
Jingmi dan Yin He disusul oleh Chang Mao segera melesat kearah Tibet dengan menggunakan jurus perpindahan dimensi, Yin He lansung mencari keberadaan dari Feng Tian (Pangeran Kegelapan) tersebut ditemani olwh Chang Mao, sedangkan Jingmi langsung turun membantu para pendekar aliran putih yang sudah terdesak mundur, hal ini karena kawanan kucing iblis dan juga burung iblis dimana penunggangnya merupakan orang yang mengendalikan pergerakan dari Jiang Shi dan juga kucing iblis, Kalden dengan pedang petirnya terus menghantarkan nyawa para pendekar iblis yang dibabatnya dengan pedang petir, hal ini menjadi momok tersendiri bagi ketua iblis kuno yang menjadi pemimpin penyerbuan kali ini, Kalden sepertinya menjadi suatu ancaman yang sangat serius, sehingga Zhangfeng menyuruh adik ketiganya untuk segera menyelinap diarena pertempuran dan membunuh Kalden, akan tetapi belum sempat dia membunuh Kalden, sebuah tebasan pedang telah memenggal kepalanya.
"Wei Yanzu, terima kasih pertolonganmu." ujar Kalden, Wei Yanzu yang melihat gelagat buruk anggota iblis kuno tersebut terus mengikutinya dari balik pertempuran, dan benar saja, saat Kalden lengah maka adik ketiga ketua iblis menyerangnya, akan tetapi naas dan malang bagi adik ketiga Zhangfeng yang harus menemui ajalnya.
Melihat adik ketiganya meregang nyawa dengan sangat mengerikan membuat Zhangfeng mengamuk dengan langsung menyerap energi kehidupan dari para pendekar aliran putih, para pendekar yang terserap langsung meregang nyawa dan hanya meninggalkan tulang belulang saja, hal ini membuat Kalden merasa sangat marah, dengan cepat dia langsung mengarahkan pedang petir kearah Zhangfeng, dan petir yang besar menyambar tubuh Zhangfeng yang sedang menyerap energi kehidupan dari para pendekar aliran putih, serangan petir tersebut membuat banyak luka disekujur tubuh Zhangfeng dan juga membuat tetua dari iblis kuno tersebut harus mengeluarkan banyak darah yang keluar dari mata hidung dan mulutnya. Kekuatan petir yang dikeluarkan dari pedang petir bukanlah petir yang biasa, pedang tersebut telah bersatu dengan pemiliknya yaitu Kalden, kemarahan yang dikeluarkan oleh Kalden membuat petir yang dikeluarkan pedang petir tersebut semakin kuat, dan juga spirit yang mengalir membuat tenaga petir juga semakin menguat jika terkena musuhnya.
__ADS_1
Tanpa ampun Kalden langsung menyerang Zhangfeng yang sedang sekarat, akan tetapi sebuah bayangan dari atas melayang dan menyerang dengan energi petir, akan tetapi dengan cepat Kalden langsung menangkis serangan petir tersebut dengan pedang petir dan langsung menyerap energi petirnya. Kalden teringat kata kata dari Yin He tentang pasukan bayangan dari pangeran kegelapan, dan ternyata yang menyerangnya adalah seekor burung iblis yang mampu mengeluarkan energi listrik berupa petir petir dari bulu bulunya, akan tepi sebelum burung tersebut menyerang kembali sebuah makhluk Mogui telah menyambar burung tersebur dan dengan cakarnya langsung memisahkan badan burung tersebut, dalam satu serangan mogui membuat burung iblis tersebut langsung binasa.
Wei Yanzu, dimana Kalden, tanya Jingmi yang langsung menuju Wei Yanzu saat melihat dia sedang bertarung untuk memimpin para pendekar aliran putih untuk mendesak mundur pasukan pangeran kegelapan. “Yanzu dengarkan aku, kita butuh Kalden untuk memberitahukan bahwa kabar penyerangan empat kekasiaran hanyalah sebuah kebohongan, yang ada adalah mereka mengincar kekaisaran Tibet, karena ada sesuatu yang akan direbut oleh Feng Tian untuk bisa masuk kedalam dunia bawah yaitu dunia iblis, dan kuncinya berada di pemakaman keluarga kekaisaran Tibet, dan kita sekarang dikepung di empat arah mata angin, kalau dibiarkan terus, maka tidak lama lagi kekasiaran ini akan jatuh ketangan Feng Tian.” Ujar Jingmi.
Wei Yanzu mencoba mencari keberadaan Kalden, dan tepat di belakangnya Kalden sedang menarik tubuh dari Zhangfeng yang sedang sekarat, dan secepat kilat Wei Yanzu mengarahkan pedang rembulan kearah Kalden yang sedang menyeret Zhangfeng untuk dia penggal kepalanya, dan disaat yang tepat disamping Kalden bayangan seorang anggota iblis sedang menyerangnya dari samping, dan lagi lagi Kalden terselamatkan oleh pedang rembulan milik Wei Yanzu, dan tak ketinggalan disusul cakram milik Jingmi langsung memenggal kepala iblis tersebut yang ternyata adalah iblik kuno yang keempat, jadi para tetua iblis kuno yang tersisa adalah tinggal Zhangfeng.
__ADS_1
“Kalden setelah kau pulih, tolong hubungi semua pendekar naga yang tersebar, karena yang menjadi target penyerangan hanya di kekaisaran Tibet, kita sudah diserang di empat arah mata angin, dan kita dalam keadaan yang sangat terpuruk, kita harus segera mendapatkan bantuan, jika tidak maka sebentar lagi maka para iblis tersebut akan dapat mengusai kekuasaan kaisar di Tibet.” Ujar Jingmi, hal ini membuat Kalden tersentak sekaligus terkejut, oleh sebab itu dia melihat adanya keganjilan dalam jumlah penyerangan ini.
Jingmi segera melesat akan menghadapi bocah kecil iblis elemen tanah dan kayu, dia baru melihat ada seorang iblis yang bisa mempunyai kemampuan dalam pengendalian dua elemen, akan tetapi sebelum Jingmi melangkah lebih dekat, seorang mahkuk yang dikenalnya yaitu Mogui langsung menyerang iblis elemen tanah dan kayu yang mempunyai bentuk anak anak yang masih berumur tujuh tahunan, akan tetapi dengan tenang iblis penguasa elemen tanah dan kayu itu menangkis semua serangan Mogui.
Beberapa serangan Mogui dnegan kecepatan yang tinggi, iblis elemen tanah dan kayu selalu dengan tenang menangkis semua serangan Mogui, akhirnya tanpa disadari Mogui pun berubah persis seperti iblis elemen tanah dan kayu tersebut, akan tetapi yang mencolok adalah rambut pada Mogui tetap acak acakan, dengan cepat Mogui menyerang iblis elemen tersebut dengan pukulan yang cepat, beberapa ledakan karena beberapa ungsur yang sama pun dikeluarkan, akan tetapi Mogui ternyata makhluk yang pintar selain menggunakan ungsur dan jurus yang sama, Mogui juga mengaliri beberapa pukulan elemen api dan juga petir, hal ini membuat iblis elemen tanah dan kayu tersebut terpukul mundur.
__ADS_1
Kalden telah memanggil seluruh pendekar naga yang tersisa dan akhirnya mereka bersembilan telah berkumpul, Wei Hanzu dan juga Xiao Yan Langsung meluncur ketimur istana dimana penyerangan dipimpin oleh Iblis Kelelawar Hitan dan Kelelawar Putih, mereka langsung pergi kesisi timur istana kekaisaran Tibet, dan alangkah terkejutnya mereka saat mereka melihat sendiri pembantaian terhadap para pendekar aliran putih tibet yang kurang dari seperempat jumlah mereka, dengan pedang matahari dan juga pedang naga emas, Xiao Yan dan Wei Hanzu langsung menyerang, meraka mengamuk melebihi para iblis tersebut, sehingga dalam waktu yang singkat banyak sekali korban yang jatuh dari para pendekar iblis, kedua iblis kelelawar putih dan kelelawar hitam yang sedang asyik melakukan pembantain kemudian dia melihat Wei Hanzu yang dahulu pernah mengalahkan mereka, segera mereka melesat menuju Wei Hanzu untuk menyerangnya, akan tetapi Xiao Yan segera mengarahkan pukulanya kearah Iblis Kelelawar putih, membuat sang iblis langsung mendarat ke tanah dengan beberapa luka diwajahnya.