
Yin He yang masih keheranan dengan penduduk kota dengan kesenjanganya, mencari tempat duduk di pojok, karena di pojok mereka lebih bisa tenang dan tidak diganggu dengan orang lain. Seorang perempuan muda datang kemeja mereka, “Selamat siang tuan, tuan yang ganteng-ganteng, mau pesan apa? Disini diadalah rumah terbaik di kota Louhan ini.” Sikap gadis sangat centil, membuat ketiga Xiao salah tingkah, disini Yin He hanya tersenyum melihat mereka yang sedang masa masa mengenal lawan jenis.
.“Berika kami makanan yang paling enak disini, kami kan memberikan tips buat kamu, jika suka dengan makanan dan pelayanan disini,” Yin He segera memberikan 2 keping emas kepada gadis muda tersebut, dengan manjanya di berterima kasih sambil menyentuh dagu Xiao Yan.
Xiao Yan hanya tersenyum dan menelan ludahnya, wanita tersebut merupakan godaan terbesar baginya, badanya keringatan dan langsung bergetar, melihat perubahan di Xiao Yan, membuat yang lainya hanya tersenyum kepadanya,
Yin He dan Xiao betsudara makan dan minum yang disajikan oleh bebeapa pelayan rumah makan
tersebut, tiba tiba di tengah tengah mereka makan, terdengar suara tawa dari tengah tengah ruangan tersebut, mereka sepertinya para pejabat di kota Louhan ini, “Hahahahaha, hari ini kita panen besar, dua desa disebelah selatan ini dapat kita ambil semua panennya, dan beberapa gadis yang diminta oleh pihak istana telah kita siapkan, benar-benar semenjak kaisar sakit dan dipimpim oleh permaisuri semuanya serasa lebih baik, hahahahahaaha.” Tawa para pejabat tersebut membahana, tiba – tiba sebuah pisau terbang menancap persis dikepala salah satu pejabat tersebut.
Tiba – tiba sesaat suasana mejadi hening, semua mata tertuju kepada tubuh lelaki gendut yang sekarang berlumaran darah dan tak bernyawa lagi. Lelaki jangkung yang berada disampingnya sambil berteriak lantang, “Siapa yang berani membunuh pejabat Lou Fenqin? Kalian akan berhadapan dengan pihak istana.” Tiba tiba 3
buah pisau menancap kepada lelaki yang berada di samping lelaki jangkung dan yang sebelah mayat dari pejabat Lou.
Ada gemuruh sorak kebahagiaan yang terpancar dari para pengemis tersebut, Yin He pun meilhat dari sisi tempat duduknya yang memang berdekatan dengan jalan, dengan jelas dia melihat sorak sorai para pengemis sepertinya mereka sedang sangat berbahagian.
__ADS_1
Yin He mencari pelayan genit tersebut, tangan Yin He melambai, dan pelayan mudah tersebut menghampirinya” Ada apa tuan? Apakah kalian selesai makan?” Sambi mengedipkan matanya kepada Xiao Yan, Yin He pun memberi isyarat agar mendekat kepadanya dan berbisik sesuatu, mata gadis muda tersebut terbelalak sambil menutup mulutnya, matanya pun menatap ketiga Xiao bersaudara tersebut seakan akan meyakinkan apa yang dia dengar.
“Tuan untuk hal yang besar aku juga membutuhkan yang besar juga loh, apakah kamu bisa menyiapkan
yang besar itu?” Ujar gadis tersebut. “Apakah ini cukup?” Yin He mengeluarkan beberapa keping emas dan dan sekantung perak, perempuan muda itu tersenyum dan duduk disampinn Yin He dan Xiao Yan, dia
mengambilkan secangkir minuman gingseng merah yang di pesan khusus oleh Yin He dan dia bersulang untuk semuanya.
Kemudian gadis tersebut bercerita kenapa kejadian yang menjadi tanda tanya Yin He ini terjadi, “Zhao Song Gu masih sehat, semua rakyat sangat bersyukur mempunyai kaisar yang sangat baik dan adil kepada rakyatnya, kaisar memberikan pajak yang besar, akan tetapi hal tersebut sepada dengan fasilitas yang dibangun oleh pihak kerajaan, disisi perekonomian dan pertanian menjadi hal yang paling disorot oleh pemerintahan, sehingga segala fasilitas yang menunjang pertanian akan menjadi hal utama, disamping itu, pendidikan juga ditekankan di kekaisaran Song, sehingga para terpelajar yang berbakat akan mempunyai peluang yang bagus menjadi pejabat, hal ini membuat kekaisaran Song menjadi kerajaan yang terkuat, dan bahkan lebih kuat dari pada kerajaan yang
Tapi setelah kaisar bertemu dengan selir paling mudanya yaitu selir Hua Xun, sang selir mempunyai pengaruh yang sangat kepada kaisar, sehingga apapun yang diminta oleh sang selir selalu diturutinya, hal ini membuat semua pejabat khawatir dengan apa yang menjadi keputusan kaisar, para pejabat yang terang terangan menyatakan ketidaksenanganya kepada prilaku kaisar kepada selirnya akan berujung dengan kematian, dan kematianya pun tidak satupun yang bisa menyelediki dan mengungkap kebenaranya.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah kematian pangeran mahkota yang kala itu menginjak umur 21 tahun dalam perburuanya, pangeran menjadi mangsa para hewan buas kala itu, para prajurit yang ikut berburu dengan sang pangeran tidak ada yang selamat, akibat kabar kematian dari sang pangeran membuat sang permaisuri pun jatuh
sakit dan meninggal setelah beberapa hari dari kematian sang pangeran.
__ADS_1
Sang Kaisar yang terpukul atas kematian pangeranpun harus merasakan pukulan yang keras juga manakala sang permaisurinya meninggal, hal ini membuat kesehatan kaisar pun memburuk, dari info yang dapat dipercara, kesehatan sang kaisar di jaga ketat oleh sang selir Hua Xun.
Kekuasaan selir Hua Xun semakin mutlak, mana kali sang selir mengganti kedudukan beberapa pejabat penting dengan pejabat kepercayaanya, dari di istina sekarang terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu pejabat lama dan kubu para orang – orang selir Hua Xun.
Walaupun hanya sebagai seorang selir, akan tetapi selih Hua Xun mempunyai stempel kerajaan, apapun yang diucapkanya adalah sebuah hukum dan semuanya harus dipenuhi, stempel tersebut diberikan sendiri oleh kaisar song kepada selir Hua Xun disaksikan oleh seluruh pejabat kekaisaran Song, dan hal inilah yang membuat sekarang menjadi terjadi.
Para kelompok iblis dan para aliran sesat sekarang lebih leluasa sepertinya mereka dilindungi oleh kelompok pejabat istana selir Hua Xu. Gadis tersebut pun berdiri dari meja Yin He, “Aku ingatkan ya buat tuan-tuan, jangan
ikut ikutan dalam politik ini, karena issue yang aku dengar, bahwa semua pejabat istana itu sudah berada kendali sang selir Hua Xun, dan juga sang selir tersebut juga berada dalam lindungan sekte iblis.” Yin He terkejut saat gadis tersebut menyebutkan sekte iblis.
Yin He berfikir sejenak, kalau menurut instingnya ada kemungkinan selir tersebut adalah orang sekte iblis, mereka menggunakan kekuasaan kerajaaan ini agar mereka bisa menjalankan aksinya tanpa di ganggu oleh pihak kerajaan. Yin He pun teringat dengan aksi Sekte Mawar Hitam, Sekte Serigala Merah dan juga Sekte Pagoda Hitam, setiap perampokan ataupun penjarahan dan penculikan tidak ada satupun prajurit kerjaaan yang turunya tangan,
Yin He dan ketiga Xiao bersaudara bersepakat bahwa mereka akan menggali informasi lebih dalam hal ini. Dan mereka juga mencari tahkeberadaan mustika matahari.
Yin He segera meninggalkan rumah makan tersebut, dia mencoba menelusuri siapa yang membunuh para pejabat di rumah makan tadi, disepanjang jalan Yin He hanya menemui orang orang dengan aktifitas seperti biasa, akan tetapi yang membuat aneh adalah keberadaan para pengemis , pengemis ini sepertinya bukan pengemis
__ADS_1
biasa, Yin Hi bisa merasakan pancaran energi mereka.