubang dengan lava yang sangat panas, hawa panas dari lava tersbeut langsung menyentuh kulit muka Yin He yang kemudian membuat muka Yin He memerah.
“Yin He akulah sang naga langit, aku yang menjadi penjaga buku pedang langit, seperti janjiku, kita akan bertemu apabila kau sampai pada gerbang langit, gerbang langit ini adalah dunia para manusia setengah dewa, dewa dewa kecil dan para asura, didepan cermin karma tentunya kau sudah tahu siapa dirimu sebenarnya, dan aku tidak akan menjelaskan hal ini, yang aku ingin sampaikan adalah, saat kau mencabut pedang langit ini, maka perang sesungguhnya dengan para manusia iblis atau bangsa iblis sendiri akan segera dimulai.”
Sekarang kau cabutlah pedang langit tersebut, dan kau harus segera menyatu dengan pedang tersebut , karena kalau tidak, maka energi dan tubuhmu yang akan diserap olehnya.” Ujar sang naga langit. Yin He dengan langkah pasti Yin He segera melangkah mendekati batu tersebut, orang tidak akan menemukan letak pedang langit jika tidak benar benar mendekati batu dan menlongok ke arah celah batu yang sangat panas tersebut, pedang langit sangat tersembunyi ditambah dengan suasana perbukitan yang sangat asri kontras dengan letak dari pedang langit itu sendiri.
Yin He mencoba untuk meraih pedang naga tersebut dengan kedua tanganya, akan tetapi panas yang sangat dari letupan lava yang berada dibawah pedang langit, saat tangan Yin He meraih pedang tersebut aliran energi yang tidak biasa mengalir ke dalam tubuh Yin He, sontak seluruh alam asura mendadk mendung, kilat dan guntur bersahutan, semuanya sepertinya tersentak karena pedang langit kini sudah berada di tangan Yin He.
Pedang Langit adalah Pedang yang sangat indah, lapisan bilahnya berkilau seperti berlian, akan tetapi mempunyai energi membunuh yang sangat kuat, ukiran kepala naga menghias di gagang dari pedang tersebut, dan yang menambah daya tarik dari pedang langit adalah mustika berwarna putih yang berkilauan berada disisi kanan dan mustika berwarna hitam kelam menambah kesan wibawa pedang tersebut.
__ADS_1